Ketimbang melakoni bisnis kedai kopi yang sudah menyebar bak jamur di musim hujan, yuk coba mulai bisnis warung teh yang prospeknya tak kalah menjanjikan!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Bisnis Warung Teh, Apakah Menjanjikan?

Tentu Anda menyadari, tren bisnis beberapa tahun ke belakang ini diramaikan oleh kedai kopi yang makin gencar bermunculan di berbagai pelosok. Ya, kedai kopi memang tengah menjadi primadona, melihat kini ngopi bukan hanya digemari bapak-bapak tapi telah menjadi gaya hidup bagi kaum milenial, baik pria maupun wanita.

Di tengah serangan kedai kopi dengan konsep unik dan beragam, kedai teh justru jarang ditemui. Padahal, Indonesia merupakan salah satu penghasil teh terbesar di dunia, lho!

Sharyn Johnston, juri teh internasional dan pendiri Australian Tea Masters, meyakinkan bahwa kualitas teh Indonesia tidak perlu diragukan.

Seperti yang dilansir dari BBC.com, Johnston memaparkan kekagumannya terhadap kualitas teh Indonesia:

“Indonesia punya teh-teh yang dahsyat dan, sayangnya, dunia tidak tahu. Teh Indonesia enak, dan mampu memenangi penghargaan internasional. Orang-orang terkejut, mereka mengatakan, ‘Kami kira teh Indonesia berkualitas rendah’. Saya jawab, ‘Tidak, kualitas teh Indonesia justru tinggi’.”

 

Tak sampai di situ, ia menambahkan:

“Masalahnya, rak-rak supermarket dipenuhi teh berkualitas rendah, sehingga masyarakat yang membelinya menjadi terbiasa dengan teh seperti itu. Rakyat Indonesia perlu mengapresiasi tehnya sendiri.”

 

Budaya Minum Teh di Indonesia

Mungkin Anda masih skeptis saat mendengar bisnis warung teh. Apalagi saat mendengar budaya minum teh, kemungkinan besar Anda langsung mengasosiasikannya dengan tradisi bangsa Jepang dan Tiongkok.

Memang, di Jepang, upacara minum teh yang dikenal dengan istilah ‘Sadou’ telah dilakukan sejak zaman edo.

Pada zaman itu, upacara minum teh hanya dilakukan oleh kalangan bangsawan untuk menjamu tamu. Namun, hingga kini tradisi tersebut masih dilakukan oleh semua lapisan warga Jepang.

Mau-Mulai-Bisnis-Warung-Teh-2-Tradisi-Teh-Jepang-Finansialku

[Baca Juga: Ikut Kekinian! Memulai Bisnis Food Truck Tidak Susah Lho! Ini Caranya]

 

Tradisi minum teh di Tiongkok pun sudah ada sejak 3000 tahun sebelum Masehi pada masa Dinasti Tang. Bagi masyarakat di Tiongkok, minum teh dipercaya dapat memberikan kesegaran dan kesehatan tubuh.

Tapi, jangan salah sahabat Finansialku! Indonesia ternyata juga punya tradisi minum teh seperti di Jepang, lho! Garut, Jawa Barat, merupakan salah satu daerah yang memiliki tradisi minum teh.

Namun, berbeda dengan yang dilakukan masyarakat Jepang maupun Tiongkok, tradisi minum teh masyarakat Garut yang disebut dengan ‘Nyaneut’, biasanya dihadiri oleh para warga setempat untuk menyambut tahun baru Islam.

Seperti yang dilansir dari situs Goodnewsfromindonesia.id, Nyaneut merupakan salah satu dari ratusan tradisi yang masih dianut dan dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat. Tradisi ini sendiri sudah berlangsung selama ratusan tahun oleh masyarakat Cigedug, Kabupaten Garut.

Nyaneut merupakan singkatan dari Nyai Haneut atau Cai Haneut yang artinya air hangat. Tradisi ini dimulai saat seorang ilmuwan Belanda Karel Frederik Holle membuka perkebunan teh di Cigedug dan Bayongbong pada abad ke-19

Selain Nyaneut di Sunda, ada juga tradisi Teh Poci di Jawa, dan tradisi Patehan yang dikhususkan untuk raja, keluarga, dan tamu Karaton Yogyakarta.

Mau-Mulai-Bisnis-Warung-Teh-3-Tradisi-Nyaneut-Garut-Finansialku

[Baca Juga: Untuk Memulai Bisnis Ayam Geprek, Anda Harus Mempersiapkan Beberapa Hal Penting Ini]

 

Nah, setelah mengetahui informasi ini, apakah Anda masih ragu untuk berbisnis warung teh? Minum teh ternyata merupakan bagian dari tradisi Indonesia. Namun, memang diperlukan edukasi yang lebih masif untuk memperkenalkan kebiasaan meminum teh tersebut kepada masyarakat.

 

Berkenalan dengan Edward dan Argadi, Pebisnis Warung Teh Sukses di Indonesia

Kekayaan teh nusantara serta budaya ngeteh di berbagai daerah di Indonesia menunjukan besarnya potensi bisnis di balik dedaunan kering tersebut.

Kondisi ini pun dimanfaatkan oleh sejumlah pengusaha muda Indonesia untuk membuka kedai teh.

Salah satunya Edward Tirtanata, pendiri sebuah kedai teh bernama Lewis and Carroll Tea yang terletak di bilangan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kedai teh yang didirikan pada 2015 ini menawarkan puluhan macam minuman teh premium dengan kisaran harga Rp30.000 hingga Rp60.000.

Mau-Mulai-Bisnis-Warung-Teh-4-Finansialku

[Baca Juga: Cara Mudah Memulai Bisnis Travel untuk Pemula yang Mendatangkan Keuntungan Besar]

 

Memang perjalanan bisnis ini tidak semulus yang dibayangkan, Edward mengatakan, konsumen tetap baru ada beberapa bulan setelah restoran tersebut dibuka:

“Pertamanya sangat sulit. Mungkin dua-tiga bulan sejak restoran dibuka, nggak ada customer-nya sama sekali. Berdarah-darah waktu itu. Tapi kita terus pertahankan karena kita yakin dengan konsep restoran ini.”

 

Edward mengakui, pelanggan semakin berdatangan setelah ia melancarkan kampanye minum teh melalui media sosial.

Akhirnya, setelah beberapa waktu, Edward pun bisa mencicipi manisnya laba dari bisnis kedai tehnya:

“Omzetnya sekitar Rp700 juta sampai Rp800 juta kalau lagi bagus. Kalau lagi lesu, mungkin sekitar Rp500 juta.”

 

Bukan hanya Edward Tirtanata yang berhasil memanfaatkan peluang untuk bisnis warung teh. Argadi, seorang pecinta teh, juga merintis sebuah kedai teh yang diberi nama Kedai Lokalti sejak Mei 2015.

Sesuai slogannya “cintai teh lokal”, Kedai Lokalti menyajikan sekitar 20 menu minuman dari berbagai macam jenis dan olahan teh lokal. Argadi meracik sendiri seluruh resep teh yang harga per porsinya dibanderol mulai dari Rp3.000 hingga Rp15.000.

“Saya sudah suka teh sedari kecil, dan mulai belajar untuk meracik teh sejak lima tahun lalu. Konsep kedai dipilih karena sebelumnya saya juga pernah membuat angkringan pada 2011.”

 

Di awal memulai bisnis ini, Argadi mengaku mengucurkan modal sekitar Rp14 juta. Modal tersebut digunakan untuk menyewa tempat di kawasan Taman Kuliner Yogyakarta, pengadaan interior, serta biaya operasional.

Kedai Lokalti bisa menjual sekitar 25-30 porsi minuman teh dalam satu hari. Jumlah tersebut bisa meningkat hingga dua kali lipat saat ada kegiatan khusus seperti Festival Kesenian Yogyakarta.

Mau-Mulai-Bisnis-Warung-Teh-5-Finansialku

[Baca Juga: 10 Langkah Merintis dan Memulai Bisnis Kecil-kecilan]

 

Ketenaran minuman teh diakui Argadi masih belum bisa semoncer kopi. Untuk itu, berbagai cara ia lakukan untuk mempromosikan kedai tehnya, mulai dari kampanye minum teh lewat berbagai media sosial, kegiatan di kampus, serta meminta ulasan dari beberapa kenalannya yang merupakan penulis.

“Kami juga mewadahi berbagai macam komunitas untuk beraktivitas di tempat ini.”

 

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Langkah untuk Membuka Warung Teh

Bagaimana? Tertarik untuk membuka warung teh?

Langkah untuk berbisnis warung teh cukup mudah dan sederhana, terutama terkait bahan baku. Pasalnya, jenis teh Indonesia sangat bermacam-macam, Anda tidak perlu repot-repot mengimpor daun teh dari luar negeri karena Indonesia sendiri memiliki varian teh yang beragam dengan rasa yang nikmat.

Anda juga bisa belajar meracik teh untuk menciptakan minuman bercita rasa tinggi. Proses meracik itu sendiri bisa dijadikan daya tarik agar orang-orang tertarik untuk datang dan mencoba produk Anda.

Sebelumnya, sudahkah Anda memisahkan keuangan pribadi dan hasil bisnis? Penting untuk Anda ketahui, mencampur uang pribadi dan uang bisnis dapat berdampak buruk untuk perkembangan bisnis Anda! Pelajari langkah-langkah mengelola keuangan pebisnis lewat ebook gratis dari Finansialku berikut:

 

Free Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Mari kita lihat langkah apa saja yang dibutuhkan untuk membuka warung teh:

 

#1 Membeli Peralatan Dapur

Tentunya untuk membuka warung teh, Anda perlu memiliki beberapa peralatan dapur seperti teko, cangkir, sendok, dan lain-lain.

Belilah peralatan dapur yang awet dan sesuai dengan konsep warung teh Anda. Bila Anda mengusung konsep tradisional, Anda bisa menggunakan teko dari tanah liat agar dapat memperkuat konsep warung Anda.

Berikut ini tips untuk membeli peralatan dapur dengan harga murah tapi tetap berkualitas:

  • Belilah produk langsung di pembuatnya, bukan di distributor.
  • Beli produk dalam jumlah besar atau grosiran, sehingga harga yang diberikan berbeda dengan harga eceran.
  • Membeli peralatan dapur sisa impor atau di bazar memang jauh lebih murah, tapi Anda harus teliti dalam memperhatikan kualitas barang.

 

#2 Mencari Lokasi yang Strategis

Anda bisa membuka warung teh di tenda, di teras rumah, ataupun di rumah toko (ruko). Besaran biayanya tentu berbeda antara pilihan satu dengan yang lain. Yang paling mahal tentu pilihan ketiga, yakni ruko. Biaya sewa ruko tergantung wilayah masing-masing.

Bersumber dari situs Rumah123.com, sewa ruko di Jakarta Selatan membutuhkan biaya mulai dari Rp100-450 juta per tahun.

Bila modal Anda masih kecil, Anda bisa memulai dengan bisnis di tenda atau di teras rumah Anda. Yang terpenting adalah lokasinya mudah diakses, serta tempatnya bersih.

 

#3 Membeli Perlengkapan Interior dan Perlengkapan Lainnya

Anda harus memberikan kenyamanan pada konsumen agar betah nongkrong di warung teh Anda. Kenyamanan ini dapat dipengaruhi oleh faktor meja dan kursi yang disediakan.

Untuk mendapatkan furnitur yang murah, Anda bisa membeli secara online atau membeli furnitur bekas.

Berikut ini tips untuk membeli furnitur bekas:

  • Cek semua penopang-penopang furnitur untuk memastikan strukturnya masih kuat. Caranya adalah dengan menduduki atau menekan furnitur tersebut.
  • Datangi beberapa toko untuk membandingkan harga sebelum Anda memutuskan membeli. Jangan ragu untuk menawar!
  • Cermat dalam melihat potensi perbaikan apa yang bisa Anda lakukan. Apabila warna perabot sudah kusam, jangan takut untuk membelinya. Anda bisa memberi sedikit polesan seperti diamplas atau dicat ulang agar perabot tersebut bisa nampak baru lagi.

 

#4 Mencari Supplier Bahan Baku

Carilah penyuplai daun teh di internet untuk memulai pencarian. Selain itu, Anda juga bisa mencari supplier daun teh dengan mengunjungi festival dagang, atau melakukan diskusi dengan orang-orang dari industri teh.

Untuk mendapatkan harga yang lebih murah, Anda bisa langsung mendatangi petani teh. Dengan demikian, Anda turut memberdayakan petani teh.

 

#5 Mengurus Perizinan

Untuk kenyamanan usaha, kita perlu mengurus izin usaha di instansi pemerintah atau pihak berwenang setempat. Mengurus izin ini perlu dilakukan untuk menghindari masalah perizinan yang mungkin timbul di kemudian hari.

 

Perhitungan Modal untuk Membuka Warung Teh

Setelah membahas langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk membuka bisnis warung teh, sekarang mari kita hitung bersama estimasi modal yang dibutuhkan untuk membuka warung teh kecil-kecilan.

 

Peralatan dapur:

– Teko keramik 100 ml x 50 unit = Rp50.000 x 50 = Rp2.500.000

– Teko leher angsa 600 ml x 4 unit = Rp200.000 x 4 = Rp800.000

– Cangkir dan tatakan 100 set = Rp20.000 x 100 = Rp2.000.000

– Kompor gas = Rp500.000

– Tabung gas 12 kg = Rp400.000

– Dispenser = Rp300.000

– Air mineral 4 galon = Rp30.000 x 4 = Rp120.000

– Wadah daun teh 10 unit = Rp10.000 x 10 = Rp100.000

– Sendok teh 5 lusin = Rp10.000 x 5 = Rp50.000

 

Lokasi:

­– Tenda = Rp1.500.000

 

Perlengkapan interior dan lain-lain:

– Meja dan kursi kayu 5 set = Rp1.000.000 x 5 = Rp5.000.000

– Taplak 5 unit = Rp5.000 x 5 = Rp25.000

– Seragam karyawan 3 x Rp50.000 = Rp150.000

– Meja kasir dan perlengkapan = Rp500.000

 

Bahan baku:

– Teh 4 jenis @1 kilogram = Rp50.000 x 4 = Rp200.000

– Gula 4 kilogram = Rp12.000 x 4 = Rp48.000

 

Perizinan:

– Retribusi, perizinan, dan lain-lain = Rp500.000

 

Total biaya = Rp 14.693.000

 

Proyeksi Omzet dan Profit Warung Teh

Nah, dengan asumsi perhitungan modal tersebut, berapakah peluang pendapatan yang bisa didapatkan?

Misalnya, per cangkir dihargai Rp15.000 dengan asumsi laku minimal 30 cangkir sehari.

Berarti dalam 30 hari atau sebulan bisa mendapat omzet (Rp15.000 x 30) x 30 = Rp13.500.000

Dengan karyawan 3 orang dan gaji Rp1.500.000 per orang, berarti pengeluaran operasional adalah Rp4.500.000. Ditambah biaya tagihan listrik dan air yang diasumsikan Rp2.000.000 per bulan, berarti setidaknya ada pengeluaran Rp6.500.000 dari omzet.

 

Iklan Banner Perencanaan Dana Liburan - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Hal Penting yang Perlu Dilakukan Saat Membuka Warung Teh

Saat membuka warung teh, tentu Anda akan dihadapkan dengan hambatan seperti berbisnis pada umumnya.

Memang, kedua pebisnis warung teh yang telah dibahas di atas mengakui bahwa tantangan berbisnis dalam bidang ini adalah pemahaman masyarakat. Mayoritas masyarakat Indonesia masih menganggap bahwa teh hanyalah minuman pendamping makan, berbeda dengan masyarakat Jepang atau Tiongkok yang telah membudayakan minum teh.

Karena itulah, Anda harus gigih dalam memasarkan usaha Anda dengan cara yang menarik, misalnya memperlihatkan “dapur” dan proses meracik teh yang memiliki aroma dan cita rasa unik. Selain itu, memberikan informasi terkait karakteristik masing-masing teh bisa menjadi cara promosi yang efektif.

Jangan lupa pula untuk menggenjot promosi menggunakan media sosial karena sebagian orang mencari informasi terkait menu baru melalui internet. 

Tirulah kesuksesan Edward Tirtanata dan Argadi yang telah terlebih dahulu menikmati profit dari berbisnis warung teh.

Selamat mencoba dan semoga berhasil!

 

Disclaimer: Penyebutan merek pada artikel ini hanya bertujuan sebagai sarana edukasi, bukan untuk tujuan-tujuan lainnya.

 

Apakah kamu memiliki pertanyaan mengenai tips memulai bisnis warung teh? Tinggalkan komentarmu di bawah!

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaanmu pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Hardian. 14 Maret 2018. Warung Kopi Sudah Biasa, Begini Cara Usaha Warung Teh. Moneysmart.id – https://goo.gl/byWgPi
  • Jerome Wirawan. 14 Maret 2018. Mengapa kedai teh di Indonesia tidak sepopuler kedai kopi? com – https://goo.gl/Uw1nU2
  • Admin. Usaha Kuliner Kedai Teh, Sederhana Namun Menguntungkan. Teropongbisnis.com – https://goo.gl/U9DRKC
  • Nenden Sekar Arum. 31 Desember 2015. Kenalkan Racikan Teh Lokal Melalui Kedai Lokalti.bisnis.com – https://goo.gl/k9gh6v
  • Arifina Budi. 1 November 2016. Indonesia Ternyata Juga Punya Tradisi Minum Teh Seperti di Jepang. com – https://goo.gl/CDeyW8

 

Sumber Gambar:

  • Warung Teh – https://goo.gl/LGg7R2
  • Tradisi Minum Teh Jepang – https://goo.gl/tPHMjy
  • Festival Nyaneut Garut – https://goo.gl/igGEgK
  • Lewis and Caroll Tea – https://goo.gl/Br69oU
  • Kedai Lokalti – https://goo.gl/y4tH8Z