10 Langkah Merintis dan Memulai Bisnis Kecil-kecilan

Bagi Anda yang ingin memulai bisnis kecil-kecilan, sudah tahukah harus memulai dari mana?

Nyatanya bisnis bisa dimulai dari sesuatu yang kecil dahulu, sehingga tidak membutuhkan modal terlalu besar.

Yuk simak 10 langkah merintis dan memulai bisnis kecil-kecilan:

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Bisnis Kecil-kecilan Sedang Booming, Lho!

Banyak alasan mengapa para pebisnis kerap mengurungkan niat untuk memulai bisnis, salah satunya adalah karena modal yang dibutuhkan cukup besar. Oleh karena itulah banyak yang memulai bisnisnya secara kecil-kecilan.

Bisnis kecil-kecilan memang sedang booming. Terbukti, hasil riset Small Business Administration menyebutkan bahwa sudah ada lebih dari 28 juta bisnis kecil-kecilan di Amerika Serikat, menempati  99.7% dari seluruh bisnis di sana.

Demikian halnya di Indonesia, bisnis bisa dimulai saat Anda menemukan ide bisnis yang unik.

Jika Anda memiliki waktu kerja yang fleksibel, Anda bisa mengupayakan kebebasan finansial dengan bekerja sambil membuka usaha kecil-kecilan, lho.

10-Langkah-Bisnis-Kecil-kecilan-2-Finansialku

[Baca Juga: Strategi Paling Ampuh untuk Para Pebisnis Menang Persaingan Dari Sun Tzu Art of War, Filsuf Tiongkok]

 

Sayangnya, meski banyak pebisnis yang tertarik memulai bisnis kecil-kecilan, hanya sedikit yang bisa berhasil dan sukses.

Ini karena mereka merintis dan menjalani bisnisnya dengan baik dan benar.

Nah, seperti apa sih 10 langkah tepat untuk memulai bisnis kecil-kecilan? Finansialku akan membahasnya secara rinci berikut ini:

 

#1 Lakukan Riset

Umumnya seseorang yang akan memulai bisnis kecil-kecilan sudah memiliki ide utamanya, namun belum berhasil menyeimbangkannya dengan realita.

Jadi, penting untuk selalu mengecek dan melakukan riset untuk mengetahui apakah ide Anda memiliki potensi untuk sukses.

Anda bisa melakukan riset, focus group discussion (FGD), dan trial and error.

Untuk dapat mengetahui valid tidaknya ide Anda, Anda bisa melakukan riset kecil-kecilan untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut:

  1. Apakah ide sudah sesuai dengan kebutuhan dan minat masyarakat?
  2. Siapa yang membutuhkannya?
  3. Apakah ada perusahaan yang menawarkan produk atau jasa sejenis saat ini?
  4. Bagaimana kompetisinya?
  5. Bagaimana agar bisnis ini bisa memasuki masyarakat dengan baik?

 

Riset ini adalah sebuah proses validasi terhadap ide Anda. Karena jika tidak valid, Anda hanya buang-buang waktu.

Satu tips buat Anda, sebuah produk atau jasa yang biasanya berhasil sukses adalah produk atau jasa yang bisa menyelesaikan masalah masyarakat, atau mungkin memenuhi kebutuhan dan menawarkan apa yang menjadi minat masyarakat luas.

 

#2 Membuat Rencana

Anda membutuhkan sebuah rencana sebelum menjadikan ide bisnis menjadi kenyataan.

Sebuah ide yang tidak dilengkapi dengan perencanaan matang bisa berujung kegagalan, walau sudah dilakukan riset sebelumnya.

Perencanaan bisnis (business plan) merupakan sebuah gambaran yang akan membimbing bisnis Anda dari fase startup hingga berkembang.

DAN pastinya ini adalah keharusan bagi semua bisnis, tidak peduli apa jenis bisnis Anda.

5 Alasan Mengapa Anda Perlu Membuat Bisnis Plan - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Uang dari Mobil Pribadi? 9 Start Up Indonesia Tawarkan Uang untuk Pasang Iklan di Mobil]

 

Ada beberapa tipe perencanaan bisnis untuk tipe bisnis yang berbeda pula.

Contohnya, perencanaan bisnis tradisional dibutuhkan jika Anda terkendala biaya dan membutuhkan dukungan keuangan dari investor atau lembaga keuangan.

Perencanaan bisnis tipe tradisional biasanya sangat terperinci dan memiliki bagian-bagian yang menjelaskan bisnis dengan baik sehingga pihak debitur bisa mempertimbangkan untuk mendukung ide bisnis Anda.

Jika Anda tidak membutuhkan dukungan keuangan, Anda bisa membuat perencanaan bisnis yang lebih sederhana. Namun tetap harus ada!

Dengan demikian, bisnis yang ingin dicapai akan lebih jelas, berikut bagaimana langkah yang harus diambil untuk mencapai tujuan tersebut.

 

#3 Buat Rencana Keuangan

Memulai bisnis kecil-kecilan memang tidak membutuhkan banyak modal, tetapi tentu tetap membutuhkan modal awal dan kemampuan untuk mengatasi biaya operasionalnya sebelum Anda bisa memperoleh keuntungan.

Cobalah buat perencanaan keuangan sederhana yang mengestimasikan biaya-biaya yang Anda butuhkan.

Contohnya, untuk modal awal Anda membutuhkan biaya izin usaha, peralatan, biaya legal, asuransi, branding, riset pasar, penyimpanan, acara pembukaan, penyewaan lokasi bisnis, dan sebagainya.

Biaya ini kemudian dilanjutkan dengan biaya operasional seperti biaya sewa lokasi, biaya perawatan, marketing dan iklan, biaya produksi, bahan baku, upah pegawai, dan sebagainya.

Para-Entrepreneur,-Rencana-Keuangan-Pribadi-dan-Bisnis-1-Finansialku

[Baca Juga: Kenali Strategi Pemasaran Produk Yang Efektif Dan Efisien Dalam Bisnis Anda]

 

Kini setelah Anda memiliki angka kasarnya, ada beberapa cara untuk memperoleh pendanaan bagi bisnis kecil-kecilan ini, termasuk:

  • Financing
  • Small business loans
  • Small business grants
  • Angel investors
  • Crowdfunding

 

Anda juga bisa berusaha dengan cara meminimalisasi sebisa mungkin modal awal Anda.

Tujuannya adalah untuk membuat rencana yang sesuai dengan kondisi keuangan Anda dan meminimasi jumlah pinjaman.

 

#4 Tentukan Struktur Bisnis

Bisnis kecil-kecilan Anda bisa saja mandiri, bermitra, atau berupa CV atau PT.

Oleh karena itu, tentukan sejak awal seperti apa struktur bisnis Anda, kemudian lakukan reevaluasi dan ubah apabila memang kurang sesuai.

Bergantung pada kompleksitas bisnisnya, biasanya Anda disarankan untuk berdiskusi dengan tenaga ahli seperti pengacara untuk memastikan Anda mengambil struktur bisnis yang tepat.

Jika Anda tertarik untuk membuat sebuah Comanditaire Venootschap (CV), maka Anda bisa melihat sekilas mengenai proses pengajuan CV di artikel berikut ini:

Para Calon Pebisnis, Inilah Syarat Pendirian CV – Comanditaire Venootschap yang Harus Anda Lengkapi

 

Dan berikut artikel yang membahas tuntas mengenai Perseroan Terbatas (PT):

Para Calon Pebisnis, Inilah Syarat Pendirian PT – Perseroan Terbatas yang Harus Anda Lengkapi

 

#5 Pilih dan Ajukan Nama Bisnis Anda

Tahukah Anda bahwa nama bisnis memiliki peranan penting di hampir seluruh aspek bisnis?

Pastikan untuk memikirkan seluruh implikasi potensialnya sebelum Anda memutuskan nama bisnis.

Begitu Anda menentukan nama bisnisnya, Anda perlu mengecek hak patennya, apakah sudah ada bisnis dengan nama yang sama?

Jika Anda memiliki struktur bisnis Perseroan Terbatas (PT), maka tidak boleh ada nama bisnis yang sama.

Jika belum ada, maka Anda bisa melakukan registrasi pengajuan nama bisnis. Pengajuan ini pun bergantung pada struktur bisnis Anda.

Apabila menggunakan website, jangan lupa registrasikan juga nama domain Anda setelah menentukan nama bisnis.

Ingatlah untuk menggunakan nama yang unik dan menarik!

 

#6 Peroleh Izin Usaha

Setiap struktur bisnis memiliki prosedur pengajuan izin usahanya.

Ini adalah kewajiban Anda sebagai pebisnis untuk dapat memulai bisnis legal di Indonesia.

Anda bisa kembali membaca dua artikel di atas untuk melihat apa saja syarat-syarat yang dibutuhkan dalam pengajuan CV dan PT.

Sebagai contoh, dalam pengajuan pendirian PT, Undang-undang no. 40 tahun 2007 membagi syaratnya menjadi syarat umum dan syarat formal. Adapun beberapa syarat pendirian tersebut adalah sebagai berikut:

10-Langkah-Bisnis-Kecil-kecilan-1-Finansialku

[Baca Juga: Konsultasi : Bisnis Startup itu Sebenarnya Apa? Apakah Menguntungkan?

 

  • Syarat Umum

  1. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) pemilik saham dan pengurus dengan masing-masing minimal sebanyak 2 orang
  2. Fotokopi Kartu Keluarga (KK) direktur atau penanggung jawab perusahaan
  3. Foto berwarna milik penanggung jawab perusahaan ukuran 3×4 cm sebanyak 2 lembar
  4. Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) penanggung jawab perusahaan
  5. Fotokopi surat-surat kepemilikan perusahaan (surat tanah dan sebagainya) atau surat perjanjian sewa perusahaan
  6. Fotokopi Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun terakhir sesuai dengan domisili perusahaan
  7. Surat keterangan dari RT/RW untuk perusahaan yang berdomisili di area perumahan atau perkampungan
  8. Surat keterangan domisili dari pengelola gedung jika perusahaan berdomisili di sebuah gedung perkantoran
  9. Foto kantor perusahaan tampak depan dan dalam ruangan yang berisi meja, kursi, unit komputer beserta 1-2 orang karyawan
  10. Stempel perusahaan. Jika belum memiliki yang resmi, harus sudah memiliki stempel sementara guna mengurus perijinan
  11. Kantor perusahaan berada di area perkantoran, plaza, atau ruko dan tidak berada di area pemukiman penduduk
  12. Siap dilakukan survei

10-Langkah-Bisnis-Kecil-kecilan-4-kantor-Finansialku

[Baca Juga: 40 Kata-kata Bijak untuk Startup dan Entrepreneur yang Memotivasi dan Penuh Inspirasi]

 

  • Syarat Formal

  1. Pendiri perusahaan minimal 2 orang atau lebih (sesuai pasal 7 ayat 1)
  2. Masing-masing pendiri perusahaan harus mengambil bagian atas modal saham, kecuali dalam rangka peleburan (sesuai pasal 7 ayat 2 dan 3)
  3. Akta notaris berbahasa Indonesia
  4. Akta pendirian perusahaan harus disahkan Menteri Kehakiman, yang kemudian diumumkan dalam Berita Acara Negara Republik Indonesia (sesuai pasal 7 ayat 4)
  5. Perusahaan memiliki minimal 1 orang direktur dan 1 orang komisaris sebagai penanggung jawab perusahaan (sesuai pasal 92 ayat 3 dan pasal 108 ayat 3)
  6. Pemilik saham harus Warga Negara Indonesia (WNI) atau badan usaha yang didirikan menurut hukum dan perundangan Indonesia, kecuali perusahaan swasta asing
  7. Modal dasar perusahaan minimal Rp50.000.000 dengan modal disetor minimal 25% dari modal dasar tersebut (sesuai pasal 32 dan 33).

 

#7 Tentukan Sistem Keuangannya

Bisnis kecil-kecilan akan berjalan dengan efektif saat ada sistem yang berlaku.

Salah satu sistem paling penting untuk bisnis kecil adalah sistem keuangan.

Sistem akunting dibutuhkan untuk membuat dan mengelola anggaran, menentukan harga, menyelaraskan bisnis, dan mengajukan pajak.

Anda bisa membuat sistem keuangan sendiri atau menyewa jasa akuntan sehingga sistem yang dibuat semakin jelas dan terjamin.

 

#8 Tentukan Lokasi Bisnis

Lokasi merupakan salah satu faktor penting yang bisa mempengaruhi bisnis Anda. Mengapa?

Karena biasanya strategis tidaknya lokasi berpengaruh terhadap kelancaran bisnis Anda.

Anda bisa membuka kantor, atau menyewa ruko (rumah toko), bahkan membuat gerai. Namun Anda perlu memikirkan, apakah lokasinya strategis? Apakah luasnya sesuai dan bisa menampung mesin dan peralatan yang ada? Serta poin-poin lainnya.

10-Langkah-Bisnis-Kecil-kecilan-5-kantor-Finansialku

[Baca Juga: Temukan Cara Hebat untuk Menjadi Entrepreneur Kreatif dalam Mencapai Kesuksesan]

 

Hal ini akan membantu Anda dalam menentukan apakah lokasi tersebut memang tepat untuk tipe bisnis Anda.

Pertimbangan kedua adalah menentukan pembiayaan lokasi bisnis, apakah Anda akan menyewa atau membelinya?

Hal ini kembali lagi kepada kondisi keuangan Anda, sehingga lihat kembali mana kondisi yang memungkinkan dan menguntungkan bagi Anda.

 

#9 Persiapkan Tim

Apabila Anda hendak merekrut pegawai, kini saat yang tepat untuk melakukannya.

Tentukan apa saja posisi yang dibutuhkan dan seperti apa kualifikasi yang tepat untuk setiap jabatan tersebut.

Apabila Anda memilih untuk mencari pekerja paruh waktu, maka pertimbangkan juga job description dan kualifikasinya.

Jika Anda merupakan pebisnis mandiri yang menjalani bisnis sendirian, Anda mungkin saja tidak butuh merekrut pegawai.

Tetapi usahakan agar tetap ada tim pendukung yang bisa menjadi mentor bisnis Anda. Bisa saja berupa keluarga atau kerabat yang dekat dengan Anda.

 

#10 Promosikan Bisnis Anda

Tidak peduli seberapa bagus produk atau jasa yang ditawarkan, bisnis akan gagal jika konsumen tidak mengenal atau mengetahui produk/jasa Anda.

Di sinilah pentingnya sebuah pemasaran atau promosi, di mana Anda harus mulai menarik minat konsumen dan klien.

Buatlah sebuah perencanaan pemasaran kemudian lihat dan pelajari bagaimana bisnis sejenis menjalani pemasarannya.

Dari sini Anda bisa menentukan mana cara paling efektif untuk memasarkan produk atau jasa Anda.

 

Belajar dari Pengalaman Para Pebisnis Sukses

Demikianlah 10 langkah dalam merintis dan memulai bisnis kecil-kecilan.

Kami harap artikel ini bermanfaat bagi Anda yang masih kebingungan dalam merintis bisnis.

Berbisnis memang harus fokus, namun bukan berarti Anda menolak melihat dunia luar yang mungkin berbeda.

Kuncinya adalah Anda tidak sendirian, Anda bisa belajar dari pengalaman orang lain agar tidak mengulang kesalahan yang sama. Banyak lho kisah tokoh di bidang bisnis yang sangat inspiratif dan bisa Anda contoh.

Pengalaman itu mahal, dan beruntungnya Anda bahwa sudah banyak pebisnis yang mau menceritakan kesalahannya berikut solusi yang sebaiknya diambil. Kini Anda bisa memulai bisnis dengan tenang.

 

Disclaimer: Penyebutan merek pada artikel ini hanya bertujuan sebagai sarana edukasi, bukan untuk tujuan-tujuan lainnya.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai 10 langkah merintis dan memulai bisnis kecil-kecilan lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Alyssa Gregory. 25 Juli 2017. How to Start a Small Business in 10 Steps. Thebalance.com – https://goo.gl/uPJwYc

 

Sumber Gambar:

  • Bisnis Kecil – https://goo.gl/CJ9sdB
  • Bisnis Kecil 2 – https://goo.gl/6fde4q
  • Bisnis Kecil 3 – https://goo.gl/VYVTAw
  • Bisnis Kecil 4 – https://goo.gl/h6LFju
  • Bisnis Kecil 5 – https://goo.gl/iPwBuE

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

Summary
10 Langkah Merintis dan Memulai Bisnis Kecil-kecilan
Article Name
10 Langkah Merintis dan Memulai Bisnis Kecil-kecilan
Description
Bagi Anda yang ingin memulai bisnis kecil-kecilan, sudah tahukah harus memulai dari mana?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo
By |2018-02-28T12:10:56+00:00February 28th, 2018|Categories: Bisnis, Bisnis Online, Entrepreneur|Tags: , |0 Comments

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment