Apakah Anda tahu, seseorang yang beli asuransi sebenarnya membeli garansi dan keamanan? Namun ada berbagai cara untuk memaksimalkan proteksi dan keamanan tersebut.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Fin Quotes

 

Beli Asuransi = Beli Proteksi dan Keamanan

Salah satu bagian penting dalam perencanaan keuangan adalah manajemen risiko. Risiko itu tidak bisa dihilangkan, tetapi risiko itu dapat dikelola. Tentunya dikelola untuk dapat dikurangi dampak negatifnya atau solusi jika sampai risiko tersebut terjadi dan menimbulkan kerugian. Salah satu cara mengelola atau me­-manage risiko adalah dengan memindahkan (men-transfer) risiko dengan asuransi. Salah seorang jurnalis Amerika, bernama Ambrose Bierce  mengatakan

 

English:

Insurance – an ingenious modern game of chance in which the player is permitted to enjoy the comfortable conviction that he is beating the man who keeps the table.

Ambrose Bierce

 

membeli-asuransi-adalah-membeli-garansi-dan-keamanan-finansialku

[Baca Juga: Jangan Lakukan Kesalahan Ini, Saat Membeli Asuransi Jiwa]

 

Bahasa Indonesia

Asuransi – permainan cerdik dan modern yang memberikan kesempatan kepada para pemain untuk menikmati kenyaman bahwa Ia mengalahkan orang yang tetap di meja.

Ambrose Bierce

 

Mari kita bahas inti dari asuransi. Pada dasarnya asuransi adalah cara untuk mentrasnfer atau memindahkan risiko dari seseorang kepada perusahaan. Mengapa seseorang membeli asuransi? Tujuannya jika terjadi risiko yang merusak asset dan menimbulkan kerugian secara finansial, maka kerugian tersebut akan ditanggung perusahaan asuransi. Di Indonesia terdapat dua jenis asuransi yaitu asuransi jiwa (life insurance) dan asuransi umum (general insurance).

kenapa-perlu-memiliki-asuransi-kesehatan-sejak-usia-muda-finansialku

[Baca Juga: Kenapa Perlu Membeli Asuransi Jiwa Sejak Usia Muda?]

 

Niatnya ingin membeli garansi dan keamanan, namun sayangnya masih ada permasalahan seperti kasus di bawah ini:

apakah-saya-harus-beli-asuransi-penyakit-kritis-critical-illness-comment-finansialku

 

Kesalahan yang sering dilakukan masyarakat atau nasabah yang membeli asuransi adalah:

  1. Tidak tahu apa yang dibutuhkan, sehingga salah membeli produk.
  2. Tidak tahu berapa pertanggungan yang dibutuhkan, sehingga jumlah pertanggungan terlalu kecil (under insured) atau bahkan terlalu besar (over insured).
  3. Tidak memahami manfaat asuransi, definisi asuransi sehingga salah memahami. Biasnaya nasabah tidak mau membaca polis asuransi, padahal di dalam polis sudah jelas informasinya.
  4. Kesulitan klaim karena tidak tahu cara untuk mengajukan klaim.
  5. Beli asuransi karena tidak enak sama agen atau orang yang sudah menawari.

 

Jadi apa saja yang perlu dilakukan untuk dapat memiliki proteksi yang sesuai?

  1. Pastikan Anda ketahui kebutuhan Anda, misal Anda butuh asuransi jiwa, asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis, asuransi kecelakaan diri atau asuransi lainnya.
  2. Jika Anda membutuhkan beberapa asuransi, misal asuransi jiwa, kesehatan, rumah dan kendaraan, maka Anda perlu melakukan prioritas. Beli asuransi yang memang sesuai dengan kebutuhan dan prioritas yang paling utama. Sesuikan premi dengan budget yang Anda miliki.
  3. Hitung uang pertanggungan yang dibutuhkan. Jika Anda membeli produk asuransi jiwa, mungkin agen penjual akan menawarkan produk unitlink (gabungan antara asuransi dan investasi). Jangan fokus pada hasil investasi. Pastikan uang pertanggungan sesuai dengan kebutuhan Anda.
  4. Begitu Anda mendapatkan polis asuransi jiwa, langsung baca. Terutama pada manafaat asuransi, definisi asuransi, apa saja yang menyebabkan perlindungan dibatalkan.
  5. Ketahui juga prosedur dan cara klaim. Contoh ketahui prosedur yang harus diurus jika Anda masuk rumah sakit. Selain itu kenali juga prosedur untuk mengurus klaim, baik cara tradisional maupun cara digital (e-claim).

 

Beli asuransi pada dasarnya adalah keputusan yang benar dan tergolong pengeluaran yang produktif. Dalam perencanaan keuangan, asuransi (manajemen risiko) adalah pondasi dan bagian penting. Banyak lho kasus, orang-orang harus jual aset untuk biaya berobat, karena mereka tidak memiliki asuransi. Anda tentunya jangan sampai mengalami hal yang sama, namun ada syarat dan ketentuan yang berlaku.

Beli asuransi pada dasarnya beli garansi dan keamanan yang tercermin dalam uang pertanggungan (UP). Apa yang terjadi jika uang pertanggungan kurang? Jika uang pertanggungan yang Anda miliki kurang, ya Anda mesti menambah asuransi. Pastikan Anda membeli produk asuransi yang memang sesuai dengan kebutuhan Anda. Produk yang tepat, dalam jumlah yang tepat dan cara yang tepat.

 

Apakah Anda sudah membeli asuransi untuk memberikan proteksi? Asuransi apa saja yang sudah Anda beli? Apakah Anda juga membeli asuransi untuk anggota keluarga Anda?

 

Download Ebook Perencanaan Keuangan

dan ayo mulai menetapkan tujuan keuangan Anda!

Ebook Perencanaan Keuangan (Menetapkan Tujuan dan Mewujudkannya)