Asuransi Jiwa Tidak Cuma Unitlink, Ada Juga Asuransi Jiwa Tradisional

Apakah Anda tahu ada asuransi jiwa selain asuransi unitlink? Apakah Anda pernah mendengar asuransi jiwa tradisional, seperti term life, whole life dan endowment?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Asuransi Jiwa Tidak Hanya Unitlink tetapi Ada Juga Asuransi Jiwa Tradisional

Asuransi jiwa dalah salah satu jenis proteksi yang penting dimiliki oleh setiap orang, khususnya jika Anda sudah memiliki tanggungan (istri dan anak-anak). Salah seorang perencana keuangan Amerika bernama Suze Orman mengatakan: Jika ada anak, pasangan atau orang tua yang bergantung pada penghasilan Anda, maka Anda membutuhkan asuransi jiwa.

asuransi-jiwa-tidak-cuma-unitlink-ada-juga-asuransi-jiwa-tradisional-finansialku

[Lihat Infografis : Lindungi Diri Anda dan Asset Anda dengan Asuransi]

 

Asuransi jiwa diciptakan dengan fungsi utama yaitu memberikan perlindungan jika sampai terjadi sesuatu dengan tulang punggung keluarga (kematian, usia tidak produktif, cacat permanen dan lain sebagainya), sehingga tidak dapat menafkahi keluarga. Ibarat mobil, selalu ada yang namanya ban cadangan. Tujuannya jika terjadi sesuatu dengan ban utama, ada plan B agar perjalanan Anda tetap nyaman. Begitu juga dengan asuransi jiwa, Anda perlu asuransi jiwa sebagai solusi keamanan keuangan keluarga.

Di Indonesia sendiri dikenal beberapa jenis produk asuransi jiwa (life insurance), mulai dari yang tradisional hingga unitlink. Sembari kemajuan zaman sekarang ini juga dikenal produk-produk asuransi berbasis syariah. Dalam artikel kali ini Finansialku akan fokus menjelaskan asuransi konvensional seperti asuransi tradisional dan asuransi unitlink.

 

#1. Asuransi Jiwa Tradisional : Asuransi Jiwa Berjangka (Term Life Insurance)

Asuransi jiwa berjangka atau dikenal juga dengan istilah term life insurance adalah asurani jiwa yang paling sederhana, memberikan perlindungan kepada pemegang polis (tertanggung) dalam kurun waktu tertentu (masa expired). Asuransi jiwa berjangka prosesnya sangat sederhana. Contoh jangka waktu 1 tahun, 5 tahun, 10 tahun atau 20 tahun sesuai dengan penawaran produk asuransi.

Boleh dibilang sistem asuransi jiwa berjangka ini sama seperti Anda membeli asuransi untuk mobil, bayar premi untuk perlindungan selama periode tertentu (biasanya satu tahun). Jika ada klaim perusahaan akan mengecek dan mengeluarkan uang pertanggungan.

Premi asuransi jiwa berjangka adalah premi yang paling terjangkau dan paling murah dibandingkan asuransi jiwa traidisonal lainnya. Proteksi hanya berlangsung sata Anda membayar premi dan masih berada dalam jangka waktu kontrak.

 

Ilustrasi Asuransi Jiwa Berjangka

Pak Ronald membeli asuransi jiwa berjangka dengan jangka waktu 15 tahun. Syarat dan ketentuan yang berlaku tertulis dalam polis dan sudah disetujui oleh Pak Ronald. Pada tahun ke 10 Pak Ronald mengalami kecelakaan kerja sehingga mengakibatkan Pak Ronald cacat permanen dan tidak mampu lagi menafkahi keluarga.

Karena Pak Ronald sudah membeli asurasi jiwa, masih aktif (bayar premi tahunan) dan masih dalam masa kontrak maka perusahaan asuransi jiwa dapat memproses klaim uang pertanggungan sesuai dengan polis.

Bagaimana jika Pak Ronald tetap sehat setelah 15 tahun, dan masa kontrak asuransi sudah selesai? Ya artinya premi yang sudah dibayarkan akan hangus. Namun jangan pernah berpikir rugi ya sudah bayar asuransi jiwa berjangka.

Apakah Rugi, Sudah Bayar Asuransi Jiwa Tetapi Tidak Segera Meninggal - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Rugi Sudah Bayar Premi Asuransi Jiwa Tapi Tidak Segera Meninggal?]

 

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Jiwa Berjangka

Seperti pada penjelasan di atas, premi yang dikeluarkan untuk asuransi jiwa berjangka ini relatif murah. Uang pertanggungan yang diberikan juga bisa lebih besar dibandingkan dengan asuransi jiwa tradisional lainnya. Perusahaan asuransi hanya akan membayarkan klaim jika tertanggung meninggal dunia atau catat permanen selama masa kontrak dan polis aktif.

Jika tertanggung tidak mengajukan klaim hingga masa kontrak habis, maka premi yang dibayarkan akan hangus (tidak dapat dikembalikan).

 

#2. Asuransi Jiwa Tradisional : Asuransi Jiwa Seumur Hidup (whole Life Insurance)

Asuransi jiwa seumur hidup (whole life) adalah asuransi jiwa yang memberikan proteksi kepada pemegang polis seumur hidup. Biasanya definisi seumur hidup terdapat di dalam polis (99 tahun atau 100 tahun). Kami anjurkan agar Anda membaca polis asuransi jiwa dengan teliti. Berbeda dengan asuransi jiwa berjangka, asuransi jiwa seumur hidup ini memiliki nilai tunai. Nilai tunai adalah jumlah uang yang akan diterima oleh pemegang polis apabila ia menguangkan polis asuransi jiwanya yang memiliki manfaat nilai tabungan. Kami akan bahas lebih lengkap mengenai nilai tunai.

 

Ilustrasi Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Pak Ronald membeli asuransi jiwa seumur hidup hingga usia 90 tahun. Syarat dan ketentuan yang berlaku tertulis dalam polis dan sudah disetujui oleh Pak Ronald. Pada usia 85 tahun Pak Ronald meninggal dunia karena usia tua.

Karena Pak Ronald sudah membeli asurasi jiwa, masih aktif (bayar premi tahunan) dan masih dalam masa kontrak maka perusahaan asuransi jiwa dapat memproses klaim uang pertanggungan sesuai dengan polis.

Bagaimana jika Pak Ronald tetap sehat setelah 90 tahun, masih tetap sehat? Perusahaan asuransi akan membayarkan uang tunai yang terbentuk dari asuransi jiwa seumur hidup.

Kapan Sebaiknya Seseorang Punya Asuransi Jiwa Rev - Finansialku

[Baca Juga: Kapan Sebaiknya Seseorang Memiliki Asuransi Jiwa?]

 

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Asuransi jiwa seumur hidup memberikan nilai tunai yang sudah terbentuk. Nilai tunai tersebut dapat digunakan untuk membayar premi, agunan pinjaman ke bank dan lain sebagainya. Biaya premi yang harus dibayar tentunya lebih mahal dibandingkan dengan asuransi jiwa berjangka.

 

#3. Asuransi Jiwa Tradisional : Asuransi Jiwa Dwiguna (Endowment Insurance)

Asuransi jiwa dwiguna atau endowment insurance adalah asuransi yang memberikan manfaat asuransi berjangka dan tabungan. Asuransi dwiguna ini biasanya ditawarkan dalam bentuk asuransi pendidikan tradisional, asuransi pensiun atau masa hari tua dan lain sebagainya. Bedanya dengan unitlink adalah unitlink dananya diinvestasikan, sedangkan dwiguna dananya ditabungkan (atau didepositokan).

Dalam asuransi dwiguna terdapat penggabungan asuransi jiwa berjangka yang memiliki masa kontrak tertentu dan tabungan. Besarnya tabungan sesuai dengan perjanjian yang telah disepakati bersama. Biasanya asuransi dwiguna memiliki jangka waktu tertentu, misal 10 tahun, 15 tahun.

 

Ilustrasi Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Pak Ronald membeli asuransi dwiguna dengan masa kontrak 15 tahun dan uang pertanggungan Rp 120 juta (jika meninggal dunia). Selain itu terdapat manfaat sebesar Rp 100 juta, dengan perjanjian Rp 30 juta pada tahun 5, Rp 35 juta pada tahun ke 10 dan Rp 35 juta pada tahun ke 15.

Jika Pak Ronald meninggal setelah kontrak pada tahun ke 16, maka Pak Ronald akan tetap mendapatkan nilai tunai dari asuransi jiwa asuransi jiwa. Jika Pak Ronald meninggal pada tahun ke 14, maka Pak Ronald akan mendapatkan uang pertanggungan asuransi jiwa Rp 120 juta dan nilai tunai yang sudah dibayarkan pada tahun ke 5 dan tahun ke 10.

 

Kelebihan dan Kekurangan Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Asuransi dwiguna ini memiliki keuntungan proteksi sekaligus tabungan. Pemegang polis dapat memiliki manfaat hidup apabila tertanggung masih hidup saat polis jatuh tempo. Dan ada juga manfaat meninggal. Biaya premi yang harus dibayarkan tentu saja lebih mahal, bila dibandingkan dengan asuransi jiwa berjangka dan asuransi jiwa seumur hidup.

Seberapa Penting Memahami Polis Asuransi Jiwa untuk Nasabah - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Seberapa Penting Memahami Polis Asuransi Jiwa?]

 

#4. Asuransi Jiwa Unit Link

Asuransi unit link adalah gabungan antara asuransi tradisional (biasanya asuransi berjangka) dengan investasi. Asuransi unit link adalah asuransi yang paling populer saat ini di Indonesia. Produk unit link juga dijual di bank dengan sebutan bancassurance. Terkait mengenai cara kerja dan ilustrasinya, silahkan cek disini.

 

Apapun Jenisnya, Asuransi Jiwa itu Penting

Seperti yang dijelaskan di atas, asuransi jiwa itu tidak hanya unitlink. Ada juga asuransi jiwa tradisional seperti asuransi jiwa berjangka, seumur hidup dan dwiguna. Satu hal yang perlu kami tekankan, asuransi jiwa itu penting dalam menata keuangan keluarga.

 

Menurut Anda apakah membeli asuransi jiwa tradisonal lebih menguntungkan dari pada beli asuransi unitlink? atau malah sebaliknya?

 

Sumber Gambar:

Claudel Rheault. Unsplash – https://goo.gl/yWcG0X

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

Download Sekarang

 

About the Author:

Finansialku
Finansialku adalah perusahaan perencana keuangan independen yang berkompeten, berpengalaman dan tersertifikasi professional. Finansialku menyediakan layanan konsultasi perencanaan keuangan (financial planning) individu dan keluarga, seminar dan pelatihan terkait perencanaan keuangan.

Leave A Comment

Gratis Download E-book, Hanya untuk Anda!

Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula

Investasi Tepat, Untung Mendekat

Bagaimana cara berinvestasi reksa dana untuk investor pemula? Apa saja tips berinvestasi reksa dana agar untung lebih maksimal?

 

7.392 orang

sudah download