Perkembangan dunia digital memiliki pengaruh yang besar terhadap seluruh bidang. Kabarnya, kini layanan digital sudah dijadikan tumpuan sebagai pembiayaan ultra mikro. Bagaimana penjelasannya?

Bagi Anda yang penasaran dengan jawabannya, simak ulasannya melalui artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Kolaborasi antara Jasa Sistem Pembayaran dan Sistem Digital

Perkembangan teknologi yang pesat tidak pernah luput dari perhatian pemerintah. Kini, pemerintah sedang berusaha untuk selalu memanfaatkan teknologi dalam setiap program-programnya.

Kabar terbaru mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menguji coba penyaluran pemberian kredit ultra mikro (UMi) melalui penyedia jasa sistem pembayaran dalam sistem digital.

Terkait fasilitas kredit ini, pemerintah pun menggandeng tiga Penyedia Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) atau penyedia uang digital serta satu marketplace.

Mereka adalah PT Dompet Anak Bangsa (Go-Pay), PT Telekomunikasi Selular (T-Cash), PT Telkom Indonesia (T-Money), serta Bukalapak.com (Bukalapak).

Pembiayaan Ultra Mikro 02 - Finansialku

[Baca Juga: Dapat Tanah Warisan Jangan Bahagia Dulu! Cek Cara Menghitung BPHTB Hibah]

 

Keempat perusahaan tersebut memiliki peran untuk menyalurkan UMi kepada pelaku usaha kecil.

Nasabah penerima pembiayaan UMi bisa mencairkan dana secara cashless melalui agen-agen tersebut untuk kemudian dibelanjakan saat membeli bahan baku atau modal usaha. 

Misalnya bagi pengusaha kuliner, nantinya mereka bisa membeli bahan makanan melalui Go-Shop dengan saldo Go-Pay.

Selain itu, program ini juga bertujuan untuk memudahkan pemberian pinjaman kepada pengusaha kecil yang selama ini sulit memperoleh akses kredit perbankan.

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Didukung Penuh Oleh Sejumlah Pihak Penting

Dilansir dari Koran Kontan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Senin (11/12), mengaku mendukung penuh digitalisasi ini dengan mengungkapkan:

“Dengan teknologi digital memungkinkan penetrasi pembiayaan ke usaha kecil tanpa overhead cost yang tinggi”.

 

Dengan kata lain, teknologi digital memudahkan penetrasi finansial kepada masyarakat. Ia juga menambahkan:

Penyaluran lebih cepat serta data penerima jadi lebih mudah untuk dikumpulkan tanpa harus merekrut orang untuk memasukkan data lagi.”

 

Menurutnya, melalui program penyaluran kredit ultra mikro ini dapat membuka kesempatan masyarakat untuk berwirausaha, meskipun itu dari tingkatan usaha terkecil yang selama ini sulit memperoleh fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Dengan kredit ultra mikro, pelaku usaha kecil bisa memperoleh fasilitas pembiayaan hingga Rp10 juta yang disalurkan oleh Lembaga Keuangan Bukan Bank (LKBB). Namun untuk saat ini, rata-rata pinjaman masih sebesar Rp2 juta sampai Rp5 juta.

Bagi pemerintah sendiri, pembiayaan melalui sistem digitalisasi diharapkan bisa membantu mengukur tingkat penerimaan debitur, memantau perilaku debitur dalam memanfaatkan dana kredit, serta memudahkan sistem pelaporan kepada Pusat Investasi Pemerintah (PIP).

Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan, Marwanto Harjowiryono, menambahkan kredit ultra mikro telah menyasar 608 ribu orang sejak tahun 2017.

 

Dilansir dari Katadata.co.id, khusus untuk UMi, kabarnya pemerintah akan menambah plafon kredit.

Tahun lalu, pemerintah menganggarkan pembiayaan sebesar Rp1,5 triliun, kemudian melonjak jadi Rp2,5 triliun pada tahun ini.

Rencananya, pada tahun depan pemerintah akan menganggarkan dana untuk pembiayaan kredit ultra mikro sebesar Rp3 triliun.

Adapun realisasinya, Kemenkeu mencatat realisasi penyaluran kredit ultra mikro per 23 November 2018  telah mencapai sebesar Rp1,67 triliun, atau telah mencapai sekitar 88% dari  dengan target realisasi penyaluran tahun ini sebesar Rp1,8 triliun. 

Sementara itu, untuk proyek uji coba penyaluran kredit ultra mikro ke saldo elektronik ini pemerintah akan mengalokasikan Rp500 miliar.

“Kita tetap buka kemungkinan apabila masih ada lembaga keuangan bukan bank untuk ikut dalam penyaluran pembiayaan ultra mikro.”

 

Pembiayaan Ultra Mikro 03 - Finansialku

[Baca Juga: Definisi Bank Investasi Adalah]

 

Program penyaluran kredit ultra mikro dengan uang elektronik ini masih akan diuji coba hingga tiga bulan ke depan untuk kemudian dievaluasi lagi efektivitas penyaluran dana kredit menjadi saldo uang elektronik ini.

Direktur Utama Pusat Investasi Pemerintah (PIP) Kemkeu, Djoko Hendratto, menambahkan bahwa selama ini penyaluran UMi dilakukan Pegadaian, Permodalan Nasional Madani (PNM), serta Bahana Ventura.

Digitalisasi UMi menjadikan pengusaha memiliki pilihan, menerima tunai melalui lembaga keuangan bukan bank.”

 

T-Cash Mulai Bergerak

Dari keempat perusahaan yang digandeng, salah satu pihak yang sudah mulai bergerak adalah T-Cash.

Dilansir dari Merdeka.com, T-Cash mulai memperluas implementasi gaya hidup non-tunai dengan uji coba digitalisasi penyaluran pembiayaan kredit (UMi), guna mendorong percepatan terealisasinya keuangan inklusif di Indonesia.

Program ini merupakan sinergi T-Cash bersama Kementerian Keuangan; BAKTI Kementerian Komunikasi dan Informatika; serta Lembaga keuangan digital lainnya, yang diluncurkan secara resmi pada Selasa (11/12) di Gedung Dhanapala, Kementerian Keuangan.

Danu Wicaksana, CEO T-Cash, mengaku akan menyasar masyarakat anggota koperasi yang berada di Lombok Timur Nusa Tenggara Barat.

Saat ini di area Lombok Timur, terdapat lebih dari 1.200 debitur koperasi yang masih menerima pinjaman dalam bentuk uang tunai, dan menjadi target sasaran T-Cash untuk ditransformasikan ke dalam bentuk non-tunai.

“Mereka pebisnis lokal yang punya keterbatasan akses ke layanan keuangan formal.”

 

Ia pun menjelaskan salah satu metode yang ingin dikembangkannya dalam T-Cash, yaitu Kode Akses USSD *800#.

65 Perusahaan Modal Ventura 01 - Finansialku

[Baca Juga: [Video] Ngomongin Digital Marketing Bareng Juanda Rovelim (Part 1)]

 

Penggunaan T-Cash sebagai metode non-tunai penyaluran pembiayaan kredit UMi ini juga akan memudahkan masyarakat dalam memanfaatkan ekosistem lokal yang telah dibangun T-Cash di pelosok negeri.

Contohnya seperti merchant lokal; Konter Pembayaran Resmi Bang T-Cash; toko ritel modern; serta mitra T-Cash lainnya yang melayani pembayaran tagihan PPOB dan layanan keuangan.

Kemudahan ini diharapkan dapat terus membantu memasyarakatkan gaya hidup non-tunai dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, dengan layanan ini, T-Cash pun turut berkomitmen membantu pemerintah dalam menyajikan data penerima kredit secara akurat, cepat, dan real-time, sehingga penyaluran kredit UMi ini pun tepat sasaran.

 

Apa tanggapan Anda mengenai digitalisasi dalam pembiayaan ultra mikro yang telah dijelaskan sebelumnya? Sila tuliskan komentar dan pendapat Anda melalui artikel Finansialku di bawah ini.

Bagikan juga informasi ini kepada teman atau saudara yang memiliki usaha. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Fauzan Jamaludin. 12 Desember 2018. TCASH Uji Coba Penyaluran Kredit Ultra Mikro. Merdeka.com – https://goo.gl/5yJezr
  • Grace Olivia Sihombing. 13 Desember 2018. Layanan Digital Jadi Tumpuan Pembiayaan Ultramikro. Koran Kontan.
  • Michael Reily. 11 Desember 2018. Pemerintah Uji Coba Penyaluran Kredit Ultra-Mikro Lewat Sistem Digital. Katadata.co.id – https://goo.gl/upn9ik.

 

Sumber Gambar:

  • Pembiayaan Ultra Mikro 1 – https://goo.gl/o7CsUj
  • Pembiayaan Ultra Mikro 2 – https://goo.gl/oBL8J4
  • Pembiayaan Ultra Mikro 3 – https://goo.gl/9HjB37