Para HR, Yuk Cari Tahu Apakah Perlu Memberikan Pengembangan dan Pelatihan bagi Karyawan Baru!

Perlu tidak sih karyawan baru diberikan pengembangan dan pelatihan? Jika Anda masih menganggap pengembangan dan pelatihan tidak penting dalam pelaksanaan pekerjaannya, yuk simak artikel berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Definisi Pengembangan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia

Dalam praktiknya, karyawan yang telah direkrut, diseleksi, dan ditempatkan
selanjutnya akan menerima pengembangan agar dapat menyesuaikan dengan pekerjaan dan organisasi.

Menurut Filippo, pengembangan meliputi baik pelatihan untuk meningkatkan keterampilan dalam melaksanakan pekerjaan tertentu maupun pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan umum dan pemahaman atas keseluruhan lingkungan.
Sedangkan menurut Gary Dessler, pelatihan memberikan pegawai baru atau yang ada sekarang keterampilan yang mereka butuhkan untuk melaksanakan pekerjaan.

Bisa disimpulkan, pelatihan berfokus pada keterampilan yang dibutuhkan oleh karyawan untuk melaksanakan pekerjaan yang sekarang, sedangkan employee and management development adalah latihan panjang.

Pengembangan dan Pelatihan Karyawan Baru 02 - Finansialku

[Baca Juga: 20 Cara Seorang Pemimpin Meningkatkan Semangat Kerja Tanpa Mengandalkan Uang. Silakan Anda Buktikan Sendiri!]

 

Nah, untuk memahaminya lebih dalam mari menyimak beberapa definisi pengembangan dan pelatihan sumber daya manusia dari para ahli:

SumberDefinisi Pengembangan dan Pelatihan
James L. Hayes“Ada kalanya pegawai ‘dilatih’, tapi tidak dikembangkan. Dalam hal ini,
kita dihadapkan pada dua pilihan, yaitu mau/ ingin mengembangkan SDM dan harus mengembangkan SDM. Pengembangan merupakan persoalan bagaimana kita harus hidup.”
Herbert E. Stiner“Penolakan untuk menghabiskan uang guna investasi gugus kerja yang ‘skilled’ sering kali menyebabkan banyak terdapat ‘unskilled labor’ dalam perusahaan dan juga pengangguran.”
Silalahi, 2000:249Pengembangan sumber daya manusia adalah upaya berkesinambungan meningkatkan mutu sumber daya manusia dalam arti yang seluas-luasnya, melalui pendidikan, latihan, dan pembinaan.

 

Jadi, dapat disimpulkan bahwa:

  • Pelatihan lebih mengacu pada persoalan job requirement/skill, sedangkan pengembangan mencakup hingga perilaku dan motivasi dalam bekerja.
  • Pelatihan lebih mengarah pada skill untuk jabatan sekarang, sedangkan pengembangan lebih mengarah pada tanggung jawab di kemudian hari

 

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Alasan Dibutuhkannya Pengembangan dan Pelatihan

Tentunya ada alasan mengapa pelatihan dan pengembangan dibutuhkan dalam sebuah perusahaan atau organisasi.

Adapun beberapa alasan tersebut adalah sebagai berikut:

  1. Program orientasi dinilai belum cukup bagi penyelesaian tugas, meskipun program orientasi dilakukan secara lengkap. Orientasi saja tidak dapat membuat orang yang tidak bisa menjadi bisa, melainkan hanya bersifat pengenalan.
  2. Adanya perubahan-perubahan dalam teknik penyelesaian “Peter Principle”: dengan adanya cara penyelesaian tugas baru, ketidakmampuan akan meningkat sehingga orang perlu dilatih.
  3. Adanya jabatan-jabatan baru yang memerlukan.
  4. Keterampilan pegawai kurang memadai untuk menyelesaikan tugas.
  5. Dibutuhkannya penyegaran kembali agar orang yang sudah bosan dengan pekerjaannya menyadari bahwa apa yang dilakukannya kurang baik.

 

Orientasi dan Sosialisasi bagi Karyawan Baru 1 Finansialku

[Baca Juga: Sudahkah Anda Tahu: Tunjangan dan Kompensasi Kerja? Dan Bagaimana Cara Memanfaatkan dengan Benar?]

 

Banyak sekali manfaatnya bukan? Terlebih pelatihan dan pengembangan bukan hanya dapat menolong pegawai untuk bisa melaksanakan pekerjaannya sekarang, tetapi juga dapat dirasakan manfaatnya pada seluruh karier untuk menangani tanggung jawab di kemudian hari.

Jadi, bisa dibilang bahwa tujuan dari pengembangan dan pelatihan ini adalah melengkapi kapabilitas pegawai baru yang telah menerima orientasi untuk menyeimbangkan tuntutan jabatan seorang karyawan seperti dapat dilihat pada gambar berikut:

Pengembangan dan Pelatihan Karyawan Baru 03 - Finansialku

Keseimbangan antara kapabilitas pegawai baru dan tuntutan jabatan

 

Manfaat Pengembangan dan Pelatihan

Program pengembangan dan pelatihan umumnya diselenggarakan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh organisasi, individu, dan bagian kepegawaian seperti tercantum berikut ini:

 

#1 Bagi Organisasi

Manfaat program pengembangan dan pelatihan bagi organisasi adalah sebagai berikut:

  • Memperbaiki pengetahuan tentang jabatan dan keterampilan.
  • Memperbaiki moral kerja.
  • Mengenali tujuan organisasi.
  • Membuat citra terhadap organisasi lebih baik lagi.
  • Memperbaiki hubungan antara atasan dan bawahan.
  • Membantu pegawai untuk bisa menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan.
    Membantu menangani konflik sehingga mencegah stres dan tensi tinggi
  • Membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas kerja.

 

Orientasi dan Sosialisasi bagi Karyawan Baru 2 Finansialku

[Baca Juga: Tahukah Anda Apa itu Sistem Perencanaan Sumber Daya Manusia? Yuk Cari Tahu Sekarang!]

 

#2 Bagi Individu

Manfaat program pengembangan dan pelatihan bagi individu terkait adalah sebagai berikut:

  • Membantu individu untuk dapat membuat keputusan dan pemecahan masalah secara lebih baik lagi.
  • Internalisasi dan operasionalisasi motivasi kerja, prestasi, tumbuh, tanggung jawab, dan kemajuan.
  • Mempertinggi rasa percaya diri dan pengembangan diri.
  • Membantu untuk mengurangi rasa takut dalam menghadapi tugas-tugas baru.
  • Menurut “Peter Principle”, makin tinggi rasa ketidakmampuan pada diri seseorang, orang tersebut cenderung menjadi takut. Oleh karena itu perlu diadakan latihan dan pengembangan.

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

#3 Bagi Bagian Kepegawaian

Manfaat program pengembangan dan pelatihan bagi bagian kepegawaian adalah sebagai berikut:

  • Memperbaiki komunikasi antar kelompok dengan individu.
  • Dimengertinya kebijakan organisasi, aturan-aturan, dan sebagainya.
  • Membangun rasa kedekatan dalam kelompok (group cohesiveness).
  • Menciptakan organisasi sebagai tempat yang baik untuk bekerja dan hidup.

 

Tujuan Pengembangan dan Pelatihan

Menurut Manullang (1980), tujuan pengembangan pegawai sebenarnya sama dengan tujuan latihan pegawai, yakni untuk pengembangan pegawai yang efektif, sehingga dapat memperoleh tiga hal berikut:

  • Menambah pengetahuan.
  • Menambah keterampilan.
  • Mengubah sikap.

 

HR, Ini Cara Membuat Karyawan Loyal 1 Finansialku

[Baca Juga: 20 Cara Seorang Pemimpin Meningkatkan Semangat Kerja Tanpa Mengandalkan Uang. Silakan Anda Buktikan Sendiri!]

 

Sedangkan tujuan dari pengembangan sumber daya manusia menurut Schuler (1992), yaitu sebagai berikut:

 

#1 Mengurangi dan Menghilangkan Kinerja yang Buruk

Dalam hal ini, kegiatan pengembangan akan meningkatkan kinerja pegawai saat ini, yang dirasakan kurang efektif atau buruk sehingga diharapkan dapat mencapai efektivitas kerja sebagaimana diharapkan oleh organisasi.

 

#2 Meningkatkan Produktivitas

Kegiatan pengembangan juga bertujuan untuk memberikan pegawai tambahan keterampilan dan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi pelaksanaan pekerjaan mereka.

Dengan demikian diharapkan secara tidak langsung pengembangan dan pelatihan ini akan meningkatkan produktivitas kerjanya.

 

#3 Meningkatkan Fleksibilitas dari Angkatan Kerja

Dengan semakin banyaknya keterampilan yang dimiliki pegawai, maka diharapkan pegawai lebih fleksibel dan mudah untuk menyesuaikan diri dengan kemungkinan adanya perubahan yang terjadi di lingkungan organisasi.

Fungsi Pengadaan Tenaga Kerja Rekrutmen 02 Karyawan - Finansialku

[Baca Juga: Para HRD Ketahui 5 Hal yang Harus Dibahas Pada Pelatihan Persiapan Pensiun Karyawan]

 

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, perubahan ini dapat terjadi seiring waktu.

Apabila karyawan sudah diberi pelatihan dan pengembangan, maka organisasi tidak perlu lagi menambah pegawai yang baru bila memerlukan pegawai dengan kualifikasi tertentu, karena pegawai yang dimiliki sudah cukup memenuhi syarat untuk pekerjaan tersebut.

 

#4 Meningkatkan Komitmen Karyawan

Melalui kegiatan pengembangan, karyawan diharapkan akan memiliki persepsi yang baik tentang organisasi/perusahaan yang secara tidak langsung akan meningkatkan komitmen kerja pegawai serta dapat memotivasi mereka untuk menampilkan kinerja yang baik.

Komitmen inilah yang akan berujung pada loyalitas seorang karyawan terhadap perusahaannya.

 

#5 Mengurangi Turnover dan Absensi

Hal ini menyambung dengan komitmen karyawan yang diungkapkan pada poin 4 tadi. Dimana besarnya komitmen pegawai terhadap organisasi akan memberikan dampak terhadap adanya pengurangan tingkat turnover absensi.

Pada akhirnya, penurunan turnover dan absensi berarti meningkatkan produktivitas organisasi serta meminimalisasi biaya.

 

Langkah-langkah Program Pengembangan dan Pelatihan

Menurut Werther & Davis, langkah-langkah dalam program pengembangan dan pelatihan mencakup 6 langkah berikut:

 

#1 Penilaian Kebutuhan (Need Assessment)

Need assessment atau penilaian kebutuhan artinya melakukan diagnosis terhadap masalah-masalah yang dihubungkan dengan tantangan-tantangan yang dihadapi oleh organisasi.

Perubahan-perubahan dalam lingkungan akan mengakibatkan timbulnya tantangan-tantangan baru yang harus dihadapi organisasi, misalnya perubahan strategi perusahaan, tingginya tingkat kecelakaan kerja, menurunnya motivasi kerja dan modal kerja.

 

#2 Penetapan Tujuan Latihan dan Pengembangan

Setelah kebutuhan pelatihan dianalisis, maka perlu ditetapkan tujuan dari pelatihan yang konkret dan terukur (biasa disebut tujuan instruksional).

Tujuan ini merupakan uraian perilaku yang diinginkan dari trainee setelah mereka mengikuti program pelatihan.

Dalam menentukan tujuan pelatihan dan pengembangan perlu disusun tujuan yang sifatnya dalam bentuk perilaku. Sebagai contoh agar pegawai di bagian produksi dapat menyelesaikan pekerjaan dengan target 1000 unit per minggu.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

#3 Penentuan Isi Program dan Prinsip Belajar

Program content atau isi program dibentuk oleh suatu penilaian kebutuhan dan oleh pengenalan tujuan.

Adapun isi program diupayakan untuk:

  • Mengajarkan keterampilan spesifik,
  • Memberikan pengetahuan yang dibutuhkan, dan
  • Secara sederhana berusaha mempengaruhi sikap.

 

Sedangkan prinsip belajar merupakan sesuatu yang perlu dipegang teguh. Prinsip belajar merupakan garis pedoman dimana orang dapat belajar dengan seefektif mungkin.

Yang termasuk di dalamnya antara lain adalah partisipasi, pengulangan, relevansi, pengalihan dan feedback.

10 Rahasia Memiliki Produktivitas Kerja ala Tony Robbins 02 Karyawan - Finansialku

[Baca Juga: Ini Dia Hak Karyawan Berdasarkan UU Ketenagakerjaan yang Perlu Diketahui]

 

Umumnya cara belajar yang sering digunakan adalah learning curve, dimana pelatih membuat learning curve dengan 2 tujuan berikut:

  • Menginginkan learning curve mencapai tingkat performansi yang memuaskan.
  • Menginginkan learning curve mencapai tingkat keputusan secepat mungkin.

 

#4 Pelaksanaan Program Aktual

Dalam memilih teknik yang akan digunakan untuk pengembangan dan pelatihan (actual program) perlu dipertimbangkan beberapa hal berikut ini:

  1. Efektivitas biaya.
  2. Isi program yang kita inginkan.
  3. Ketersediaan fasilitas.
  4. Preferensi dan kemampuan orang yang dilatih.
  5. Preferensi dan kemampuan pelatih/penatar.
  6. Prinsip-prinsip belajar.

 

Hal yang terpenting bisa berubah-ubah tergantung pada situasinya, namun hal-hal di atas umumnya perlu dipertimbangkan agar bisa memenuhi learning principles.

 

#5 Ketahui Keterampilan, Pengetahuan, dan Kemampuan Para Pegawai

Setelah Anda melewati 4 tahap tersebut, maka kini Anda bisa mengetahui keterampilan, pengetahuan, dan kemampuan para pegawai.

 

#6 Evaluasi (Terhadap Need Assessment)

Langkah terpenting dalam program pengembangan dan pelatihan tentunya adalah evaluasi, yang ditujukan untuk mengetahui apakah program sudah mencapai tujuan yang telah ditetapkan perusahaan atau belum.

Adapun langkah-langkah dari proses evaluasi ini adalah sebagai berikut:

  1. Membuat kriteria untuk mengukur berhasil tidaknya pengembangan dan pelatihan yang dilakukan. Umumnya yang digunakan sebagai ukuran adalah tujuan yang telah ditetapkan di awal.
  2. Melakukan pretest, yakni tes untuk menguji kemampuan pegawai yang diberikan sebelum latihan dan pengembangan.
  3. Melatih atau mengembangkan pegawai (treatment).
  4. Melakukan posttest setelah pengembangan dan pelatihan dilaku
  5. Mentransfer pegawai pada pekerjaan yang sebenarnya (tentunya setelah pegawai dites dan benar-benar menunjukkan kemampuan yang diperlukan).
  6. Studi lanjut diberikan pada pegawai yang bersangkutan.

 

Ini Dia Cara Menyelesaikan Masalah 02 Konflik Karyawan - Finansialku

[Baca Juga: Para HRD Ketahui 5 Hal yang Harus Dibahas Pada Pelatihan Persiapan Pensiun Karyawan]

 

Adapun 4 kategori yang umumnya diukur dari hasil pengembangan dan pelatihan menurut Garry Dessler adalah:

  • Reaction (reaksi pegawai yang dilatih terhadap program yang dilaksanakan).
  • Learning (untuk memberikan informasi kepada pelatih apakah karyawan benar-benar mempelajari prinsip dan keterampilan yang diperlukan).
  • Behavior (untuk melihat apakah perilaku trainee berubah dengan mengikuti program tersebut).
  • Result (output untuk mengukur keberhasilan program pengembangan dan pelatihan).

 

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Kesimpulan: Pengembangan dan Pelatihan Karyawan Baru itu Penting

Setelah karyawan diterima dan ditempatkan dalam suatu perusahaan, bukan berarti proses pengelolaan sumber daya manusianya selesai.

Justru inilah awal dari proses pengembangan dan pelatihan, yang merupakan sebuah tahapan penting bagi karyawan baru karena memiliki banyak manfaat bagi karyawan itu sendiri, bagian personalia, maupun perusahaan.

Dan seperti telah dijabarkan di atas, proses inilah yang akan melengkapi kapabilitas pegawai baru yang telah menerima orientasi untuk menyeimbangkan tuntutan jabatan seorang karyawan.

Jadi, penting sekali bukan memberikan pengembangan dan pelatihan bagi karyawan baru di perusahaan Anda?

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai pentingnya memberikan pengembangan dan pelatihan bagi karyawan baru lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Jimmy L. Gaol. 2014. A to Z Human Capital (Manajemen Sumber Daya Manusia).
  • Muchlisin Riadi. 21 Februari 2016. Pengembangan Sumber Daya Manusia. Kajianpustaka.com – https://goo.gl/1msWuY
  • Admin. 26 November 2009. Tujuan dan Manfaat Pengembangan Sumber Daya Manusia. Chevichenko.com – https://goo.gl/Z9EZ7E

 

Sumber Gambar:

  • Pengembangan dan Pelatihan Karyawan Baru 01 – https://goo.gl/PEy4tt
  • Pengembangan dan Pelatihan Karyawan Baru 02 – https://goo.gl/7zNbNF
  • Keseimbangan – https://goo.gl/Dgc2DW
Summary
Para HR, Yuk Cari Tahu Apakah Perlu Memberikan Pengembangan dan Pelatihan bagi Karyawan Baru!
Article Name
Para HR, Yuk Cari Tahu Apakah Perlu Memberikan Pengembangan dan Pelatihan bagi Karyawan Baru!
Description
Perlu tidak sih karyawan baru diberikan pengembangan dan pelatihan? Jika Anda masih menganggap pengembangan dan pelatihan tidak penting
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment