Punya kartu kredit adalah salah satu cara untuk memudahkan berbagai transaksi dalam kehidupan sehari-hari. Namun, ketika Anda menarik tunai kartu kredit ternyata ada risiko dan bahayanya lho!

Sebelum tarik tunai kartu kredit, simak dulu yuk informasi dari Finansialku berikut agar dapat membantu meminimalisasi risikonya.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Peran Kartu Kredit: Satu Kartu Untuk Segala Aktivitas

Salah satu cara untuk melakukan pembayaran secara non tunai adalah  dengan menggunakan kartu kredit.

Saat ini, pemakaian kartu kredit sudah semakin menjamur karena aksesnya mudah dan praktis, tinggal gesek untuk segala aktivitas.

Jadi dompet ketinggalan atau saat pergi ke tempat yang rawan pencurian maka kartu kredit bisa digunakan secara praktis untuk meminimalisasi risiko.

 

Limit Tarik Tunai Kartu Kredit Untuk Dana Darurat

Tidak hanya untuk transaksi pembayaran, kartu kredit juga bisa digunakan sebagai sarana tarik tunai secara langsung.

Prosedurnya sangat mudah yaitu dengan menggunakan mesin ATM seperti biasa, jadi tahapannya cukup praktis seperti kartu debit.

Selain lebih praktis karena tidak perlu ribet ke bank atau mengurus surat permohonan pinjam, tarik tunai menggunakan kartu kredit juga bisa dimaksimalkan untuk keperluan darurat maupun modal usaha.

 

Karena saat ini banyak orang yang terhambat dengan perizinan dan kelengkapan surat untuk mengajukan kredit usaha, maka proses tarik tunai kartu kredit pun kerap dijadikan alternatif.

Jadi, bukan hal baru lagi jika seseorang dapat memperoleh bantuan dana untuk pengembangan usaha, keperluan mendesak atau modal bisnis ketika memakai layanan tarik tunai kartu kredit.  

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

4 Hal yang Harus Diperhatikan dalam Tarik Tunai Kartu Kredit

Meskipun cukup mudah dan praktis untuk diakses, tetapi proses tarik tunai kartu kredit harus dilakukan dengan penuh pertimbangan.

Pasalnya, jika salah langkah atau kurang perencanaan maka akan ada kerugian lebih besar yang diperoleh dari proses tarik tunai tersebut.

Untuk itu, berikut ini adalah 4 hal yang harus diperhatikan ketika hendak melakukan proses tarik tunai kartu kredit.

 

#1 Harus Dilunasi Secara On-Time

Untuk mengurangi risiko dikejar-kejar debt collector, maka pastikan untuk melunasi secara on-time dengan sistem full payment.

Mengapa demikian? Karena jika pembayarannya berbasis minimum payment maka akan ada risiko pelunasan bisa terlambat.

Jangan lupa mencatat kapan pembayaran harus dilakukan. Untuk beberapa orang, meskipun sudah melakukan pencatatan, tetap saja terkadang ada hal yang membuat lupa akan deadline sehingga proses pembayaran pun macet.

Ketika pembayaran macet maka rekaman pembayaran akan memberi masalah baru yang mengarah pada pemblokiran pengguna kartu kredit.

Risiko Tarik Tunai Kartu Kredit 02 Kartu Kredit 2 - Finansialku

 [Baca Juga: Liburan dengan Kartu Kredit, Lebih Menguntungkan atau Merugikan ?]

 

#2 Biaya Tarik Tunai Kartu Kredit

Di dunia ini tidak ada yang gratis, begitu pula dengan proses tarik tunai kartu kredit.

Untuk bisa mendapatkan sejumlah uang sesuai dengan limit, maka pemilik kartu kredit harus membayar biaya penarikan sejumlah 4%. Jadi, akan ada potongan ketika pengambilan uang sesuai nominalnya.

Untuk pembayarannya, rata-rata pembebanan bunga adalah sekitar 2% sampai 3%. Nominalnya tentu akan semakin besar sesuai dengan jumlah penarikan tunai.

Oleh karena itu, sebaiknya jangan ambil uang di atas kebutuhan karena biaya pembayarannya pun bisa semakin membengkak.

Bayangkan saja, jika limit-nya adalah Rp100 juta, maka 4% dari pembayarannya sudah cukup banyak, yaitu Rp4.000.000.

Tentunya, nominal ini sudah bukan hal yang sedikit karena cukup banyak barang bisa dibeli menggunakan uang tersebut. Jadi pastikan untuk memilih nominal tarik tunai sesuai kebutuhan.

Jika perlu, tambahkan tabungan dana darurat atau simpanan lainnya untuk mengurangi jumlah nominal tarik tunai kartu kredit. Jadi, tagihan bulanan serta bunga yang menjadi tanggungan bisa diperkecil.

Risiko Tarik Tunai Kartu Kredit 03 Kartu Kredit 3 - Finansialku

[Baca Juga: Keuntungan Menggunakan Kartu Kredit Syariah. Apa Benar Kartu Kredit Tanpa Bunga?]

 

#3 Semakin Besar Limit, Bunga dan Tagihannya Juga Membengkak

Seperti telah dijelaskan sebelumnya, bunga suatu tagihan akan dikali dengan nominal sesuai limit atau yang diambil. Jadi, jika limit-nya semakin besar maka tagihannya juga akan semakin membengkak.

Apalagi jika pembayaran yang harus dilakukan berada jauh di atas kemampuan. Karena itu jangan sampai salah langkah ketika melakukan tarik tunai kartu kredit.

Ada banyak orang yang kehilangan beberapa barang hanya untuk membayar tagihan kartu kredit. Tidak sedikit pula yang mengalami kebangkrutan atau sampai dikejar-kejar debt collector.

Tentunya tidak ada orang yang ingin mengalami hal tersebut sehingga dalam mengatur pinjaman menggunakan proses tarik tunai kartu kredit harus dimaksimalkan agar nominalnya tidak terlalu besar dan masih affordable.

Risiko Tarik Tunai Kartu Kredit 04 Kartu Kredit 4 - Finansialku

[Baca Juga: Serba Serbi Kredit Pendidikan (Student Loan) Di Indonesia]

 

#4 Hanya Untuk Keperluan Mendesak

Meskipun kartu kredit memiliki sistem peminjaman uang dan perkiraan pembayarannya pun terukur, namun sangat disarankan untuk hanya menggunakan proses tarik tunai bila keadaan sudah mendesak.

Berbeda dengan ATM yang melakukan tarik tunai dari tabungan, kartu kredit memberikan uang secara nyata tetapi pada hakikatnya tidak dimiliki.

Memaksimalkah THR 04 Kartu Kredit - Finansialku

[Baca Juga: Para Freelancer : Ketahui Cara Hitung Dana Darurat yang Anda Butuhkan]

 

Oleh karena itu, akan sangat penting menjadi lebih bijak untuk tidak melakukan tarik tunai kartu kredit jika bukan karena urusan penting serta mendesak.

Maksimalkan tabungan dan investasi daripada harus mengambil uang dari kartu kredit.

Jika masih punya waktu dan tidak sedang membutuhkan uang secara mendesak, lebih baik jika pengaturan gaji serta pendapatan lainnya dialokasikan sebagian untuk dana darurat.

 

Dana darurat adalah sebuah tabungan khusus yang bisa diambil sewaktu-waktu untuk mengatasi kebutuhan mendadak.

 

Tarik Tunai Kartu Kredit Secara Bijak dengan Aplikasi Finansialku

Tidak hanya untuk perencanaan keuangan yang berupa tabungan, investasi, maupun pembelian, Aplikasi Finansialku juga bisa digunakan untuk melakukan pencatatan terhadap kartu kredit.

Aplikasi Finansialku akan memberikan kesempatan untuk mencatat secara detail tentang transaksi, transaksi berulang, rekeningku, rencana keuangan, investasi, produk keuangan dan sebagainya.

Caranya adalah dengan mengklik fitur Rekeningku. Lalu, setelah memilih menu rekeningku, klik pilihan tambah dan akan muncul menu akun kas, akun bank, akun piutang, akun pinjaman, dana akun kartu kredit.

Risiko Tarik Tunai Kartu Kredit 05 Aplikasi 1 - Finansialku

Tampilan Aplikasi Finansialku Menu Utama

 

Setelah itu, pilih akun kartu kredit dan masukkan limit sesuai dengan perencanaan keuangan masing-masing orang.

Risiko Tarik Tunai Kartu Kredit 06 Aplikasi 2 - Finansialku

Tampilan Aplikasi Finansialku Menu Rekeningku

 

Namun, apabila mempunyai waktu lebih maka lebih baik menabung untuk dana darurat baik dari investasi, deposito dan sebagainya.

Jangan khawatir soal pencatatan dan perinciannya, karena Aplikasi Finansialku siap membantu dalam menyelesaikan perencanaan anggaran secara maksimal.

 

Apakah Anda mempunyai rencana untuk melakukan tarik tunai dengan kartu kredit? Untuk tujuan apa Anda menggunakan dana tersebut?

Karena informasi di atas sangat penting untuk siapa saja yang ingin mengambil uang melalui kartu kreditnya, maka jangan lupa membagikannya pada teman sesama pemilik kartu kredit, terima kasih.

 

Sumber Gambar:

  • Kartu Kredit 1 – https://goo.gl/3YYs4w
  • Kartu Kredit 2 – https://goo.gl/PBw6M6