Mirisnya kondisi ekonomi kini memaksa banyak orang untuk mengandalkan pinjaman modal usaha. Sebenarnya sah-sah saja menggunakan pinjaman untuk menambah modal usaha, namun sudahkan Anda mempertimbangkannya matang-matang? Sebaiknya jangan ajukan pinjaman modal usaha, sebelum Anda membaca penjelasan berikut ini:

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Pinjaman Modal Usaha: Yes vs. No

Saat Anda ingin memulai suatu bisnis, tentunya Anda perlu melakukan riset sederhana untuk membandingkan beberapa alternatif modal bisnis. Jika Anda sudah memiliki modal yang memadai, maka Anda dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya, yakni perencanaan dan analisis kelayakan bisnis. Tetapi bagaimana dengan mayoritas pebisnis yang kekurangan dana untuk memulai bisnis? Jawaban paling umum yang langsung terpikirkan adalah PINJAMAN MODAL USAHA.

Jangan Ajukan Pinjaman Modal Usaha, Sebelum Anda Baca Penjelasan Ini 02 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Bisnis, Pilih Kredit Multi Guna, KTA, Kartu Kredit, Kredit Investasi atau Kredit Modal Kerja?]

 

Tetapi banyak juga yang mengajukan pinjaman tanpa pertimbangan matang sebelumnya, dan pada akhirnya menjadi penyesalan. Pinjaman membutuhkan komitmen yang besar, terutama jika masa tenornya panjang. Anda tidak bisa berhenti di tengah-tengah begitu saja karena seluruh ketentuan pinjaman sudah diatur di bawah hukum yang berlaku.

Oleh karena itu, penting untuk bertanya kepada diri sendiri mengenai kebutuhan pinjaman dan kesiapan Anda untuk menjalaninya. Melalui artikel berikut, Finansialku akan mengajak Anda melihat beberapa hal yang perlu Anda pertimbangkan sebelum mengajukan pinjaman modal usaha.

 

#1 Cek Kualifikasi Anda terhadap Syarat Pinjaman

Saat ingin mengajukan kredit, Anda perlu mengetahui kualifikasi dan syarat yang menjadi ketentuan pengajuan. Sebagai contoh Anda ingin mengajukan KTA, perhatikan dahulu syarat-syarat yang diberikan sebelum mengajukannya. Sebenarnya apa syarat yang umumnya muncul dalam pinjaman? Sebagai gambaran, silakan lihat syarat dari KTA Bank Mandiri sebagai berikut:

FiturKeterangan
Plafon PinjamanRp5 juta hingga Rp200 juta
Masa TenorHingga 36 bulan (60 bulan bagi karyawan dengan payroll Mandiri)
Masa Pencairan14 hari kerja setelah data lengkap
Suku Bunga17,52% per tahun
Biaya Lainnya

Biaya Admin

  • Maksimum sebesar 3% (untuk nasabah yang berusia <50 tahun)
  • 3,5 % (untuk nasabah yang berusia 50 tahun ke atas) dari limit kredit yang disetujui.

Biaya Pelunasan Dipercepat: 5% sisa pokok pinjaman

Denda Keterlambatan: 2% dari total angsuran tertunggak + Rp20.000 per bulan

Persyaratan

Minimal Pendapatan per Bulan:

  • Rp3.000.000 (bagi nasabah Non Payroll Bank Mandiri)
  • Rp2.500.000 (bagi nasabah payroll Bank Mandiri)

Status Kewarganegaraan: WNI & berdomisili di Indonesia

Batasan Umur: 21 – 55 tahun

 

Anda bisa melihat persyaratan KTA Bank Mandiri mulai dari status kewarganegaraan, usia, hingga jumlah pendapatan minimal yang ditetapkan. Jika sejak awal Anda sudah merasa tidak memenuhi syarat, jangan memaksakan untuk mengajukan pinjaman tersebut. Mengapa?

Menurut David Gass, konsultan bisnis sekaligus CEO dari Anderson Business Advisors:

“Jika pengajuan pinjaman Anda ditolak, maka akan menyulitkan Anda untuk meminjam lagi di kemudian hari. Sekali saja Anda ditolak, maka akan tampak bahwa Anda merupakan nasabah berisiko bagi penyedia pinjaman lainnya.”

 

Oleh karena itu, bijaksana untuk selalu mengecek syarat dan ketentuannya serta lihat kemampuan finansial Anda sebelum mengajukan pinjaman.

 

#2 Mengetahui Jumlah Pinjaman yang Dibutuhkan

Sebelum mengajukan pinjaman, hitunglah dengan pasti berapa banyak uang yang Anda butuhkan. Cara termudah untuk menghitungnya adalah dengan membuat proyeksi arus kas berkala. Dengan demikian akan tampak berapa kekurangan dana yang dibutuhkan.

Pilih Kredit Multi Guna atau KTA (Kredit Tanpa Agunan) 1 - Finansialku

[Baca Juga: Pilih Kredit Multi Guna atau KTA (Kredit Tanpa Agunan)?]

 

Anda bisa saja menentukan secara kasar jumlah kebutuhan dana, namun akan tampak konyol saat bank meminta proyeksi arus kas dan ternyata Anda membutuhkan jumlah yang jauh berbeda dari pengajuan. Adam Hoeksema, co-founder dari Muncie, Ind.-based ProjectionHub mengemukakan bahwa, “Anda harus memahami berapa banyak kebutuhan dananya dan apa tujuan peminjaman dana tersebut sebelum mengunjungi bank.”

 

#3 Mengecek Kesetaraan Pinjaman dan Agunan

Selain Kredit Tanpa Agunan (KTA), terdapat jenis kredit lainnya yakni Kredit Multi Guna atau kredit dengan agunan. Mengapa memilih kredit dengan agunan jika bisa mengajukan KTA? Jawabannya adalah: jumlah pinjaman yang lebih besar dengan suku bunga yang lebih rendah. Bagi Anda yang membutuhkan modal besar dan memiliki aset berharga yang bisa dijadikan agunan, Kredit Multi Guna merupakan alternatif yang jauh lebih menarik daripada KTA.

Tetapi karena suku bunganya yang lebih kecil, bank memerlukan suatu jaminan untuk mengantisipasi kredit macet, yaitu dengan menjamin aset berharga. Nah, sekarang coba Anda pikirkan dalam hati, apakah wajar jika seseorang mengajukan jaminan berupa rumah seharga Rp500 juta untuk pinjaman sebesar Rp1 miliar? Tentu bagi orang awam pun itu tidak masuk akal.

Pihak bank akan selalu melakukan pengecekan terhadap aset berharga yang dijadikan jaminan, mengestimasi nilainya, barulah bank bisa menentukan jumlah pinjaman yang diperbolehkan. Lalu, apa boleh mengajukan aset berharga senilai Rp1 miliar untuk pinjaman sebesar Rp1 miliar? Tidak juga, karena bank umumnya menentukan besaran pinjaman hanya mencapai sekian puluh persen (umumnya 60% hingga 70%) dari nilai agunan. Intinya, selalu pertimbangkan

apakah jumlah pinjaman sudah sepadan dengan aset berharga yang akan dijaminkan.

 

#4 Mengecek Kemampuan Membayar Angsuran

Saat Anda mengajukan pinjaman, pihak bank akan mengecek kemampuan finansial Anda. Biasanya dengan melakukan BI checking untuk mengecek riwayat kredit, dan juga melakukan pengecekan debt ratio (rasio utang). Jika Anda memenuhi syaratnya, maka selanjutnya pihak bank akan meminta proyeksi kelayakan bisnis yang akan dijalankan.

Ini Dia Beragam Produk Pinjaman Bank di Indonesia, Studi Kasus Pinjaman BRI 02 - Finansialku

[Baca Juga: Ini Dia Beragam Produk Pinjaman Bank di Indonesia, Studi Kasus Pinjaman BRI]

 

Sebagai contoh, jika dalam proyeksi, nilai ROI atau payback period-nya tidak layak, maka Anda hanya akan menutup kemungkinan persetujuan pinjaman. Proyeksi bisnis yang layak dan feasible dengan tingkat kesalahan yang kecil akan memperbesar kemungkinan persetujuan pinjaman Anda.

 

#5 Meminjam untuk Mengembalikan

Jika Anda mengajukan pinjaman modal usaha namun menggunakannya untuk membayar reparasi mesin, maka Anda melakukan kesalahan besar. Namanya pinjaman, ya harus dikembalikan. Oleh karena itulah, Anda perlu mengalokasikan pinjaman ke bagian bisnis yang menghasilkan. Dengan kata lain, gunakan pinjaman pada bagian yang bisa ditingkatkan, sehingga mampu meningkatkan pendapatan.

Dalam poin ini, David Gass juga menambahkan,

Tujuannya adalah untuk mengembangkan bisnis. Jika saya bisa mengubah 1 dolar menjadi 5 dolar dengan pinjaman tersebut, barulah sepadan.

 

#6 Mengecek RIwayat Kredit Bisnis Anda

Seperti telah diungkapkan sebelumnya, bank selalu melakukan pengecekan terhadap riwayat kredit Anda sebelum memutuskan untuk memberi pinjaman. Banyak pebisnis yang mengetahui riwayat kredit pribadinya, namun melupakan riwayat kredit bisnisnya. Padahal penting lho mengetahui riwayat kredit bisnis Anda.

Jika ternyata riwayat kredit bisnis Anda buruk, maka cobalah untuk memperbaikinya dengan beberapa cara berikut ini:

  1. Mengurangi saldo kartu kredit bisnis
  2. Pastikan vendor melaporkan pembayaran Anda

 

Terakhir, pastikan Anda menghindari telat bayar atau menunggak kepada vendor. Karena walaupun riwayat kredit Anda sangat baik, jika banyak pengalaman vendor yang tidak baik terhadap Anda, maka akan sulit Anda memperoleh pinjaman.

 

#7 Memiliki Pengelolaan Keuangan Pribadi yang Baik

Percuma Anda memiliki bisnis sukses dan besar, jika keuangan pribadi Anda berantakan. Beberapa bank kerap kali menjadikan riwayat kredit pribadi sebagai tolok ukur persetujuan pinjaman. Sebagai contoh, cicilan rumah Anda serta cicilan biaya pendidikan akan dicek. Selain itu, penggunaan kartu kredit pribadi. Untuk apa sih sebenarnya pengecekan pribadi ini? Pihak bank mengukur kelayakan Anda dalam menjalankan bisnis, untuk melihat ada tidaknya potensi kredit macet.

Pinjaman Uang Tanpa Jaminan, Sebaiknya Digunakan Untuk Apa KTA Untuk Bisnis 01 - Finansialku

[Baca Juga: Pinjaman Uang Tanpa Jaminan, Sebaiknya Digunakan Untuk Apa? KTA Untuk Bisnis?]

 

Hoeksema menjabarkan:

“Jika banyak cicilan Anda yang belum lunas dan sangat sedikit aset berharga yang bisa dijadikan jaminan, maka Anda dinilai sebagai kandidat yang tidak baik dalam pengajuan kredit. Jika terjadi demikian, carilah seseorang yang bersedia dijadikan wali dalam pengajuan kredit.”

 

#8 Mengecek Kelengkapan Dokumen untuk Mengajukan Pinjaman

Rohit Arora, CEO dan co-founder dari Biz2Credit, sebuah perusahaan New York City yang mengelola kredit bagi usaha kecil mengungkapkan,

“Sebuah studi membuktikan bahwa 4 dari 5 pinjaman tidak disetujui bukan karena segi bisnisnya yang tidak baik, namun karena kelemahan di bagian dokumentasinya.”

 

Memang betul, dalam pengajuan kredit dibutuhkan dokumen yang tidak sedikit. Arora menambahkan,

“Jika Anda datang ke bank dan mengajukan pinjaman dengan dokumen yang tidak lengkap atau sudah kadaluarsa, Anda akan tampak sangat tidak profesional.”

 

Dengan demikian, selalu persiapkan kelengkapan data yang dibutuhkan. Sebagai contoh, berikut merupakan berkas-berkas umum yang diminta saat pengajuan KTA:

NoDokumen/Jenis PekerjaanKaryawanWirausahaProfesional
1Fotokopi KTP/KITAS
2Bukti Penghasilan (Slip Gaji/SKP/SPT)x
3Fotokopi Kartu Kredit
4Fotokopi Rekening Tabungan (3 bln terakhir)xx
5Fotokopi Surat Izin Profesixx
6NPWP
7Fotokopi akta pendirian/SIUP/TDPxx

 

Jika Anda mengajukan jenis pinjaman lainnya, pastikan Anda telah menyiapkan dokumen-dokumen lengkap dan terbaru yang dibutuhkan.

 

#9 Cek Keberadaan Denda Pelunasan Dipercepat

Bagi Anda sebagai pihak peminjam (debitur) tentunya ada keinginan untuk bisa melunasi pinjaman dengan cepat. Tapi jangan gegabah, Anda perlu membaca setiap syarat dan ketentuan dalam kontrak kredit Anda sebelum menentukan kapan harus melunasi pinjaman. Pada awal pengajuan pinjaman memang sebaiknya pilih masa tenor yang feasible, namun tidak ada yang tahu apakah bisnis Anda tiba-tiba melesat sukses bukan?

Jika Anda kemudian ingin melunasi kredit sebelum jatuh tempo, pastikan terlebih dahulu penaltinya kepada pihak kreditur. Apa saja biaya dan denda pelunasan dipercepatnya? Berapa nilainya? Jika sepadan dengan pelunasan lebih cepat, maka mengapa tidak? Sayangnya kebanyakan pihak pemberi pinjaman memberi denda serta biaya administrasi pelunasan dipercepat yang cukup besar. Sehingga pertimbangkan kembali dan hitung dengan seksama sebelum Anda melunasi utang sebelum jatuh temponya.

 

#10 Cek Keberadaan Asuransi Jiwa dalam Kredit

Pertanyaan yang jarang dipertimbangkan oleh para debitur adalah,

“Jika saya meninggal, siapa yang akan meneruskan usaha dan membayar cicilan modal usaha?”

 

Ini 5 Alasan Kenapa Bisnis Anda Membutuhkan Pinjaman Modal Usaha 01 - Finansialku

[Baca Juga: Ini 5 Alasan Kenapa Bisnis Anda Membutuhkan Pinjaman Modal Usaha]

 

Tentunya Anda tidak ingin membebani anggota keluarga atau kerabat jika Anda meninggal. Sayangnya, jika Anda meninggal, kredit tetap harus dilunasi, KECUALI JIKA: Anda membeli asuransi jiwa yang meng-cover kasus tersebut.

Memang kematian merupakan hal yang tidak bisa diprediksi, namun bukan berarti Anda tidak mempersiapkan langkah antisipasi. Cobalah tanyakan agen asuransi Anda terkait hal ini dan lakukan upgrade polis jika dibutuhkan. Jangan sampai keluarga Anda menanggung beban besar setelah Anda tiada.

 

Kini Anda Siap Mengambil Keputusan

10 hal di atas wajib dipertimbangkan secara matang sebelum Anda mengambil keputusan akan mengajukan pinjaman atau tidak. Ingatlah bahwa komitmen tinggi dibutuhkan untuk berutang. Jangan sampai Anda mengambil keputusan dan menyesal di kemudian hari.

 

Disclaimer: Penyebutan merek pada artikel ini hanya bertujuan sebagai sarana edukasi, bukan untuk tujuan-tujuan lainnya.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai pinjaman modal usaha lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Entrepreneur Media, Inc. 16 November 2016. 10 Questions to Ask Before Applying for a Bank Loan. Entrepreneur.com – https://goo.gl/ozm7kt
  • Cermati. KTA Apa yang Anda Cari? Cermati.com – https://goo.gl/dL7wjl

 

Sumber Gambar:

  • Asian Woman – https://goo.gl/nkFqpA dan https://goo.gl/oAxjU2

 

Download Ebook Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula Finansialku.com

Download Ebook Reksa Dana