Apa saja hal-hal keuangan yang harus Anda ketahui dari pasangan sebelum menikah? Apakah pasangan Anda cukup terbuka untuk membahas mengenai keuangannya dengan Anda, sebelum menikah?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

5 Hal Keuangan yang Perlu Anda Ketahui dari Pasangan Sebelum Menikah

Apakah Anda ingin menikah dalam waktu dekat ini? Atau memiliki kenalan yang akan menikah dalam waktu dekat ini? Anda perlu mengetahui dan bagikan ke teman Anda juga, hal-hal yang harus diketahui terkait dengan keuangan pasangan, SEBELUM menikah.

sebelum-menikah-tanyakan-5-hal-keuangan-ini-ke-pasangan-anda

[Baca Juga: Jangan Ada Dusta Keuangan diantara Kita]

 

Mungkin Anda sudah tidak asing dengan istilah pengecekan kesehatan pasangan sebelum menikah. Biasanya pasangan yang akan menikah akan melakukan serangkaian pengecekan kesehatan, mulai dari pemeriksaan darah, golongan darah dan rhesus, kadar gula darah, urin, deteksi infeksi menular seksual, pengecekan hepatitis B, deteksi penyebab kelainan pada masa kehamilan dan lain sebagainya. Nah bagaimana dengan deteksi keuangan sebelum menikah? Apa saja yang harus Anda ketahui terkait dengan keuangan pasangan?

 

#1 Sumber Pemasukan, Jumlah dan Kapan Diterimanya

Hal pertama yang harus Anda ketahui dari pasangan Anda adalah sumber pemasukan, jumlahnya dan kapan diterimanya. Zaman dahulu seorang wanita hanya menanyakan berapa gaji bulanan calon suaminya. Tidak ada salahnya lho untuk menanyakan penghasilan calon pasangan.

Apakah Sebaiknya Diambil, Jika Bank Menawarkan Top Up KTA - Finansialku

[Baca Juga: Cukupkah Pernikahan Hanya Bermodalkan Cinta?]

 

Di abad 21 ini, sebenarnya banyak pria sudah padai mencari uang. Jadi penghasilan seseorang tidak hanya berasal dari satu sumber. Setidaknya ada 3 jenis pemasukan:

  • Penghasilan aktif (Active income): penghasilan yang didapat karena seseorang menukarkan waktu, tenaga, pikiran dengan uang. Biasanya wanita hanya menanyakan ini saja.
  • Penghasilan investasi (Investment income): penghasilan yang didapat karena uang seseorang bekerja dan menghasilkan uang yang lebih banyak.
  • Penghasilan pasif (Passive income): penghasilan yang didapat karena aset seseorang bekerja dan menghasilkan uang. Kami tidak akan membahas lebih dalam mengenai jenis aset dan lainnya, Anda dapat membaca keterangan lebih lanjut mengenai contoh penghasilan pasif, baca di sini.

 

Jadi tanyakan berapa penghasilan bulanan (penghasilan aktif + investasi + pasif). Berapa besar masing-masing penghasilan? Kapan uang tersebut diterima, apakah setiap tahun, setiap bulan setiap minggu atau setiap hari?

Bersyukurlah jika pasangan Anda saat ini memiliki penghasilan investasi dan penghasilan pasif yang lebih besar daripada penghasilan aktif, karena pasangan Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk Anda.

 

#2 Sumber Pengeluaran, Jumlah dan Kapan Dilakukan

Selain itu pemasukan, Anda juga perlu tahu bagaimana cara pasangan Anda menggunakan uangnya. Penghasilan besar belum tentu sejahtera lho. Dan inilah kesalahan sebagian besar banyak wanita zaman dahulu, yang hanya bertanya berapa jumlah pemasukannya. Tahu-tahu setelah menikah, baru menyadari ada pengeluaran rutin yang cukup besar untuk membeli aksesoris motor, perlengkapan fotografi, aksesoris mobil dan lain sebagainya.

Begitupula jika Anda seorang pria, juga perlu tahu bagaimana cara calon pasangan Anda menggunakan uang. Bukannya pelit atau tidak mau modal, cuma Anda perlu tahu cara calon partner Anda mengelola keuangan. Kedepan pasangan Anda adalah partner utama dalam mengurus keuangan keluarga.

Pria yang Bahagia adalah yang Menemukan Sosok Teman Baik dalam Istrinya - Finansialku

[Baca Juga: Partner Mengelola Keuangan Anda adalah Sahabat Baik Sekaligus Istri Anda]

 

#3 Aset yang Dimiliki

Anda juga perlu mengetahui aset yang dimiliki oleh pasangan Anda, bagaimana cara mereka mendapatkannya dan kapan mereka mendapatkannya. Sebelum berbicara lebih lanjut, apakah Anda tahu apa yang dimaksud dengan aset? Salah seorang penasehat keuangan (financial adviser) di Amerika bernama Robert T. Kiyosaki mengatakan aset adalah segala sesuatu yang dapat menghasilkan pemasukan atau mendatangkan uang ke rekening Anda.

 

Sekali lagi, jadi aset bukan melihat barangnya apa. Aset yang dimaksud apakah barang tersebut dapat mendatangkan pemasukan ke rekening Anda. Contoh:

  • Rumah tinggal bukanlah aset, tetapi rumah yang dikontrakkan adalah aset.
  • Mobil pribadi bukanlah aset, tetapi mobil yang disewakan adalah aset.
  • Website bisa jadi aset, jika menghasilkan pemasukan bulanan ke rekening.

 

#4 Kewajiban atau Utang yang Dimiliki

Setelah aset, mari kita bahas mengenai kewajiban dan utang yang sudah dimiliki sebelum menikah. Wanita zaman dahulu, seringnya bertanya ke pasangan kamu punya apa? Lihat rumah tempat tinggalnya, lihat mobil yang digunakan untuk menjemput dan lain sebagainya. Namun tidak pernah tahu darimana uang untuk membelinya.

  • Bisa-bisa rumah mewah yang Anda lihat masih cicilan 14 tahun lagi.
  • Bisa-bisa mobil mewah yang Anda lihat masih cicilan 4 tahun lagi.
  • Bisa-bisa liburan yang Anda jalani bersama masih utang kartu kredit.
  • Bisa-bisa rencana pernikahan Anda didanai dengan utang KTA (Kredit Tanpa Agunan).

 

Masih mau, memulai hidup berumah tangga dalam keadaan minus? Bersyukurlah untuk teman-teman yang akan memulai rumah tangga dalam keadaan plus atau nol, tetapi jangan sampai memulai dalam kondisi minus. Tentu perjuangannya jauh lebih sulit.

 

#5 Rencana Keuangan Kedepan

Pada poin terakhir Anda perlu menanyakan bagaimana rencana keuangan ke depan. Kalau mau jadi pimpinan selalu ditanya apa visi misi Anda, nah sekarang Anda perlu tahu ekspetasi pasangan Anda terhadap keuangan keluarga di masa depan.

Jika jawabannya : saya belum tahu, saya tidak ada gambaran, ya sudah ngalir saja, Anda perlu hati-hati. Pasangan Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan ke depannya, padahal setelah menikah ada banyak tujuan-tujuan keuangan yang perlu diwujudkan: mencicil rumah, menyiapkan persalinan, menyiapkan biaya pendidikan anak dan lain sebagainya.

Apa yang akan terjadi jika pasangan Anda tidak tahu dan cuma ngalir saja? Kalau masih jawab menggantung begitu, sebaiknya Anda baca ini dan mulai merencanakan keuangan.

Cara Menabung yang Efektif untuk Pasangan Muda - Finansialku

[Baca Juga : Produk-Produk Keuangan yang Perlu Dipertimbangkan Setelah Menikah]

 

Mengapa Anda Harus Tahu Keuangan Pasangan Sebelum Menikah?

Pernikahan bukanlah titik akhir atau garis finisih dalam kehidupan Anda, melainkan titik awal, titik mulai, start. Sebisa mungkin Anda melakukan persiapan yang matang di titik awal Anda. Finansialku juga memiliki kalkulator untuk mengecek kondisi kesehatan keuangan Anda, silahkan gunakan karena Anda akan dapat melihat gambaran keuangan pasangan Anda. Berita baiknya Anda tidak perlu mengeluarkan uang untuk mengecek kondisi kesehatan keuangan alias gratis. Cek di sini. Anda juga bisa mulai mengelola keuangan dan merencakan keuangan keluarga dengan menggunakan Aplikasi Finansialku.

Aplikasi Finansialku Iklan 1 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Apakah Anda tahu pemasukan, pengeluaran, aset, kewajiban dan rencana keuangan pasangan Anda? Apakah Anda merasa tidak nyaman membahas keuangan sebelum menikah dengan pasangan?

 

Sumber gambar:

Couple Talked – http://goo.gl/3Fh8Q7

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

Download Sekarang