Apa yang harus dilakukan agar Anda bisa menentukan tempat wisata berikutnya?

Apa tipsnya agar liburan yang berikutnya lebih seru dari liburan kemarin?

Kali ini Finansialku akan membahas 15 tips mencari tempat wisata berikutnya (dijamin ga bakal nyesel salah pilih tempat wisata).

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Bagaimana Memilih Tempat Wisata Berikutnya?

Saat sudah mengunjungi beberapa tempat wisata, pasti seseorang ingin lebih banyak melakukan eksplorasi. Ke mana tujuan wisata yang berikutnya?

Selain itu, akan muncul juga pertanyaan-pertanyaan lain yang harus dijawab.

Bagi traveler sejati, hal ini bisa jadi tantangan untuk melakukan traveling yang lebih menantang di kesempatan berikutnya.

Lalu, apa saja pertimbangan yang harus dipikirkan? Hal inilah yang perlu dijawab.

 

Agar Liburan Semakin Seru dan Menantang

Supaya liburan menjadi lebih seru dan menantang dibanding kesempatan yang lalu, maka sebaiknya seseorang mempertimbangkan banyak hal yang lebih kompleks.

Pertimbangan-pertimbangan tersebut selanjutnya bisa dijadikan patokan untuk meraih liburan yang lebih baik dari segala aspek.

Misalnya saja, jika di liburan yang dulu alokasi waktu tidak efektif, biaya yang dikeluarkan membengkak, atau ada hal-hal lain yang mengganjal, maka seluruh evaluasi tersebut tidak boleh terjadi lagi di waktu berikutnya.

 

15 Tips Mencari Tempat Wisata Berikutnya (Dijamin Ga Bakal Nyesel Salah Pilih Tempat Wisata)

Memilih tempat wisata yang salah bisa jadi petaka besar. Untuk itu, seseorang harus mempertimbangkan 15 tips di bawah ini supaya tetap “aman” dalam menjalankan liburan ke tempat-tempat wisata yang bahkan sangat asing bagi Anda. Berikut ulasannya:

 

Tips 1: Miliki Pemikiran Terbuka

Pemikiran terbuka bisa diartikan sebagai cara pandang yang tidak selalu merasa benar.

Adakalanya, referensi atau saran dari orang lain bisa jadi lebih baik dari ide yang selama ini dipikirkan.

Dalam merencanakan liburan yang selanjutnya, pemikiran terbuka harus dimiliki para traveler supaya segala koreksi dan evaluasi bisa dilakukan.

Tanpa pemikiran terbuka, seseorang akan sulit memperbaiki kesalahannya karena selalu merasa benar.

10-Pelajaran-Kepemimpinan-dari-Desain-Cara-Berpikir-2-Finansialku

[Baca Juga: Panduan Liburan Murah dan Tips Hemat Wisata ke Singapura]

 

Misalnya, Anda melakukan kesalahan di liburan kemarin, di mana Anda mengunjungi pantai yang lebih indah dikunjungi saat sunrise malah didatangi saat sunset.

Atau bisa juga kesalahan terletak pada pembengkakan biaya. Memang benar harga tiket terjangkau, tetapi ternyata akses ke sana harus menyewa kendaraan roda 4.

Belum lagi jika traveler tidak bisa menyetir sendiri, terpaksa harus menambah biaya sewa supir.

Nah, masalah yang biasa terjadi pada traveler pemula adalah melakukan kesalahan karena belum menguasai medan.

 

Tips 2 : Kembangkan Sikap Kreatif

Dalam dunia traveling, kreativitas sangat diperlukan untuk mencari solusi dari hambatan yang menghampiri.

Memangnya, tantangan seperti apa sih yang akan mengancam kegiatan liburan?

Jangan salah, tantangan “kecil” seperti terbatasnya budget, izin dari tempat kerja, atau kekhawatiran keluarga bisa membuat seseorang batal pergi.

Apabila hambatan seperti tidak adanya tiket pesawat yang murah, maka segeralah cari alternatif lain.

Pada momen-momen tertentu banyak promo tiket kapal atau kereta yang mungkin bisa Anda jadikan pertimbangan.

Memanfaatkan koneksi juga bisa menjadi pilihan. Misalnya, menebeng dengan teman yang membawa kendaraan pribadi dan sedang ingin pulang kampung ke destinasi wisata yang direncanakan.

Maka biaya mengganti bensin teman tentu akan jauh lebih terjangkau dibanding harus naik pesawat.

15-Tips-Mencari-Tempat-Wisata-Berikutnya-2-Finansialku

[Baca Juga: Mau Bahagia? Ini Liburan Hemat Pengganti Mudik Lebaran Liburan Hemat, Mudik Lebaran]

 

Untuk menginapnya, pikirkan objek wisata yang lebih murah dari segi akomodasi, misalnya bumi perkemahan.

Gunung dan bukit bisa menjadi salah satu opsi yang layak dipertimbangkan. Join kamar dengan seseorang juga bisa dilakukan, tetapi kewaspadaan tetap harus jadi modal utama.

Namun, jika masalahnya adalah mencari cuti, pastikan lama kerja dan pencapaian di kantor sudah maksimal sebelum mengajukan cuti.

Kemungkinan besar cuti akan diterima bila yang bersangkutan memang masih punya jatah dan perusahaan tidak sedang dikejar deadline proyek tertentu.

 

Tips 3: Buat List Tempat Murah

Melakukan budgeting memang wajib dikerjakan secara cermat.

Seorang traveler harus membawa uang secukupnya, karena bisa jadi di daerah wisata yang Anda tuju tidak ada mesin ATM atau bank.

Jadi, daftar pengeluaran dari yang umum sampai detail pun harus dianggarkan dengan sangat teliti.

Jangan sampai di lokasi wisata uang habis dan tidak ada akses tambahan untuk mendapatkannya.

Bila hal yang tak diinginkan tersebut terjadi, liburan tentu jadi kurang menyenangkan.

Selain itu Anda juga dapat menimbulkan rasa tidak nyaman baik jika bersama kelompok.

Tempat menginap, tempat makan, dan objek wisata bisa dicari melalui beberapa sumber. Pertama, sumber yang paling mudah adalah search engine.

Mesin pencari bisa membantu memberikan Anda referensi harga.

15-Tips-Mencari-Tempat-Wisata-Berikutnya-3-Finansialku

[Baca Juga: Rencanakan Dana Liburan untuk Melihat Keindahan Pulau Komodo (Hemat dan Murah)]

 

Kedua, sumber yang paling akurat biasanya adalah manusia. Orang yang berasal dari daerah tersebut atau pernah kesana baru-baru ini pasti punya beberapa referensi harga. Dari situlah segala kebutuhan bisa dilist berapa budget-nya dan seperti apa cara traveler untuk mengakalinya.

Biasanya, budget yang paling mahal adalah di biaya perjalanan dan objek wisata.

Biaya makan bisa ditekan dengan berbagai cara misalnya mencari warung pinggiran. Tetapi, jika pergi ke suatu daerah dan tidak mengunjungi landmark-nya, pasti akan terasa lain.

Hal inilah yang perlu dicatat saat merencanakan budgeting. Alternatif pemecahan masalahnya adalah: selalu cari si nomor 2. Maksudnya, jika Pantai A harga tiketnya mahal, beralihlah ke Pantai B. Begitu pula selanjutnya untuk objek wisata sejenis.

 

Tips 4: Menetapkan Batasan

Ada beberapa batasan yang harus dipikirkan dalam merencanakan untuk kegiatan wisata.

Batasan-batasan tersebut antara lain jarak, waktu, biaya, keluarga, dan keamanan.

Jarak adalah salah satu batasan yang amat penting. Misalnya, seseorang merencanakan untuk backpacking ke suatu negara yang masyarakatnya kurang fasih berbahasa Inggris, tetapi sebagai catatan, ia belum pernah melakukan traveling ke luar negeri sebelumnya.

Hal tersebut tentu akan menimbulkan hambatan yang jauh lebih besar ketimbang ia pergi ke negara berbahasa Inggris yang komunikasinya lebih mudah.

Maka dari itu, sebaiknya batasan tentang jarak juga dikaitkan dengan pengalaman. Sejauh mana seseorang pernah berpetualang.

15-Tips-Mencari-Tempat-Wisata-Berikutnya-4-Finansialku

[Baca Juga: Paket Liburan Lebaran Saat ini]

 

Waktu juga mempunyai peranan penting yang sangat mempengaruhi perjalanan.

Jangan sampai karena salah perkiraan, waktu habis hanya untuk perjalanan pulang pergi saja.

Belum lagi capeknya. Rasa lelah dapat mengganggu perjalanan seseorang.

Jika dipaksa untuk berwisata saat kondisi badan lelah, bisa jadi malah menyebabkan sakit.

Keluarga juga penting untuk dijadikan pertimbangan, terutama bagi traveler yang membawa anak-anak.

Keamanan bisa jadi termasuk keamanan dari hewan liar, keamanan dari kriminalitas, keamanan dari penyakit dan wabah, serta keamanan lainnya.

Jadi, pilih objek wisata yang benar-benar aman dari berbagai masalah yang bisa merusak waktu berharga liburan.

 

Tips 5: Merancang Skala Prioritas

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat berbicara tentang kriteria prioritas.

Pertama, tempat apa yang lebih suka dikunjungi? Apakah pantai, perkotaan, gunung, danau, gurun pasir, pedesaan, atau hutan?

Bagaimana pula pendapat traveler tentang kebutuhan atas liburannya?

Apakah lebih ingin tantangan, pengalaman, relaksasi, wisata kuliner, budaya, sejarah, arsitektur, pemandangan, atau kehidupan alam liar?

Pertanyaan belum berakhir. Pikirkan pula tentang lingkungan yang diharapkan. Apakah traveler ingin mencari tempat yang sangat nyaman, bisa berbahasa Indonesia dengan baik, cuaca khusus, atau spesifikasi lainnya?

Berikan masing-masing angka 1 sampai 5 untuk membuat skala prioritas bagi tingkat kebutuhan.

Cara Membuat Skala Prioritas Dalam Mengatur Keuangan Keluarga Anda 01 - Finansialku

[Baca Juga: Wisata Murah: Berapa Dana Liburan ke Raja Ampat ala Backpacker? Lihat Perhitungannya!]

 

Setelah itu, beri centang untuk tempat-tempat yang sekiranya terpikirkan untuk dikunjungi.

Manakah tempat yang paling banyak ditemukan tanda centang? Maka tempat itulah yang cocok dengan kebutuhan para traveler.

Ingat, pemberian centang juga sangat relatif tergantung preferensi masing-masing orang.

Jadi, prioritas setiap kepala tentu akan berbeda dan semuanya perlu dihargai. Yang penting, setelah merencanakan jangan lupa mencatat pula detail pengalaman yang ingin dicapai.

 

Tips 6: Membuat Pilihan “Aman” Bukan Berarti Tidak Menantang

Seperti kata pepatah, “safe choices aren’t bad choices”. Yang artinya, pilihan yang aman bukan berarti buruk.

Pepatah ini cocok untuk setiap pilihan terutama traveling, di mana seseorang akan menghadapi “dunia” lain yang belum pernah dilihatnya.

Tentu harus dipikirkan langkah-langkah aman supaya tidak sampai ada masalah baik sekarang maupun nanti.

Lagipula, pilihan aman bukan berarti tidak menjadikan seseorang menjadi bahagia. Selama traveling yang dijalani menyenangkan, tentu tidak akan jadi masalah pergi ke mana.

10-Cara-Mudah-Hemat-Uang-Saat-Liburan-ke-Luar-Negeri-3-Finansialku

[Baca Juga: Merencanakan Dana Liburan ke Eropa dengan Aplikasi Finansialku]

 

Oleh karena itu, ada beberapa orang yang mempunyai prinsip “yang penting bukan ke mana, tetapi seperti apa”.

Agaknya prinsip itupun benar. Karena tidak semua orang melewatkan waktu liburan untuk menguji adrenalin.

Sebagian lebih ingin bersantai, melepas kepenatan dan kembali masuk kerja dalam keadaan fresh. Jika itu tujuannya, tentu tidak perlu jauh-jauh menjelajahi hutan rimba yang berbahaya dan membuat tubuh menjadi lelah.

Jadi, tidak perlu merasa kecil hanya karena melakukan traveling di tempat-tempat yang aman.

Bisa jadi, pilihan itulah yang paling cocok dengan kepribadian dan keadaan fisik seseorang. Karena traveling adalah suatu hobi, maka jangan jadikan kegiatan tersebut menjadi ajang untuk membuktikan diri atas pencapaian pada orang lain.

Beban seperti inilah yang nantinya akan membuat seseorang justru merasa frustasi dan bukannya bahagia dalam menjalani liburan.

 

Tips 7: Bandingkan dan Putuskan

Dalam satu waktu liburan, Anda bisa pergi ke dua atau tiga destinasi wisata sekaligus.

Tapi bagaimana jika lokasinya berjauhan? Sebaiknya pilih satu atau dua pulau yang dekat dan buat daftar tempat-tempat yang bisa dikunjungi.

Dengan membuat daftar tersebut, maka para traveler akan lebih mudah memilih, mana daerah yang objek wisatanya lebih banyak dan menarik.

Misalnya saja di satu pulau terdapat 10 objek wisata, tetapi di pulau lainnya ada 15 jenis. Maka pilihan tersebut bisa jadi lebih mudah jika dilakukan dengan cara membandingkan.

Tidak hanya membandingkan jumlah objek wisata, tetapi banyak hal lain yang juga harus dibandingkan. Misalnya saja lama perjalanan, jenis transportasi yang digunakan, model penginapan, dan sebagainya.

Paket-Wisata-02-Travel-Agent-Finansialku

[Baca Juga: 15 Tips untuk Liburan Murah dan On Budget]

 

Apabila umumnya perusahaan hanya memberi waktu cuti 12 hari, maka berapa lama waktu yang diperlukan untuk menuju Pulau A dibandingkan dengan Pulau B? Karena bandara tidak ada di semua pulau, begitu juga rute penerbangannya.

Jika menggunakan alat transportasi lain, bagaimana juga untung dan ruginya?

Apabila pada akhirnya Anda masih belum bisa memutuskan, maka pendapat orang lain bisa dijadikan referensi tambahan.

Mungkin saja yang bersangkutan sudah pernah menjalani wisata ke salah satu atau kedua tempat yang akan Anda pilih tersebut.

Dengan demikian, pertimbangan akan lebih matang meskipun Anda belum pernah ke sana dan hanya mendapat informasi dari sumber-sumber lain.

Intinya, setelah memilih seseorang harus bertanggung jawab terhadap pilihannya. Jangan menyesal karena hal ini sudah diputuskan atas pertimbangan yang matang.

 

Tips 8: Tetap Oke Bersama Teman Atau Sendiri

Sendirian itu tidak selalu buruk. Bahkan saat melakukan perjalanan, seseorang bisa saja menikmati liburannya sendiri dan pulang dengan bahagia.

Kebahagiaan tidak melulu dengan teman, yang penting adalah keamanan tetap terjaga.

Bagaimana cara menuju ke suatu tempat dan hidup di sana? Itulah yang perlu dipikirkan. Jadi, tidak perlu menunggu teman perjalanan yang bisa jadi malah tidak seirama dengan keinginan personal.

Ada beberapa alasan mengapa seseorang perlu me time saat berwisata. Pertama, susah menyocokan waktu dengan orang lain. Daripada menunggu yang tidak pasti dan akhirnya tidak berangkat, lebih baik berangkat sendiri dan menjadikan diri lebih pasti dari yang lain. Karena kekecewaan saat tidak mencoba sama sekali lebih besar daripada pernah mencoba tetapi gagal.

15-Tips-Mencari-Tempat-Wisata-Berikutnya-5-Finansialku

[Baca Juga: Save Your Trip! Liburan Terbaik di Pulau Wakatobi]

 

Alasan kedua adalah berwisata sendiri bisa meningkatkan kemandirian.

Sebenarnya, tidak hanya berwisata, tetapi segala hal yang dilakukan sendiri akan bisa membuat kemandirian lebih terasah.

Jadi, tidak perlu menunggu keputusan orang lain. Putuskan sendiri apa-apa yang berkaitan dengan liburan pribadi Anda supaya intervensi dari orang lain yang tidak selalu positif dapat dihentikan.

Setiap orang memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan hal baru, waktu traveling sendiri itulah yang bisa dimanfaatkan.

 

Tips 9: Analisis Proyek

Menganalisis proyek bisa diartikan membuat peta kehidupan dalam 1 bulan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun, dan seterusnya.

Dalam dunia traveling, pemetaan ini sangat penting karena berkaitan dengan berapa tabungan yang dibutuhkan untuk proyek selanjutnya.

Setelah seseorang mempunyai analisis terhadap proyek wisatanya, maka pengeluaran, tabungan dan pemasukan akan bisa ditata secara lebih terstruktur karena ada tujuan. Tanpa tujuan yang jelas, maka hal ini akan sulit diwujudkan.

Misalnya saja seseorang ingin pergi ke luar negeri, tetapi belum menentukan waktu yang tepat untuk melakukan hal itu.

Dengan memiliki rincian analisis proyek, maka akan lebih mudah mengeksekusinya. Contohnya jika seseorang yang masih single memiliki pendapatan Rp5 juta. Untuk biaya hidup dan lain-lain diperlukan Rp4 juta.

Maka, akan ada tabungan Rp 1 juta. Dari budget ini bisa diperoleh hasil: Berapa lama tabungan yang diperlukan untuk pergi ke Bali selama 12 hari.

PPh Pasal 17 (Pajak Penghasilan Pasal 17) Tarif, Cara Hitung dan Pelaporannya 01 - Finansialku

[Baca Juga: Agar Hemat, Yuk Rencanakan Liburan dan Wisata Murah ke Jepang]

 

Jika ingin mempercepat kegiatan wisata, traveler bisa menekan biaya sehari-harinya atau mencari pekerjaan tambahan sebagai sumber penghasilan lain.

Jadi, dengan menabung lebih banyak maka waktu bisa dipangkas hingga setengah atau seperempatnya.

Hal ini tergantung pada analisis proyek yang dibentuk dalam kurva sederhana.

Seperti pada catatan pembukuan bulanan yang dibuat sederhana, analisis proyek traveling juga tidak perlu dibuat rumit.

Yang penting segala kebutuhan atas apa yang direncanakan sudah ada, terutama soal budget dan tentang ke mana tempat yang ingin dikunjungi.

 

Tips 10: Eksekusi Tanpa Beban

Mengeksekusi perjalanan bisa diartikan sebagai proses keberangkatan traveler menuju tempat wisata impian.

Lakukan hal ini tanpa beban. Bebaskan pikiran sehingga saat berwisata menjadi momen yang menyenangkan.

Karena, saat seseorang memikirkan pekerjaan atau hal lain selama traveling maka hal ini akan sangat mengganggu kebahagiaan. Tidak hanya itu, bisa jadi kegiatan traveling yang sudah dirancang malah berakhir kurang menyenangkan.

Berangkat tanpa beban bisa dilakukan apabila tidak ada hal yang tertinggal di belakang. Perencanaan memang seharusnya dimatangkan di awal. Jadi, tidak akan sampai muncul kata menyesal atas keputusan yang sudah dieksekusi.

 

Tips 11: Que Sera Sera

Seperti kutipan lagu Que Sera Sera, yang terjadi biarlah terjadi. Hal ini jugalah yang harus diyakini saat melakukan traveling. Terutama jika traveling dilakukan sendirian.

Meskipun sudah direncanakan secara matang dan dieksekusi secara meyakinkan, tetapi kadang ada saja hal yang membuat traveler bertanya-tanya: akan jadi apa perjalanannya nanti?

Tentu hal ini sangat wajar. Tetapi jangan sampai kekhawatiran membunuh kebahagiaan yang belum datang.

Jangan Takut Dulu! Ini Penyelesaian dan Solusi Jika Tidak Bisa Bayar Hutang 02 - Finansialku

[Baca Juga: Mempersiapkan Dana Liburan ke Hong Kong dengan Aplikasi Finansialku]

 

Justru saat berlibur, pikiran harus tenang dan lakukan saja apa yang sudah direncanakan.

Jika perlu, berimprovisasilah sesuai dengan kenyataan yang dihadapi. Tidak semua rencana akan berjalan lancar. Tetapi minimal saat rencana sudah dikantongi maka perjalanan akan lebih terarah. Lakukan kegiatan positif sehingga tidak muncul beban di kemudian hari.

 

Tips 12: Berpikir Praktis Dalam Tindakan Cepat

Jika ada suatu hal yang tidak sesuai rencana, maka berpikir praktis dalam tindakan cepat adalah respon paling baik yang dapat dilakukan seseorang.

Terutama saat dalam perjalanan yang membutuhkan respon cepat. Seseorang perlu berpikir kritis dengan keadaan otak tetap dingin. Jangan emosional dan lakukan segala hal dengan penuh pertimbangan.

Agar lebih yakin dalam melangkah, buat rencana tambahan yang sifatnya insidental. Dalam artian rencana tersebut hanya digunakan apabila terjadi sesuatu di luar rencana awal.

Misalnya saja, jika ada teman yang sudah setuju memberikan tumpangan menginap lalu tiba-tiba tidak bisa melakukannya. Tentu hal ini akan membuat panik. Tetapi coba pikirkan sesuatu yang unik, misalnya mencari warung internet (warnet) yang buka 24 jam.

Hal ini akan membantu menyelesaikan masalah secara cerdas tetapi masuk akal.

 

Tips 13: Lakukan yang Dihadapi, Pertanggungjawabkan yang Diputuskan

Dalam perjalanan, jangan sampai terlihat seperti orang yang kebingungan. Hal ini bisa menjadi kode keras bagi pelaku tindak kriminalitas atau penipu yang mencari sasaran.

Oleh karena itu, memasang tampang yakin dan tegas sangat penting saat melakukan perjalanan. Selain itu, selalu pertanggungjawabkan apapun yang diputuskan dari jauh-jauh hari.

15-Tips-Mencari-Tempat-Wisata-Berikutnya-6-Finansialku

[Baca Juga: Asyiknya, Liburan ke Pulau Derawan nan Menawan]

 

Jika ada sesuatu yang salah, segera atasi dan jangan bingung. Kebingungan hanya akan memperburuk keadaan.

Bisa jadi di lokasi wisata tidak ada sinyal yang memungkinkan untuk bertanya pada orang kepercayaan.

Jika sudah demikian, maka keputusan pribadi berdasarkan logika yang dibantu oleh pengalaman dan sedikit ruang bagi emosi benar-benar akan menjadi “wajah” yang menghadapi masalah di sana.

 

Tips 14: Evaluasi dan Refleksi

Setelah melakukan perjalanan yang mengesankan, bagaimana evaluasi dan refleksi terhadap diri sendiri?

Sebaiknya buat checklist yang akan menunjukkan sejauh mana diri sendiri mampu me-manage liburan yang dilakukan.

Checklist tersebut tidak perlu berasal dari diri sendiri, Anda juga bisa meminta pertimbangan dari banyak pihak terkait hal-hal apa yang perlu dikembangkan.

Untuk itu, seseorang harus membuka pikirannya lebih luas untuk bisa dievaluasi. Jangan hanya karena ego dan rasa gengsi liburan berikutnya berakhir dengan tragisnya kondisi kantong dan penyesalan.

Apalagi jika traveler berkeinginan untuk berjalan-jalan ke luar negeri, pasti pertimbangannya jadi berbeda. Di sana akan lebih banyak tantangan dan saran dari orang lain bisa jadi sangat penting.

 

Tips 15: Selalu Ada Kesempatan Berikutnya

Jangan menyerah walaupun liburan berakhir baik atau buruk. Karena sejatinya selalu ada kebaikan dalam situasi yang terburuk sekalipun.

Di sisi lain, selalu ada pula celah kekurangan dalam liburan sesempurna apapun. Oleh karena itu, setelah menjalani liburan seseorang sebaiknya menjadi lebih dewasa dengan berpikir secara bijaksana.

Tidak ada yang sempurna di bumi ini meskipun sudah direncanakan selama beberapa tahun.

Bersyukurlah karena sudah pernah mencoba apa yang bisa jadi selamanya hanya hidup dalam impian orang lain.

Tidak semua orang mempunyai tenaga, waktu dan biaya yang cukup untuk melakukan traveling. Selain itu, pilihan yang sudah dirancang benar-benar dibuat sendiri. Jadi, hal ini tentunya menjadikan pencapaian tersendiri yang tidak bisa dilupakan.

 

Menjadi Diri Sendiri Itu Penting

Tidak seperti hobi lainnya, traveling merupakan salah satu hobi yang membutuhkan ketegasan dari pemiliknya.

Referensi dari orang lain memang amat diperlukan. Tetapi saat tiba pada momen memutuskan, maka menjadi diri sendiri itu penting. Traveling bukan hobi yang ringan, karena itu butuh kedewasaan dalam mengeksekusinya.

 

Tips mana yang paling sesuai dengan kepribadian Anda? Kapan Anda akan mulai bermimpi dan membuat rencana lagi? Jawalah pertanyaan-pertanyaan di atas sembari merefleksikan kembali apa yang benar–benar Anda inginkan sebagai traveler, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Caire Robinson. 10 Steps To Choose Your Ideal Next Travel Destination. Zigzagonearth.com – https://goo.gl/Y1vmC8
  • The Travel Hack. 12 Januari 2015. How To Choose Your Travel Destination. Thetravelhack.com – https://goo.gl/rL6QiW

 

Sumber Gambar:

  • Tempat Wisata – https://goo.gl/fbL31b
  • Tempat Wisata 2 – https://goo.gl/VAHRux
  • Tempat Wisata 3 – https://goo.gl/CLYa2E
  • Tempat Wisata 4 – https://goo.gl/fDkQf1
  • Tempat Wisata 5 – https://goo.gl/h1wnpZ
  • Tempat Wisata 6 – https://goo.gl/sKkEkN

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang