Sudahkah Anda menggunakan jasa transportasi online? Sudah tahu nama terbaru di dunia transportasi online?

Industri transportasi online semakin menarik perhatian para pebisnis. Siapa saja ya yang sudah terjun di dalamnya?

Simak ulasan selengkapnya melalui artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Bistar: Nama Baru Pertama di Dunia Transportasi Online

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kini, perkembangan teknologi semakin memudahkan masyarakat dalam melakukan aktivitasnya, salah satunya dalam hal transportasi.

Transportasi sudah berkembang di dunia online. Maraknya transportasi online, membuat Anda tidak perlu lama lagi menunggu di halte atau tempat pemberhentian transportasi umum lainnya.

Anda hanya tinggal duduk manis di rumah, sembari menunggu driver datang menjemputmu.

Seperti yang kita ketahui bahwa saat ini industri transportasi online sudah didominasi oleh GoJek dan Grab.

Kini, nama baru sudah banyak bermunculan, khususnya di daerah-daerah, yang mengklaim bahwa tetap banyak pelanggan yang berminat dengan jasa baru yang mereka tawarkan.

Nama baru dalam dunia transportasi online yang pertama adalah Bistar dari PT Bisa Antar Indonesia.

Hasyim Muhammad Abdul Haq, Chief Executive Officer dan juga Founder Bistar, mengklaim bahwa aplikasi asal Surabaya ini, kini sudah memiliki sekitar 5000 driver motor dan mobil yang tergabung di dalamnya.

Setelah beroperasi hampir dua tahun, Bistar akhirnya sudah bisa digunakan di Android maupun IOS.

Transportasi Online 02 - Finansialku

[Baca Juga: Bingung Di Mana Tinggal? Cek Dulu Tips Mengajukan Kredit Pemilikan Apartemen]

 

Hasyim mengungkapkan bahwa persyaratan untuk bergabung menjadi keluarga Bistar cukup mudah. Siapapun yang memiliki kendaraan pribadi bisa mendaftarkan diri menjadi driver.

Pada prinsipnya, Bistar bisa beroperasi di mana saja. Asalkan pengemudi dan juga pelanggan bersepakat untuk menggunakan jasa transportasi online dan mampu menggunakannya dengan baik.

Terdapat perbedaan antara Bistar dengan aplikasi transportasi lainnya. Seperti yang kita ketahui bahwa selama ini, aplikasi transportasi online cenderung menentukan tarif sehingga biaya transportasi masih tergantung kebijakan perusahaan.

Bahkan, driver dan merek kendaraannya pun sudah otomatis dicarikan oleh sistem aplikasinya.

Namun dalam aplikasi Bistar, penumpang bisa menentukan pengemudi dan jenis kendaraan yang mereka inginkan. Bistar akan menawarkan 3-5 pilihan driver, dengan harga dan merek kendaraan yang berbeda

Dari tiap transaksi, bistar mengutip Rp1.000 untuk pengemudi motor dan Rp3.000 untuk pengemudi mobil.

Selain itu, Bistar ini menggabungkan antara sistem marketplace yang dimiliki Tokopedia dengan sistem sharing ekonomi yang diusung AirBnB dan membawanya ke dunia transportasi.

Itulah mengapa Bistar yakin bahwa dirinya telah membuka era baru di dunia transportasi online

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Dilansir dari Koran Kontan, saat ini, sekitar 2000 driver ada di Surabaya, 1000 driver di Makassar, dan sisanya tersebar di berbagai kota seperti Medan, bahkan di Jayapura Papua.

Meski masih tergolong baru, namun Hasyim mengklaim pertumbuhan bisnis yang ia rasakan cukup tinggi.

“Selama setahun ini progresnya naik terus. Target kami sepanjang tahun ini bisa mencapai 20.000 pengguna. Saat ini pengguna masih di bawah 5000 pengguna.”

 

Bistar juga memberikan kemudahan para calon driver untuk mendaftar.

Bistar akan membolehkan siapa pun yang ingin menjadi driver dan tidak perlu menggunakan atribut lengkap seperti jaket dan helm yang biasa lumrah dilakukan perusahaan aplikasi online lainnya.

Untuk metode transaksi, Bistar masih menggunakan metode uang tunai. Namun Hasyim mengungkapkan bahwa ia telah menyiapkan metode pembayaran non tunai yang tentunya akan semakin memudahkan penggunanya.

Bistar pun kini terus mempromosikan start up ini ke para investor. Hanya saja, ia belum membuka siapa saja investor yang sudah berminat masuk.

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Bonceng: Nama Baru Kedua di Dunia Transportasi Online

Selain Bistar, nama baru lainnya ialah Bonceng. Bonceng sudah terjun di dunia transportasi online sejak empat bulan yang lalu.

Perusahaan transportasi online satu ini milik PT Swa Nusa Muktumedia yang sudah diperkenalkan pada 10 November 2018 lalu, bertepatan dengan Hari Pahlawan Indonesia.

Bonceng Start Up mengklaim bahwa mereka sudah memiliki 20.000 pengemudi motor dan mobil, serta lebih dari 68.000 pengguna yang tersebar di Indonesia.

Untuk memikat para penggunanya, Bonceng menyatakan aplikasinya berbeda dari layanannya transportasi online yang sudah ada.

Salah satu perbedaannya adalah membebaskan segala potongan atau pun beban biaya transaksi kepada driver, sehingga setiap transaksi yang diperoleh sepenuhnya akan langsung masuk kantong driver.

Selain itu, pelanggan dapat memesan layanan penjemputan sesuai dengan waktu yang diinginkan hingga tujuh hari ke depan. Pelanggan juga bisa memesan lebih awal sesuai jam yang diinginkan.

Bonceng menawarkan tiga layanan yaitu Bonceng Motor, Bonceng Mobil, Bingkis (layanan antar paket), serta layanan pesan antara makanan dan minuman.

Dilansir dari Koran Kontan, Faiz Naufal, Chief Executive Officer dan Founder Bonceng, mengatakan bahwa saat ini ia sedang mempersiapkan beberapa fitur serta sistem pendukung terbaru untuk memudahkan pelanggannya.

Bonceng juga kini tengah merekrut tim marketing untuk menggenjot pemasaran mereka.

“Fokus kami ke pembinaan basecamp merah putih. Saat ini ada 77 basecamp di Jakarta.”

 

Transportasi Online 03 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah dari Bisnis Bisa Mencapai Financial Freedom?]

 

Mengenai tarif, Bonceng menerapkan tarif berdasarkan pengelompokkan kluster radius jarak perjalanan. Tarif yang dikenakan mulai dari Rp5.000, Rp10.000, Rp15.000, Rp20.000, dan seterusnya.

“Terdapat panic button, berlogokan lonceng yang hadir saat melakukan perjalanan. Tombol tersebut menghubungkan mereka ke kantor polisi, layanan ambulans hingga kontak kerabat terdekat. Sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, mereka hanya tinggal memanfaatkan tombol tersebut.”

 

Bonceng juga tengah merampungkan kerja sama dengan e-cash dari Bank Mandiri agar penggunanya bisa menggunakan e-dompet Bonceng yang akan hadir nantinya.

Saat ini bonceng masih melayani di daerah sekitar Jakarta dan ke depannya berharap akan ekspansi ke kota besar lainnya.

 

Bagaimana pendapat Anda mengenai nama-nama baru di dunia transportasi online? Apakah Anda pernah mencobanya? Sila tinggalkan komentar dan pengalaman melalui kolom di bawah ini.

Bagikan juga artikel berita ini ke rekan atau saudara Anda. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Venny Suryanto. Tiada Ojek, Aplikasi Boncengan pun Jadi. Koran Kontan.
  • Virgina Maulita Putri. 12 November 2018. Menjajal Bonceng, Aplikasi Ojek Online Terbaru. Inet.detik.com – https://goo.gl/PKEK89
  • Admin. 12 November 2018. Bonceng, Ojek Online Baru Saingan Go-Jek dan Grab. Viva.co.id – https://goo.gl/YD2pFH
  • Venny Suryanto. 10 Januari 2019. Bistar Menargetkan Jumlah Drivernya Naik 300% Tahun 2019. Industri.kontan.co.id – https://goo.gl/Ya7udB

 

Sumber Gambar:

  • Transportasi Online 1 – https://goo.gl/ja42PU
  • Transportasi Online 2 – https://goo.gl/yhXxZt
  • Transportasi Online 3 – https://goo.gl/FhrB3L