Apakah Anda ingin masa depan keluarga Anda cerah, secerah mentari di pagi hari? Kenali dulu yuk 4 tips manajemen keuangan keluarga!

Jika berbicara mengenai pengelolaan keuangan, maka hal itu berkaitan erat dengan perencanaan keuangan. Perencanaan keuangan penting untuk menjaga stabilitas keuangan rumah tangga Anda dan juga membantu Anda mencegah krisis keuangan.

Perencanaan keuangan merupakan proses merencanakan keuangan untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan jangka pendek maupun jangka panjang.

Pencapaian tujuan tersebut ada dalam bentuk menabung, melakukan investasi, melakukan budgeting, atau mengatur komposisi harta yang dimiliki saat ini.  

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Tips Manajemen Keuangan Keluarga

Kita bisa menghindari krisis finansial jika kita bisa mengatur dan mempersiapkan keuangan kita. Cara terbaik untuk bisa mencapai keuangan yang stabil adalah dengan membuat anggaran dan mengembangkan rencana pengeluaran untuk menghilangkan utang.

Stabilitas keuangan tercapai ketika Anda mampu memenuhi kewajiban keuangan sehari-hari, yang termasuk membuat rencana tabungan, mengurangi tingkat utang yang terkendali, dan membangun dana darurat sampai dengan 3 hingga 6 bulan hidup (Kenyon & Borden, 1914).

Kunci keberhasilan perencanaan keuangan adalah pencatatan yang baik dan implementasi yang konsisten dari rencana Anda.

Ada 4 tips manajemen keuangan keluarga yang bisa Anda lakukan demi masa depan keluarga yang lebih baiknya!

 

#1 Membuat Anggaran

Langkah pertama untuk membuat catatan anggaran keuangan adalah dengan melakukan financial check-up. Yang perlu kita lakukan adalah dengan mencatat semua pemasukan, pengeluaran, tabungan dan utang.

Anda bisa mengumpulkan semua data berikut ini seperti:

  • Laporan bank & Laporan Pengeluaran Uang
  • Tagihan bulanan (misalnya kartu kredit, listrik, telepon)
  • Informasi tentang bulanan dan penghasilan tambahan

 

Yang terbaik adalah memiliki laporan bank dan kas selama 6 bulan sebelumnya, tagihan dan informasi pendapatan yang lebih banyak akan membuat anggaran Anda menjadi lebih akurat.

4 Tips Manajemen Keuangan Keluarga Bagi Masa Depan Keluarga 02 - Finansialku

[Baca Juga: Pentingnya Membuat Anggaran Keuangan Untuk Mahasiswa dan Fresh Graduates]

 

Untuk membuat anggaran langkah-langkahnya adalah:

  1. Mencari tahu berapa pendapatan per bulan yang dapatkan. Jangan ditambahkan dengan pendapatan tak terduga. Termasuk juga penghasilan rata-rata dari penghasilan tambahan stabil (misalnya tunjangan anak, penjualan online, dan lain sebagainya).
  2. Cari tahu pengeluaran bulanan rata-rata. Gabungkan semua pengeluaran bulanan, termasuk kebutuhan dasar (makanan, pakaian, tempat tinggal, dan transportasi) dan pengeluaran lainnya (hiburan, sumbangan, dan investasi). Perhatikan jumlah pengeluaran Anda untuk pengeluaran tetap (seperti cicilan) dan pengeluaran tidak tetap Anda (misalnya makan di luar).
    1. Sewa
    2. Cicilan mobil
    3. Asuransi (mobil, rumah, kesehatan, jiwa)
    4. Perawatan rumah dan mobil
    5. Pembayaran kartu kredit
    6. Pajak bangunan
    7. Kebutuhan dasar (air, listrik, gas, pulsa, telepon, internet)
    8. Day care/pengeluaran anak
    9. Pengeluaran dokter
    10. Entertainment (nonton, makan di restoran)
    11. Liburan/ulang tahun
    12. Kebutuhan makan (belanja rumah tangga, snack)

  1. Anda harus melihat pendapatan Anda dikurangi dengan pengeluaran bulanan Anda. Ini akan memberi tahu Anda berapa banyak uang yang harus Anda miliki di akhir bulan untuk ditabung. Jika sudah punya saldo bulanan negatif (Anda membelanjakan lebih banyak dari yang Anda dapatkan), Anda perlu mengurangi pengeluaran.
  2. Periksa pengeluaran dan kurangi Perhatikan hal-hal yang tidak terlalu diperlukan seperti hiburan yang mahal, makan di luar, hadiah mahal, biaya liburan, dan pengeluaran lainnya.

 

#2 Tetapkan Tujuan Pengurang Utang

Mengurangi utang adalah langkah penting untuk memiliki keuangan yang stabil. Baik itu utang kartu kredit atau pinjaman-pinjaman lainnya, suku bunga membuatnya semakin sulit untuk melunasi utang awal Anda, semakin lama Anda menunggu.

Orang-orang dapat dengan cepat kewalahan atas utang kartu kredit, karena tingkat bunga yang tinggi. Aturan yang benar dalam utang adalah utang Anda tidak boleh melebihi 20% dari gaji bersih Anda.

Konflik Masalah Keuangan Keluarga 01 - Finansialku

[Baca Juga: Milenial Terlilit Utang? Hindari Perilaku Konsumtif dan Bijak Menggunakan Media Sosial]

 

Dengan mengakumulasi utang tanpa mengelola kebiasaan belanja Anda, maka keluarga Anda bisa memasuki krisis keuangan. Anda dapat mengelola dan mengurangi utang Anda dengan menetapkan tujuan yang cerdas dan spesifik yang dapat diperoleh.

Langkah-langkah yang bisa diambil oleh Anda, yaitu:

  1. Mengurangi total utang kartu kredit sebesar 20%. Contohnya: Keluarga Budi memiliki utang kartu kredit sebesar Rp42.750.000. Mereka sedang mempertimbangkan untuk mengurangi beban utang itu sebesar 20% atau Rp8.550.000 dalam satu tahun. Pak Budi akan membutuhkan tambahan pendapatan sebesar Rp165.000 setiap minggunya untuk pembayaran utang (Rp8.550.000 : 52 minggu).

  1. Mengurangi utang kartu kredit dalam 3 Contoh untuk melunasi utang kartu kredit Rp42.750.000 dalam tiga tahun ke depan, keluarga Budi dapat membagi jumlah uang yang terutang dalam jumlah bulan hingga batas waktu tiga tahun akan sama dengan 36 pembayaran hingga batas waktu. Mereka perlu membayar Rp1.187.500 dari pokok setiap bulan di selain bunga pada saldo yang belum dibayar agar bisa menghilangkan utang ini dengan tenggat waktu mereka (Rp42.750.000 : 36 bulan = Rp1.187.500 + bunga per bulan).

 

#3 Menetapkan Tujuan Penghematan

Menabung adalah langkah positif lainnya dalam mencapai keamanan keuangan. Bahkan jika Anda memiliki jumlah utang yang besar untuk dilunasi, Anda mungkin ingin mulai memisahkan Rp100.000 seminggu, hanya untuk membiasakan menabung.

Anda juga dapat menabung sebagian dari gaji Anda dan disetor langsung ke dalam rekening tabungan Anda.

Dengan begitu, Anda tidak pernah melewatkan uang atau Anda memiliki akses ke sana. Apakah menabung untuk pembelian tertentu (seperti liburan), atau menyiapkan akun tabungan, penting untuk tidak melakukannya.

Ini menjadi kebiasaan buruk dan mengalahkan tujuan memiliki tujuan penghematan. Ingat untuk menetapkan tujuan spesifik itu dapat dicapai.

Untuk mencapai keamanan finansial, fokus pertama pada tujuan jangka pendek, seperti menyiapkan keadaan darurat mendanai, atau menyimpan persentase pendapatan per tahun.

Investasi Keuangan Keluarga 02 - Finansialku

[Baca Juga: 7 Cara Ampuh Hemat Pengeluaran Keluarga, Yuk Lakukan!]

 

Langkah-langkahnya adalah:

  1. Menetapkan dana darurat minimal 3-6 kali gaji per bulan untuk menutup biaya hidup 3-6 bulan. Dana darurat ini digunakan saat Anda benar-benar membutuhkan dan saat tidak ada dana lain yang bisa menutupinya seperti sakit, penggantian dan perbaikan untuk mobil, peralatan rumah tangga, dan kebutuhan darurat lainnya.

Keluarga Andi akan mengalokasikan Rp36.000.000 untuk dana darurat dalam waktu 12 bulan. Maka mereka butuh mengalokasikan Rp3 jutaan per bulan atau sekitar Rp750.000 per minggu untuk mencapai tujuan penghematan ini.  

  1. Simpan pendapatan Anda per tahun secara persentase. Kebanyakan perencana keuangan merekomendasikan untuk menabung setidaknya 10% dari pendapatan tahunan untuk tujuan jangka panjang di masa depan.

Contoh: Keluarga Yanti memutuskan untuk menghemat 10% dari pendapatan tahunan rumah yaitu Rp36.000.000 per tahun. Ini berjumlah Rp3.000.000 per bulan (Rp36.000.000 : 12 bulan = Rp3.000.000).

 

#4 Mengembangkan Rencana Pengeluaran

Dalam mengembangkan rencana pengeluaran langkah yang diperlukan adalah:

  1. Ikuti prosedur yang dijelaskan di atas untuk membuat anggaran. Lacak pengeluaran Anda selama tiga bulan dan pantau kenaikan ATM Anda dengan hati-hati dan pengeluaran tak terduga. Periksa anggarannya saldo bulanan, tanyakan pada diri Anda biaya apa yang bisa Anda hilangkan. Ingatlah untuk memprioritaskan kebutuhan sebelum keinginan.
  2. Periksa tujuan pengurangan biaya Anda, tujuan pengurangan utang, dan tujuan penghematan. Anda harus secara objektif dan jujur mencocokkan pengeluaran keluarga Anda dengan pendapatan Anda saat ini. Gabungkan informasi tentang pendapatan Anda dan pengeluaran keluarga dari anggaran sebelumnya dan melakukan penyesuaian dengan tujuan biaya, pengurangan utang, dan tujuan tabungan. Ini menjadi rencana baru Anda untuk belanja dan menabung.
  3. Kembangkan rencana pengeluaran baru dari anggaran dan berpegang teguh pada itu. Cara terbaik untuk mengikuti pengeluaran Anda adalah melacak segala sesuatu pengeluaran keluarga Anda dalam buku catatan. Jika Anda menetapkan pengeluaran realistis dan menyimpan tujuan, Anda seharusnya tidak mengalami kesulitan dalam mengikuti rencana, tetapi jika Anda menemukan anggaran terbatas, jangan takut untuk melakukan penyesuaian kecil. Ini lebih baik daripada menjatuhkan rencana pengeluaran Anda sama sekali.

 

Finansialku Hadir Untuk Anda

Kini, Finansialku hadir untuk Anda dan seluruh masyarakat Indonesia.

Jika Anda memiliki masalah/kendala dan membutuhkan konsultasi seputar keuangan dengan perencana keuangan profesional, maka Anda bisa menggunakan fitur/menu Tanya Jawab pada Aplikasi Finansialku.

 

Bagi Anda yang belum memiliki Aplikasi Finansialku, Anda bisa download aplikasi ini secara gratis. Namun, jika Anda ingin memiliki akses dan penggunaan premium, maka Anda perlu membayar Rp350.000 per tahun.

Tapi tenang, mau lebih menguntungkan bukan? Pakai saja kode voucher POTONG50RIBU untuk mendapatkan potongan Rp50.000. Jadi, Anda hanya perlu membayar Rp300.000 selama setahun. Ini sebanding dengan pembayaran Rp850 per hari. Murah yaaa…

Tunggu apalagi? Pasti akan banyak manfaat dan solusi yang bisa Anda peroleh. Jika tidak percaya, coba dulu deh download Aplikasi Finansialku di link berikut ini.

 

Artikel ini sangat bermanfaat bukan? Pasti Anda mendapatkan banyak pandangan dan wawasan baru dari artikel ini.

Tidak ada salahnya, Anda membagikan artikel ini kepada rekan dan saudara Anda. Ketika Anda berbagi artikel ini, maka Anda sudah berkontribusi dalam menyelamatkan keuangan keluarga mereka.

 

Sumber Referensi:

  • Kenyon, D. B., & Borden, L. M. B. (1914). Family Financial Management — Planning for the Future.

 

Sumber Gambar:

  • Manajemen Keuangan Keluarga 01 – https://bit.ly/2GAo2h6
  • Manajemen Keuangan Keluarga 02 – https://bit.ly/2ymOCpD