Anak masuk SD (Sekolah Dasar), apa saja ya yang harus dipersiapkan?

Menyiapkan pendidikan anak memang penting untuk mempersiapkan masa depannya, tapi seperti apa sih persiapannya?

Nah, jika Anda juga ingin tahu 7 persiapan awal saat anak mulai masuk SD, yuk simak ulasannya dalam artikel Finansialku berikut ini!

Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Dana Pendidikan Paling Utama

Nah, sebelum mempersiapkan anak untuk masuk SD (Sekolah Dasar), pertama-tama saya ingin mengajak Anda berdiskusi.

Menurut Anda apa sih yang paling utama dalam mempersiapkan pendidikan anak?

Menurut saya pribadi, yang paling utama yakni dana pendidikan. Mengapa? Tentunya karena pendidikan membutuhkan biaya.

Tanpa biaya maka anak tidak akan bisa memperoleh pendidikan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Meskipun mungkin kebutuhan dana pendidikan masih lama, Anda sebaiknya mulai mempelajarinya sedikit demi sedikit untuk mempersiapkan dana pendidikan tanpa perlu berutang.

Secara garis besar, pertanyaan dan jawaban seputar dana pendidikan adalah seperti poin berikut ini:

 

#1 Berapa Kenaikan Biaya Pendidikan dan Apa Faktor yang Mempengaruhinya?

Sudah sewajarnya terjadi kenaikan biaya pendidikan pada setiap periode tertentu.

Di Indonesia, kenaikan biaya tersebut biasa terjadi setiap tahun.Tingkat kenaikan biaya masuk sekolah dan iurannya bervariasi antara 6 hingga 20 persen per tahun.

Sedangkan faktor yang mempengaruhi kenaikan biaya pendidikan ini bermacam-macam, antara lain:

 

  • Inflasi

Sudah menjadi rahasia umum bahwa inflasi menjadi pemacu kenaikan berbagai biaya, termasuk biaya pendidikan.

Dibutuhkan kenaikan gaji guru seiring meningkatnya inflasi, sehingga berdampak pada kenaikan biaya pendidikan.

 

  • Keinginan Masyarakat untuk Memberikan Pendidikan yang Berkualitas

Tidak ada orang tua yang menginginkan hal buruk bagi anak-anak mereka, tidak peduli berapa pun harga yang harus dibayar mereka akan mengupayakan pendidikan terbaik bagi buah hatinya.

 

  • Perubahan Standar Pendidikan

Seiring waktu, lembaga pendidikan tentunya berupaya untuk terus meningkatkan kualitas pendidikannya karena permintaan masyarakat.

Untuk meningkatkan standar kualitas pendidikan, tentu perlu biaya tambahan yang tidak sedikit.

Maka dari itu, sekolah membebankannya pada para orangtua melalui uang pangkal dan iuran sekolah.

 

Anak Masuk SD 02 - Finansialku

[Baca Juga: Orangtua: Ini Prospek Teknik Informatika, Kisaran Gaji dan Berapa Biaya Kuliah Teknik Informatika]

 

#2 Seperti Apa Instrumen Keuangan yang Sebaiknya Dipilih untuk Dana Pendidikan?

Banyak sekali instrumen keuangan yang bisa Anda gunakan, dan biasanya dipilih sesuai dengan potensi risiko dan imbal hasilnya.

Namun Anda harus mengingat bahwa dana yang harus disiapkan tidak sedikit dan Anda tidak ingin nilainya justru berkurang seiring waktu bukan?

Oleh karena itu, umumnya disarankan untuk memilih instrumen keuangan dengan karakteristik sebagai berikut:

  • Likuid (dapat dicairkan sewaktu-waktu dibutuhkan).
  • Tingkat risikonya rendah (sehingga Anda bisa dengan tenang menabung setiap bulan tanpa harus takut nilainya berkurang).

 

Iklan Banner Perencanaan Dana Pendidikan Anak - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

#3 Berapa Persentase Penghasilan Rata-rata yang Sebaiknya Dialokasikan untuk Dana Pendidikan?

Persentase penghasilan rata-rata yang sebaiknya dialokasikan untuk dana pendidikan anak terhitung dari usia 0 tahun hingga perguruan tinggi sebenarnya bergantung pada berapa besar dana yang kita butuhkan untuk pendidikan buah hati.

DAN hal ini dapat berubah-ubah dikarenakan beberapa faktor yang telah dibahas sebelumnya.

Jika dihitung berdasarkan contoh (dengan asumsi kenaikan biaya pendidikan per tahunnya adalah 15%), umumnya dana rata-rata yang ideal untuk dialokasikan adalah sekitar 10 hingga 20 persen dari pendapatan.

Tetapi perlu diingat apakah alokasi dana setiap bulannya dapat mencapai tujuan biaya pendidikan di lembaga pendidikan yang diinginkan?

Jika tidak, maka Anda dapat melakukan hal-hal berikut:

  • Meningkatkan jumlah dana yang dialokasikan setiap periodenya.
  • Memilih alternatif lembaga pendidikan lain.

 

Pengusaha Sukses Lulusan SD 01 - Finansialku

[Baca Juga: Hitung Biaya Pendidikan untuk Kuliah Kelas Karyawan dengan Aplikasi Keuangan Finansialku]

 

#4 Apakah Perbedaan Utama Tabungan Pendidikan dengan Asuransi Pendidikan?

Banyak orang tua yang kebingungan saat mendengar istilah asuransi pendidikan. Mayoritas hanya memikirkan dana pendidikan tanpa memikirkan antisipasi risiko.

Sebenarnya, tabungan pendidikan dan asuransi pendidikan sama-sama bertujuan untuk mempersiapkan dana pendidikan bagi buah hati Anda.

Namun meski keduanya menguntungkan, optimal atau tidaknya tergantung dari  profil pengguna.

Pada tabungan pendidikan, tetap ada asuransi, tetapi yang dijamin hanya untuk target dana yang akan diperoleh.

Jadi, jika nasabah meninggal, ahli waris akan mendapatkan dana yang menjadi tujuan si nasabah.

Sedangkan pada asuransi pendidikan, jika tertanggung meninggal, maka si ahli waris akan mendapatkan dana sebesar uang pertanggungannya serta hasil investasinya.

Selain itu, perbedaan keduanya tampak pada lama tidaknya perencanaan Anda. Tabungan pendidikan cocok dipakai untuk mempersiapkan dana pendidikan dalam jangka waktu pendek (antara 2-5 tahun), karena hasil yang diberikan hanya sekitar 3-7 persen (gross).

Sedangkan asuransi pendidikan memberikan hasil yang lebih besar jika digunakan dalam jangka waktu panjang, karena ditempatkan pada reksadana.

Asuransi pendidikan juga biasanya lebih mahal karena dikenakan biaya asuransi, sedangkan pada tabungan pendidikan biaya asuransinya ditanggung oleh bank.

 

#5 Apakah Biaya Pendidikan Semua Sama?

Tentu tidak, biaya pendidikan dapat berbeda bergantung pada beberapa hal berikut:

  • Level atau tingkat pendidikan yang ingin diambil kelak.
  • Sekolah atau tempat pendidikan.
  • Biaya lain-lain, misalnya saja biaya kehidupan sehari-hari, biaya asrama atau kos, biaya ekstrakurikuler dan berbagai biaya lainnya.

 

Selain Kelebihan, Yuk Cek Juga 5 Kekurangan Asuransi Pendidikan 02 Asuransi Pendidikan 2 - Finansialku

[Baca Juga: Gila! Utang Uang Sekolah atau Student Loan di Amerika Mencapai US$1,3 Triliun. Kenapa Sekolah Aja Ngutang?]

 

#6 Bagaimana Mempersiapkan Dana Pendidikan?

Sangat jelas bahwa pendidikan tidak dapat dihindari karena merupakan sebuah kebutuhan yang cukup mendasar.

Oleh karena itu sebaiknya Anda merencanakannya sejak dini.

Anda bisa mengakalinya dengan aplikasi Finansialku melalui fitur “Dana Pendidikan”.

Anda akan dipandu untuk menghitung berapa jumlah dana yang perlu Anda persiapkan sesuai dengan sisa waktu yang Anda miliki.

Setelah mengetahui estimasi jumlah biaya pendidikan yang dibutuhkan, maka Anda bisa mulai merencanakan jenis tabungan atau investasi yang akan Anda pilih untuk mengumpulkan dana tersebut.

Mudah sekali bukan? Yuk segera download melalui Google Play Store atau lakukan registrasi terlebih dahulu melalui PC.

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

7 Persiapan Awal saat Anak Masuk SD (Sekolah Dasar)

Nah, setelah mempersiapkan yang utama (dana pendidikan), kini mari mulai melihat persiapan awal lainnya bagi buah hati Anda yang akan masuk SD.

Apa saja yang kira-kira dibutuhkan si kecil yang siap menjalani pendidikan dasarnya ini?

 

#1 Pengetahuan Dasar

Kegiatan belajar yang dilakukan di tingkat pra-SD (TK) sebenarnya bertujuan untuk mempersiapkan anak menguasai konsep dasar yang akan membantunya untuk menguasai keterampilan dasar, seperti membaca-menulis berhitung, dan pelajaran lainnya.

Namun dewasa ini beberapa sekolah mengadakan semacam tes masuk yang fungsinya bisa sebagai alat seleksi ataupun sekadar pendataan kemampuan anak.

Lewat tes ini, pihak sekolah akan melihat dan menilai kesiapan anak secara emosional dan juga intelektual.

Hal ini penting sebagai bahan untuk mengetahui sejauh mana anak memiliki kemampuan untuk mengikuti kegiatan belajar-mengajar sesuai program di sekolah tersebut.

Dengan demikian, penting bagi orang tua untuk setidaknya mempersiapkan anak dengan memberi pengetahuan dasar sebagai bekal untuk menjalani tes tersebut.

Selain itu, bekal ini juga akan sangat bermanfaat baginya saat mengikuti kegiatan belajar mengajar nantinya.

Adapun beberapa pengetahuan dasar yang perlu Anda persiapkan adalah sebagai berikut:

  • Mampu membedakan bentuk geometri (segitiga, segi empat, lingkaran, dan lain-lain).
  • Sudah bisa mengingat fakta ataupun detail.
  • Mampu menyebutkan angka dan memahami konsep dasar bilangan.
  • Sudah lancar menyebutkan huruf dan mengenali bentuk melalui bunyinya.

 

#2 Keterampilan Dasar

Selain pengetahuan, keterampilan anak juga menjadi salah satu bekal yang penting saat dirinya mulai belajar untuk mandiri dan bersosialisasi dengan orang lain.

Saat sekolah, Anda sudah tidak dapat lagi mendampingi dan membimbingnya. Dengan demikian sebaiknya Anda mempersiapkan si anak dengan beberapa keterampilan dasar yang dibutuhkan di Sekolah Dasar.

Adapun beberapa keterampilan dasar yang perlu Anda persiapkan adalah sebagai berikut:

Jangan Terlambat Lagi! Begini Cara Menyiapkan Dana Pendidikan di Awal Tahun 02 Pendidikan Anak 2 - Finansialku

[Baca Juga: 2 Jenis Asuransi Pendidikan: Studi Kasus Asuransi Manulife dan Asuransi Prudential]

 

  • Kemampuannya untuk mengikuti instruksi semakin baik.
  • Sudah mampu memusatkan perhatian.
  • Mampu untuk berinteraksi secara aktif dengan teman sebaya.
  • Mampu mengembangkan sikap kerja dan paham terhadap tugas dan kewajibannya, seperti mengerjakan PR.

 

#3 Rasa Percaya Diri

Saat memasuki Sekolah Dasar, anak akan belajar bersosialisasi dan berinteraksi dengan teman sebayanya.

Agar mampu masuk dalam sebuah komunitas dengan baik, maka sebaiknya Anda meningkatkan kepercayaan diri si anak.

Rasa percaya diri yang terbentuk akan berpengaruh pada sikap sosialisasi yang dimiliki sang anak. Keberanian anak pun akan meningkat dengan sendirinya.

Dengan bekal ini, anak akan belajar untuk keluar dari zona nyamannya dan tetap yakin akan dirinya sendiri.

Kalau orang zaman dulu bilang, anak tidak akan lagi “jago kandang”.

 

#4 Antar Anak dan Perkenalkan ke Sekolah Barunya

Banyak yang beranggapan mengantar anak ke sekolah di hari pertamanya akan menanamkan rasa manja, padahal ini justru bisa menjadi sebuah motivasi yang menunjukkan dukungan orang tua lho.

Mengantar anak ke sekolah pada hari pertama merupakan momen yang ditunggu anak, ini akan menunjukkan kasih sayang dan dukungan orang tua yang dibutuhkannya.

Selain itu, Anda juga akan membantunya untuk merasa dan merasa berani berada di lingkungan barunya.

Negara Pendidikan Terbaik (Jepang) 05 Finansialku

[Baca Juga: Langkah Praktis Siapkan Biaya Pendidikan Homeschooling Anak dengan Aplikasi Finansialku]

 

Jangan sampai Anda meninggalkan anak saat dia masih kurang percaya diri di sekolahan.

Selalu beri motivasi, dukungan, serta nasihat apa yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan.

Namun hentikan proses mengantar anak ini saat anak sudah nyaman dengan lingkungan barunya.

Dengan demikian ini tidak akan menjadi kebiasaan yang menyebabkan anak menjadi manja.

 

#5 Mengajarkan Tentang Kegiatan Belajar Mengajar

Anak yang baru saja masuk Sekolah Dasar mungkin kaget dengan perubahan sistem belajar mengajar.

Berbeda dengan Taman Kanak-kanak atau pre-school, di SD anak dituntut untuk belajar mandiri dan mengikuti aturan.

Guru-guru tidak akan lagi mendampingi anak satu per satu dan memanjakannya, anak kini harus belajar berdiri sendiri.

Untuk memberikan bayangan mengenai sekolahnya, Anda bisa menceritakan hal apa saja yang busa dan tidak bisa mereka lakukan saat berada di sekolah.

Mulai dari bertemu dengan teman baru, guru kelas, sampai pelajaran apa saja yang akan ia terima.

Jelaskan dengan paparan sederhana yang disertai dengan gambar, agar anak lebih mudah memahami maksud dari penjelasan Anda.

 

#6 Perlengkapan Sekolah

Selain modal pengetahuan, keterampilan, dan segala hal yang berbau mental penting juga bagi Anda sebagai orang tua untuk mempersiapkan perlengkapan sekolah yang dibutuhkannya.

Misal seragam sekolah, buku, alat tulis, sepatu, dan tas, agar dia bersemangat untuk belajar.

Pastikan beri cadangan setiap membeli peralatan agar saat hilang dia tidak terlalu panik.

Carilah barang yang tahan lama atau berkualitas sehingga bisa awet dipakai kapan saja.

Moms, Dana Pendidikan Itu Penting, Tapi Jangan Boros Dengan 5 Hal Berikut Ya 05 Perlengkapan Sekolah yang Mahal 2 - Finansialku

[Baca Juga: Sudahkah Anda Mengelola Keuangan di Bulan Ramadhan? Ini Dia Caranya!]

 

#7 Bekal Makanan

Selain perlengkapan sekolah, satu hal yang tidak boleh dilupakan adalah memenuhi kebutuhan gizi dan nutrisinya di sekolah.

Anda bisa menyiapkan bekal makanan atau memberikan uang jajan yang cukup.

Apabila sekolah sudah menyiapkan makanan, Anda bisa menyediakan minuman atau snack-snack bergizi sebagai cadangan saat buah hati lapar.

 

Anak Siap Masuk Sekolah Dasar

Setelah Anda membaca artikel ini, tentunya Anda sudah mempersiapkan semuanya bagi anak yang akan masuk Sekolah Dasar, Kini Anda bisa mengantar anak sekolah dengan perasaan tenang.

Selalu berikan dukungan kepada anak agar anak senantiasa tumbuh dengan baik.

Selamat mencoba!

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai 7 persiapan awal saat anak masuk SD lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Ini yang Perlu Dipersiapkan Orang Tua Saat Anak Masuk SD. Parenting.co.id – http://bit.ly/2Ekvmwb
  • Admin. 16 Juli 2017. 6 Tips Persiapkan Anak untuk Masuk Sekolah Pertama Kali. Kumparan.com – http://bit.ly/2VPn4r8
  • Admin. 20 Maret 2019. Yang Perlu Dipersiapkan Orang Tua Saat Anak Masuk SD. Sekolahdasar.net – http://bit.ly/2WQHCf3

 

Sumber Gambar:

  • Anak Masuk SD 1 – http://bit.ly/2EfAyBp
  • Anak Masuk SD 2 – http://bit.ly/2HBMvm7