Apa yang Dimaksud dengan Produktivitas Kerja? Simak Pembahasannya Disini!

Apa sih yang dimaksud dengan produktivitas kerja? Produktivitas kerja bergantung dari kualitas sumber daya manusianya sendiri.

Dewasa ini, masalah produktivitas memang sangat diperhatikan, terutama di pasar global.

Era globalisasi menuntut sistem ekonomi nasional untuk menjadi bagian dari sistem perekonomian dunia. Oleh karena itu penting untuk memiliki dasar yang kokoh akan peningkatan produktivitas.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Sejarah Munculnya Istilah Produktivitas

Mari mengenal sejarah munculnya istilah produktivitas. Indonesia telah mengenal konsep produktivitas sejak tahun 1985 saat konsep produktivitas diperkenalkan di ITB dalam program Teknik Produksi di bagian mesin.

Yang dikaji saat itu adalah produktivitas pabrik dan stasiun kerja.

Namun, karena pada saat itu suatu perguruan tinggi dipandang sebagai pusat “textbook thinkers” seperti diucapkan oleh Presiden Soekarno, maka dunia usaha tidak menaruh perhatian pada isu produktivitas ini.

Terlebih lagi bila sistem ekonomi terpimpin yang dilaksanakan saat itu memiliki kebijaksanaan “berdikari” yang tidak siap untuk itu.

Akhirnya terjadi struktur pasar “sellers market” dengan kelangkaan barang mencolok, yang mengakibatkan harga barang meningkat dengan tajam.

 

Gejala ini diperkuat lagi dengan diterapkannya “deficit financing” oleh pemerintah, yaitu mencetak uang praktis tanpa batas, sehingga menyebabkan terjadinya inflasi yang meroket.

Akhirnya pada tahun 1963 muncul inisiatif swasta untuk mendirikan Lembaga Produktivitas Indonesia, dengan tokoh Liem Siang Hien Ginting. Namun sayangnya inisiatif ini pun kandas dihantam badai inflasi Indonesia.

Tahun 1965 terjadi peralihan dari Orde Lama ke Orde Baru. Lalu lintas devisa dan perdagangan internasional dibuka lebar.

Sistem ekonomi terpimpin dengan “sellers market” digantikan oleh sistem ekonomi terbuka dengan “competitive market”.

Akibatnya, banyak perusahaan yang terjungkir karena tidak siap untuk bersaing dan hilang dari peredaran.

Apa yang Dimaksud Produktivitas 02 Produktivitas 2 - Finansialku

[Baca Juga: 20 Cara Seorang Pemimpin Meningkatkan Semangat Kerja Tanpa Mengandalkan Uang. Silakan Anda Buktikan Sendiri!]

 

Pembangunan Indonesia dilakukan dengan mengacu kepada GBHN dan dilaksanakan dengan Pelita-Pelita. Atas dasar pengharapan bahwa pembangunan itu akan berjalan dengan baik dan berhasil.

Pemerintah menyadari diperlukannya alat-alat monitor yang baik.

Salah satu di antaranya adalah dikeluarkannya Keppres No. 15 Tahun 1998, mengenai suatu Pusat Produktivitas Nasional, dengan pengarahan diberikan oleh suatu lembaga pengarah yang terdiri dari unsur-unsur tripartite (pemerintah-pengusaha-buruh) diketuai oleh Menteri Tenaga Kerja dan ditempatkan di Departemen Tenaga Kerja.

Sayangnya, keinginan untuk mempunyai alat monitor ini tidak disertai dengan pemberian perhatian yang memadai atas masalah-masalah produktivitas Indonesia.

Tahun 1968 Indonesia juga menjadi anggota The Asian Productivity Organization (APO), tetapi tidak banyak memberikan kontribusi dalam organisasi itu kecuali membayar iuran setiap tahun dengan penuh.

 

Perhatian masih dicurahkan pada pembersihan tubuh instansi-instansi pemerintah dari unsur-unsur PKI, dan sisa-sisa G30S-nya.

Lima belas tahun lamanya lembaga-lembaga produktivitas yang telah diadakan itu terbengkalai.

Hingga akhirnya pada tahun 1983, Menteri Tenaga Kerja yang baru saat itu, Laksamana (Purn) Sudomo mengambil prakarsa untuk mendirikan Dewan Produktivitas Nasional (DPN).

DPN terdiri dari tripartite-plus (ditambah unsur dari perguruan tinggi ITB, UI, UNPAD) dengan diketuai oleh Prof. DR. Matthias Arief dari ITB.

DPN merupakan “thinktank” yang merumuskan kebijaksanaan nasional di bidang produktivitas untuk disampaikan kepada Menteri Tenaga Kerja.

Selanjutnya akan diatur oleh menteri dengan Pusat Produktivitas Nasional sebagai unit pelaksana atau membawanya ke sidang kabinet.

Apa yang Dimaksud Produktivitas 03 Produktivitas 3 - Finansialku

[Baca Juga: Para HRD Ketahui 5 Hal yang Harus Dibahas Pada Pelatihan Persiapan Pensiun Karyawan]

 

November 1983 dicapailah kata sepakat untuk memasyarakatkan produktivitas ke seluruh lapisan masyarakat selama 5 tahun disertai kegiatan percobaan pengukuran dan usaha perbaikan.

Salah satu sarananya adalah Program Pengendalian Mutu Terpadu (PMT) serta Gugus Kendali Mutu (GKM).

Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Perindustrian bersama-sama mengambil prakarsa untuk memulai gerakan PMT di berbagai perusahaan di bawah pembinaan Menteri perindustrian.

Bulan Januari 1985 mulai diadakan konvensi GKM dan sesudah itu setiap tahun diadakan konvensi-konvensi GKM, baik di tingkat perusahaan, wilayah maupun tingkat nasional.

Sekarang Perhimpunan Manajemen Mutu Indonesia (PMMI) merupakan suatu perhimpunan yang sangat giat dalam pembinaan GKM.

April 1986 Indonesia memberanikan diri untuk menjadi tuan rumah World Productivity Congress (WPC) ke-5 bersama dengan The World Confederation of Productivity Science (WCPS).

Apa yang Dimaksud Produktivitas 04 Produktivitas 4 - Finansialku

 [Baca Juga: Sudahkah Anda Tahu: Tunjangan dan Kompensasi Kerja? Dan Bagaimana Cara Memanfaatkan dengan Benar?]

 

Pada tanggal 16 Agustus 1986 Presiden Soeharto dalam pidato 17 Agustus-nya di muka sidang MPR/DPR menyampaikan “Gerakan Produktivitas Nasional”.

Sejak saat itu, periode 1988-1993 kampanye produktivitas masih menjadi program dalam DPN dan PPN.

Menteri Tenaga Kerja sejak tahun 1988 mengganti nama PNN menjadi PPTK (Pusat Produktivitas Tenaga Kerja) dan hanya menangani masalah-masalah produktivitas tenaga kerja saja.

Kalau DPN sudah sejak tahun 1985 mencanangkan pendekatan produktivitas total agar dapat digunakan semua jalur usaha peningkatan produktivitas tenaga kerja, modal, laba, energi, organisasi, dan manajemen, pemasaran produk dan lainnya.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Konsep Produktivitas

Produktivitas dapat dipahami secara filosofis, dimana produktivitas merupakan suatu sikap mental, menciptakan hari ini yang lebih baik dari kemarin, dan mengusahakan hari esok yang lebih baik dari hari ini.

Sikap mental menuntut kita untuk selalu berusaha membuat kemajuan-kemajuan di segala bidang kehidupan. Orientasinya adalah selalu harus maju, tak boleh diam tetap di tempat, selalu berpikir untuk menciptakan kemajuan-kemajuan.

Dalam ilmu teknik industri dikenal suatu falsafah yang berbunyi:

“There is no best way to do a job there is always a better way.

 

Artinya adalah:

“Bahwa selalu ada cara untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik.”

 

Hal ini berlawanan dengan falsafah yang dikemukakan oleh Federick Winslow Taylor yang menyatakan bahwa:

There is a one best way.

 

Yang perlu diingat adalah bahwa manusia selalu meningkatkan kemampuan teknologinya untuk mengolah sumber daya alam untuk keperluan hidupnya.

Iklan Perencanaaan Hari Tua - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Perluasan pemahaman tersebut adalah tidak adanya produk atau proses yang terbaik, selalu dapat diciptakan produk atau proses yang lebih baik, selalu dapat diusahakan hasil yang lebih besar, dengan pengorbanan sumber-sumber yang lebih kecil.

Suatu pesan yang selalu harus dicamkan oleh setiap orang Indonesia dalam menghadapi era globalisasi adalah berjuanglah agar selalu maju dan berprestasi, karena orang lain akan berjuang terus dan maju sehingga begitu Anda berhenti berjuang maka Anda malah akan tertinggal di belakang.

Bangsa-bangsa lain juga berjuang untuk maju, karena itu kita tidak boleh berhenti berjuang.

Tinggi rendahnya produktivitas ternyata dipengaruhi oleh banyak faktor, mulai dari sikap, disiplin karyawan sampai pada manajemen dan teknologi.

Apa yang Dimaksud Produktivitas 05 Produktivitas 5 - Finansialku

[Baca Juga: Tahukah Anda Apa itu Sistem Perencanaan Sumber Daya Manusia? Yuk Cari Tahu Sekarang!]

 

Oleh karena itu, produktivitas perlu ditingkatkan melalui pengelolaan yang terpadu menyangkut pembentukan sikap mental, perbaikan sistem, pendidikan dan latihan, serta peningkatan gizi atau nutrisi.

Melalui konsep ini, dapat disimpulkan bahwa produktivitas sering diartikan sebagai kemampuan seperangkat sumber-sumber ekonomi untuk menghasilkan sesuatu atau perbandingan antara pengorbanan (input) dengan penghasilan (output).

Produktivitas kerja seorang karyawan biasanya terwujud sebagai prestasi karyawan tersebut di lingkungan kerjanya.

Dari sisi lain, produktivitas pada dasarnya adalah suatu sikap mental yang selalu mempunyai pandangan bahwa mutu kehidupan hari ini harus lebih baik dari hari kemarin, dan hari esok harus lebih baik dari hari ini.

Peningkatan produktivitas merupakan pengertian yang relatif dan melukiskan keadaan saat ini yang lebih baik dibanding dengan keadaan masa lalu atau keadaan di tempat lain.

Indeks produktivitas (IP) adalah perbandingan jumlah produksi (output) dengan sumber daya yang digunakan (input)

Indeks Produktivitas (IP) = Output / Input

 

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

Faktor dalam Produktivitas

Dalam upaya meningkatkan produktivitas, terlebih dahulu kita perlu mengetahui faktor-faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas.

Upaya peningkatan produktivitas pada dasarnya adalah bagaimana mengendalikan faktor-faktor yang mempengaruhi produktivitas tersebut:

 

#1 Pendidikan dan Latihan

Pendidikan membentuk dan menambah pengetahuan seseorang untuk mengerjakan sesuatu dengan lebih cepat dan tepat, sedangkan latihan membentuk dan meningkatkan keterampilan kerja.

Semakin tinggi tingkat pendidikan dan latihan seseorang, semakin tinggi pula tingkat produktivitasnya. Tingkat pendidikan di Indonesia dewasa ini merupakan suatu indikasi rendahnya produktivitas angkatan kerja di Indonesia.

Dengan demikian, peningkatan kualitas pendidikan dan program-program latihan kerja merupakan suatu kebutuhan yang sangat mendesak.

Apa yang Dimaksud Produktivitas 06 Produktivitas 6 - Finansialku

[Baca Juga: 20 Cara Seorang Pemimpin Meningkatkan Semangat Kerja Tanpa Mengandalkan Uang. Silakan Anda Buktikan Sendiri!]

 

Seseorang yang mempunyai tingkat pendidikan yang tinggi memungkinkan dia untuk bekerja lebih produktif daripada orang lain yang tingkat pendidikannya rendah.

Hal ini dikarenakan orang yang berpendidikan tinggi memiliki cakrawala atau pandangan yang lebih luas sehingga mampu untuk bekerja atau mendapatkan lapangan kerja.

#2 Gizi dan Kesehatan

Makanan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi dalam rangka kelangsungan hidup. Untuk menjaga kesehatan, dibutuhkan makanan yang mengandung gizi yang cukup.

Seseorang yang dalam keadaan sehat atau kuat jasmani (badan) dan rohani (jiwa) dapat berkonsentrasi dengan baik dalam pekerjaannya.

Makanan yang mengandung gizi cukup akan membuat seseorang tidak cepat lelah dalam bekerja.

Sebaliknya jika makanan yang dimakan oleh seorang pekerja kurang memenuhi persyaratan gizi, maka akan menyebabkan pekerja cepat lelah dalam bekerja.

 

#3 Motivasi atau Kemauan

Motivasi merupakan proses untuk mempengaruhi seseorang untuk mau melakukan sesuatu. Menurut Goal Theory: P = f(M), dimana:

  • P= Performance
  • M= Motivation

 

Produktivitas atau prestasi seseorang tergantung pada motivasi terhadap pekerjaan yang dilakukan. Semakin tinggi motivasi seseorang untuk melakukan pekerjaan, semakin tinggi pula tingkat produktivitasnya.

Menurut Expectancy Theory: P = M x A, dimana:

  • P= Performance
  • M= Motivation
  • A= Ability

 

Semakin tinggi motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu pekerjaan, semakin tinggi pula tingkat produktivitasnya dengan anggapan bahwa kemampuan orang tersebut tidak berubah.

10 Rahasia Memiliki Produktivitas Kerja ala Tony Robbins 02 Karyawan - Finansialku

 [Baca Juga: 10 Tips Meningkatkan Produktivitas Kerja Setelah Pulang Kampung dan Libur Lebaran]

        
#4 Kesempatan Kerja

Kesempatan kerja dapat mempengaruhi produktivitas kerja. Dalam pengertian mikro, kesempatan kerja berarti:

  • Adanya kesempatan untuk bekerja.
  • Pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan dan keterampilan pekerja (the right man on the right place).
  • Adanya kesempatan untuk mengembangkan diri, yang akan dapat
    menjadikan pekerja menjadi lebih kreatif.

 

Keterampilan dan produktivitas seseorang berkembang melalui dan di dalam pekerjaan. Keterampilan tertentu yang tidak diterapkan dalam jangka waktu cukup lama dapat menurun atau menghilang sama sekali.

Sebaliknya keterampilan yang diterapkan secara terus menerus dapat berkembang.

Peningkatan produktivitas dalam masyarakat erat kaitannya dengan upaya-upaya perluasan kesempatan kerja yang menjamin bahwa setiap orang yang ingin bekerja memperoleh pekerjaan sesuai dengan kemampuannya.

Rendahnya produktivitas kerja seseorang sering diakibatkan oleh kesalahan penempatan, dalam arti bahwa seseorang tidak ditempatkan dalam pekerjaan yang sesuai dengan pendidikan dan keterampilannya.

Bentuk kesalahan dalam penempatan itu ada dua jenis dan keduanya merupakan pengangguran terselubung, dipandang dari segi produktivitas, yaitu:

  • Menempatkan seseorang dalam pekerjaan di luar kemampuannya, baik karena pendidikan dan pengalaman yang terlalu rendah atau karena bidang pendidikan dan pengalaman yang berlainan.
  • Menempatkan seseorang yang pendidikannya cukup tinggi dan pengalamannya cukup banyak dalam pekerjaan yang tidak dituntut persyaratan pendidikan dan pengalaman sebanyak itu.

 

Penempatan yang salah ini disebabkan oleh dua hal yaitu kelemahan manajemen atau pimpinan yang kurang mengetahui gambaran tugas yang sebenarnya dan kemampuan bawahannya di lingkungan kerja.

Aspek ini bersifat mikro dan menyangkut tugas manajemen. Ketidakseimbangan pasar tenaga kerja.

Aspek ini bersifat makro dan menuntut perlu adanya perencanaan tenaga kerja yang terpadu dengan perencanaan pembangunan, pendidikan, dan latihan.

Lakukan 10 Cara Ini agar Produktivitas Kerja Anda Meningkat 02 - Finansialku

[Baca Juga: Para HRD Ketahui 5 Hal yang Harus Dibahas Pada Pelatihan Persiapan Pensiun Karyawan]

#5 Kemampuan Manajerial Pimpinan

Prinsip manajemen adalah peningkatan efisiensi. Sumber-sumber digunakan secara maksimal, termasuk tenaga kerja sendiri. Penggunaan sumber-sumber tersebut dikendalikan secara efisien dan efektif.

 

#6 Kebijaksanaan Pemerintah

Usaha peningkatan produktivitas sangat sensitif terhadap kebijaksanaan pemerintah di bidang produksi, investasi, perizinan usaha, teknologi, moneter, fiskal, distribusi, dan sebagainya.

Manajemen Produktivitas

Dari ukuran-ukuran produktivitas yang dikemukakan di atas, dapat dilihat bahwa untuk meningkatkan produktivitas perlu dilakukan tindakan-tindakan meningkatkan keluaran (output) dan/atau menurunkan masukan (input).

Sebagai contoh:

Jika keluaran diberi notasi K, masukan M, naik dan turun v, maka dapat dinyatakan produktivitas akan naik jika kondisinya sebagai berikut:

K ^ dan M konstan(=)

K = dan M v

K ^ dan M v

K ^^ dan M ^

K v dan M vv

 

Dengan meminjam istilah manajemen, maka digambarkan siklus manajemen Henri Fayol untuk manajemen produktivitas sebagai berikut:

  1. Planning = rencanakan
  2. Organizing = pengorganisasian
  3. Actuating = gerakan
  4. Controlling = kendalikan
  5. Evaluating = nilai hasil

 

10 Tips Meningkatkan Produktivitas Kerja Setelah Pulang Kampung dan Libur Lebaran 01 - Finansialku

 [Baca Juga: Ini Dia Hak Karyawan Berdasarkan UU Ketenagakerjaan yang Perlu Diketahui]

 

Kesimpulan: Pentingnya Upaya Peningkatan Produktivitas Kerja

Melihat pembahasan tadi, artinya penting untuk mengupayakan peningkatan produktivitas, mulai dari tindakan produksi, pemasaran, pembiayaan, sampai manajemen.

Sebagai contoh yang paling dekat dengan manajemen adalah perbaikan-perbaikan sebagai berikut:

  1. Teknik tata cara kerja
  2. Peningkatan K3
  3. Perbaikan tata letak pabrik
  4. Perbaikan desain produk
  5. Perbaikan desain dan pemilihan proses
  6. Penggunaan alat bantu kerja
  7. Pengendalian persediaan sampai nihil (JIT)
  8. Perencanaan dan pengendalian produksi
  9. Pengendalian kualitas sampai peda zero defect
  10. Rekayasa nilai
  11. Optimasi

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai produktivitas kerja lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • CHR. Jimmy L. Gaol. 2014. A to Z Human Capital (Manajemen Sumber Daya Manusia). Jakarta: Grasindo

 

Sumber Gambar:

  • Produktivitas 1 – https://goo.gl/fDVwvn
  • Produktivitas 2 – https://goo.gl/9Jieea
  • Produktivitas 3 – https://goo.gl/FjP7Qt
  • Produktivitas 4 – https://goo.gl/UwKcC9
  • Produktivitas 5 – https://goo.gl/dgR5bL
  • Produktivitas 6 – https://goo.gl/Jd5YQZ
Summary
Apa yang Dimaksud dengan Produktivitas Kerja? Simak Pembahasannya Disini!
Article Name
Apa yang Dimaksud dengan Produktivitas Kerja? Simak Pembahasannya Disini!
Description
Apa sih yang dimaksud dengan produktivitas kerja? Produktivitas kerja bergantung dari kualitas sumber daya manusia itu sendiri.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment