Membeli asuransi jiwa pertama adalah hal yang baru dan membutuhkan perhatian lebih karena berhubungan dengan jangka waktu yang cukup lama.

Pada artikel Finansialku kali ini, Finansialku akan memberikan 7 tips dalam memilih asuransi jiwa pertama.

Simak penjelasannya berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Asuransi Jiwa

Asuransi jiwa merupakan sebuah jenis perlindungan yang bertujuan untuk mengurangi risiko finansial ketika seseorang meninggal. Biasanya, perlindungan diberikan dalam bentuk uang pertanggungan.

Uang pertanggungan ini kemudian akan diberikan kepada ahli waris atau tertanggung sesuai dengan kondisi tertanggung.

Asuransi jiwa sangatlah penting terutama apabila tertanggung telah memiliki tanggungan seperti istri dan anak.

Memilih asuransi jiwa dapat dibilang mudah, mudah sulit. Banyak faktor yang harus Anda pertimbangkan.

Namun, jika Anda telah mengetahui faktor tersebut, Anda akan lebih mudah memilih produk asuransi jiwa mana yang paling tepat.

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

7 Tips Memilih Asuransi Jiwa Pertama

Tips di bawah ini dapat Anda jadikan panutan ketika ingin membeli asuransi jiwa pertama.

Namun, tips tersebut juga dapat berlaku jika Anda ingin mencari produk asuransi jiwa lainnya atau ingin berpindah produk asuransi jiwa, mulai dari:

 

#1 Mengetahui Kebutuhan

Masing-masing orang memiliki kebutuhan yang berbeda. Seseorang yang telah berkeluarga, mungkin akan memiliki kebutuhan yang lebih besar dibandingkan seorang single.

Selain status keluarga, seseorang yang masih dalam jenjang pendidikan juga pasti akan memiliki kebutuhan yang berbeda dengan seseorang yang telah bekerja.

Mengetahui kebutuhan diri sendiri, terutama dari sisi finansial, akan memudahkan Anda untuk memilih jenis asuransi jiwa serta produk asuransi jiwa yang paling tepat.

Tips Memilih Asuransi Jiwa - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Memaksimalkan Cash Value atau Nilai Tunai Dalam Asuransi Jiwa?]

 

#2 Ketahui Jenis Produk Asuransi Jiwa

Langkah selanjutnya untuk memilih asuransi jiwa yang tepat adalah dengan mengenali produk-produk asuransi jiwa.

Di Indonesia, secara garis besar, terdapat 4 jenis asuransi jiwa, yaitu:

 

  • Asuransi Jiwa Berjangka

Asuransi ini juga dikenal dengan nama Term Life Insurance.

Asuransi jiwa ini memberikan perlindungan jiwa dalam kurun waktu tertentu, ada yang 5, 10, hingga 20 tahun dengan premi yang tetap.

 

  • Asuransi Jiwa Seumur Hidup

Asuransi jiwa seumur hidup juga dikenal dengan nama Whole Life Insurance.

Asuransi jiwa ini memberikan perlindungan seumur hidup atau dengan kata lain hingga Anda mencapai usia maksimum.

Premi untuk asuransi jiwa ini lebih mahal dibandingkan asuransi jiwa berjangka.

 

  • Asuransi Jiwa Dwiguna

Sesuai dengan namanya, asuransi jiwa ini menawarkan 2 keuntungan, yaitu asuransi jiwa berjangka dan tabungan.

Pada saat tertanggung meninggal dunia, akan ada uang pertanggungan dan Anda juga dapat menarik polis sebelum masa kontrak selesai. Asuransi ini adalah asuransi jiwa yang paling banyak diminati.

 

  • Asuransi Jiwa Unit Link

Berbeda dengan asuransi jiwa dwiguna, asuransi jiwa unit link menawarkan asuransi jiwa serta investasi di dalamnya.

Dengan premi yang kurang lebih sama dengan jenis asuransi jiwa lainnya, uang pertanggungan untuk asuransi jiwa ini tergolong paling rendah.

Cek Jenis Asuransi Jiwa Mana yang COCOK Buat Kamu - Finansialku

[Baca Juga: Yakin Gak Punya Asuransi? Cek Dulu Fakta-fakta Menarik Asuransi Jiwa]

 

#3 Premi Harus Sesuai dengan Kemampuan Finansial

Salah satu alasan seseorang enggan atau keberatan memiliki asuransi jiwa adalah karena masalah premi. Padahal sebenarnya premi dapat disesuaikan dengan kemampuan.

Premi merupakan bentuk kewajiban dari tertanggung agar mendapatkan hak perlindungan dari perusahaan asuransi.

Idealnya, 10% hingga 20% dari jumlah pendapatan Anda sebaiknya dialokasikan untuk asuransi.

Dengan kata lain, jika penghasilan Anda sebesar Rp10 juta maka premi yang dapat Anda pilih kurang lebih Rp1 juta.

 

#4 Mengetahui Besarnya Jumlah UP (Uang Pertanggungan)

Uang pertanggungan merupakan sebuah nilai yang akan dibayarkan oleh perusahaan asuransi kepada tertanggung atau ahli waris tertanggung. Uang pertanggungan sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan.

Uang pertanggungan ini berkaitan erat dengan premi. Semakin rendah premi yang dibayarkan, semakin kecil pula uang pertanggungan yang diberikan.

Namun tidak menutup kemungkinan bahwa premi yang dibayar tinggi namun uang pertanggungan rendah.

Hal ini dapat terjadi pada jenis asuransi yang memiliki manfaat ganda, seperti pada asuransi jiwa dwiguna dan asuransi jiwa unit link.

Double Claim Asuransi Jiwa dan Kesehatan, Apakah Benar-Benar Menguntungkan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Perlu Manfaat Tambahan Asuransi Jiwa atau Rider]

 

#5 Mempelajari Polis

Walaupun tahap ini sangat penting, namun sangat disayangkan, tahap ini banyak dilupakan dan terlewatkan oleh para pemilih asuransi jiwa.

Polis berisi seluruh hak dan kewajiban kedua belah pihak, perusahaan asuransi dan tertanggung.

Selain hak dan kewajiban, di dalam polis juga berisi ketentuan yang bersangkutan dengan asuransi jiwa Anda.

Membaca polis dengan teliti merupakan hal yang sudah seharusnya Anda lakukan.

Selain karena masa kontrak asuransi jiwa cukup lama, dengan memperhatikan isi polis, Anda juga dapat mengurangi kemungkinan kesalahan di dalam isi polis.

Sebaiknya Anda menanyakan langsung pada agen asuransi apabila terdapat isi polis yang kurang sesuai atau tidak Anda mengerti.

 

#6 Memperhatikan Track Record Perusahaan Asuransi

Pemilihan asuransi jiwa juga berhubungan dengan perusahaan asuransi yang menaungi produk tersebut.

Tips dalam memilih perusahaan asuransi yang tepat adalah dengan memilih perusahaan asuransi yang kredibel.

Pertama, perusahaan asuransi wajib diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Kedua, perusahaan asuransi yang memiliki kredibilitas tinggi biasanya sering mendapatkan penghargaan.

Ketiga, Anda harus mengetahui kualitas pelayanannya. Biasanya hal ini diketahui dari mulut ke mulut.

Quiz Apakah Anda Mengenal Asuransi Jiwa 02 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Premi Asuransi Jiwa?]

 

Selain itu, perusahaan asuransi juga harus memiliki tingkat modal minimum bebas risiko (RBC – Risk Based Capital) yang lebih tinggi di atas ketentuan minimal.

Contohnya, RBC minimal perusahaan asuransi adalah 120 persen. Jika sebuah perusahaan asuransi memiliki RBC 300 persen, ini berarti dana dan asset yang dimiliki perusahaan asuransi melebihi hampir tiga kali ketentuan minimum.

RBC sebesar 300 persen berarti perusahaan asuransi dapat membayar klaim tiga kali lebih besar jika asuransi harus membayar klaim kepada semua nasabah dalam satu waktu.

 

#6 Memastikan Bahwa Agen Asuransi Jiwa Tersebut Berlisensi

Tidak seluruh agen asuransi yang memberikan penawaran adalah agen asuransi yang resmi dari perusahaan asuransi.

Terdapat beberapa agen yang hanya bertugas sebagai broker atau perantara.

Sebelum memilih agen, pastikan bahwa agen asuransi tersebut memiliki lisensi AAJI (Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia).

Biasanya agen asuransi yang memiliki lisensi ini akan bertanggungjawab membantu Anda pada saat kendala terjadi.

 

Ketahui, Temukan dan Bandingkan

Siapa yang ingin kecewa? Agar tidak kecewa dalam memilih produk asuransi jiwa pertama Anda, sebaiknya Anda mengetahui kemampuan dan kebutuhan Anda.

Kemudian, temukan produk asuransi yang sesuai dengan kriteria tersebut.

Selanjutnya bandingkan beberapa produk dan perusahaan asuransi. Dengan cara ini, Finansialku percaya Anda tidak akan kecewa dengan pilihan Anda.

Bicara tentang asuransi, hal yang harus Anda ingat adalah premi. Premi merupakan suatu hal yang tidak boleh sampai dilupakan saat Anda memutuskan untuk membeli suatu asuransi.

Nantinya, premi akan berpengaruh terhadap uang pertanggungan yang akan diberikan.

Perbedaan Asuransi Jiwa dan Asuransi Kesehatan - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Selamatkan Konsumen, OJK Menyetop Tiga Perusahaan Asuransi Jiwa Saving Plan]

 

Semakin tinggi premi yang dibayar, maka semakin tinggi pula uang pertanggungan yang diberikan.

Sayangnya, masih banyak yang melupakan kewajiban dirinya untuk membayar premi. Alasannya ialah tidak adanya “pos uang khusus” untuk membayar premi.

Nah, untuk menyiasati masalah ini ada baiknya Anda membuat perencanaan keuangan dalam bentuk anggaran yang dibuat sebulan sebelumnya.

Hal ini penting agar Anda dapat mengalokasikan sejumlah dana yang Anda miliki untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan Anda.

Jika Anda tidak ingin repot dalam membuat anggaran, gunakan saja aplikasi Finansialku.

Fiturnya yang lengkap akan senantiasa membantu Anda dalam mengelola keuangan, salah satunya dengan cara membuat anggaran.

Untuk langkah-langkahnya, Anda bisa melihat tutorialnya berikut ini:

 

Anda juga bisa menonton video tutorial lainnya dari Youtube Finansialku.

Oh iya, jika belum memiliki aplikasinya, segera download melalui Google Play Store atau registrasi terlebih dahulu melalui PC Anda.

Tunggu apalagi? Yuk lakukan sekarang juga!

 

Sudahkah Anda memiliki produk asuransi jiwa? Apa saja yang telah Anda pertimbangkan ketika memilih produk asuransi jiwa?

Bagikan artikel ini agar lebih bermanfaat dan tuliskan komentar Anda di kolom bawah ini.

 

Sumber Referensi:

  • Fitriana Monica Sari. 1 Agustus 2018. Begini 9 Kiat Memilih Asuransi Jiwa untuk Pemula. Liputan6.com – https://bit.ly/2n5YUbz

 

Sumber Gambar:

  • Asuransi Jiwa Pertama – http://bit.ly/2oDooOa