Baru lulus kuliah, bingung mau bekerja atau berbisnis? Manakah yang lebih cocok untuk kamu?

Yuk lihat dulu plus minus-nya sebelum mengambil keputusan bekerja atau berbisnis!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Mengenal Cashflow Quadrant

Marc Anthony pernah berkata:

If you do what you love, you’ll never work a day in your life.”

 

Masalahnya adalah apakah kamu memilih untuk bekerja atau berbisnis di bidang yang kamu gemari?

Apa kamu familiar dengan cashflow quadrant yang dipopulerkan oleh Robert T. Kiyosaki? Kuadran tersebut mengajarkan kita bahwa kita dapat memilih kuadran tertentu yang menunjukkan bagaimana cara kita memperoleh uang.

Setiap orang dapat memilih kuadrannya, bahkan bisa juga memilih lebih dari satu kuadran. Namun setiap orang bisa saja memilih kuadran yang berbeda.

Fresh Graduate Pilih Bekerja atau Berbisnis 02 Fresh Graduate 2 - Finansialku

[Baca Juga: Fresh Graduate, Ketahui Trik Jitu Beli Apartemen Murah Tanpa Mengajukan KPA]

 

Lalu apakah yang membedakan kuadran seseorang dari yang lain?

Melalui kuadran ini kamu bisa melihat perbedaan karakteristik setiap orang dalam menghasilkan uang.

Kuadran ini juga memberikan langkah sistematis untuk perjalanan menuju financial freedom. Sebelum melangkah lebih jauh, mari lihat bersama seperti apakah cashflow quadrant ini.

Fresh Graduate Pilih Bekerja atau Berbisnis 06 Cashflow Quadrant - Finansialku

Cashflow Quadrant

 

Huruf dalam masing-masing kuadran mewakili keterangan sebagai berikut:

  • E: Employee (pegawai)
  • S: Self-employed (pekerja lepas)
  • B: Business owner (pemilik usaha)
  • I: Investor (penanam modal)

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang

 

#1 Kuadran E (Pegawai)

Kata-kata yang sering digunakan individu di kuadran E adalah “aman” atau “tunjangan”. Individu di kuadran ini umumnya memiliki kebutuhan akan rasa aman dan menghindari risiko.

Mereka umumnya ingin merasa tenang dalam menjalani pekerjaannya, dan ketidakpastian membuat mereka tidak bahagia.

Mereka juga mencari perjanjian yang mengikat dan tertulis hitam di atas putih dalam hal pekerjaan untuk memberikan jaminan keamanan. Terkadang, bagi mereka rasa aman lebih penting daripada uang.

Pegawai bukan berarti pekerjaan yang rendah, seorang pegawai bisa saja menjadi seorang manager atau kepala direksi, namun setinggi apapun jabatannya, biasanya tetap ada sebuah perjanjian kerja yang mengikat mereka dengan perusahaan yang mempekerjakan mereka.

Fresh Graduate Pilih Bekerja atau Berbisnis 02 Pegawai - Finansialku

[Baca Juga: Pilih Pekerjaan yang Tidak Memakan Banyak Waktu Anda]

                   

#2 Kuadran S (Pekerja Lepas)

Seorang individu di kuadran S atau pekerja lepas ingin melakukan sesuatu sesuai keinginannya. Kata-kata yang umumnya mencerminkan diri mereka adalah “melakukan sendiri”.

Umumnya mereka tidak suka jika penghasilannya bergantung pada orang lain.

Mereka ingin memperoleh uang sesuai dengan kerja kerasnya dan tidak suka jika mereka hanya memperoleh uang serupa dengan rekan kerja yang tidak bekerja sekeras mereka.

Individu di kuadran ini juga memiliki rasa takut seperti individu di kuadran E, namun mereka menyikapinya dengan cara yang berbeda.

Iklan Banner Perencanaan Dana Membeli Mobil - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Mereka tidak mencari rasa aman, namun cenderung mengambil alih kendali dan memilih untuk melakukannya sendiri.

Biasanya kuadran ini berisi profesi yang memiliki pendidikan tinggi seperti dokter dan pengacara yang merupakan perfeksionis.

Mereka merasa bahwa mereka mampu mengerjakan semuanya dengan sangat baik sehingga kerap kali mereka memilih untuk melakukannya sendiri daripada meminta bantuan orang lain.

Individu di kuadran ini adalah individu yang paling favorit untuk dipekerjakan.

Fresh Graduate Pilih Bekerja atau Berbisnis 03 Pekerja Lepas - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Freelancer Sewa Rumah atau Beli Rumah? Ini Tips dan Triknya!]

 

#3 Kuadran B (Pemilik Usaha)

Kuadran B sering kali disebut sebagai lawan dari kuadran S. Berbeda dengan S, individu di kuadran B senang mendelegasikan pekerjaan kepada empat kategori individu.

Mereka beranggapan bahwa jika bisa menyewa orang lain yang dapat melakukannya dengan lebih baik, mengapa harus melakukannya sendiri?

Kelebihan dari orang-orang di kuadran ini adalah kepemimpinan dan keterampilan dalam berbisnis.

 

Mereka memanfaatkan kepemimpinannya untuk membangkitkan kemampuan terbaik orang lain. Ia juga terampil dalam bekerja sama dengan orang lain.

Mereka tidak menyukai pekerjaan sederhana dan lebih memilih untuk menyewa dan menyuruh orang-orang pandai berpendidikan untuk mengerjakannya supaya dirinya dapat mengosongkan pikiran dan melakukan tugas yang lebih penting.

Fresh Graduate Pilih Bekerja atau Berbisnis 04 Pemilik Usaha - Finansialku

[Baca Juga: Peluang Bisnis dan Inspirasi Usaha dari Perkembangan Gaya Hidup Sehat]

 

#4 Kuadran I (Penanam Modal)

Berbeda dengan individu di Kuadran B yang masih berusaha untuk mendelegasikan pekerjaannya kepada orang lain, investor atau penanam modal biasanya ingin menghasilkan uang dari uang tanpa harus bersusah payah bekerja atau berbisnis.

Dengan demikian umumnya individu di kuadran ini bukanlah pemilik gelar di universitas ternama atau seseorang yang gemar bekerja dan perfeksionis.

Biasanya mereka adalah orang yang memiliki banyak uang dan mencari cara agar mereka tidak perlu bekerja untuk menghasilkan uang, mereka berpikir bagaimana cara agar uanglah yang bekerja untuk mereka.

Fresh Graduate Pilih Bekerja atau Berbisnis 05 Investor - Finansialku

[Baca Juga: Jembatan Menuju Kebebasan Finansial: Berpindah dari Sisi Kiri ke Sisi Kanan Kuadran]

 

Kuadran ini biasanya digemari banyak orang, karena tidak peduli dari kuadran manapun awal seseorang memulai, untuk mencapai kesuksesan mereka pada akhirnya harus memasuki kuadran I karena hanya pada kuadran inilah uang dapat diubah menjadi kekayaan.

Dengan demikian, kuadran di sebelah kiri dan kanan sama-sama mencari uang, namun perbedaan mendasarnya adalah:

  • Kuadran sebelah kiri (E dan S) cenderung mencari rasa aman dalam menghasilkan uang
  • Kuadran sebelah kanan (B dan I) ingin menghasilkan pendapatan pasif yang bisa menghidupinya seumur hidup, alias mencapai financial freedom.

 

 

Kuadran Mana yang Dipilih?

Melihat keempat kuadran itu, kamu perlu tahu bahwa sesungguhnya kamu dapat memperoleh penghasilan dari keempat kuadran. Namun kuadran manakah yang sebaiknya dipilih?

Layaknya seseorang yang memiliki 2 ayah, keduanya pun memberikan pendapat berbeda.

Ayah miskin selalu berkata:

“Sekolahlah yang rajin, kemudian dapatkanlah pekerjaan yang baik.”

 

Tetapi sebaliknya ayah kaya mengatakan:

“Tahukah kamu, jika kamu ingin menjadi kaya, belajarlah cara membangun bisnis.”

 

Nah, apakah kamu ingin mengikuti kata-kata ayah miskin atau ayah kaya? Yuk lihat dahulu perbandingan bekerja dan berbisnis termasuk plus minusnya berikut ini.

 

Pro Bekerja vs Pro Berbisnis

Suatu hari ayah saya pernah berkata demikian:

“Carilah pekerjaan yang sesuai dengan minatmu, kumpulkan modal bisnis, lalu resign dan berbisnislah.”

 

Pada awalnya saya bingung mengapa ayah berkata demikian? Mengapa tidak bekerja saja jika bisa memperoleh pemasukan yang baik dan jabatan yang baik?

 

Namun lama kelamaan pikiran saya terbuka dan saya menyadari, mengapa harus bekerja keras mencari uang jika kamu bisa dipecat kapan saja? Bukankah lebih baik bekerja keras membangun bisnis yang otomatis menjadi milikmu?

Disini kita sama-sama harus bekerja keras, namun terdapat perbedaan hasil dan nilai yang didapat.

Namun pernahkah kamu mendengar kerabatmu yang gagal berbisnis hingga tidak bisa pensiun meski sudah berusia 60an? Saya pernah!

Mengenal Model Bisnis Saham 05 Memahami Pertumbuhan Saham - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Anda Membutuhkan Kebebasan Finansial yang Lebih Baik dalam Pernikahan Anda?]

 

Dan orang-orang seperti inilah yang sering mematahkan pendirian saya untuk berbisnis dengan terus berkata:

“Jangan berbisnis, bisnis itu berbahaya, kamu bisa jatuh bangkrut dan akan sulit untuk bangkit lagi. Terlebih jika usiamu sudah matang, mau cari kerja dimana usia segitu?”

 

Setelah banyak berpikir dan membandingkan keduanya, maka saya menyimpulkan perbandingannya sebagai berikut:

 BekerjaBerbisnis
Kelebihan
  • Pemasukan stabil setiap periodenya, meski perusahaan sedang merugi pemasukan kamu tetap.
  • kamu sudah siap bekerja tanpa harus memikirkan bagaimana perusahaan berjalan.
  • Rendah risiko.
  • Lebih spesialis.
  • Pemasukan tidak stabil, sehingga ada peluang kamu memperoleh pemasukan sangat tinggi pada periode tertentu.
  • Kamu tidak dibatasi jam kerja, bahkan bisa tetap memperoleh pemasukan meski sedang liburan.
  • Kamulah atasannya.
  • Bisa diwariskan.
  • Kamu tidak akan pernah di-PHK seumur hidup.
  • Lebih generalis.
Kekurangan
  • Kamu dibatasi jam kerja yang cukup padat hingga 9 jam sehari.
  • Kenaikan gaji per tahunnya relatif kecil.
  • Kamu bergantung pada atasan.
  • Tidak dapat diwariskan.
  • Kamu sewaktu-waktu bisa di-PHK jika terjadi kondisi tertentu (misal: perusahaan hampir bangkrut).
  • Kamu perlu mempersiapkan modal.
  • Pemasukan tidak stabil setiap periodenya, bergantung pada pasar.
  • Kamu perlu memulai bisnis dari nol, membuat model bisnis serta perencanaan yang matang.
  • Kamu perlu mencari karyawan dan sumber daya manusia yang bisa diandalkan jika ingin tetap untung.
  • Risiko tinggi: sewaktu-waktu bisnismu dapat merugi dan bangkrut.

 

Tips Memutuskan Bekerja atau Berbisnis

Nah, melihat perbandingan yang ada di atas, mana yang menjadi pilihanmu?

Apakah kamu masih kesulitan menentukan ingin bekerja atau berbisnis? Berikut beberapa tips yang akan membantumu menentukan masa depanmu.

Story-Telling-Dalam-Bisnis-3-Finansialku

[Baca Juga: Kebebasan Finansial Bukan Berarti Kaya dan Bebas Utang Lho! Tapi…]

 

#1 Menyadari Potensi dalam Diri Sendiri

Bob Proctor, seorang mentor kaya pernah mengungkapkan bahwa:

“You were born rich.”

 

Maksudnya adalah kemampuan untuk memperoleh kekayaan sudah ada di dalam dirimu sendiri, dan untuk mencapainya kamu hanya perlu mengikuti kekuatan dan passion-mu.

Nah, sebelum memutuskan ingin bekerja atau berbisnis, cobalah kamu pikirkan apakah kamu tipe yang ingin mengontrol kesuksesannya sendiri atau kamu lebih senang bermain aman sebagai pekerja?

Apapun yang kamu pilih, kamu harus siap mengatasi segala kemungkinan terburuknya.

Caranya adalah dengan memiliki dana darurat. Jika kamu masih bingung harus memulai dari mana, cobalah dengan memanfaatkan Aplikasi Finansialku.

Pertama-tama buka menu utama pada Aplikasi Finansialku lalu pilih menu Rencanakan Keuangan, setelah itu pilihlah menu Dana Darurat.

Fresh Graduate Pilih Bekerja atau Berbisnis 07a Aplikasi 1 - Finansialku

Tampilan Aplikasi Finansialku Rencana Keuangan

 

Setelah itu Anda akan diminta untuk memasukkan pendapatan per bulan dan memilih status perkawinan.

Setelah Anda selesai mengisi kedua kolom tersebut, maka tekan Hitung untuk mendapatkan hasil kalkulasi Dana Darurat yang Anda butuhkan.

Misalkan pengeluaran per bulan Anda sebesar Rp2 juta dan status perkawinan Anda adalah Lajang, maka Anda membutuhkan Dana Darurat sebesar Rp12 juta.

Fresh Graduate Pilih Bekerja atau Berbisnis 08a Aplikasi 2 - Finansialku

Hasil Kalkulasi Dana Darurat

 

#2 Buatlah Rencana yang Praktikal

Jika kamu serius ingin mencapai kesuksesan, maka kamu membutuhkan sebuah rencana untuk mencapainya. Jika hanya mengkhayal tanpa rencana, maka ujung-ujungnya kamu akan bernasib sama dengan mayoritas orang.

Tinggal di rumah yang belum lunas dan hidup dalam tumpukan utang. Mulailah dengan menentukan sebuah tujuan, dimana tujuan itu harus feasible dan terukur.

Tujuan ini akan menjadi kompas yang mengarahkanmu untuk terus melangkah maju.

Tujuan ini juga yang akan mengarahkanmu apakah sebaiknya bekerja atau berbisnis. Tidak semua tujuan bisa dicapai dengan bekerja, demikian sebaliknya. Jadi tentukan tujuanmu sekarang.

Perencanaan dan Pengembangan Karier dalam Perusahaan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Mulai Lakukan Beberapa Kebiasaan Ini Demi Meraih Kebebasan Keuangan]

 

Raih Kesuksesan dengan Keputusan yang Tepat

Setiap orang pasti mendambakan kesuksesan, perbedaannya adalah bagaimana usaha dan cara yang kamu tempuh untuk mencapainya. Dengan cara yang berbeda, kamu bisa memperoleh hasil yang berbeda pula.

Inilah mengapa jalan bercabang dan berliku, sehingga kamu bisa memilih mana arah yang tepat bagimu. Namun dengan mengaplikasikan beberapa tips di atas semoga kamu bisa mengambil keputusan yang benar ya!

 

Nah, jika kamu merasa artikel ini bermanfaat yuk segera bagikan artikel ini kepada teman-teman fresh graduate lainnya!

Jika kamu memiliki pertanyaan, silakan tuliskan pertanyaan dan komentar kamu pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantumu, terima kasih.

 

Sumber Gambar:

  • Fresh Graduate 1 – https://goo.gl/EEKsHz
  • Fresh Graduate 2 – https://goo.gl/XRhEeE
  • Pegawai – https://goo.gl/8Qmdav
  • Pekerja Lepas – https://goo.gl/roopQh
  • Pemilik Usaha – https://goo.gl/cDqJ5r
  • Investor – https://goo.gl/uKrrnM