Bagaimana cara mendidik anak tentang uang dari usia 2 hingga 16 tahun? Memberikan konsep keuangan kepada anak-anak adalah hal yang penting bagi pengembangan kemampuan mereka ketika mereka dewasa nanti.

Dengan mengenalkan uang, diharapkan kelak anak Anda dapat berhemat dan membentuk karakter yang baik. Orangtua yang cerdas akan ikut andil setiap perkembangan si buah hati dan membimbingnya ke arah yang positif.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Moms, Ini Cara Mendidik Anak Tentang Uang dari Usia 2-16 tahun

Anak-anak harus belajar sedini mungkin cara untuk mengelola uang mereka, membuat dan mengikuti anggaran serta memenuhi tanggung jawab mereka.

Ada beberapa cara untuk mencapai tujuan-tujuan ini dan memberikan keterampilan tanggung jawab keuangan kepada anak Anda yang akan berlangsung seumur hidup.

Anak tidak bisa diajarkan dengan pembicaraan secara serius seperti orang dewasa. Perlu trik khusus agar orangtua mendapatkan perhatian dari anak tentang apa yang diajarkannya.

Berikut ini adalah cara-cara yang menyenangkan bagaimana mengajarkan anak tentang uang sesuai dengan usianya:

 

#1 Usia 2 Dan 3 Tahun

Menurut senior penelitian ilmuwan di Universitas Yale, Dorothy Singer, pada anak usia 2 dan 3 tahun Anda bisa melatih anak Anda untuk mengenal uang melalui permainan ukuran koin.

Karena pada usia ini, anak-anak belum memahami sepenuhnya nilai uang. Anda bisa mengajak anak Anda untuk bermain “berkenalan dengan koin”.

Anda bisa membuat gambar untuk berbagai macam koin dan mengajak anak Anda untuk mencari berbagai macam koin dan warna koin juga bentuknya. Lalu ajak anak Anda untuk mencocokkan koin ke gambar dengan mendiskusikan nama masing-masing.

(Catatan: Balita dapat mencoba untuk menelan koin, jadi selalu berikan pengawasan yang ketat).

Moms, Ketahui Cara Mendidik Anak Tentang Uang dari Usia 2-16 Tahun 02 - Finansialku

[Baca Juga: Bunda, Begini Lho Mengajarkan Cara Menabung ke Anak]

 

Anak-anak 2 dan 3 tahun senang bermain toko-tokoan, akan sangat menyenangkan bila Anda membuat sebuah toko imajinasi di ruang tamu.

Anda bisa mengajak anak Anda untuk menukar uang dengan barang-barang, maka anak Anda akan mulai memahami dasar-dasar pedagangan. Anda bisa membawa kotak sereal, buah, spons atau handuk kertas sebagai barang dagangan.

Bermain bersama, buatlah uang “bohongan” dan jualah barang sampai toko Anda kehabisan barang.

 

#2 Usia 4 Dan 5 Tahun

Mengajarkan anak mengenal uang bisa dilakukan tanpa meninggalkan aktivitas rumah tangga seperti berbelanja kebutuhan pokok.

Ajaklah anak untuk ikut berbelanja agar ia mengetahui kebutuhan terpenting yang harus dibeli dengan uang seperti nasi dan sayur mayur.

Beri penjelasan kepada anak jika membeli mainan bisa ditunda, sedangkan membeli makanan harus diutamakan.

Anak Harus Diajarkan Cara Berinvestasi. Ada 7 Tips untuk Moms 02 - Finansialku

[Baca Juga: Merencanakan Keuangan dengan Aplikasi Keuangan Finansialku: Kalo Ga Direncanain Sekarang, Duit Darimana?]

 

Anak-anak prasekolah kebanyakan lebih suka bermain imajinasi restoran di rumah daripada pergi untuk makan malam.

Anda dapat mengajak anak-anak untuk menyiapkan meja, belajar sopan santun sebagai penerima tamu, mempromosikan makanan, dan ini akan membuat perubahan pada anak Anda.

Jangan lupa untuk mengingatkan anak Anda selalu membayar ketika mereka telah makan. Maka anak Anda akan memahami konsep ini.

Anda juga dapat mengajak anak Anda untuk berpura-pura sebagai kasir yang menagih uang kepada pelanggan.

 

Download Ebook Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula Finansialku.com

Download Ebook Reksa Dana

 

#3 Usia 6 Sampai 8 Tahun

Banyak ahli yang merekomendasikan untuk memulai dengan memberi sedikit uang saku kepada anak. Uang ini dapat diberikan dengan pemahaman bahwa si anak boleh membelanjakannya untuk apa pun yang dia inginkan.

Dalam beberapa keluarga, uang saku terkait dengan tugas mingguan, untuk mengajarkan nilai kerja kepada anak serta memberikan pengalaman dunia nyata, dan keluarga lainnya memberikan uang dalam ranahnya sendiri.

Beberapa keluarga memiliki pedoman tentang uang saku, seperti sejumlah tertentu harus ditabung. Ini akan sangat dianjurkan, tetapi tidak harus dipaksakan kepada anak.

Membiarkan anak Anda mengalami konsekuensi dari membelanjakan uang mereka secara tidak bijaksana adalah bagian dari pengalaman belajar.

Menimba Ilmu Di Homeschooling Ketahui Kelebihan dan Kekurangan Sebelum Memutuskan Anak Sekolah 01 - Finansialku

[Baca Juga: Anak Harus Diajarkan Cara Berinvestasi. Ada 7 Tips untuk Moms]

 

Ketika anak Anda meminta sesuatu yang tidak biasa seperti mainan baru, Anda dapat menyarankan kepadanya bahwa dia boleh menabung untuk membeli barang yang diinginkannya, memberikannya keterampilan dan pengalaman serta disiplin diri dalam hal keuangan.

Anda bisa mengajak anak Anda pada usia-usia ini untuk melakukan perjalanan ke Bank. Anda bisa membuka rekening tabungan untuk anak Anda, dan mendorong dia untuk membuat tabungan biasa.

Anda bisa mendiskusikan konsep bunga dan bagaimana bank membayar orang kembali untuk menyimpan uang mereka. Anda juga dapat membicarakan kepada anak Anda untuk membedakan tabungan menjadi tiga macam yaitu untuk tabungan, untuk berbelanja, dan untuk beramal.

Banyak bank yang memiliki akun khusus untuk anak-anak yang juga menawarkan tanpa biaya dan tanpa saldo minimum. Sehingga bisa memberikan keleluasaan kepada anak Anda untuk menabung kapanpun.

 

#4 Usia 9 Hingga 12 Tahun

Inilah waktu yang tepat untuk mengajarkan perbandingan harga kepada anak. Anda dapat melibatkan anak untuk mengambil keputusan sederhana berkaitan dengan uang.

Anda bisa mengajak anak Anda untuk membaca label harga toko, melihat ukuran dan harga, dan membandingkan jumlah ketika membeli banyak. Jangan lupa untuk mempertimbangkan kualitas.

Misalnya, sewaktu belanja kita memilih produk A daripada produk B karena kualitasnya sama, tetapi produk A harganya lebih murah.

Atau dapat juga ketika anak Anda meminta untuk membeli mainan, ajaklah anak Anda untuk membandingkan harga mainan tersebut di beberapa toko yang berbeda, atau mencari harga yang lebih murah secara online.  

Anak Harus Diajarkan Cara Berinvestasi. Ada 7 Tips untuk Moms 01 - Finansialku

[Baca Juga: 6 Pelajaran Entrepreneurship yang Harus Diajarkan Orangtua ke Anak]

 

Anda dapat memotivasi anak Anda untuk mulai menabung setidaknya 10% dari uang saku yang telah diberikan. Anda bisa menantang anak Anda untuk bisa mempunyai tabungan dalam jumlah tertentu misalnya dalam waktu satu tahun.

Atau ketika mereka menginginkan suatu benda yang lumayan mahal, biarlah mereka menabung uang untuk membelinya ketika tabungannya sudah cukup.

Ingatkan kepada anak Anda untuk tidak memberikan informasi mengenai keuangan kita kepada orang lain.

 

#5 Usia 13 Sampai 15 Tahun

Pada usia awal remaja sangat tepat mulai belajar tentang pasar saham. Anda bisa berpura-pura untuk berinvestasi di perusahaan anak Anda. Membuat kegiatan untuk setiap anggota keluarga memilih saham.

Kemudian membaca koran atau menonton berita keuangan bersama-sama, dan mendiskusikan bagaimana nilai-nilai saham pilihan semua orang berfluktuasi.

Antara uang makan siang, perlengkapan sekolah, dan keperluan kecil lainnya, uang saku dapat pergi dengan sangat cepat untuk remaja muda.

Penting! Mengajarkan Keuangan dan Mengatur Keuangan Anak Remaja 02 - Finansialku

[Baca Juga: Penting! Mengajarkan Keuangan dan Mengatur Keuangan Anak Remaja]

 

Ketika anak Anda memiliki gol tertentu untuk uang, duduklah bersamanya dengan buku catatan, kalender dan kalkulator.

Bantulah dia melihat bagaimana uang akan terakumulasi dengan tabungan dan jangka waktu perkiraan untuk mewujudkan tujuan.

Buatkan anggaran pertamanya dan bahas antara keinginan dan kebutuhan. Anda dapat perlihatkan anggaran rumah tangga Anda kepada anak dan jelaskan kemana perginya uang Anda.

 

Download E-book Investasi Emas untuk Pemula

Download Ebook Panduan Berinvestasi Emas untuk Pemula - Harga Emas Hari Ini - Finansialku

Download Ebook Sekarang

 

#6 Usia 16 Keatas

Anda bisa mengajarkan pada anak Anda tentang nilai dari kartu kredit. Anda bisa memberikan kartu kredit tambahan kepada anak Anda.

Kartu kredit merupakan alat sederhana yang orangtua dapat tawarkan untuk mengajar mengenai tanggungjawab keuangan. Remaja dapat menggunakan kartu ini untuk membayar untuk hal yang sesuai dengan anggaran yang telah mereka buat.

Jangan lupa juga memberikan untuk amal sebagai bagian dari mentalitas anak Anda. Menyumbang dapat menjadi lebih dari sebuah pelajaran keuangan, karena dapat mengajarkan tanggung jawab sosial.

Bantulah anak Anda untuk memilih organisasi amal yang menarik bagi dirinya.

Moms, Persiapkan Tabungan dan Investasi Pendidikan Anak Sejak Dini 01 - Finansialku

[Baca Juga: Ibu Muda Kenali dan Praktikkan Cara Merencanakan Keuangan Berikut Ini]

 

Pentingnya Mendidik Anak Tentang Uang

Anak tidak akan belajar berhemat atau mengeluarkan uang dengan bijak, bila sehari-harinya melihat Anda sangat boros.

Karenanya, sebelum Anda mulai mengajar mereka untuk bijak secara finansial, sebaiknya Anda terlebih dahulu juga meninjau sejauh mana kemampuan Anda mengelola keuangan.

Hal ini akan memberikan dampak langsung terhadap anak, ketimbang hanya kata-kata belaka.

 

Apakah Moms memiliki tips dan trik lain mengajarkan tentang uang kepada anak? Yuk kita diskusikan cara Moms, silakan tinggalkan komentar Moms pada kolom di bawah ini ya, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Anna Attkinson. 2017. Teaching Kids About Money: An Age-by-Age Guide. Parents.com – https://goo.gl/tuQSjn
  • Lynn Socresby. 2017. 4 Cara Sederhana dan Efektif untuk Mengajar Anak tentang Uang. Keluarga.com – https://goo.gl/83ppqx

 

Sumber Gambar:

  • Cara Mendidik Anak – https://goo.gl/A94MwX
  • Mendidik Anak – https://goo.gl/uYzZ1X

 

Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang