Emiten adalah perusahaan baik swasta maupun BUMN yang mencari modal dari bursa efek dengan cara menerbitkan efek (bisa saham, obligasi, right issue, warrant, atau jenis efek lainnya).

Dari inilah awal mulanya muncul surat berharga, yang kemudian diperdagangkan di pasar modal.

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, Emiten berarti badan usaha yang mengeluarkan kertas berharga untuk diperjualbelikan.

Tidak semua perusahaan dapat disebut emiten. Hanya perusahaan yang saham atau obligasinya diperdagangkan di bursa efeklah.

Di Bursa Efek Indonesia sendiri saat ini terdapat 547 emiten saham dan sekitar 82 emiten obligasi. Masyarakat mempunyai pilihan untuk membeli salah satu (atau beberapa) efek yang dijual tersebut.

 

Efek yang Ditawarkan Emiten

Menawarkan Efek yang berupa surat utang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, Unit Penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atas Efek, dan setiap derivatif dari Efek.

Pada umumnya, melakukan penawaran Efek melalui Pasar Modal untuk saham, obligasi, dan sukuk.

Disadur dari situs resmi milik PT Bursa Efek Indonesia, yaitu www.idx.co.id, Daftar efek yang diperjualbelikan di Bursa Efek Indonesia antara lain:

  • Saham
    • Right Issue
    • Warrant
  • Obligasi Korporasi
  • Surat Berharga Negara
  • Exchange Traded Fund (ETF)
  • Efek Beragun Aset (EBA)
  • Derivatif
    • Kontrak Opsi Saham
    • Kontrak Berjangka

 

Emiten Warrant Pasar Modal

[Baca Juga: Definisi Warrant Adalah]

 

Mengapa Menjadi Emiten: Alasan Menerbitkan Efek

Biasanya alasan perusahaan menawarkan efek adalah karena membutuhkan tambahan modal segar. Pada dasarnya, ada 2 cara untuk mendapatkan modal tambahan, yaitu:

  1. Debt Financing, yaitu pendanaan dengan berutang. Dalam dunia keuangan, utang (debt) disebut sebagai modal asing. Emiten bisa mendapatkan modal asing ini dengan menerbitkan efek yang dinamakan obligasi, yang artinya meminjam uang dari masyarakat luas.
  2. Equity Financing, yaitu pendanaan dengan menawarkan sebagian hak kepemilikan perusahaan kepada pihak yang bersedia memberikan dana. Dengan pendanaan ini, emiten diuntungkan karena selain mendapat dana segar, namun tidak perlu mengembalikan uang tersebut dan tidak perlu membayar bunga pinjaman.

Dalam melakukan emisi atau penjualan efek pun memiliki berbagai tujuan dan hal ini biasanya sudah tertuang dalam rapat umum pemegang saham perusahaan tersebut, biasanya antara lain:

  1. Perluasan usaha, modal yang diperoleh dari para investor akan digunakan untuk meluaskan bidang usaha, perluasan pasar atau kapasitas produksi, atau membayar utang jatuh tempo.
  2. Memperbaiki struktur modal, menyeimbangkan antara modal sendiri dengan modal asing.
  3. Mengadakan pengalihan pemegang saham. Pengalihan dari pemegang saham lama kepada pemegang saham baru. Pengalihan dapat pula untuk menyeimbangkan pemegang sahamnya.

 

Emiten dan Perusahaan Publik

Tidak jarang ada yang mengatakan bahwa emiten sama dengan Perusahaan Publik, karena menjual efeknya di pasar modal, namun sebetulnya kedua hal tersebut adalah berbeda.

Berdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar modal, Emiten adalah Pihak yang melakukan Penawaran Umum.

Ini artinya pihak tersebut melakukan penawaran Efek untuk menjual Efek kepada masyarakat berdasarkan tata cara yang diatur dalam peraturan Undang-undang yang berlaku.

Emiten dapat berbentuk orang perseorangan, perusahaan, usaha bersama, asosiasi, atau kelompok yang terorganisasi.

Sementara Perusahaan Publik adalah Perusahaan yang sahamnya telah dimiliki sekurang-kurangnya oleh 300 pemegang saham dan memiliki modal disetor sekurang-kurangnya Rp3 miliar, atau suatu jumlah pemegang saham dan modal disetor yang ditetapkan dengan Peraturan Pemerintah.

Opsi Saham

[Baca Juga: Definisi Perdagangan Opsi Adalah]

 

Jadi dalam definisi menurut Undang-undang tersebut, sangat jelas mengatakan bahwa perusahaan publik haruslah perusahaan yang telah mencatatkan sahamnya di bursa efek, dan sahamnya dimiliki oleh sejumlah pemegang saham tertentu dengan modal disetor sejumlah tertentu. Berbeda dengan yang bisa saja berupa perseorangan, asosiasi, kelompok, atau organisasi.

Perusahaan yang menjual sahamnya ke publik belum tentu menjual efek obligasi, begitu juga sebaliknya, perusahaan yang menjual obligasi belum tentu melepas sahamnya ke publik, ada juga perusahaan yang menjual keduanya ke publik.

Karena itu, ada yang masih berstatus perusahaan tertutup, karena hanya menjual obligasi saja. Jika perusahaan menjual efek saham ke publik, barulah dapat disebut sebagai perusahaan publik.

Iklan Banner Online Course Value Investing - Finansialku 728 x 168

Iklan Banner Online Course Value Investing - Finansialku 336 x 280

Syarat-syarat Emiten

Untuk menjadi emiten, ada sejumlah syarat yang harus dipenuhi, perannya sendiri di dalam bursa efek adalah:

  • Menerbitkan efek yang kemudian dijual kepada investor, untuk mendapatkan modal.
  • Untuk menerbitkan efek, emiten haruslah mempunyai prestasi yang baik dan tidak memiliki cacat hukum. Dengan demikian emiten wajib menjamin efek yang diterbitkannya sah menurut hukum.
  • Emiten merupakan sumber utama informasi mengenai efek yang diperdagangkan. Kebenaran informasi dari emiten merupakan tanggung jawab emiten yang bersangkutan.

 

Gratis Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Pendaftaran Emiten dan Keterbukaan Informasi

Emiten wajib menyampaikan Pernyataan Pendaftaran untuk melakukan Penawaran Umum sementara Perusahaan Publik juga wajib menyampaikan Pernyataan Pendaftaran sebagai Perusahaan Publik.

Atas Pernyataan Pendaftaran tersebut, OJK memberikan pernyataan efektif yang menunjukkan kelengkapan atau dipenuhinya seluruh prosedur dan persyaratan atas Pernyataan Pendaftaran yang diwajibkan dalam peraturan perundangan yang berlaku.

Emiten yang Pernyataan Pendaftarannya telah menjadi efektif atau Perusahaan Publik wajib:

  1. Menyampaikan laporan secara berkala dan mengumumkan laporan tersebut kepada masyarakat.
  2. Menyampaikan laporan dan mengumumkan kepada masyarakat tentang peristiwa material yang dapat mempengaruhi harga Efek selambat-lambatnya pada akhir hari kerja kedua setelah terjadinya peristiwa tersebut.

Selain itu, dalam aturan Undang-undang Republik Indonesia No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar modal, Direktur atau komisaris Emiten Perusahaan Publik, serta setiap pihak yang memiliki sekurang-kurangnya 5% (lima perseratus) saham Emiten Perusahaan Publik juga wajib melaporkan atas kepemilikan dan setiap perubahan kepemilikannya atas saham perusahaan tersebut selambat-lambatnya 10 hari sejak terjadinya perubahan kepemilikan.

Saham IPO Warrant

[Baca Juga: Jangan Asal Beli Saham IPO! Pahami Apa Itu IPO dan Bagaimana Menilai Sahamnya]

 

Menilai Penawaran Efek Emiten

Menilai efek yang ditawarkan oleh emiten pada Penawaran Umum Perdana tidaklah mudah.

Ada beberapa poin yang harus dicermati oleh investor agar dapat memperoleh keuntungan dari efek yang ditawarkan baik itu saham maupun obligasi.

Ada 5 hal yang bisa Anda cermati bila ingin membeli efek yang ditawarkan oleh emiten:

  1. Cermati fundamental perusahaan emiten yang bersangkutan, yaitu dengan melihat porspektusnya. Pada prospektus terdapat laporan keuangan emiten. Di dalamnya biasanya terdapat risiko dan peluang bagi perusahaan tersebut.
  2. Cek Perusahaan dan sektor yang berhubungan dengan Emiten. cek prospek dari grup atau sektor emiten-emiten yang bersangkutan ke depannya seperti apa. Lihat juga analisis ekonomi makro untuk mengetahui prospek dari efek yang ditawarkan emiten.
  3. Lihat Sekuritas Penjamin Emisinya. Pilihlah perusahaan yang memakai jasa penjamin emisi yang berpengalaman dan terkenal. Caranya adalah dengan mengecek rekam jejak penjamin emisi tersebut.

 

 

Bagikan artikel ini kepada teman-teman Anda, agar mereka juga tahu lebih lengkap mengenai Emiten.

 

Sumber Referensi:

  • Presiden Republik Indonesia Dengan Persetujuan Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 1995. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 1995 Tentang Pasar Modal.
  • Otoritas Jasa Keuangan. Emiten dan Perusahaan Publik. https://goo.gl/evJehu
  • Sawidji Widoatmodjo. 2015. Pengetahuan Pasar Modal untuk Konteks Indonesia. Jakarta: Kompas Gramedia

 

Download Ebook Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula Finansialku.com

Download Ebook Reksa Dana