Infografis: Asuransi Jiwa di Sepanjang Usia

Apakah asuransi jiwa dibutuhkan oleh setiap orang, di sepanjang usia? Kali ini, Finansialku akan membahas mengenai kebutuhan asuransi jiwa untuk setiap usia, dari usia 20 tahunan sampai usia 60 tahunan. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Asuransi Jiwa di Sepanjang Usia

Asuransi jiwa menjadi kebutuhan utama bagi sebagian orang. Dengan membeli asuransi jiwa sebenarnya Anda membeli ‘ketenangan’ bahwa jika Anda meninggal dunia nanti, keluarga yang ditinggalkan tidak akan kesulitan. Baik itu untuk membayar biaya kehidupan sehari-hari mereka, atau untuk melunasi utang Anda yang ditinggalkan jika meninggal dunia sebelum lunas. Manfaatnya akan sangat terasa terutama jika Anda sudah menikah dan memiliki anak atau tanggungan.

Asuransi jiwa juga dibutuhkan bagi Anda yang memiliki utang dalam jumlah yang cukup besar. Misalnya seperti KPR, Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), pinjaman usaha, dan kebutuhan lainnya. Namun, biasanya asuransi jiwa untuk pinjaman seperti ini sudah secara otomatis harus Anda miliki ketika akan meminjam dana. Tetapi asuransi jiwa yang dibeli sendiri untuk kebutuhan keluarga adalah sebuah pilihan. Anda bisa memilih untuk membelinya sekarang, membelinya nanti, atau tidak membelinya sama sekali.

Infografis Asuransi Jiwa di Sepanjang Usia 02 - Finansialku

[Baca Juga: Cara Melindungi Diri dengan Asuransi Jiwa dan Asuransi Mobil bagi Anda yang Sering Pergi dengan Mobil Pribadi]

 

Dalam setiap tahapan usia, manusia bisa memiliki cara pandang yang berbeda-beda. Seorang anak kecil memiliki pandangan yang berbeda dengan anak remaja. Sementara seorang anak remaja memiliki pandangan yang berbeda pula dengan mereka yang sudah dewasa. Namun pada setiap tahapan usia, kedewasaan seseorang juga masih akan berubah.

Bagi Anda yang masih baru lulus kuliah dan baru mulai bekerja mungkin saat ini merasa bahwa asuransi jiwa tidak dibutuhkan. Kali ini, Finansialku akan membahas mengenai pandangan terhadap asuransi jiwa berdasarkan tahapan usianya. Mari kita simak infografis berikut ini:

Infografis Asuransi Jiwa di Sepanjang Usia 03 - Finansialku

[Baca Juga: Infografis: Do’s and Don’ts Saat Membeli Asuransi Jiwa]

 

#1 Usia 20an

Ketika berusia 20an Anda masih sangat muda dan bugar. Penampilan masih tampak sangat segar dan bersih, memiliki banyak energi untuk melakukan pekerjaan apa saja. Semangat Anda di dunia kerja juga masih berapi-api karena baru mulai memasuki dunia kerja. Dalam tahapan ini, pendapatan biasanya masih relatif rendah tetapi Anda memiliki potensi yang besar untuk dapat berkembang dalam karier.

Di sinilah tahap penentuan secara jangka panjang akan menjadi apa Anda kelak. Karena itu, masa depan masih terlihat sangat panjang dan peluang untuk masa depan yang cemerlang masih begitu jelas di depan mata Anda. Seseorang yang berusia 20an tentu memiliki harapan yang begitu cerah untuk masa depannya. Karena merasa masih begitu muda, sehat, bugar dan bebas, Anda bahkan merasa akan hidup selamanya! Pada titik ini asuransi jiwa akan terlihat seperti sesuatu yang sangat ‘orang tua’, bukan kebutuhan Anda. Bahkan mungkin tidak ada di dalam prioritas Anda sama sekali (padahal sebenarnya premi asuransi jiwa termurah bisa Anda dapatkan pada tahap usia ini daripada ketika sudah menua nanti).

 

#2 Usia 30an

Ketika menginjak usia 30an Anda mulai berpenampilan layaknya seorang eksekutif. Menggunakan pakaian rapi, sepatu bermerek dan tas mahal untuk menunjukkan kemapanan Anda (sekaligus untuk menunjukkan sedikit kharisma kepada atasan maupun kepada orang lain). Pekerjaan masih berjalan dengan lancar karena masih didukung oleh fisik yang kuat, walaupun sudah tidak sebugar ketika berusia 20an.

Quiz Apakah Anda Mengenal Asuransi Jiwa 02 - Finansialku

[Baca Juga: Quiz: Apakah Anda Mengenal Asuransi Jiwa?]

 

Kuliah sudah selesai, karier sudah mulai meningkat. Jika sebelumnya Anda masih berada di tahapan staf, pada usia 30an mungkin Anda mulai beranjak menginjak posisi manajer. Peningkatan karier tentunya diikuti dengan peningkatan penghasilan. Anda lebih leluasa menggunakan uang untuk kebutuhan dan keinginan. Pada tahapan usia ini Anda mungkin sudah menikah atau memiliki anak sehingga secara psikologis kedewasaan Anda meningkat dan menjadi sedikit lebih bijaksana. Tetapi jiwa muda masih tetap menggebu dalam diri Anda.

Biasanya pada tahapan usia ini Anda mulai terpikir untuk membeli asuransi jiwa karena sudah memiliki tanggungan. Asuransi jiwa pada tahapan ini masih relatif murah, walaupun belum tentu semurah ketika Anda berusia 20an. Hal ini tentunya karena kondisi fisik Anda masih segar dan sehat sehingga peluang terserang penyakit masih relatif rendah (walaupun sebenarnya ini tergantung dengan pola hidup dan pola keuangan Anda, orang yang terlalu stres memikirkan keuangan yang berantakan bisa terkena stroke atau penyakit jantung dini lho!).

 

#3 Usia 40an

Selamat! Anda sudah mendapatkan promosi jabatan dan gaji yang tinggi dalam pekerjaan. Menginjak usia 40an, Anda mulai sedikit santai dalam berpakaian. Kemeja seadanya, yang penting nyaman dan masih cukup rapi dikenakan ke kantor. Fashion sudah tidak begitu menjadi prioritas di mata Anda. Anda mulai memiliki pandangan yang berfokus pada tujuan yang jelas. Misalnya ingin memiliki aset atau barang-barang tertentu dalam skala yang lebih besar. Di tahapan usia yang sudah mapan ini Anda memiliki penghasilan yang lebih besar lagi daripada ketika berusia 30an.

Asuransi Jiwa Unitlink, Sebenarnya Menguntungkan Nasabah atau Tidak 01 - Finansialku

[Baca Juga: Asuransi Jiwa Unitlink, Sebenarnya Menguntungkan Nasabah atau Tidak?]

 

Tetapi penghasilan yang didapatkan keluar secepat Anda mendapatkannya. Hal ini karena penghasilan bulanan harus segera digunakan untuk menggunakan berbagai kebutuhan yang semakin meningkat. Misalnya, biaya pendidikan anak yang semakin lama semakin mahal, anak yang beranjak dewasa membutuhkan berbagai gadget terbaru, pakaian yang beragam, kawat gigi yang mahal, dan lain sebagainya. Siapa yang akan membayar seluruh kebutuhan anak-anak jika Anda meninggal dunia nanti? Ditambah lagi dengan utang kartu kredit, cicilan KPR dan kendaraan baru yang harus segera dilunasi. Beban menjadi semakin berat bukan? Kalau belum memiliki asuransi jiwa, keluarga dan anak-anak nantinya bisa menjadi korban.

Bagi mereka yang belum memiliki asuransi jiwa pada tahapan usia ini barulah mulai sedikit khawatir. Membeli asuransi jiwa pada tahapan ini masih bisa diusahakan, tetapi besaran premi biasanya sudah mulai mencekik keuangan Anda. Bagaimana tidak, kondisi kesehatan sudah mulai menurun, tubuh tidak sesegar dulu, dan penyakit mulai berdatangan.

 

#4 Usia 50an

Anda sudah mulai merasakan penuaan, tetapi sakit punggung dan pinggang yang dirasakan belum membuat Anda rela untuk pensiun dan tinggal di pinggiran kota yang sepi (untuk mendapatkan rumah dengan harga yang lebih murah dan menghemat biaya hidup). Masih ada beberapa keinginan untuk dicapai, tetapi masih terhambat biaya. Anak-anak mulai hidup mandiri dengan keluarganya masing-masing. Karenanya Anda menghuni sarang yang kosong, perlu ada sedikit penyesuaian dalam uang pertanggungan asuransi jiwa yang sudah dimiliki.

Punya Asuransi Jiwa Kurang Bermanfaat Kalau Proteksinya Kekecilan, Begini Cara Menghitung Uang Pertanggungan 02 - Finansialku

[Baca Juga: Punya Asuransi Jiwa Kurang Bermanfaat Kalau Proteksinya Kekecilan, Begini Cara Menghitung Uang Pertanggungan]

 

Penampilan Anda sudah tidak lagi menarik (Anda pun sudah tidak mempedulikannya lagi). Pandangan Anda sudah siap untuk menginjak tahapan hidup yang selanjutnya yaitu menghabiskan sisa umur untuk bersantai di rumah ketika sudah pensiun nanti. Tubuh sudah tidak bugar dan kesehatan semakin menurun, karenanya membeli asuransi jiwa pada tahap ini sudah hampir mustahil. Harga preminya sangat mahal dan mungkin tidak sepadan lagi dengan peluang manfaat yang didapatkan.

 

#5 Usia 60an

Terakhir pada tahapan usia 60an, Anda sudah tua rentan dan tidak lagi berdaya. Bahkan mungkin Anda menghadapi permasalahan kesehatan yang serius pada tahapan usia ini. Hal yang bisa dilakukan setiap hari hanyalah melihat anak membina keluarga dan cucu-cucu semakin dewasa. Penghasilan yang diharapkan setiap bulan adalah uang pensiun dan hasil investasi (itu pun jika ada).

Jika pada tahap ini Anda belum memiliki asuransi jiwa, maka Anda sudah sangat terlambat. Di usia ini Anda akan berpikir “mengapa saya tidak membeli asuransi jiwa ketika masih muda dulu?” dan berharap bisa mengulang kembali waktu. Jika berharap membeli asuransi jiwa di usia ini, harga preminya sudah terlalu mahal dan bahkan mungkin Anda mustahil diterima menjadi nasabah asuransi jiwa.

Ini 7 Keajaiban Asuransi Jiwa yang Perlu Anda Ketahui 2 - Finansialku

[Baca Juga: Ini 7 Keajaiban Asuransi Jiwa yang Perlu Anda Ketahui]

 

Jangan Menunda dan Menyesal di Kemudian Hari

Asuransi jiwa merupakan bentuk proteksi yang pada akhirnya akan dibutuhkan oleh semua orang. Premi asuransi jiwa akan berubah sesuai dengan tahapan usia Anda. Semakin muda dan sehat kondisi fisik Anda maka akan semakin murah premi asuransi yang ditawarkan. Sayangnya pada usia muda terlalu banyak orang yang menganggap remeh pentingnya asuransi jiwa. Akhirnya terus menunda membeli asuransi jiwa hingga mencapai tahap usia yang sudah tua. Ketika sudah tua barulah Anda menyesal, mengapa tidak membeli asuransi jiwa sejak muda? Daripada menyesal di kemudian hari, sebaiknya pertimbangkan kebutuhan asuransi jiwa Anda sedini mungkin.

 

Menurut pendapat Anda, seberapa penting asuransi jiwa untuk diri Anda sendiri? Berikan penilaian skala 0 (paling rendah) sampai 10 (paling tinggi) tingkat kepentingan asuransi jiwa bagi Anda! Mengapa Anda memberikan penilaian tersebut?

 

Sumber Gambar:

  • Karyawan – https://goo.gl/3x3TOF
  • Murid-murid – https://goo.gl/jj5tGn

 

Download Ebook Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula Finansialku.com

Download Ebook Reksa Dana

By | 2017-06-11T08:34:32+00:00 June 9th, 2017|Categories: Asuransi, Asuransi Jiwa, Infografis|Tags: , , , |0 Comments

About the Author:

Stacia E. H. Sitohang CFP®
Stacia Edina Hasiana Sitohang, S.Mn, CFP® adalah perencana keuangan independen yang bersertifikasi (Nomor 1700 0001). Memiliki background pendidikan S1 di jurusan Business Management dengan konsentrasi Finance, School of Business and Management, Institut Teknologi Bandung (SBM ITB). Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang Personal Finance dan Entrepreneurship.

Leave A Comment

Gratis Download E-book, Hanya untuk Anda!

Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula

Investasi Tepat, Untung Mendekat

Bagaimana cara berinvestasi reksa dana untuk investor pemula? Apa saja tips berinvestasi reksa dana agar untung lebih maksimal?

 

7.392 orang

sudah download