Konsultasi: Mana yang Lebih Menguntungkan Investasi di Unitlink atau Reksa Dana untuk Pensiun Nanti?

 

Menurut Anda mana yang lebih menguntungkan investasi di unitlink atau reksa dana untuk tujuan keuangan dana hari tua? Apakah Anda termasuk salah seorang yang membeli unitlink untuk tujuan dana hari tua atau pensiun? Beberapa poin berikut ini perlu Anda ketahui sebagai bahan pertimbangan.

 

Rubrik Finansialku

rubrik-ask-the-financial-planner

 

Mana yang Lebih Menguntungkan Investasi di Unitlink atau Reksa Dana?

Apakah Anda pernah mendapat tawaran investasi unitlink untuk dana hari tua? Salah satu pengunjung Facebook Finansialku bertanya mengenai investasi untuk dana hari tua apakah lebih untung investasi unit link atau investasi di reksa dana? Dalam kesempatan kali ini, Finansialku.com ingin meluruskan pemahaman yang benar mengenai produk investasi unitlink dan reksa dana.

 

Salah satu teman kami, ada yang bertanya melalui Facebook:

Mana yang Lebih Menguntungkan Investasi di Unitlink atau Reksa Dana untuk Pensiun Nanti 2 - Finansialku

Pertanyaan: Ada artikel yang membahas detail perbedaan investasi unitlink dengan reksa dana? Mana yang lebih unggul, tujuan utama ku berinvestasi untuk pensiun nanti.

 

Jika Anda ingin bertanya mengenai keuangan, silahkan Like Facebook Finansialku dan ajukan messages.

 

Jawab: Unitlink Tidak Cocok untuk Berinvestasi. Reksa Dana adalah Alternatif Investasi.

Sebelumnya kami ingin meluruskan unitlink adalah produk proteksi atau asuransi, bukan investasi. Investasi yang ada di unitlink bertujuan untuk membayarkan biaya asuransi (cost of insurance). Kami tidak menyarankan investasi di unitlink untuk membeli barang, kebutuhan dana hari tua dan lain sebagainya.

Di era 90 an, produk asuransi jiwa dan kesehatan yang umum dipasarkan di Indonesia adalah produk asuransi jiwa tradisional dan asuransi kesehatan tradisional. Jadi setiap nasabah harus membayar premi kemudian secara berkala. Jika dalam satu tahun tidak ada klaim (tidak sakit atau tidak meninggal), maka perusahaan asuransi jiwa tidak akan memberikan uang pertanggungan. Orang-orang sering mengatakan preminya hangus. Banyak orang yang merasa rugi membeli asuransi jiwa tradisional.

Apakah Rugi, Sudah Bayar Asuransi Jiwa Tetapi Tidak Segera Meninggal - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Rugi, Sudah Bayar Asuransi Jiwa Tetapi Tidak Segera Meninggal?]

 

Mulai awal tahun 2000, perusahaan asuransi mulai berinovasi dalam produk. Produk unitlink menjadi andalan perusahaan-perusahaan asuransi jiwa. Produk unitlink ini menggabungkan asuransi jiwa, rider asuransi (asuransi kesehatan, asuransi penyakit kritis) dan investasi. Tentu saja semuanya ada biayanya donk. Premi yang dibayarkan oleh nasabah asuransi, sudah memperhitungkan biaya asuransi (cost of insurance) dan investasi.

Untung Ruginya Membeli Asuransi Unitlink - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Apakah Karyawan perlu Membeli Asuransi Unitlink, Kan Ada Asuransi Perusahaan?]

 

Setelah 5 tahun atau 10 tahun, investasi di unitlink Anda sudah terbentuk dan dapat digunakan untuk membayar biaya asuransi (cost of insurance) untuk beberapa tahun. Apa akibatnya jika hasil investasi ditarik untuk kebutuhan dana hari tua atau pensiun?

Jawabannya: Jika investasi Anda ditarik semua (100%), maka tidak ada sisa untuk membiayai asuransi Anda. Hal ini akan mengakibatkan polis Anda akan hangus (lapse).

Jadi investasi di unitlink lebih tepat untuk membiayai biaya asuransi (cost of insurance).

 

Bagaimana Menyiapkan Rencana Dana Hari Tua

Perencanaan dana hari tua atau biaya pensiun cukup rumit, karena ada beberapa kendala. Pada dasarnya ketika seseorang pensiun orang akan kehilangan penghasilan aktif (penghasilan dari gaji, bonus dan tunjangan). Oleh sebab itu harus ada penghasilan lain yang sifatnya penghasilan pasif dan hasil investasi. Coba perhatikan gambar di bawah ini:

Cara Mengelola Keuangan Keluarga Versi 2.0 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga: Cara Mengurus Keuangan Keluarga yang Baik dan Benar]

 

Strategi investasi yang harus Anda lakukan saat usia produktif harus diarahkan untuk penghasilan hasil investasi dan penghasilan pasif.

 

2 Sumber Penghasilan Utama saat Pensiun

Seperti penjelasan di atas terdapat 2 jenis penghasilan utama saat pensiun, yaitu:

#1 Penghasilan Investasi

Penghasilan investasi yang dimaksud adalah penghasilan berjenis cash flow (pemasukan bulanan atau tahunan) dari investasi. Contoh:

  • Penghasilan dari bunga deposito
  • Penghasilan dari kupon ORI, SUKRI, SBR
  • Penghasilan dari dividen saham

#2 Penghasilan Pasif

Penghasilan pasif yang dimaksud adalah penghasilan dari aset yang bekerja dan mendatangkan pemasukan. Contoh:

  • Penghasilan dari uang sewa rumah atau apartemen
  • Penghasilan dari uang sewa kendaraan
  • Penghasilan dari blog
  • Penghasilan dari royalty buku
  • dan lain sebagainya

 

Kedua jenis pemasukan tersebut mampu mendatangkan pemasukan (income) bulanan untuk Anda. Namun memang membutuhkan modal. Misal Ronald membutuhkan penghasilan sebesar Rp10 juta per bulan (atau Rp120 juta per tahun). Diketahui bunga deposito Bank MNO adalah 5% per tahun (atau net 4,8% per tahun). Berapa uang yang harus didepositokan Ronald?

Hasil deposito = Rp120 juta per tahun

Bunga deposito = 4,8% per tahun

Modal untuk deposito = Rp120 juta / 4,8% = Rp2,5 miliar

Jadi Ronald membutuhkan uang sebesar Rp2,5 miliar untuk didepositokan dan mendapatkan bunga 4,8% per tahun.

 

Strategi untuk Mendapatkan Modal

Hah modal yang dibutuhkan Rp2,5 miliar. Angka yang cukup besar bukan? Nah bagaimana cara menyiapkan uang Rp2,5 miliar, jika saat ini Ronald seorang karyawan dengan penghasilan Rp10 juta per bulan? Jawabannya ya harus membuat rencana keuangan dan berinvestasi sesuai dengan rencana yang dimiliki. Anda dapat menggunakan Aplikasi Finansialku untuk mulai merencanakan keuangan.

Aplikasi Finansialku Iklan 1 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Contoh 25 tahun lagi, Ronald akan pensiun dan butuh uang sebesar Rp2,5 miliar. Maka Ronald harus berinvestasi sebesar: Rp1.563.000 per bulan dengan asumsi hasil investasi 12% per tahun. Sekarang saatnya mencari produk investasi yang mampu menghasilkan keuntungan sebesar 12% per tahun. Reksa dana adalah salah satu produk yang dapat digunakan untuk membantu Pak Ronald mengejar target Rp2,5 miliar.

 

Jadi, Strategi Perencanaan Dana Hari Tua Adalah

Strategi utama merencanakan dana hari tua adalah mempersiapkan sumber penghasilan bersifat cashflow bulanan untuk memenuhi biaya kehidupan di hari tua (pensiun). Pilihannya dapat berupa hasil investasi maupun penghasilan pasif. Jika saat ini Anda belum memiliki modal cukup besar, maka Anda harus merencanakan keuangan untuk mendapatkan modal tersebut (misal modal untuk didepositokan, modal untuk beli rumah dan lain sebagainya).

 

Jangan lupa bagikan informasi ini kepada teman-teman di WA grup Anda, karena mereka juga perlu tahu strategi yang benar untuk mempersiapkan dana hari tua (dana pensiun).

 

Menurut Anda, apakah mengerjakan bisnis online saat pensiun itu masih termasuk kerja atau sudah pensiun? Silakan tulis opini dan pendapat Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Gambar:

  • Grandma and Grandson – https://goo.gl/DB3uBf

 

Download E-Book Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula (GRATIS)

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

 

Download Sekarang

By | 2017-05-08T14:05:42+00:00 March 2nd, 2017|Categories: Dana Hari Tua, Reksa Dana, Unitlink|Tags: , , , |0 Comments

About the Author:

Melvin Mumpuni CFP
Melvin Mumpuni ST., MBA., CFP., QWP adalah seorang perencana keuangan independen dan technopreneur.Memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan Bandung dan mengambil pendidikan pasca sarjana di Sekolah Bisnis dan Management Institut Teknologi Bandung (MBA - ITB). Memiliki pengalaman di bidang personal finance, corporate finance, internet marketing dan technopreneurship.

Leave A Comment