Bagaimana prospek bisnis emiten industri es krim, PT Campina Ice Cream Industry, Tbk. (CAMP) di tengah distribusi vaksin covid-19 ini?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Analisis Fundamental PT Campina Ice Cream Industry, Tbk. (CAMP)

Perlambatan ekonomi global yang terjadi pada tahun 2019 semakin kuat terjadi pada tahun 2020 akibat pandemi virus Covid19. Kegiatan ekonomi yang melambat tercermin dari aktivitas konsumsi dan perekonomian masyarakat yang melambat.

Konsumsi masyarakat akan beberapa barang dan jasa menjadi tertahan dan menurun, Namun ada beberapa sektor industri yang sifatnya esensial dan sangat dibutuhkan masyarakat masih mencetak kinerja yang baik, segmen consumer goods yang menjual produk kebutuhan sehari-hari biasanya masuk dalam sektor esensial yang tetap diperkenankan beroperasi normal.

Minimarket menjadi satu-satunya format penjualan eceran yang masih menunjukkan pertumbuhan positif. Minimarket kinerjanya baik selama pandemi karena sifat usahanya yang fleksibel. Lokasi yang tersebar dan dekat dengan konsumen.

Namun selama pandemi pola konsumsi masyarakat secara tidak sadar berubah, untuk beberapa barang dan kebutuhan yang berhubungan dengan kesehatan cenderung lebih meningkat, sedangkan makanan dan minuman yang sifatnya konsumsi impulsif menurun jumlah permintaannya.

Prospek Campina (CAMP)_ Rantai Pasok Dingin Vaksin Covid19 02

[Baca Juga: Analisa Prospek PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk. (AMRT)]

 

Pada 2020 saat PSBB diberlakukan, CAMP sebagai perusahaan yang memproduksi ice cream harus menyiapkan strategi sesuai dengan keadaan dimana konsumen yang melakukan kegiatan outdoor semakin minim sehingga pola konsumsi impulsif menurun dan keinginan untuk menahan beberapa konsumsi akibat keterbatasan di masa PSBB.

Pada 2020 Campina semakin menggenjot penjualan salah satunya melalui layanan Home Delivery, konsumen bisa memesan produk melalui website dan diantar langsung ke rumah. Pasar es krim di dalam negeri dibagi menjadi dua yakni pasar es krim luar rumah dan dalam rumah.

Pasar es krim luar rumah bergantung pada keinginan sesaat konsumen, sementara pasar dalam rumah bergantung pada konsumsi yang direncanakan.pasar es krim nasional didominasi oleh pasar luar rumah hingga 80 persen, sedangkan pasar dalam rumah hanya 20 persen.

PT Campina Ice Cream Industry, Tbk. (CAMP) adalah salah satu produsen es krim ternama di Indonesia. 47 tahun lalu, keluarga Hadipranoto memulai bisnis es krim Campina dengan rangkaian produk yang selalu menjadi juara di hati konsumen.

Produsen es krim ternama di Indonesia yang berdiri sejak 22 Juli 1972 ini memiliki titik distribusi sebanyak 63 lokasi di seluruh Indonesia. Paling jauh, perseroan telah menjangkau Timika di Papua untuk memenuhi target pemasaran wilayah Indonesia bagian timur.

Industri pengolahan es krim, yang mencakup usaha pembuatan berbagai macam es krim yang bahan utamanya dari susu, dan industri pengolahan es sejenisnya yang dapat dimakan (bukan es batu dan es balok), mencakup usaha pembuatan berbagai macam es yang bahan utamanya bukan dari susu.

Portofolio produksi perseroan serupa dengan industri, yakni 80% produk stik maupun mangkuk dan 20% produk ukuran besar. Perseroan telah meluncurkan layanan penjualan secara daring sekitar 4-5 tahun yang lalu.

Adapun, pertumbuhan penggunaan layanan tersebut terakselerasi dengan perubahan gaya hidup konsumen ke arah belanja daring. Campina menyediakan berbagai macam produk, mulai dari impulse segmen anak-anak, impulse segmen remaja, tubs, impulse segmen dewasa, bulk hingga dalam bentuk dessert.

Faktor yang menekan penjualan Campina selama 2020 adalah aktivitas di luar rumah yang turun drastis sehingga memengaruhi permintaan es krim mengingat produk ini kategori FMCG yang bersifat impulse snacking, bukan bahan makanan pokok, namun walaupun penjualan menurun.

Keadaan keuangan perseroan masih terjaga dalam keadaan aman. Untuk lebih jelasnya kita akan membahas pos-pos keuangan yang penting untuk di lihat dari sebuah perseroan.

9 Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

 

Kinerja Keuangan PT Campina Ice Cream Industry, Tbk (CAMP)

Untuk kinerja keuangan CAMP di 2020, kinerja penjualan perseroan pada kuartal ketiga mengalami penurunan dikarenakan permintaan atas produk ice cream yang turun seiring rendahnya mobilitas konsumen selama pandemi.

Penjualan mengalami penurunan sebesar 7,2% menjadi Rp 712 miliar, dipengaruhi oleh pergantian beberapa distributor yang tidak mencapai target, pandemi Covid-19 dan persaingan dengan pendatang baru.

Beban pokok mengalami kenaikan namun tidak terlalu tinggi sehingga Laba Kotor perusahaan mengalami penurunan Rp 386 miliar.

Biaya operasional dan administrasi berhasil di tekan, namun akibat turunnya penjualan selama pandemi maka perusahaan hanya bisa mencetak Laba Usaha Rp 22,6 miliar.

Revenue CAMP

CAMP Data: RivanKurniawan

 

Aset perseroan mengalami pertumbuhan 3,02% dibandingkan periode akhir tahun menjadi Rp 1,08 triliun. Kas dan setara kas mengalami peningkatan 19,6% secara tahunan menjadi Rp 416 miliar. Kas yang tersedia berada pada kondisi aman karena melebihi total kewajiban jangka pendek perusahaan.

Aset CAMP

CAMP Data: RivanKurniawan

 

Total liabilitas per September 2020 sejumlah Rp132 miliar, naik 8,3% dari periode yang sama tahun 2019. Liabilitas jangka panjang Rp3,58 triliun dan liabilitas jangka pendek Rp14,76 triliun dengan tingkat Ekuitas CAMP mencapai Rp 957 miliar, naik dari Rp 935 miliar per akhir 2019.

Total asetnya pun naik menjadi Rp 1,08 triliun dari sebelumnya Rp 1,05 triliun Tingkat DER CAMP ada pada 0,14x yang tergolong aman jika melihat industri consumer goods sejenis.

Liabilitas CAMP

CAMP Data: RivanKurniawanCAMP Data: RivanKurniawan

 

Saat ini saham dihargai cukup mahal dengan valuasi Price Book Value (PBV)-nya yang ada di 1,88x, Price to Earning Ratio CAMP ada di 59,60x. Sedangkan Return on Equity CAMP pada 2020 tipis di 3,16%.

ROE CAMP

CAMP Data: RivanKurniawan

 

Analisis Teknikal PT Campina Ice Cream Industry, Tbk. (CAMP)

Hingga perdagangan market Sesi I – 27 Januari 2021 tren IHSG mengalami koreksi selama seminggu ini, hari ini dilanjutkan koreksi 0,8% ke level 6091. CAMP meneruskan tren turun nya minus 6,50% ke harga 288/lembar, Consumer Price Index (CPI) yang naik dan kenaikan PMI manufaktur ke level 51,3 bisa menjadi sentimen untuk emiten ini.

Saham CAMP sempat berada di level tertinggi 380 sejak pandemi (2020) namun per 26 Januari 2021 sentimen negatif dari market membawanya turun hingga minus 6% ke level 308.

Teknikal CAMP

 

Jika melihat histori pergerakan saham CAMP adalah salah satu saham yang cukup aktif selama sejak Q3 2020. Membentuk pola chartBull’ flag in an uptrend, secara ytd mengalami pertumbuhan tipis 2,0%, selama 3 bulan terakhir bullish 16,7%.

Saat ini harga CAMP mengalami koreksi cukup dalam 6%. Terjadi kenaikan cukup kuat secara harian dalam minggu adalah sentimen pasar dari berita distribusi vaksin ke seluruh Indonesia yang dikabarkan membutuhkan rantai pasok dingin, namun kepastian kerja sama tersebut belum terlihat.

Dari signal MACD yang berada di atas garis nol dengan sinyal sell di perdagangan minggu ini, ada kemungkinan bullish terbatas walaupun akan ada koreksi sementara seiring dengan sentimen vaksin yang akan membuat pasar saham pada 2021 diperkirakan baru bergerak ke tahapan skeptisisme.

Indikator Stochastic menggunakan kerangka waktu daily terlihat sinyal sell, CAMP saat ini berada diatas Moving Average. Untuk indikator EMA (20), EMA (50) dan EMA (100) membentuk pola bullish. CAMP mengalami bullish sejak Agustus 2020, yang membuka peluang kenaikan harga saham hingga harga tertingginya 318.

CAMP saat ini menguji support di 285, jika koreksi terlalu dalam untuk stop loss di kisaran 285. Namun jika CAMP berbalik arah maka ada peluang menuju 386.

 

Mau Investasi Tapi Takut Ketipu atau Rugi??

Simak Dulu Video Playlist Berikut! GRATIS!

Video Finansialku

 

Outlook PT Campina Ice Cream Industry, Tbk. (CAMP)

Sejak tahun 2019 persaingan di industri es krim juga semakin ketat karena hadirnya sejumlah pemain baru, plus kondisi pasar yang turun. Nilai pasar es krim sekitar Rp 10 triliun di seluruh Indonesia.

Potensi pasar es krim Indonesia yang cukup baik dengan konsumsi per kapita masih dinilai rendah, yakni 0,8 liter per kapita, dan penetrasi freezer es krim masih 70%. Campina memutuskan untuk mendorong strategi pemasaran digital.

Strategi yang dilakukan adalah kombinasi online dan offline agar merek Campina terlihat. Di antaranya, penjualan melalui e-commerce, juga kerjasama dengan marketplace seperti Tokopedia dan Blibli.

Campina pun bekerja sama dengan ritel seperti KlikIndomaret agar memudahkan konsumen mendapatkan es krim Campina. Campina pun berkampanye dengan memaksimalkan media sosial.

Di masa pandemi dan pasca pandemi nantinya, untuk menjaga loyalitas konsumen, Campina fokus pada komunikasi digital dan memberi manfaat langsung ke konsumen.

Konsumen sekarang sangat concern pada value for money. Jadi, lebih baik biaya promosi untuk konsumen, agar dirasakan langsung.

Sektor-sektor yang terdampak langsung selama pandemi hingga pasca pandemi salah satunya adalah ritel, service dan beberapa segmen di consumer goods – mengalami penurunan output yang cukup dalam, namun CAMP masih mencetak Laba bersih walau mengalami penurunan.

Selama pandemi pola belanja masyarakat menjadi terbatas karena masyarakat menengah ke bawah akan mengurangi belanja sedangkan menengah ke atas cenderung akan mengendalikan pengeluaran atau menahan beberapa keperluan.

Pangsa pasar Campina sebesar 15-20%, turun akibat banyak pemain baru masuk.

Untuk pasar ice cream di Indonesia ada tiga merek ice cream yang menjadi Top of mind di masyarakat beberapa tahun ini – Walls, Aice dan Campina. Jika melihat pemasaran yang dilakukan Campina di pasar Indonesia, dari peluncuran produk-produk baru, menggunakan platform dan sosial media untuk komunikasi seperti berbagai campaign yang melibatkan GenZ dan milenial tentang content relation bersama ‘Campina Concerto Passion boleh beda,’ pada 2020 lalu,

Memperluas penetrasi distribusi Campina juga Channel Pemasaran non konvensional untuk memperkenalkan kembali merek es krim yang sudah ada sejak tahun 1976, Hula Hula.

Es krim yang dikenal legendaris ini harus tetap relevan dengan gaya hidup anak muda masa kini yang sangat dinamis, open minded, remote working, digital/social media savvy, serba on demand, dan lebih menghargai pengalaman dibanding kepemilikan.

Dengan demikian, konsumennya pun lebih banyak dari kalangan usia yang sangat beragam. Dari kalangan baby boomers ke atas, hingga generasi Z ke bawah.

Campina Ice Cream harus selalu melakukan peremajaan merek ini (brand rejuvenation), agar user/consumer base tetap ada.

Prospek Campina (CAMP)_ Rantai Pasok Dingin Vaksin Covid19 03

[Baca Juga: Analisis Prospek PT Buyung Poetra Sembada Tbk. (HOKI)]

 

Jika dibandingkan dengan pendatang yang lebih baru daripada Campina yakni Aice ice cream yang beroperasi sejak 2015 ini berhasil bersanding bersama Wall’s dan Campina, kesuksesan Aice dari variasi produk, keunikan, bentuk trendi dan harga yang bisa bersaing hingga teknik pemasarannya adalah hal yang bisa dijadikan perhatian.

Pada awal 2021 ini, sejumlah emiten sektor consumer goods menyatakan kesediaan untuk terlibat dalam proses vaksinasi Covid-19 yang tengah berlangsung di Indonesia.

Vaksinasi Covid-19 resmi dimulai setelah Presiden Joko Widodo menjadi orang pertama di Indonesia yang mendapat suntikan vaksin Sinovac buatan China pada Rabu (13/1/2021).

Dilansir bisnis.com, Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin menuturkan akan membuka kerja sama dengan perusahaan swasta yang memiliki kapasitas untuk logistik pendingin agar kapasitas rantai dingin untuk menampung vaksin Covid-19 dapat terpenuhi.

Walau CAMP belum pasti dengan kerja sama ini, jika antinya CAMP ikut dalam kerjasama distribusi vaksin tersebut, maka CAMP perlu mengimbangi dengan pertimbangan internal dari pihak manajemen terutama terkait dengan aspek keamanan produk dan teknis lainnya.

Adapun, vaksin Covid-19 produksi Sinovac yang digunakan pemerintah dalam program vaksinasi virus corona harus disimpan di tempat dengan suhu 2-8 derajat Celcius.

 

Kesimpulan

Sejauh ini Campina masih diminati di pasar ice cream walaupun banyaknya pendatang baru yang menghadirkan produk unik dengan kualitas rasa yang bersaing.

Namun strategi dari sisi pemasaran, menciptakan produk baru yang lebih unik serta cocok dengan selera GenZ sangat penting, Campina tetap menghadirkan es krim bernuansa 90-an dengan kemasan yang di-upgrade, ini bisa menjadi daya tarik tersendiri.

Namun terkait rencana kerja sama distribusi vaksin ke seluruh Indonesia, dari sisi kualitas produk dan tingkat penjualan dari Campina nya sendiri belum terlihat pengaruh yang signifikan, karena sifatnya disini pemerintah hanya memanfaatkan cold chain dari Campina.

Keadaan keuangan perusahaan dari sisi kas dan hutang jangka pendek masih dalam kategori aman, penjualan yang menurun wajar di masa pandemi, beban yang harus ditanggung selama pandemi membuat Laba perseroan harus terkoreksi.

Harga saham yang sedikit diatas fair value-nya dan ROE yang tipis di kisaran 3%, mungkin saham emiten ini kurang menarik untuk Anda yang menyukai saham lebih agresif.

Namun keadaan keuangan yang tergolong aman dan produk yang jelas bisa menjadi ciri bahwa Campina adalah perusahaan yang cukup bagus dan sudah mapan di industrinya.

Proyeksi tahun ini ekonomi yang akan tumbuh namun juga cukup terbatas, koreksi IHSG dan beberapa saham bisa terjadi, secara long-term masih ada peluang untuk bertumbuh, saat ini Laba bersih perseroan memang terlihat baik-baik saja namun dari kualitas kinerja perseroan nantinya akan menjadi perhatian terlebih penjualan ice cream di semester I -2021.

Karena melalui penjualan yang bertumbuh lalu tingkat laba yang tinggi dan tercapainya target perusahaan menjadi suatu alasan bagi pihak investor untuk melakukan investasi karena semakin tinggi laba perusahaan, maka semakin tinggi tingkat pengembalian.

Dominasi dari pendatang baru akan menjadi tantangan bagi Campina, namun strategi marketing dan produk yang unik ke depannya akan menjadi peluang bagi Campina.

 

Disclaimer: Penyebutan nama saham tidak bermaksud memberikan opsi buy/sell atau pun rekomendasi untuk saham tertentu. Artikel menunjukkan fakta dan analisa dari penulis berdasarkan laporan keuangan dan diambil dari sumber dianggap terpercaya. Data dapat berubah tergantung kondisi. Seluruh tulisan dan tanggapan adalah opini pribadi.

 

Itulah analisis saham CAMP dan prospeknya ke depan yang bisa membantu pertimbangan investasi Anda. Punya pertanyaan? Anda bisa tanyakan dalam kolom komentar.

Anda juga bisa bergabung dalam grup komunitas belajar saham Finansialku untuk info terbaru dan diskusi mengenai saham dengan praktisi dan pakarnya.

 

 

Sumber Referensi:

  • Aplikasi IPOTGO
  • Annual Report PT Campina Ice Cream Industry, Tbk (www.idx.co.id)
  • Bisnis.com

 

Sumber Gambar:

  • Aplikasi ChartNexus
  • Consolidated Financial Statements CAMP, Sept 2020
  • https://bit.ly/39md2CP
  • https://bit.ly/3cg44ZG
  • https://bit.ly/2NGr61K