Kabar kurang menyenangkan datang dari Reksadana Saham. Faktanya, kinerja reksadana ini masih berada di bawah IHSG selama tiga bulan terakhir.

Mari simak penjelasan selengkapnya dalam artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Capaian yang Kecil dari Reksadana Saham

Seperti yang kita ketahui bahwa sepekan lalu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat mengalami koreksi sebesar 0,87%.

Alhasil, hal ini mampu menyeret turun kinerja Reksadana yang berbasis saham atau biasa dikenal Reksadana Saham.

Hal ini dibuktikan oleh Infovesta Equity Fund Index yang memberikan data bahwa, rata-rata kinerja Reksadana Saham selama kuartal I di tahun 2019 digambarkan lebih rendah jika dibandingkan dengan kinerja IHSG.

Tercatat, rata-rata kinerja Reksadana Saham turun 0,96% atau hanya tumbuh sebesar 1,43% sejak awal tahun hingga 29 Maret 2019. Sedangkan, kinerja IHSG tumbuh 4,43% di periode yang sama.

Terlihat dengan jelas bahwa rata-rata kinerja Reksadana Saham malah lebih rendah dari kinerja IHSG akibat mayoritas Manajer Investasi yang belum bisa mengejar kinerja IHSG di produk Reksadananya.

H. Wawan Hendrayana, selaku Head of Investment Research Infovesta Utama, Senin (1/4) menilai bahwa kebanyakan Manajer Investasi kurang sukses melakukan diversifikasi alokasi aset, sehingga kinerja jauh berada di bawah IHSG.

“Mayoritas MI mencoba stock picking tetapi sebagian besar tidak sesuai dengan pergerakan IHSG, sehingga tertinggal.”

 

Bila rata-rata kinerja Reksadana Saham terus di bawah IHSG, maka Wawan memproyeksikan hingga akhir tahun Reksadana Saham dengan strategi mengikuti indeks atau reksadana indeks bisa berkinerja lebih tinggi dibanding Reksadana Saham dengan strategi aktif yang ingin mengungguli IHSG.

 

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

Reksadana Panin Dana: Reksadana yang Sukses Di Kuartal I

Di periode yang sama, data kembali menunjukkan bahwa rata-rata kinerja Reksadana Campuran pun ikut turun sebesar 0,32%.

Begitu juga dengan kinerja rata-rata Reksadana Pendapatan Tetap yang turun sebesar 0,17%.

Meski begitu, nyatanya masih ada beberapa kinerja rata-rata Reksadana yang mengalami kenaikan, seperti Reksadana Obligasi Pemerintah dan Korporasi yang berhasil naik masing-masing 0,21% dan 0,15%.

Sementara, kinerja rata-rata Reksadana Pasar Uang menjadi satu-satunya indeks yang mencetak kinerja mingguan positif dengan tumbuh 0,08%.

Namun, sejak awal tahun kinerja rata-rata reksadana campuran masih memimpin dengan tumbuh 3,33%

Reksa Dana Terproteksi 02 - Finansialku

[Baca Juga: Investor WAJIB Menelusuri 3 Prospek Komoditas di 2019]

 

Selain itu, Reksadana Panin Dana Maksima milik Panin Asset Management menjadi salah satu yang mampu mencetak pertumbuhan kinerja lebih tinggi dari IHSG dan rata-rata Reksadana pada kuartal I ini.

Menurut data, Reksadana ini berhasil mencetak return sebesar 11,13%. Hal ini disebabkan oleh pihak Panin yang berfokus pada saham sektor keuangan dan properti.

Rudiyanto, selaku Direktur Panin Asset Management, mengatakan, kinerja reksadana Panin Dan Maksima tersokong dari alokasi aset yang lebih besar pada saham sektor keuangan dan properti.

Hal ini disebabkan oleh tren suku bunga yang bergerak turun akan memberi sentimen positif pada sektor properti yang dalam dua hingga tiga tahun terakhir sudah under value.

“Sektor properti sudah turun banyak harganya dengan valuasi murah dan suku bunga berkemungkinan turun, potensi rebound tinggi bisa terjadi, jadi bobot di sektor ini cukup besar.”

 

Berdasarkan fund fact sheet per Februari, aset alokasi Reksadana ini paling besar berada di sektor keuangan dengan porsi 29,6% dan sektor properti dan konstruksi sebesar 19,1%.

 

Reksadana Lain yang Ikut Maju

Di sisi lain, terdapat pula produk Reksadana yang memiliki kinerja cukup tinggi dan cukup memuaskan di kuartal I ini, yakni reksadana HPAM Smart Beta Ekuitas dari Henan Putihrai Asset Management (HPAM) yang juga mampu mencetak kinerjanya yang lebih tinggi dari industri, yakni 8,6%.

Reza Fahmi selaku Head of Business Development Division HPAM berhasil naik berkat kenaikan saham PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (TPIA), dan PT AKR Corporindo Tbk (AKRA).

Sejumlah emiten tersebut mendapatkan keuntungan dari adanya penurunan harga minyak sejak Oktober 2018.

Reza pun optimis bahwa ke depannya, sektor perdagangan dan jasa, industri dasar, juga properti akan lebih melaju karena harganya yang dinilai masih rendah.

Manajer Investasi lain yang beruntung adalah Insight Investments Management dengan Reksadana Insight Nusantara Equity Fund I Nusantara. Reksadana ini berhasil mencetak return sebesar 16,83%.

Camar Remoa selaku Fund Manager Insight Investments, menilai, kinerja Reksadana ini tumbuh lantaran alokasi aset saham big caps sebesar 60%-80%.

Selain itu, terbukti juga bahwa para Manajer Investasi aktif melakukan trading saham middle dan small cap sebelumnya.

Camar optimis ke depannya, sektor keuangan, telekomunikasi, dan logistik akan menjadi pilihan menarik karena menerima sentimen positif penurunan suku bunga dengan mengindikasikan target return sebesar 20%-25% di akhir 2019.

 

Untuk lebih singkatnya, berikut ini daftar Kinerja Industri Reksadana selama kuartal I, yakni:

Nama Indeks“Kinerja Ytd 29 Maret 2019 (31 Desember 2018 – 29 Maret 2019) (%)”“Kinerja MoM 29 Maret 2019 (28 Februari 2019 – 29 Maret 2019) (%)”
Indeks Harga Saham Gabungan4,43%0,39%
Infovesta Balanced Fund Index3,33%0,73%
Infovesta Corporate Bond Index1,54%0,51%
Infovesta Equity Fund Index1,43%0,19%
Infovesta Fixed Income Fund Index2,99%1,06%
Infovesta Government Bond Index3,15%1,13%
Infovesta Money Market Fund1,29%0,42%

(Sumber: Infovesta Utama)

 

Sedangkan berikut ini adalah Produk Reksadana Kinerja Terbaik

Produk Reksadana TerbaikKinerjaJenis
BNI-AM Dana Saham Syariah Musahamah20,65%Reksadana Saham
Insight Generate Balanced Fund16,13%Reksadana Campuran
PNM Dana Sejahtera II26,67%Reksadana Pendapatan Tetap
Cipta Dana Tunai
8,58%Reksadana Pasar Uang

(Sumber: Infovesta Utama)

 

Apa pendapat Anda mengenai menurunnya kinerja Reksadana Saham? Berikan pendapat dan komentar Anda dalam kolom di bawah ini.

Bagikan informasi penting ini kepada para investor lainnya. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Danielisa Putriadita. 2 April 2019. Akibat Tak Sesuai Mmeilih Saham. Koran Kontan.
  • Danielisa Putriadita. 1 April 2019. Sepekan Lalu IHSG Terkoreksi, Kinerja Reksadana Berbasis Saham Ikut Turun. Investasi.kontan.co.id – http://bit.ly/2WS0p9x
  • Danielisa Putriadita. 1 April 2019. Sektor Keuangan dan Properti Angkat Kinerja Reksadana Panin Dana Maksima 11,13%. Investasi.kontan.co.id – http://bit.ly/2UHnrCH

 

Sumber Gambar:

  • Reksadana Saham 1 – http://bit.ly/2Unldcr