Sejak awal tahun, mata uang Indonesia, rupiah terus meringkih dan memperbaiki dirinya. Baru saja bangkit namun tak lama harus tersungkur lagi. Seperti apa perjalanannya? Yuk kita simak!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Kemajuan Amerika yang Melemahkan Rupiah

Belum genap setahun, nilai tukar rupiah terus menjadi sorotan banyak pihak, pasalnya sejak awal tahun nilai tukar rupiah terus melemah. Dimulai dari level Rp13.000 hingga saat ini mendekati Rp15.000 per dolar AS.

Banyak faktor yang menyebabkan melemahnya rupiah, salah satu yang sangat berpengaruh adalah dinamika ekonomi global yang begitu kuat, isu perang dagang, kenaikan suku bunga The Fed, hingga diperketatnya sistem ekspor impor oleh Uni Eropa dan Amerika.

Selain itu, kondisi pelemahan rupiah pun dipengaruhi oleh kondisi transaksi berjalan yang masih defisit. Sejak awal tahun (Year-to-Date/ YtD), Posisi rupiah melemah dari Rp13.565/US$ ke Rp14.900/US$ atau terdepresiasi hingga 9,84%.

Pengaruh eksternal bermula dari normalisasi kebijakan moneter di AS. Federal Reserve/The Fed semakin menunjukkan sikap agresif (Hawkish) semenjak dilantiknya gubernur Jerome Powell.

Pertumbuhan ekonomi Negeri Paman Sam yang membaik di bawah era Presiden Donald Trump, jadi pertimbangan Powell untuk mengetatkan kebijakan moneternya.

Dikutip dari CNBCIndonesia.com, Senin (1/10/18), pada periode kuartal I-II 2018 ini, Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat dari 2,3% Year-on-Year (YoY) ke 4,1% YoY.

Angka ini menunjukan pertumbuhan tercepat ekonomi AS sejak kuartal II-2014. Peningkatan yang terjadi diikuti juga oleh meningkatnya tingkat konsumsi masyarakat. Kontribusi konsumsi terhadap PDB tercatat mencapai angka 70%.

Seperti Ini Perjalanan Rupiah Sejak Awal Tahun 1 Finansialku

[Baca juga: Kenaikan Suku Bunga The Fed dan Rupiah]

 

Core Personal Consumption Expenditure (Core PCE) sebagai salah satu parameter yang mengukur hal tersebut, telah mencapai level 2% atau sesuai target yang ditetapkan The Fed. Pada tahun ini, tercatat telah tiga kali Core PCE mencapai level tersebut.

Meningkatnya pengeluaran tersebut seiringan dengan meningkatnya pendapatan rata-rata masyarakat.

Average Earning YoY pada tahun ini tumbuh di atas 2,5%. Bahkan di bulan Agustus tumbuh hingga 2,9% YoY atau tertinggi sejak Juni 2009.

Kemajuan ekonomi Amerika turut menurunkan angka pengangguran di negara ini. Sejak awal Januari-Agustus 2018, tingkat pengangguran turun dari 4,1% ke 3,9%.

The Fed sendiri memproyeksi di akhir tahun, tingkat pengangguran turun ke level 3,7% atau terendah dalam 49 tahun terakhir.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

Dari sini, The Fed termotivasi untuk menaikkan suku bunga acuan hingga 3 kali sejak awal tahun. Terhitung sudah 75 bps, Fed Fund Rate (FFR) naik sehingga berada di rentang 2-2,25%.

Kenaikan FFR tentu mendorong penguatan dolar AS karena aliran modal asing balik kampung.

Dolar Index yang menggambarkan posisi dolar AS terhadap enam mata utama, telah menguat hingga 3,34% sejak awal tahun. Praktis, penguatan tersebut menyebabkan mata uang global termasuk rupiah tertekan.

 

Rupiah Terpengaruh Perang Dagang Amerika-China

Tak hanya kemajuan ekonomi Amerika, tekanan lain datang dari perang dagang antara AS dan China.

Sejak Presiden Trump mendengungkan pengenaan bea masuk impor bagi produk China, yang direspon dengan ancaman yang sama oleh Negeri Tirai Bambu, menyebabkan hubungan kedua negara semakin memburuk.

Trump memang telah mengenakan bea masuk masing-masing 25% pada awal Juli dan 10% pada akhir September 2018.

Tak tinggal diam, China pun melakukan hal yang sama. Pihak Beijing juga ikut mengenakan bea masuk dengan nilai yang sama terhadap produk AS.

Bursa Asia Waspada Perang Dagang China Dan Amerika 02 - Finansialku

[Baca juga: Cegah Rupiah Terus Melemah, Sebaiknya Lakukan Ini!]

 

Banyak negara yang secara langsung atau tidak langsung terkena dampak perang dagang ini, salah satunya Indonesia. Kenapa?

Lantaran para investor cenderung mengamankan aset yang mereka miliki, terlebih mereka yang memelihara mata uang negara yang sedang berseteru, dolar AS, Yuan, serta emas.

Di pasar saham pun terlihat aliran modal asing yang keluar telah mencapai Rp50,68 triliun sejak awal tahun.

Sudah tahu bagaimana caranya meraih keuntungan tinggi dengan investasi saham? Pelajari dasar-dasar dan kiat investasi saham lewat ebook Finansialku.

Download ebook Panduan Berinvestasi Saham Bagi Pemula sekarang juga, gratis!

 

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Anjloknya Peso dan Lira Ikut Andil dalam Pelemahan Rupiah

Ternyata, anjloknya peso Argentina sebesar 122% dan lira Turki sebesar 59% pada kuartal III ini ikut memperparah posisi rupiah.

Anjloknya kedua mata uang tersebut jelas menambah kekhawatiran investor. Bagaimana tidak? Pelemahan ini ditakutkan akan berdampak kepada terganggunya stabilitas pasar keuangan global.

Utang valas yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan di Argentina dan Turki dipastikan membengkak sehingga berpotensi memicu terjadinya gagal bayar (default).

Seperti Ini Perjalanan Rupiah Sejak Awal Tahun 2 Finansialku

[Baca juga: Rupiah Hari Ini Terus Melemah, Apa Upaya Pemerintah?]

 

Jika ini terjadi, dampaknya akan meluas hingga ke lembaga keuangan yang memberikan pinjaman.

Alhasil, neraca keuangan bisa terganggu sehingga mengancam kelangsungan operasional lembaga-lembaga tersebut hingga bisa berakhir collapse.

Jika dibiarkan situasi ini bisa mengancam tatanan keuangan global, sehingga investor memilih untuk menghindar. Akibatnya aliran modal asing ke negara-negara emerging market seperti Indonesia pun berkurang.

 

Pelemahan Rupiah Karena Faktor Internal

Seperti yang dijelaskan di awal, pelemahan rupiah disebabkan oleh banyak faktor, eksternal ataupun internal.

Dari dalam negeri, rupiah semakin terpuruk karena kondisi transaksi berjalan yang masih mengalami defisit. Pada tahun 2018 ini, defisit transaksi berjalan Indonesia cukup dalam.

Pada kuartal II 2018, defisit transaksi berjalan mencapai 3% dari PDB atau paling parah sejak kuartal II 2014 yang mencapai 4,2% dari PDB.

Membengkaknya defisit salah satunya diakibatkan neraca perdagangan yang masih minus.

Selama tahun ini saja, neraca perdagangan hanya mengalami surplus di bulan Maret dan Juni dan selebihnya mengalami minus.

Parahnya, di kuartal III ini neraca perdagangan mengalami defisit terbesar di Juli 2018 yang mencapai US$2,03 miliar, otomatis memicu proyeksi jika defisit transaksi berjalan pada periode tersebut akan lebih dalam.

Selain itu, jika dilihat dari sisi neraca finansial, aliran modal di Indonesia juga cenderung keluar.

Terlihat dari transaksi asing di pasar saham yang didominasi aksi jual bersih (net sell) mencapai Rp50 triliun lebih sejak awal tahun. Maka, proyeksi defisit transaksi berjalan di kuartal III lebih dalam bisa saja terjadi.

Defisit yang belum membaik jadi ketakutan sendiri di mata investor. Akibatnya, rupiah pun terkena imbasnya sehingga menembus level psikologis Rp14.900/US$ atau terlemah sejak krisis moneter Juli 1998.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Itulah Perjalanan Rupiah di Tahun 2018 

Itulah perjalanan mata uang rupiah sejak awal tahun. Baik faktor eksternal maupun internal ikut andil dalam fluktuasi rupiah.

Untuk mencegah kemerosotan rupiah yang semakin parah, Bank Indonesia (BI) pun mengambil beberapa kebijakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan pengendalian inflasi. Di antaranya menaikkan suku bunga, melakukan intervensi ganda, menyediakan instrumen swap valas dan swap hedging, dan masih banyak lagi.

Selain BI, Anda juga bisa berpartisipasi secara aktif untuk mengatasi permasalahan rupiah ini lho. Ketahui selengkapnya dalam artikel berikut: Cegah Rupiah Terus Melemah, Sebaiknya Lakukan Ini.

 

Apakah Anda merasa terbantu dengan adanya artikel ini? Jangan ragu untuk membagikan pada teman Anda. Agar semua orang bisa mendapatkan manfaat dan merasakan keuntungannya.

 

Sumber Referensi:

  • Alfado Agustio. 1 Oktober 2018. Rupiah Oh Rupiah, Begini Perjalanannya Sejak Awal Tahun. Cnbcindonesia.com – https://goo.gl/3nK2ZM

 

Sumber Gambar:

  • Perjalanan Rupiah – https://goo.gl/Z3BQoj
  • Perjalanan Rupiah 2 – https://goo.gl/zkEJWG
  • Perjalanan Rupiah 3 – https://goo.gl/Yb6iW5