22 Desember 2018 lalu menjadi hari penuh duka bagi Indonesia. Bencana alam tsunami terjadi di sebelah Barat pulau Jawa.  Apa saja sikap siap siaga yang harus dilakukan saat musibah ini terjadi?

Mari simak ulasan mengenai sikap siap siaga menghadapi bencana alam tsunami melalui artikel Finansialku kali ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Tsunami Selat Sunda yang Menggemparkan Indonesia

Sabtu, 22 Desember 2018 menjadi hari yang meninggalkan duka bagi masyarakat Indonesia. Tsunami baru saja terjadi di Selat Sunda dan menghantam ribuan orang yang tinggal di sekitarnya.

Dilansir dari Detik.com, Tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 itu dipicu longsor (flank collapse) Gunung Anak Krakatau seluas 64 hektare.

Badan Meteorologi, Klimatologi & Geofisika (BMKG) menuturkan bahwa gempa vulkanik memicu longsoran di bawah laut, di mana guncangan gempa tersebut dapat diperkirakan sebesar magnitudo 3,4.

Tsunami 02 - Finansialku

[Baca Juga: Belajar Dari Tsunami Selat Sunda: Persiapkan Jiwa Sebelum Tsunami Melanda]

 

Melalui CNBC Indonesia, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban yang tewas akibat tsunami Selat Sunda yang baru saja di-update sebanyak 426 orang. Data ini tercatat pada Jumat (28/12/2018) pukul 13.00 WIB.

Jumlah tersebut menurun dibandingkan laporan BNPB pada Rabu (26/12/2018), yaitu 429 orang. 

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho di Graha BNPB mengatakan:

“Kenapa terjadi penurunan? Setelah kita lakukan cross check, ternyata ada beberapa korban meninggal yang didata ganda. Ada yang di Pandeglang dicatat di Serang, begitu juga sebaliknya. Jadi data yang fix yang diumumkan hari ini.”

 

Sementara untuk korban luka-luka sebanyak 7.202 orang dan 23 orang masih dinyatakan hilang. Kemudian sebanyak 40.386 orang mengungsi.

Jumlah ini diperkirakan akan bertambah mengingat masih terdapatnya korban yang belum ditemukan akibat material yang dihanyutkan tsunami masih banyak dan cukup menyulitkan pencarian.

Selain itu, terdapat beberapa daerah yang belum disisir tuntas oleh tim evakuasi.

Sejumlah perbaikan kini sudah mulai dilakukan. Bala bantuan pun sudah mulai mengalir dari sejumlah daerah.

 

Pelajaran Pertama dari Tsunami Selat Sunda: Dana Darurat

Bencana alam tsunami sendiri sudah sering terjadi di wilayah Indonesia. Mungkin Anda juga masih ingat dengan tsunami yang terjadi di Sulawesi Tengah pada Jumat 28 september 2018 lalu dan menelan banyak korban.

Ragam faktor penyebabnya bisa berasal dari mana saja, seperti letusan gunung api, gempa bumi, longsor maupun meteor yang jatuh ke bumi. Namun, 90% tsunami adalah akibat gempa bumi bawah laut.

 

Tsunami Selat Sunda tentu meninggalkan luka jiwa yang mendalam. Namun banyak hal yang bisa dipetik sebagai pembelajaran bagi diri Anda.

Tidak ada yang bisa menyangka kapan bencana akan terjadi. Itulah mengapa Anda harus senantiasa memiliki sikap siap siaga agar dapat meminimalisasi dampak yang bisa terjadi pada diri Anda.

Ada beragam cara yang bisa Anda lakukan, salah satunya dengan mempersiapkan dana darurat dari sisi finansial.

Perencanaan dana darurat harus Anda lakukan sejak dini mengingat fungsinya yang akan sangat berguna dalam keadaan darurat apapun.

Jumlah dana darurat dihitung berdasarkan rata-rata biaya hidup seseorang dan bagaimana kondisi atau status orang tersebut, sehingga masing-masing orang akan memiliki jumlah yang berbeda pula.

Umumnya jumlah dana darurat ideal yang disarankan adalah sebagai berikut ini:

  • 3x biaya hidup rata-rata untuk single atau belum memiliki pasangan dan keluarga.
  • 6x biaya hidup rata-rata untuk pasangan.
  • 9x biaya hidup rata-rata untuk keluarga dengan 1 anak atau tanggungan.
  • 12x biaya hidup rata-rata untuk keluarga dengan 2 anak atau tanggungan atau lebih.

 

 

Jika Anda masih bingung dengan jumlah dana darurat yang harus dipersiapkan, Anda dapat memanfaatkan fitur “Dana Darurat” dalam aplikasi Finansialku.

Fitur ini menjadi salah satu fitur unggulan yang dapat menghitung jumlah dana darurat secara akurat.

Caranya pun sangatlah mudah, yaitu:

  1. Buka aplikasi dan pilih menu “Rencana Keuangan”.
  2. Klik simbol “+” pada bagian kanan bawah untuk menambahkan Rencana Keuangan dan pilih “Dana Darurat”.
  3. Masukkan sejumlah data yang diperlukan, yaitu:
  • Pengeluaran bulanan, misalnya Rp10.000.000.
  • Status pernikahan, misalnya: Menikah dan Memiliki Anak.
  1. Setelah itu klik hitung, maka kesimpulan berupa dana darurat yang diperlukan pun akan muncul. Jumlah tersebut merupakan hal perhitungan dari data yang telah dimasukkan.

 

Bagaimana? Mudah bukan?

Selain itu, Anda pun jangan sampai lupa untuk senantiasa melakukan perencanaan keuangan.

Hal ini harus dilakukan mengingat perannya yang akan membantu Anda untuk segera mencapai tujuan keuangan, seperti kebebasan finansial.

Jika ingin mempelajarinya lebih dalam, Finansialku memiliki ebook yang sangat cocok untuk dijadikan panduan bagi Anda.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Di dalamnya terdapat sejumlah pembahasan yang tentunya akan sangat mudah untuk dipelajari.

Tunggu apalagi? Yuk download dan persiapkan saat ini juga!

 

Sikap Siap Siaga Menghadapi Gelombang Tsunami

Nah, setelah mengetahui dari sisi finansial, Anda pun harus memiliki sikap siap siaga dari sisi lainnya.

Berikut ini beberapa sikap siap siaga yang harus Anda lakukan saat gelombang tsunami terjadi:

 

#1 Jangan Panik

Saat gelombang tsunami sudah terlihat, Anda harus tetap tenang dan minimalisasi rasa panik.

Anda harus bertindak cepat saat tsunami datang. Kepanikan akan menghambat Anda untuk berpikir dengan jernih dalam mencari jalan keluar.

Segera berlari dan peringatkan semua orang yang berada di sekitar Anda.

Tsunami 03 - Finansialku

[Baca Juga: Kata-kata Bijak Thomas Alva Edison yang Penuh Makna Kehidupan]

 

#2 Lari Menjauhi Laut, Jangan Mengarah Ke Pantai

Mungkin hal ini terdengar “biasa saja”, namun tanpa Anda sadari kepanikan yang sudah menyelimuti bisa membuat Anda melakukan hal yang justru akan semakin membahayakan Anda.

Saat Anda sudah melihat gelombang tinggi di tengah laut, hendaknya Anda langsung membalikkan diri dan pergi lari menjauhi pantai.

Jangan lihat ke belakang dan tetap fokus berlari menjauhi area pantai.

 

#3 Berlarilah Ke Tempat Tinggi

Carilah tempat yang tinggi saat Anda berlari. Hal ini harus dilakukan untuk mengantisipasi terjangan gelombang air yang tinggi dan akan menerjang tubuh Anda.

Ingat! Ketinggian genangan air akibat gelombang tsunami bisa mencapai 24 meter lho!

Jika kesulitan mencari tempat yang lebih tinggi, Anda bisa memanjat pohon kelapa. Anda juga bisa mencari gedung yang konstruksinya kuat dan paling tidak terdiri atas tiga lantai. Jangan pilih gedung yang kelihatan rapuh dan tua.

Tetap diam di tempat tinggi tersebut sampai air kembali surut. Jangan bergerak atau berpindah apabila air belum surut, karena gelombang air susulan bisa saja terjadi.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

#4 Berusaha Berada Di Atas Air

Jika Anda hanyut terbawa arus air, usahakan agar diri Anda senantiasa berada di atas air.

Gunakan objek-objek yang mengambang seperti kasur, bantal, potongan kayu, batang pohon, jeriken, dan ban bekas, sebagai ‘pelampung’.

Pastikan kondisi Anda tetap berada di atas air sampai berada di tempat aman.

 

#5 Hindari Sungai dan Jembatan

Ingat! Cari tempat yang aman, namun jangan mengunjungi sungai dan jembatan.

Hal yang harus Anda ketahui bahwa saat tsunami terjadi, aliran akan semakin deras ketika melewati sungai dan jembatan.

Itulah mengapa Anda harus segera menghindari sungai serta jembatan karena hal ini akan membuatmu terseret arus.

Tsunami 04 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Prioritas Keuangan Pasangan Tua? Apakah Sama Seperti Umumnya?]

 

#6 Lupakan Harta Benda

Saat gelombang air mulai datang, hal yang harus Anda ingat paling utama ialah nyawa Anda sendiri. Jangan kembali hanya untuk menyelamatkan harta benda milik Anda.

Membawa banyak barang tentunya akan mempersulit Anda ketika hendak menyelamatkan diri.

Ikhlaskan apapun yang Anda tinggal, selamatkan diri sendiri, dan memohon bantuan Tuhan agar melindungi Anda.

 

#7 Jangan Pilih Kendaraan Mobil Untuk Evakuasi

Jangan naik kendaraan saat tsunami terjadi! Ukuran mobil yang cukup besar tentunya akan membuat Anda sulit menembus kerumunan orang.

Tak hanya itu saja, ketika terjebak dalam mobil tentunya Anda akan kesulitan membuka pintu karena tekanan air di sekitarnya.

Jika tenggelam, tentunya air akan masuk ke dalam mobil dan membuat Anda ikut tenggelam. Hal tersebut akan semakin menyulitkan Anda bertahan hidup.

 

Waspada Selalu Akan Bencana yang Bisa Terjadi Kapan Saja

Bencana alam bisa terjadi kapan saja dan di mana saja. Terlepas dari apakah wilayah tersebut rawan bencana atau tidak.

Itulah mengapa sikap waspada dan siaga harus senantiasa Anda lakukan agar dapat meminimalisasi kemungkinan buruk yang bisa terjadi.

Pahami dan ingat selalu beberapa sikap siap siaga yang telah dijelaskan dalam artikel ini.

Tetap berdoa memohon perlindungan agar diri Anda dan keluarga selalu berada di bawah perlindungan Tuhan.

 

Adakah sikap siap siaga lainnya yang Anda ketahui untuk menghadapi bencana tsunami? Sila tinggalkan pendapat dan komentar Anda melalui kolom komentar di bawah ini.

Bagikan pula artikel bermanfaat ini agar informasi penting tidak berhenti pada Anda. Terima kasih!

 

Sumber:

  • Indah Mutiara Kami. 27 Desember 2018. Gunung Anak Krakatau Longsor 64 Hektare, Begini Bentuknya Sekarang. News.detik.com – https://goo.gl/LsqUGt
  • Rehia Indrayanti Beru Sebayang. 28 December 2018. Salah Hitung, Jumlah Korban Jiwa Tsunami Selat Sunda Turun. CNBCIndonesia.com – https://goo.gl/73akNq
  • Winda Destiana. 27 Desember 2018. Saat Gelombang Tsunami Datang, Kamu Wajib Perhatikan 5 Hal Ini. Moneysmart.id – https://goo.gl/nzdWZ8

 

Sumber Gambar:

  • Tsunami 1 – https://goo.gl/W3qKr4
  • Tsunami 2 – https://goo.gl/PuXZxB
  • Tsunami 3 – https://goo.gl/CxMVTg
  • Tsunami 4 – https://goo.gl/hifwd8