Jika Anda tertarik arisan online, ikutilah cara-cara berikut ini agar tidak tertipu dan bangkrut mengikuti arisan berbasis internet tersebut.

Menggabungkan kegiatan kesukaan ibu-ibu Indonesia dengan teknologi, arisan online digandrungi banyak peminat. Namun ternyata fenomena ini menjadi kesempatan bagi orang dengan niat jahat untuk menipu peserta arisan online.

Nah, agar Anda tidak menjadi korban arisan online abal-abal, baca artikel Finansialku ini sampai habis yuk!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Euforia Jadi Member Arisan Online

Salah satu cara untuk membeli produk yang kita inginkan adalah dengan cara arisan. Sebenarnya, arisan tidak jauh berbeda dari kredit.

Namun, terdapat sedikit hal yang membuat beberapa orang memilih arisan ketimbang kredit barang-barang.

Ketika seseorang ikut arisan, maka peluang untuk mendapatkan barang tersebut sebelum member arisan lainnya terbuka lebar. Apalagi jika Anda adalah member yang terpercaya.

Jenis Arisan 02 - Finansialku

[Baca Juga: WASPADA Dengan Modus Pinjaman Online! Jangan Sampai Terjadi Kepada Anda!]

 

Sebenarnya, hal ini tentu tidak terlalu masalah bukan? Namun, euforia yang ditimbulkan karena dapat arisan memang tidak dapat dikiaskan dengan kata-kata.

Nah, jika sudah begini maka tentu kebiasaan untuk mengikuti arisan online sangat sulit dihilangkan ya?

 

Cara Ampur Terhindar dari Tipuan Arisan Online

Agar tidak terkena penipuan di masa mendatang, maka Anda harus ekstra hati-hati ketika bicara soal arisan online.

Karena ternyata ada banyak orang yang menggunakan tameng arisan online sebagai modus penipuan. Untuk menghindarinya, lakukan tips-tips berikut ini.

 

Cara 1: Memastikan Legalitasnya

Tahukah Anda, ternyata pemilik arisan online juga harus mengurus legalitas di OJK (Otoritas Jasa Keuangan).

Jadi, jika hanya sekedar pemilik yang membuka peluang bagi siapa saja secara acak dan melibatkan banyak uang, tentunya hal tersebut tidak dibenarkan.

Bukan hanya rawan penipuan online, tetapi bisa saja ada member yang melarikan uang atau tidak membayar setelah dapat arisan.

Ini merupakan risiko tersendiri dari arisan online. Apalagi jika pemilik lantas hilang kabar juga dan uang Anda tidak kembali.

 

Cara 2: Hasil yang Diperoleh Masuk Akal

Arisan yang sehat akan memberikan Anda hasil yang masuk akal. Tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu rendah.

Mengapa demikian? Karena ketika ada pihak yang mengiming-imingi hasil terlalu “wah”, maka tentu patut dipertanyakan: bagaimana perputaran uangnya?

Ikuti Cara-cara Ini Agar Terhindar Dari Tipuan Arisan Online 02

[Baca Juga: TTS: Yakin Sudah Tahu Tentang Pinjol Atau Pinjaman Online]

 

Jika perputaran uangnya tidak jelas tetapi ada iming-iming untuk mendapatkan uang dalam jumlah banyak atau barang sangat murah, maka waspadalah terhadap praktek penipuan ponzi.

Praktek penipuan yang satu ini cukup terkenal dan salah satu yang paling heboh adalah ketika First Travel ketahuan melakukan kegiatan ilegal tersebut.

Alhasil, para member yang sudah membayar banyak justru harus berhadapan dengan kenyataan pahit bahwa uang mereka raib.

Nah, tentu Anda tidak menginginkan hal ini terjadi bukan? Karenanya, selalu pastikan bahwa bukti yang diberikan atas hasil dari investasi atau arisan tersebut memang valid.

Jika Anda melakukan arisan dengan tujuan investasi, tahukah Anda bahwa investasi dapat dilakukan di banyak tempat? Siapapun Anda dapat melakukannya dari sekarang!

Miliki panduan berinvestasi bagi pemula melalui e-book finansialku berikut ini. Pelajari dan lakukanlah. Suatu saat Anda akan bertemu dengan kebebasan finansial Anda.

 

Cara 3: Memiliki Catatan Positif

Catatan positif baik yang dijelaskan di website, dari mulut ke mulut maupun di OJK memang sangat penting untuk menganalisis apakah Anda benar-benar memilih arisan secara tepat atau tidak.

Karena jika catatannya negatif maka tentu Anda tidak dapat mempercayainya untuk kedua kali.

Biasanya, sering diadakan sosialisasi terkait dengan jenis-jenis arisan yang bodong atau tidak jujur ke masyarakat.

Banyak lembaga yang menyediakan sosialisasi tersebut. Misalnya OJK, LSM dan beberapa UMKM yang melakukan pengabdian sosial.

Banyak juga mahasiswa dari jurusan ekonomi yang melakukan analisis dan sosialisasi pada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran atas penipuan berkedok arisan online.

Jadi, sebaiknya Anda terbuka pada seminar, kuliah terbuka, materi atau sosialisasi seperti itu sehingga wawasan pun semakin bertambah.

 

Cara 4: Testimoni Pihak Netral yang Positif

Pihak netral yang dimaksud adalah pengamat ekonomi, ahli ekonomi atau pihak kepolisian. Biasanya, ada catatan dari pihak kepolisian tentang nama-nama arisan yang ternyata bodong.

Jika tidak ada data nama arisan Anda di daftar blacklist, maka kemungkinan kelompok Anda memiliki catatan yang positif.

Ikuti Cara-cara Ini Agar Terhindar Dari Tipuan Arisan Online 03

[Baca Juga: Masih Bingung Mau Menggunakan Pinjaman Online untuk Modal Bisnis? 7 Hal Ini Harus Anda Pertimbangkan]

 

Selain itu, biasanya arisan yang legal secara hukum juga memiliki website resmi yang bisa diakses kapan saja dan oleh siapa saja.

Transparansi ini sangat penting untuk membuat para calon member menjadi yakin bahwa memang arisan yang dimiliki pihak tertentu jujur dan tidak abal-abal.

 

Cara 5: Identitas yang Jelas

Apabila identitas dari pemilik arisan serta member-nya jelas, maka kemungkinan arisan tersebut tidak abal-abal.

Meskipun tentu hal ini tidak dapat menjamin seratus persen karena selalu ada penipuan yang pertama pada arisan baik-baik sekalipun.

Selain identitas yang jelas, alur pengocokan dan undian juga harus jelas dan diketahui oleh masing-masing member. Jika perlu, Anda melakukan konfirmasi terhadap setiap member yang sudah mendapatkan arisan.

Apakah jackpot yang diterima memang sudah sesuai atau ternyata hanya “zonk” semata?

 

Cara 6: Tidak Memberikan Iming-Iming Berlebihan

Ya, jika sebuah arisan menawarkan harga barang di bawah standar atau pendapatan yang luar biasa banyak, maka waspadalah terhadap penipuan.

Karena arisan yang sehat tentu justru memberikan harga yang sedikit lebih mahal ketimbang bila Anda membeli secara cash.

Moms Daripada Arisan Mending Investasi 01 Finansialku

[Baca Juga: Temukan Cara Hebat untuk Menjadi Entrepreneur Kreatif dalam Mencapai Kesuksesan]

 

Itu jika arisannya berupa barang. Lalu, bagaimana jika arisannya berupa uang? Nah, apabila kata-kata “investasi” sudah digaungkan dengan nilai nominal pendapatan.

 

Hindari Fenomena Arisan Abal-Abal

Dengan demikian, penting bagi Anda untuk memastikan bahwa arisan yang diikuti legal. Bukan hanya legal, tetapi arisan online yang Anda ikuti harus terbebas dari berbagai jenis penipuan.

Oleh karena itu, sangat penting untuk menghindari tawaran arisan jika belum pasti kejelasannya.

Intinya, sangat penting untuk tetap menggunakan logika meski lapar mata sudah menggoda.

Hal ini sangat primer mengingat banyak orang yang sudah memiliki pengetahuan atas arisan abal-abal tetap bergabung menjadi member arisan lain yang ternyata juga bodong.

Alasannya adalah soal logika, di mana kadang seseorang tidak menggunakan logika ketika sudah lapar mata. Apalagi dengan iming-iming yang menggiurkan tapi ternyata menuai banyak perkara.

Pastikan untuk menghindari arisan abal-abal dengan alasan apapun. Bahkan sangat dianjurkan bagi Anda untuk memprioritaskan cara lain dalam membeli barang secara tunai.

Namun demikian, jika memang arisan sudah menjadi bagian dari hidup Anda, maka selektiflah dalam memilih sehingga tidak menjadi korban penipuan.

 

Jadi, jenis arisan apa yang akan Anda pilih? Apapun itu, pastikan arisan Anda bebas dari penipuan dan jangan lupa bagikan informasi bermanfaat ini pada teman-teman Anda ya, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Kumparan. 13 Desember 2019. Tips Aman Ikut Arisan Online. Kumparan.com – http://bit.ly/2nHG6jd
  • Fery Andriawan. 23 Januari 2019. Anti Kena Tipu, Begini Cara Efektif Bayar Tagihan Arisan Bulanan. Paper.id – http://bit.ly/2orp7S6

 

Sumber Gambar:

  • Arisan Online 01 – http://bit.ly/2orwtoG
  • Arisan Online 02 – http://bit.ly/2pdmG69
  • Arisan Online 03 – http://bit.ly/2otptHS