Sudah sejak lama, arisan sering dilakukan oleh para ibu. Arisan seringkali dijadikan ajang berkumpul dan silaturahmi. Namun, sudahkah Anda tahu apa saja jenis arisan itu?

Kali ini Finansialku akan memberikan Anda informasi tentang jenis-jenis arisan.

Penasaran? Yuk simak ulasan selengkapnya dalam artikel satu ini! Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Arisan, Tradisi Turun Temurun

Istilah arisan bukanlah istilah baru atau asing di Indonesia. Sudah sejak zaman dahulu, arisan sudah sering dilakukan. Mulai dari zaman orang tua kita masih remaja hingga saat ini.

Budaya arisan bisa dianggap sebagai tradisi turun temurun yang layak dijaga dari generasi ke generasi.

Karena dengan adanya arisan, setiap anggota arisan jadi memiliki alasan untuk saling bertemu pada waktu yang disepakati.

Biasanya, arisan menjadi salah satu cara agar anggota suatu kelompok bisa bertemu dan bersilaturahmi.

Selain itu, arisan juga bisa dijadikan salah satu cara menyimpan uang atau menabung.

Bahkan, banyak orang yang menjadikan arisan sebagai cara menabung alternatif.

Apalagi untuk orang yang memang memiliki kesulitan dalam menabung, arisan akan sangat membantu untuk disiplin dalam mengumpulkan uang.

Dibandingkan dengan menabung sendiri, arisan seakan memaksa setiap anggota untuk menyetorkan uang sesuai dengan jumlah dan waktu yang telah ditetapkan.

Jika tidak, maka siap-siap saja mendapat protes dari anggota arisan yang lain.

Jenis Arisan 02 - Finansialku

[Baca Juga: 8 Cara Indah Dekorasi Kamar Tidur Di Bawah Ini Bisa irit Anggaranmu, Lho!]

 

Biasanya, sebelum waktu arisan, anggota arisan akan menyetorkan uang dan mengumpulkannya kepada koordinator arisan.

Kemudian, salah satu anggota akan mengocok undian dan nama yang keluar akan mendapatkan uang pada pekan atau bulan itu.

Dalam satu periode arisan, satu orang hanya akan mendapatkan satu kali nama keluar.

Jadi, orang yang namanya keluar pada pekan ini tidak akan keluar lagi pada pekan berikutnya sampai seluruh anggota arisan mendapat giliran mendapatkan uang.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Sebelum membahasnya lebih jauh, sudahkah Anda membuat catatan keuangan hari ini?

Ingat ya, pencatatan keuangan sangat penting untuk dilakukan agar Anda bisa melakukan evaluasi pengeluaran dari pemasukan uang keluarga yang dimiliki.

Dengan kata lain, Anda bisa lebih jeli saat mengontrol arus keuangan keluarga. Jika ingin lebih mudah, jangan lupa gunakan aplikasi Finansialku.

Aplikasi Finansialku merupakan aplikasi berbasis website yang sangat membantu Anda untuk melakukan pengelolaan dan perencanaan keuangan, termasuk soal catatan keuangan.

Jika belum memiliki aplikasinya, segera download melalui Google Play Store atau lakukan registrasi terlebih dahulu melalui PC.

Moms Daripada Arisan Mending Investasi 01 Finansialku

[Baca Juga: 8 Tips dan Trik Sukses Cara Dekorasi Rumah Minimalis]

 

Selain itu, jangan lupa juga untuk selalu melakukan perencanaan keuangan.

Perencanaan keuangan sangat penting untuk dilakukan agar Anda dapat mengetahui hal apa saja yang dapat direncanakan secara keuangan saat ini dan masa mendatang.

Meskipun terlihat mudah, masih saja banyak orang yang melakukan kesalahan saat mempraktikkannya.

Itulah mengapa Anda sangat disarankan untuk mempelajarinya terlebih dahulu.

Anda bisa mempelajarinya dari berbagai sumber relevan yang terpercaya, salah satunya ialah ebook Finansialku yang satu ini!

Lalu, tunggu apalagi? Yuk segera miliki dan praktikkan sekarang juga!

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Nah, seperti yang Anda tahu bahwa seiring perkembangan zaman, metode arisan terus mengalami perkembangan dan memunculkan berbagai jenis arisan.

Berikut ini adalah beberapa jenis arisan yang sempat populer di Indonesia:

 

#1 Arisan Biasa

Arisan biasa adalah arisan yang paling umum dan legendaris yang ada di Indonesia.

Arisan ini mengharuskan peserta mengumpulkan uang sampai dengan waktu yang telah ditentukan sebelum arisan.

Selanjutnya, pada tanggal yang sudah disepakati, anggota arisan akan berkumpul dan mengocok arisan.

Seluruh nama peserta dimasukkan ke dalam satu wadah, dan wadah tersebut dikocok lalu nama yang keluar akan mendapat seluruh uang.

Hal ini terus diulang sampai seluruh peserta bergiliran mendapatkan arisan.

Jika seluruh anggota sudah mendapat giliran, maka satu periode arisan selesai dan periode selanjutnya akan dimulai.

Moms Daripada Arisan Mending Investasi 02 Finansialku

[Baca Juga: 7 Tindakan Orang Sukses yang Perlu Dicontoh dalam 3 Bulan Awal Bekerja]

 

Biasanya, penambahan dan pengurangan anggota hanya dapat dilakukan jika satu periode arisan sudah selesai.

Dengan begitu, setiap orang akan mendapatkan nominal uang dalam jumlah yang sama dan adil.

Arisan jenis ini adalah arisan yang paling umum dan paling mudah dilakukan. Tidak heran jika banyak orang yang melakukan ini sejak jaman dulu sampai dengan sekarang.

 

#2 Arisan RT atau Keluarga

Pada dasarnya, arisan RT atau arisan keluarga dilakukan dengan cara yang sama dengan arisan biasa.

Koordinator arisan akan mengumpulkan uang sesuai kesepakatan dan sebelum waktu yang telah disepakati.

Kemudian anggota arisan berkumpul dan mengocok nama yang akan mendapatkan arisan kali itu.

Akan tetapi, tujuan arisan RT atau arisan keluarga ini lebih kepada menjaga silaturahmi antar warga dan anggota keluarga.

Kini-Harta-Warisan-Dibidik-Pajak!-Yuk-Bijaksana-Mengelola-Harta-Warisan-2-Finansialku

[Baca Juga: Jangan Salah! Ini Perbedaan E-Money dan E-Wallet dalam Mempermudah Transaksi]

 

Biasanya, dalam arisan RT atau arisan keluarga, orang yang menjadi tuan rumah adalah orang yang menjadi pemenang arisan sebelumnya.

Biasanya, memang uang yang dimenangkan akan digunakan untuk menyediakan makanan untuk para anggota arisan yang datang.

Tujuan dari arisan RT atau arisan keluarga bukanlah uang yang didapatkan dari arisan.

Akan tetapi momen berkumpul dan mengakrabkan diri antar warga RT tersebut atau anggota keluarga yang mengikuti arisan.

 

#3 Arisan Barang

Jika arisan uang yang dikumpulkan dan diberikan adalah uang, pada arisan barang yang dikumpulkan dan diberikan pada pemenang arisan adalah barang.

Tapi barang yang dijadikan arisan biasanya sudah ditentukan sejak awal.

Biasanya barang arisan ini adalah sembako yang umum seperti beras, minyak, dan lain-lain.

Tentu saja jenis dan harga barang yang dibuat arisan sudah ditentukan jenis dan harganya. Hal ini harus dilakukan agar beban arisan jadi adil.

Moms Daripada Arisan Mending Investasi 03 Finansialku

[Baca Juga: Cerdas, Cara Mengatur Keuangan Ibu Rumah Tangga Meski Harga Bahan Makanan Naik]

 

Karena jika dibebaskan, bisa jadi ada yang membawa beras 5 liter dan yang lain hanya membawa gula setengah kilo saja. Tentu saja jadinya akan tidak adil.

Nah, jenis dan harga barang yang digunakan untuk arisan biasanya ditentukan oleh panitia atau koordinator arisan.

Serunya, jika Anda menang arisan kali itu, Anda jadi tidak perlu belanja kebutuhan harian selama satu bulan.

 

#4 Arisan Emas

Jenis arisan lain yang sempat populer di Indonesia adalah arisan emas. Meskipun namanya arisan emas, tapi yang disetorkan bukan emas.

Anggota arisan tetap menyetorkan uang kepada pengelola yang mengadakan arisan emas.

Selanjutnya, setiap bulannya salah satu anggota arisan akan mendapatkan emas.

Kalau Anda ingin mencoba ikut arisan emas, pastikan bahwa pengelolanya adalah pengelola yang aman dan terpercaya.

Prospek Investasi Emas 2019 01 - Finansialku

[Baca Juga: Catat! 11 Tips Jitu Kelola Keuangan Rumah Tangga dengan Gaji Kecil]

 

Beberapa lembaga juga ada yang memfasilitasi arisan emas ini. Salah satunya adalah Pegadaian.

Anda bisa mencoba ikut arisan emas yang diadakan Pegadaian ini karena sudah pasti aman. Bahkan emas yang Anda dapatkan juga ada sertifikatnya.

Untuk mengadakan arisan emas, biasanya Pegadaian akan menunggu sampai minimal enam orang dan maksimal 36 orang untuk satu kelompok arisan.

Selanjutnya, Pegadaian akan mengadakan undian setiap bulan. Jadi, untuk satu periode arisan kira-kira memakan waktu 6 sampai 36 bulan atau setengah sampai dengan tiga tahun.

Arisan emas ini dilakukan dengan tujuan agar perputaran uang jadi tidak terlalu lama.

Untuk sistemnya sendiri, setiap bulan seluruh peserta diwajibkan menyetorkan sejumlah uang sebagai DP atau Down Payment untuk menebus emas.

Jumlah setoran ini disesuaikan dengan harga dan berat emas yang sudah disepakati sejak awal arisan.

Sebagai gambaran, jika harga emas per gram adalah Rp600 ribu dan setiap peserta arisan akan mendapatkan 10 gram emas, maka setiap orang harus menyetorkan uang sejumlah Rp600 ribu x 10 gram atau Rp6 juta.

Nominal Rp6 juta ini dibagi dengan jumlah peserta arisan. Jika pesertanya berjumlah 10 orang, maka setiap orang harus menyetorkan Rp600 ribu setiap bulannya.

 

Arisan = Silaturahmi

Arisan memang menjadi salah satu tradisi turun temurun yang tidak pernah absen dalam kehidupan sosial.

Hal ini dikarenakan fungsinya yang tidak lain sebagai ajang silaturahmi.

Ingat ya, bukan seberapa banyak Anda mengikuti arisan. Melainkan berapa banyak waktu yang sudah Anda gunakan untuk bersilaturahmi dengan orang-orang terdekat.

 

Apakah Anda pernah melakukan salah satu arisan tersebut? Menurut Anda, apa manfaat dari arisan? Tuliskan pendapat Anda di kolom komentar ya.

Bagikan juga pengalaman arisan yang pernah Anda lakukan. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Dewi Puri. 28 Februari 2019. Seperti Nabung dan Investasi, Ini 4 Jenis Arisan yang Paling Populer di Indonesia. Moneysmart.id – http://bit.ly/2Yu4TnQ

 

Sumber Gambar:

  • Jenis Arisan 1 – http://bit.ly/2VCV0XV
  • Jenis Arisan 2 – http://bit.ly/30gSbKL