Benarkah ojek online itu menguntungkan? Tapi bagaimana dengan asuransi kendaraan untuk kendaraan ojek online?

Baru saja teman saya memutuskan untuk mulai ojek online, namun dia tidak tahu bagaimana perihal asuransinya. Untuk menjawabnya, mari simak pembahasan Finansialku berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Tren 2019: Ojek Online Masih Tetap Bertahan

Saat pertama kali mendengar soal ojek online, banyak yang bertanya-tanya akan potensinya. Akankah ojek online sukses dan diterima masyarakat luas? Apakah masyarakat siap akan inovasi ini?

Nyatanya ide brilian ini diterima dengan sangat baik oleh masyarakat, terbukti dengan ojek online yang sangat tren di tahun 2017 hingga 2018 ini.

Hampir 90 persen masyarakat terutama anak muda memiliki aplikasi ojek online di smartphone-nya.

Memanfaatkan ojek online pun menjadi sebuah kebutuhan sehari-hari, baik untuk mengantar makanan, pulang pergi kerja, hingga untuk pengiriman barang.

Asuransi untuk Kendaraan Ojek Online 02 - Finansialku

[Baca Juga: Kiat Sederhana Beli Motor Murah Berkualitas Tinggi Supaya Tidak Ditipu]

 

Ojek berbasis aplikasi online ini nyatanya masih terus berkembang dan bertahan, hingga diprediksikan akan terus berjalan sukses pada tahun 2019 mendatang.

Karena prediksi tren yang masih bertahan ini, teman saya memutuskan untuk memanfaatkan kendaraan pribadinya sebagai ojek online.

Bagusnya dia tidak perlu mencicil kendaraan karena sudah memiliki kendaraan pribadi sebelumnya.

Tapi satu hal yang dia lupakan adalah ketika mobil mengalami kerusakan saat dipakai ‘narik’ taksi online dan mencoba klaim asuransi untuk perbaikan, apakah asuransinya sama?

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda berpikir sama atau berbeda? Berikan jawaban Anda pada kolom komentar ya!

Nah, untuk menjawab pertanyaan tersebut secara jelas dan menyeluruh, mari menyimak ulasan Finansialku mengenai asuransi kendaraan ojek online berikut ini.

Namun sebelum itu, hal yang harus Anda ingat ialah selalu melakukan rencanakan keuangan.

Hal ini sangat penting agar Anda dapat mengetahui hal apa saja yang harus dan dapat direncanakan secara keuangan agar kondisi keuangan tetap stabil.

Bagi yang ingin mempelajarinya lebih lanjut, ebook GRATIS dari Finansialku dapat membantu Anda.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Beberapa penjelasan yang dapat Anda dapatkan ialah:

  • Mengatur kebiasaan berbelanja.
  • Perencanaan dana darurat.
  • Mendefinisikan tujuan keuangan.
  • Manajemen risiko.
  • Menabung dan berinvestasi.
  • Persiapan dana hari tua.
  • Keuangan berantakan bisa menjadi sumber masalah dalam keluarga.
  • 15 tips perencanaan keuangan untuk usia 30-an.

 

Tunggu apalagi? Yuk lakukan sekarang juga!

 

Pertimbangan Asuransi Ojek Online

Potensi pasar untuk ojek online memang sangat menarik, terbukti dengan banyaknya yang membeli bahkan kredit kendaraan bermotor demi memulai pekerjaan ini.

Bahkan, akhir-akhir ini perusahaan ojek online seperti Gojek dan Grab juga menawarkan kredit motor bagi para pengemudinya.

Namun satu hal yang sering dilupakan oleh para pengemudi ojek online adalah, bahwa Anda juga harus mempertimbangkan asuransinya. Apakah sama dengan kendaraan biasa atau tidak?

 

Jawabannya tercermin dari kutipan Auto Bild Indonesia, di mana Laurentius Iwan Pranoto, Marketing Communication and Public Relations Head Asuransi Astra menjelaskan bahwa hal ini tergantung perjanjiannya sejak awal.

Iwan mengungkapkan, jika pada perjanjian awal si pemilik mobil menyebutkan mobil digunakan untuk kebutuhan pribadi, tapi digunakan juga untuk taksi online, maka klaim tentu akan ditolak.

Hal ini disebabkan perbedaan akan fungsi kendaraan yang telah dijanjikan dengan kenyataannya.

Lho, kendaraan yang bukan ojek online juga kan sama-sama dipakai? Mengapa polisnya berbeda?

Pengaruh Go-Fleet Branding terhadap Keuangan Para Driver Gojek 2 Finansialku

[Baca Juga: Hey Bikers! Ketahui dan Pahami Manfaat dan Biaya Asuransi Motor]

 

Seperti Anda ketahui, pemanfaatan kendaraan sebagai ojek online tentu berbeda dengan pemanfaatan pribadi. Umumnya frekuensi penggunaan akan meningkat dengan risiko kerusakan yang lebih tinggi juga.

Dengan demikian, pemilik mobil yang berniat menggunakan mobilnya untuk taksi online, sebaiknya melaporkan kepada pihak asuransi, dan memindahkannya ke kategori komersial.

“Tentunya nanti akan ada kenaikan preminya. Tapi tidak banyak sekitar 0,5 persenan.”

 

Hal ini juga berlaku sebaliknya, di mana saat polis yang dipilih adalah untuk penyewaan kendaraan bermotor.

Jika premi yang dibayarkan untuk kebutuhan pribadi, maka klaim pemilik mobil akan ditolak. Alasannya serupa dengan alasan di atas.

“Lebih tinggi sedikit preminya, tentu karena risiko mobil untuk komersial juga bertambah.”

 

Nah, terjawablah pertanyaan teman saya yang ingin menjalankan pekerjaan ojek online tadi. Segera saya ajak dia untuk mengubah polis asuransinya.

Meski preminya sedikit lebih mahal, namun kini dirinya bisa menjalankan pekerjaannya dengan aman dan tenang.

 

Pengajuan Asuransi Kendaraan Ojek Online

Jika Anda juga berencana menggunakan kendaraan pribadi sebagai ojek online, yuk segera ajukan perubahan status asuransi Anda.

Dengan memberitahukan dan mengubah kondisi penggunaan kendaraan Anda dari penggunaan pribadi menjadi komersil, maka akan menghindari terjadinya “penolakan klaim asuransi kendaraan”.

Hal ini dikarenakan peruntukan kendaraan yang tidak sesuai dengan polis asuransi yang pada waktu itu Anda beli.

Jadi pastikan polis kendaraan anda, memiliki peruntukan yang sesuai dengan kondisi kendaraan anda saat ini.

Apabila pemberitahuan perubahan penggunaan kendaraan Anda disetujui, maka asuransi penerbit polis anda akan menerbitkan perubahan pada kondisi polis asuransi mobil dari penggunaan pribadi menjadi komersil.

Lantas banyak yang bertanya bagaimana cara mengubah status kendaraan pribadi jadi kendaraan ojek online? Apakah ribet dan sulit prosesnya?

Menanggapi hal tersebut, Iwan menjelaskan,

Perubahan status tersebut tidak sulit, tinggal menelepon, sms atau email, nanti tinggal kami yang meninjau, apakah perlu survei terlebih dahulu atau tidak.”

 

Biaya Premi Bertambah, Lebih Baik Ngojek Online atau Tidak?

Banyak yang sering bertanya apakah menjadi ojek online yang sedang tren ini sepadan atau tidak. Apakah penghasilannya menguntungkan atau tidak dibandingkan pengeluarannya?

Seperti Anda ketahui, banyak yang rela mengubah asuransinya bahkan mengajukan kredit kendaraan bermotor untuk terjun ke dunia ojek online ini.

Pertanyaan utamanya adalah: Apakah sebaiknya ngojek online atau tidak?

Grab dan Gojek Berlomba Kuasai Asia Tenggara 01 Finansialku

[Baca Juga: Pajak Kendaraan Bermotor dan Pajak Mobil Progresif, Bagaimana Cara Perhitungannya?]

 

Untuk itu, Anda perlu mempertimbangkan beberapa hal, misalnya saja sebagai berikut:

 

#1 Apakah Harus Kredit?

Memang betul bahwa salah satu syarat untuk menjadi pengemudi ojek online adalah memiliki kendaraan bermotor dalam kondisi baik dan prima.

Sebagai contoh, Gojek mensyaratkan motor pengemudi keluaran minimal tahun 2010. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kerusakan motor saat bekerja dan ketidaknyamanan konsumen saat naik ojek online.

Nah, saat Anda memutuskan untuk menjadi pengemudi ojek online, namun belum memiliki kendaraan maka Anda bisa bertanya pada diri sendiri:

  1. Kendaraan seperti apa yang akan dibeli? Spesifikasi seperti apa?
  2. Kendaraan baru atau bekas?
  3. Bagaimana dengan dana untuk membeli kendaraan tersebut? Apakah harus kredit?

 

Jika Anda memang membutuhkannya segera dan belum memiliki dana yang cukup, maka kredit kendaraan bermotor memang salah satu solusi yang tepat.

Namun jika kebutuhan tidak mendesak, Anda bisa menabung dahulu agar meminimalisasi bunga.

 

#2 Berapa Estimasi Penghasilannya?

Pertimbangan kedua dalam mengambil kredit kendaraan bermotor untuk ojek online adalah penghasilan dari ojek online itu sendiri.

Diberitakan bahwa penghasilan seorang pengemudi ojek online disebut-sebut cukup besar hingga mencapai 4 sampai 10 juta rupiah per bulannya.

Fenomena ini membuat orang berlomba-lomba mendaftar sebagai pengemudi ojek atau taksi berbasis aplikasi online.

Jika Anda telah melakukan analisis data dan optimis bisa memperoleh penghasilan cukup tinggi, maka sah-sah saja untuk terjun ke dunia ojek online.

Grab dan Gojek Berlomba Kuasai Asia Tenggara 04 Finansialku

 [Baca Juga: Cara Cerdas Mencicil Motor Agar Tak Kekurangan Uang Tiap Bulan]

 

#3 Akankah Penghasilan Menurun?

Karena pendapatannya umum dihitung menggunakan sistem komisi, penghasilan ojek online berubah-ubah setiap periodenya.

Oleh karena itu, penghasilan pengemudi ojek online dapat menurun karena dua hal berikut ini:

 

  • Penerimaan pengemudi besar-besaran yang dilakukan oleh perusahaan aplikasi.

Semakin banyak pengemudi ojek artinya persaingan mencari penumpang pun semakin tinggi. Masalah ini sering dikeluhkan akhir-akhir ini oleh para pengemudi ojek online.

 

  • Perubahan Musim

Saat musim hujan ojek online biasanya kesulitan mendapatkan penumpang, karena mereka akan mencari alternatif kendaraan lain yang aman dari hujan (Misalnya: mobil atau bus).

Apalagi jika hujan berkepanjangan yang disertai cuaca dingin dan angin kencang, sudah pasti ojek pun menjadi sepi penumpang.

 

TIPS: Untuk memperoleh data yang lebih akurat, Anda bisa menanyakan teman atau kerabat yang telah menjalani ojek online.

Tanyakan berapa penghasilan rata-ratanya dan apa saja faktor yang bisa mengakibatkan penurunan penghasilan ini.

Dengan data yang lebih akurat, Anda bisa menganalisis dengan lebih baik dan mengambil keputusan yang tepat.

 

Bijak Mengubah Status Asuransi untuk Kendaraan Ojek Online

Bagaimana, apakah artikel ini sudah memberi gambaran tentang bagaimana pertimbangan mengubah status asuransi kendaraan untuk ojek online?

Nah, jangan lupa untuk mempertimbangkannya agar klaim asuransi Anda tidak ditolak ya!

Satu hal lagi yang perlu diingat adalah tambahkan penambahan biaya premi ini ke dalam pertimbangan Anda jika Anda berpikir untuk terjun ke dunia ojek online. Lakukan analisis keuangan sebelum Anda memutuskan untuk menjadi ojek online.

Semoga artikel ini bermanfaat dalam pengambilan keputusan Anda.

Jika artikel ini bermanfaat, maka sayang sekali jika teman-teman Anda yang juga berminat menjadi ojek online tidak bisa memperoleh informasi yang bermanfaat seperti ini.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai asuransi untuk kendaraan ojek online lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Simulasi Kredit. Bijakkah Kredit Motor untuk Ojek Online?. Simulasikredit.com – https://goo.gl/kV4VgR
  • Anton Hari Wirawan. 6 Januari 2018. Mobil Pribadi untuk Taksi Online, Bagaimana Asuransinya?. Gridoto.com – https://goo.gl/Rqece1

 

Sumber Gambar:

  • Asuransi untuk Kendaraan Ojek Online 1 – https://goo.gl/EzKQRf
  • Asuransi untuk Kendaraan Ojek Online 2 – https://goo.gl/sLdRpR