Memasuki usia 30 an, apakah Anda sudah mengetahui cara menabung untuk usia 30 an yang tepat? Anda mungkin memperoleh penghasilan lebih besar ketika berusia 30 an, tetapi tentu muncul tantangan yang lebih besar pula. Sebagai contoh, membeli rumah, membiayai keluarga dan pendidikan anak, hingga membangun bisnis. Mari kita lihat 30 checklist keuangan dan cara menabung usia 30 an. Apakah Anda sudah punya yang nomor 8?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Dekade Baru: Tantangan yang Lebih Nyata

Pada usia 20 an, Anda masih bisa menikmati pembelajaran. Anda masih memiliki waktu untuk gagal dan memulai kembali. Namun waktu berjalan dengan cepat, dan kini saatnya Anda memasuki dekade baru.

Usia 30 an menuntut Anda untuk lebih serius, dimana tantangan baru muncul dan kini semuanya lebih nyata.

Bagaimana tidak, di usia 30 an Anda mulai mempersiapkan keluarga dan bisnis untuk masa depan. Anda perlu merefleksikan kesalahan pada usia 20 an untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Percayalah, saya juga melakukan banyak kesalahan pada usia 20 an.

30 Checklist Keuangan dan Cara Menabung Usia 30 an. Apakah Anda Sudah Punya yang Nomor 8 02 - Finansialku

[Baca Juga: Baru-Baru Ini Saya Coba Website dan Aplikasi Keuangan untuk Cara Menghemat Uang, Perencanaan Keuangan dan Investasi]

 

Namun, ini bukan saatnya menyesali apa yang telah terjadi, namun waktunya untuk bercermin dan memperbaiki kesalahan itu. Bagi Anda yang siap memasuki usia 30 an atau mungkin sudah menjalaninya, Finansialku akan menjabarkan 30 checklist keuangan dan cara menabung usia 30 an.

Apakah Anda sudah punya yang nomor 8?

 

#1 Membuat Prioritas

Memasuki usia 30 an, Anda seharusnya sudah mengetahui apa yang penting dalam hidup Anda.

Dengan kata lain, ini waktunya untuk berhenti memboroskan uang untuk sesuatu yang tidak Anda anggap penting. Tentunya Anda sudah menghabiskan banyak uang untuk membeli hal yang tidak berguna pada usia 20 an.

Sekarang waktunya untuk berhenti!

Cobalah pikirkan matang-matang apa tujuan hidup Anda secara finansial, dan buatlah anggaran yang sesuai dengan nilai-nilai penting hidup Anda. Pengeluaran Anda secara otomatis akan lebih dimanfaatkan pada hal-hal yang bernilai, dan pada akhirnya membuat Anda hidup lebih bahagia.

 

#2 Evaluasi Perkembangan Finansial

Seberapa jauh perkembangan finansial Anda hingga kini? Anda perlu mengetahui perkembangannya untuk memotivasi Anda mencapai tujuan keuangan. Selain itu, evaluasi juga memungkinkan Anda menemukan kesalahan dan mencari solusinya.

Seharusnya, pada usia 30 an Anda sudah sadar akan apa yang seharusnya Anda lakukan. Usia 30 juga masih tergolong cukup muda untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang Anda lakukan pada usia 20 an.

 

Evaluasi perkembangan finansial secara berkala. Click to Tweet

 

#3 Perbanyak Dana Darurat

Setelah mencapai usia 30 an, kemungkinan banyak yang sudah berubah dalam hidup Anda. Misalkan Anda sudah memiliki istri dan 2 orang anak. Tentunya gaya hidup Anda juga sudah berubah dibandingkan saat masih berusia 20 an. Saat ini merupakan waktu yang tepat untuk mengevaluasi dana darurat.

Jumlah dana darurat Anda mungkin sudah harus diubah sesuai dengan kebutuhan saat ini. Karena bertambahnya anggota keluarga dan gaya hidup tentunya mempengaruhi jumlah dana darurat yang dibutuhkan.

Jangan pernah menyepelekan dana darurat, karena Anda tidak akan pernah tahu kejadian tak terduga apa yang bisa terjadi.

 

#4 Lunasi Utang dengan Bunga Selangit

Jika Anda masih mengemban utang dengan bunga selangit pada usia 30 an, maka ini saatnya Anda keluar dari lilitan utang. Bagaimana caranya? Anda bisa melihat beberapa cara untuk terbebas dari lilitan utang sebagai berikut: Cara Bebas dari Utang.

Jika Anda masih kesulitan melunasi utang, Anda bisa meminta bantuan perencana keuangan. Contohnya adalah dengan menghubungi Finansialku, yang akan senantiasa membantu Anda dalam mengatur keuangan menuju lebih baik.

Aplikasi Finansialku Iklan 1 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

#5 Mencari Nilai yang Lebih Baik

Mengingat sulitnya mencari uang dewasa ini, sudah sepantasnya Anda mencari nilai terbaik dari setiap pengeluaran. Namun jangan salah kaprah, nilai terbaik bukan berarti murah.

Anda hanya perlu mencari produk atau jasa dengan nilai tukar terbaik yang sepadan dengan pengorbanan Anda (baca: harga yang Anda bayarkan). Membeli produk termurah kebanyakan hanya membuat bahagia sesaat namun diakhiri penyesalan.

 

#6 Hargai Waktu

Pernahkah Anda mendengar pepatah bahwa “Waktu adalah Uang”? Memang betul waktu itu mahal. Bayangkan saja, waktu tidak pernah bisa diulang kembali, sehingga Anda tidak akan pernah bisa menebus waktu yang sudah Anda sia-siakan. Untuk lebih memahaminya, cobalah lihat ilustrasi berikut ini:

30 Checklist Keuangan dan Cara Menabung Usia 30 an. Apakah Anda Sudah Punya yang Nomor 8 03 - Finansialku

[Baca Juga: Ini Cara Mengatur Waktu, Keuangan dan Rencana Kerja Anda]

 

Tampak bahwa saat Anda beranjak dewasa, biasanya Anda mencari uang dengan seluruh energi yang Anda miliki. Tetapi Anda lupa bahwa waktu Anda dihabiskan sepenuhnya untuk mencari uang hingga lupa dengan kehidupan Anda sendiri.

Dengan demikian, hargailah setiap waktu yang Anda miliki.

Maksudnya adalah jangan habiskan masa muda Anda sepenuhnya untuk mencari uang, tetapi carilah cara efektif untuk tetap memperoleh uang sambil bisa berkumpul dengan keluarga.

 

#7 Mempersiapkan Jaminan Hari Tua

Selain jaminan pensiun yang disediakan oleh perusahaan tempat Anda bekerja, Anda perlu mempersiapkan jaminan hari tua dari diri sendiri. Entah berupa investasi dana pensiun atau jenis investasi lainnya.

Sebagai contoh, sebagian besar masyarakat Indonesia mempersiapkan masa pensiun dengan Tabungan Dana Pensiun, baik yang dikeluarkan oleh lembaga keuangan maupun pemberi kerja. Selain itu juga, ada Program BPJS Ketenagakerjaan.

 

#8 Membeli Rumah yang Tepat

Jika Anda menunggu lama untuk membeli rumah, kini saatnya Anda mempertimbangkan untuk melakukannya. Anda tentunya tidak ingin masa pensiun Anda tidak jelas karena tidak adanya tempat tinggal, bukan?

Namun membeli rumah juga bukan alasan untuk berutang puluhan tahun. Anda perlu mencari rumah yang tepat dan sesuai dengan kemampuan finansial Anda agar tidak menanggung risiko yang besar nantinya.

 

Carilah rumah yang tepat dan belilah dengan tepat juga Click to Tweet

 

#9 Berinvestasi pada Kendaraan yang Bisa Diandalkan

Bagaimana dengan masalah transportasi? Apakah Anda juga membutuhkan kendaraan untuk bekerja setiap harinya? Dua alternatif yang bisa Anda gunakan adalah:

  1. Membeli kendaraan yang bisa diandalkan
  2. Tinggal di daerah dekat kantor atau tempat kerja
  3. Tinggal di daerah dengan fasilitas transportasi umum yang memadai

 

Namun ingat, bukan berarti Anda bisa memboroskan uang untuk membeli mobil baru ya!

Mobil merupakan salah satu liabilitas jika tidak dimanfaatkan dengan baik, mengingat nilainya juga mudah jatuh dengan signifikan. Jangan sia-siakan uang Anda hanya untuk membeli mobil baru yang mewah.

 

#10 Lindungi Aset Berharga Anda

Apakah Anda sudah memiliki asuransi? Jika belum, maka waktunya Anda mulai mempersiapkannya. Hal tersebut disebabkan pada usia 30 an biasanya Anda sudah memiliki aset berharga seperti rumah dan kendaraan.

Pikirkan seberapa besar kerugian Anda jika suatu hari terjadi gempa atau banjir besar. Berapa uang yang dibutuhkan untuk mereparasi seluruhnya? Tentunya asuransi kini tampak lebih menarik bukan?

apakah-saya-harus-beli-asuransi-penyakit-kritis-critical-illness-finansialku

[Baca Juga: Apakah Saya Harus Beli Asuransi Penyakit Kritis (Critical Illness)?]

 

#11 Membeli Asuransi Kesehatan

“Ah, ngapain beli asuransi kesehatan? Saya jarang sakit kok.” Begitulah jawaban mayoritas orang saat ditanya apakah sudah membeli asuransi kesehatan. Memang pada usia 20 an hingga 30 an, Anda masih sehat dan asuransi kesehatan tampak seperti kebutuhan tersier yang mewah.

Namun sesehat apapun gaya hidup Anda, asuransi kesehatan adalah sebuah kebutuhan. Anda tidak bisa menjamin kesehatan Anda 100%, sehingga asuransi kesehatanlah yang akan mengantisipasi hal-hal tidak terduga itu.

 

Asuransi adalah sebuah Kebutuhan Click to Tweet

 

#12 Membeli Asuransi Jiwa jika Anda Memiliki Tanggungan

Apabila Anda merupakan kepala keluarga yang memiliki tanggungan, alias memiliki istri atau anak, maka asuransi jiwa tidak dapat ditawar lagi.

Coba Anda bayangkan jika suatu hari Anda meninggalkan keluarga selama-lamanya tanpa memiliki asuransi jiwa. Siapa yang akan menghidupi keluarga Anda dan membantu keuangan keluarga?

Tentunya Anda tidak ingin membebani keluarga jika terjadi sesuatu yang tidak terduga bukan? Asuransi jiwa memberi ketenangan bagi Anda jika sewaktu-waktu hal tersebut terjadi.

 

#13 Membuat Surat Wasiat

Orangtua saya sering berkata, “Setidaknya harus ada 1 orang selain kamu yang mengetahui seluruh aset dan uang yang kamu miliki. Sehingga jika terjadi sesuatu kepada kamu, uang itu tidak hangus.” Saya berpikir sejenak dan baru menangkap bahwa kata-kata orangtua saya sangat tepat.

Bayangkan saja selama ini saya menyimpan seluruh rahasia keuangan saya sendiri, saya tidak memikirkan konsekuensinya jika terjadi sesuatu kepada saya.

Anda pun jangan sampai melakukan kesalahan yang sama. Anda perlu memberi tahu seluruh kepemilikan Anda kepada satu orang yang bisa dipercaya. Jika Anda tidak mudah mempercayai orang, buatlah surat wasiat legal melalui notaris untuk melindungi harta dan aset berharga milik Anda.

 

#14 Pikirkan Pewaris Anda

Memang masih sangat jauh jika beranggapan Anda akan meninggal pada usia 30 an. Sayangnya hal-hal yang tidak diinginkan dapat terjadi kapan saja, dan Anda harus mempersiapkannya.

Salah satunya adalah dengan memikirkan ahli waris Anda dan keberlangsungan hidupnya jika Anda telah tiada.

Segera Lakukan Perencanaan Waris agar Pewaris dan Ahli Waris Tenang - Finansialku

[Baca Juga: Segera Lakukan Perencanaan Waris, agar Pewaris dan Ahli Waris Tenang]

 

Salah satu tipsnya adalah dengan berinvestasi pada jenis produk yang memberi keuntungan jangka panjang. Selain itu, jangan lupa untuk selalu meng-update ahli waris yang ditunjuk. Jangan sampai seluruh aset dan investasi Anda melayang begitu saja.

 

#15 Mempersiapkan Asuransi Suplemental

Pernahkah terbayangkan jika Anda mengalami kecelakaan hingga cacat seumur hidup? Semoga tidak akan pernah terjadi kepada Anda atau siapapun. Namun hal ini tetap harus diantisipasi.

Tanyakanlah agen asuransi mengenai polis yang mencakup kondisi cacat seumur hidup. Pastikan polis Anda sudah melingkupi kondisi tersebut.

 

#16 Mempersiapkan Dana bagi Buah Hati

Pada usia 30 an, umum jika Anda sudah memiliki buah hati. Ingatlah bahwa selamanya buah hati menjadi tanggungan Anda, dan kabar buruknya adalah biaya hidupnya akan semakin tinggi saat dia beranjak dewasa kelak.

Persiapkan dana bagi kehidupannya agar Anda tidak kekurangan nantinya.

 

#17 Mempersiapkan Dana Pendidikan

Selain biaya hidup, buah hati Anda juga membutuhkan dana pendidikan yang tidak sedikit jumlahnya. Semakin cepat Anda mulai berinvestasi untuk dana pendidikan, semakin baik pendidikan yang bisa Anda berikan.

Berapa Biaya Pendidikan di International School dan Kuliah Luar Negeri Ini Ilustrasi dan Contoh Perencanaan Keuangan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Berapa Biaya Pendidikan di International School dan Kuliah Luar Negeri? Ini Ilustrasi dan Contoh Perencanaan Keuangan]

 

#18 Gunakan Kartu Kredit secara Bijak

Kartu kredit merupakan awal mula utang, jika digunakan dengan sembarangan. Tetapi beda kasusnya jika Anda menggunakannya dengan bijak. Kartu kredit juga memiliki manfaat, dan Anda bisa memaksimalkannya dengan penggunaan yang tepat.

Beberapa keuntungan menggunakan kartu kredit misalnya adalah promo potongan harga, bonus cashback dan point reward, serta beberapa keuntungan saat bepergian atau travelling. Sah-sah saja kok memiliki kartu kredit selama sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

 

#19 Pertimbangkan Investasi daripada Melunasi Utang dengan Bunga Rendah

Jika Anda memiliki utang dengan bunga rendah, cobalah perhitungkan apakah sepadan jika Anda melunasinya cepat-cepat? Ataukah sebaiknya Anda menggunakan uangnya untuk berinvestasi dahulu dengan tingkat pengembalian yang lebih besar?

Siapa tahu investasi Anda malah membantu Anda melunasi utang jauh lebih cepat ketimbang Anda memaksakan melunasi utang tanpa berinvestasi.

 

#20 Buatlah Rencana Pensiun

Masih banyak masyarakat usia 30 an yang belum menganggap rencana pensiun itu penting. Jika Anda juga demikian, sekarang waktunya mulai merencanakan masa pensiun Anda.

Ingatlah simulasi pada poin #6, pada masa tua Anda sudah tidak memiliki energi untuk mencari uang, sehingga bijak jika Anda sudah mempersiapkannya sedari muda.

 

Rencanakan Dana Pensiun sejak dini. Click to Tweet

 

#21 Perbanyak Tabungan Masa Pensiun Anda

Normalnya, Anda menghasilkan uang lebih banyak pada usia 30 an ketimbang pada usia 20 an. Dengan penghasilan yang lebih banyak, masuk akal jika Anda menabung lebih banyak pula bukan? Persiapkan masa pensiun Anda dengan lebih serius untuk menjamin masa tua yang nyaman dan pantas.

 

#22 Gunakan Strategi Diversifikasi dalam Berinvestasi

Banyak perencana keuangan yang sering berkata,

“Hindari menyimpan uang hanya dalam satu pundi saja.”

Kata-kata tersebut benar adanya. Jika Anda hanya menyimpan uang pada satu tempat, sekali terjadi kerugian Anda tidak memiliki cadangan lagi.

Cobalah kenali beberapa jenis investasi dan pilihlah beberapa yang sesuai dengan tingkat risiko dan pengembalian yang diinginkan. Dengan demikian Anda memiliki beberapa cadangan jika terjadi kerugian. Lebih aman dan tenang, mengapa tidak?

 

#23 Kembangkan Kemampuan Diri

Usia 30 an masih merupakan awal. Dengan demikian, bukan alasan untuk berhenti mengembangkan diri. Tetaplah mengembangkan pengetahuan dan kemampuan Anda untuk potensi promosi dan kesuksesan ke depannya.

 

#24 Gunakan Strategi Diversifikasi dalam Pemasukan

Saat keadaan keuangan mulai stabil di usia 30 an, berarti saatnya Anda menambah diversifikasi pemasukan. Jangan hanya mengandalkan pekerjaan tetap Anda, namun cari pemasukkan lebih.

Sebagai contoh, buatlah bisnis online atau cari pekerjaan sampingan yang fleksibel.

8 Tips Perencanaan Keuangan untuk Ibu yang Melakukan Perceraian 02 - Finansialku

[Baca Juga: 8 Tips Perencanaan Keuangan untuk Ibu yang Melakukan Perceraian]

 

#25 Mencari Asuransi Payung

Jika aset Anda bertambah, maka Anda perlu mencari asuransi payung. Asuransi ini akan melindungi Anda terdapat tuntutan besar. Tanyakan pada agen asuransi Anda terkait polis dan cakupannya.

 

#26 Jangan Lupa Memberi

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa harus memberi jika ingin memiliki kesuksesan dalam keuangan.

Jawabannya sederhana: uang dan kesuksesan memang hasil kerja keras Anda, namun tidak akan terjadi apabila bukan kehendak yang di atas.

Uang tidak akan habis jika Anda membantu orang lain yang lebih membutuhkan, malah Anda bisa memperoleh lebih banyak lagi.

 

#27 Mencari Bantuan Perencana Keuangan

Jika dibutuhkan, jangan ragu untuk meminta bantuan perencana keuangan seperti Finansialku. Perencana keuangan akan membantu Anda mengatur keuangan untuk mencapai tujuan finansial Anda dengan lebih baik dan lebih cepat. Jangan ragu dan hubungi perencana keuangan Anda sekarang juga!

Aplikasi Finansialku Iklan 1 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

#28 Pertahankan Fleksibilitas

Meskipun Anda sudah berada pada usia 30 an yang umumnya stabil, bukan berarti Anda tidak akan mengalami gejolak dalam hidup Anda. Anda bisa saja dipecat dari pekerjaan atau mengalami kegagalan dalam usia 30 an. Tetapi bukan berarti Anda bisa menyerah pada keadaan lho.

Anda perlu mempertahankan fleksibilitas senantiasa, bahkan pada usia 30 an ini. Jika terjadi PHK, maka Anda harus siap mencari pekerjaan baru. Jika Anda gagal, Anda harus memiliki plan B atau rencana cadangan.

Intinya adalah, Anda harus selalu fleksibel dan siap menerima perubahan untuk mencapai kesuksesan.

 

#29 Nikmati Hidup

Pernahkah Anda mendengar istilah YOLO (You Only Live Once)? Jika pernah, tentunya Anda juga tahu bahwa istilah ini dijadikan alasan bagi anak muda untuk melakukan hal-hal konyol yang membahayakan hidupnya. Sebenarnya istilah tersebut bermakna baik, yakni untuk menikmati hidup.

Namun sayangnya banyak yang salah mengartikannya.

20 Topik Perencanaan Keuangan yang Harus Diketahui oleh Setiap Senior HR saat Menyusun Compensation Benefit 01 - Finansialku

[Baca Juga: Slide Perencanaan Keuangan: Rencana Keuangan Sebagai GPS untuk Masa Depan dan Tujuan Keuangan Anda]

 

Anda juga bisa menggunakan istilah YOLO, namun dengan konteks yang benar.

Memang tujuan finansial Anda sulit dicapai dan Anda masih dalam tahap menuju kesuksesan. Tetapi Anda juga harus menikmati hidup sesekali sesuai kemampuan Anda.

Ingatlah waktu tidak dapat diulang, sehingga manfaatkan setiap detiknya.

 

#30 Jangan Berhenti Bermimpi

Bermimpilah setinggi-tingginya!

Mimpi membantu memotivasi Anda untuk menjadi lebih baik. Orang yang berhenti bermimpi tandanya sudah putus asa dan tidak ada kata putus asa dalam orang yang ingin sukses. Bukan berarti setelah Anda berusia 30 an, Anda sudah dewasa dan harus berhenti bermimpi lho.

Mimpi harus tetap dimiliki bahkan hingga Anda pensiun kelak.

 

Dimulai dari Usia 30 an

Setelah menjalani usia 20 an yang penuh eksperimen dan kesalahan, kini waktunya Anda menerima realita hidup dan mulai mempersiapkan masa depan Anda. Hidup masih panjang namun Anda bisa mulai dari sekarang demi masa depan yang lebih baik.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai 30 checklist keuangan dan cara menabung usia 30 an lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Jeff Rose. 11 Februari 2016. 30 Financial Rules That Every 30 Year-Old Should Know (or risk going broke). Goodfinancialcents.com -https://goo.gl/HZy2A2

 

Sumber Gambar:

  • System of Life – https://goo.gl/uxjhbM
  • Usia 30 an – https://goo.gl/2cQdti dan https://goo.gl/eRJY8f

 

Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up