Fakta Uji Coba Digitalisasi JKN-KIS Saat Memasuki Fase Kedua

BPJS Kesehatan tengah upayakan uji coba digitalisasi JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) agar harapan masyarakat tak sekedar angan-angan.

Yuk simak artikel berikut ini untuk mengetahui fakta uji coba digitalisasi JKN-KIS yang memasuki tahap kedua. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Secure

 

Inilah 3 Fakta Dibalik Uji Coba Digitalisasi JKN-KIS, Nomor 2 Penting Diketahui

Seperti banyak diberitakan berbagai media, saat ini Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan tengah mengupayakan digitalisasi JKN-KIS melalui tiga fase uji coba.

Sejak 15 Agustus 2018, fase 1 uji coba telah digagas dan kini memasuki fase 2 yang terhitung sejak tanggal 1 hingga 15 September 2018.

Menurut rencananya, BPJS Kesehatan akan mengakhir uji coba ini pada fase ketiga tertanggal 30 September 2018.

Digitalisasi JKN-KIS 2 Finansialku

[Baca Juga: Cara Praktis Registrasi BPJS Kesehatan Online Tahun 2018]

 

Uji coba digitalisasi JKN-KIS di fase kedua menjadi tahap evaluasi dari uji coba yang dilakukan sebelumnya, bahkan penyempurnaan pun terus dilakukan agar para peserta sistem rujukan online semakin merasakan manfaatnya.

Mengingat jangka panjang adanya digitalisasi rujukan adalah mendekatkan peserta JKN-KIS dengan fasilitas kesehatan dan mengurangi antrean dalam pelayanan kesehatan.

Seperti dilansir dari krjogja.com (Senin, 24/9/2018), uji coba fase kedua sangat membuka berbagai evaluasi yang nantinya dapat diakomodasi dengan harapan pada fase uji coba selanjutnya sampai dengan penerapan 1 Oktober 2018 mendatang, digitalisasi rujukan berjalan lancar tanpa terkendala.

Dikutip dari Krjogja.com, Deputi Direksi Bidang Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Arief Syaifuddin, dalam Ngopi Bareng JKN di Jakarta (03/09) mengatakan:

“Banyak hal positif yang diperoleh dari ujicoba selama fase 1, antara lain terkumpulnya data rumah sakit rujukan beserta dokter spesialis/subspesialis berikut jadwal praktiknya. Lalu teredukasinya Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) untuk disiplin menggunakan aplikasi P-Care. Selain itu teredukasinya Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) untuk senantiasa melengkapi dan meng-update data kompetensi dan sarana serta mulai dikenalnya konsep rujukan online bagi peserta.”

 

Hasil positif telah ditunjukkan sejak uji coba fase 1, terdapat 19.937 FKTP yang mengakses aplikasi PCare secara realtime online dan siap memasuki fase 2.

Sementara FKTP yang belum dapat mengakses aplikasi Pcare, kendalanya ditemukan pada jaringan komunikasi dan data (jarkomdat) sehingga masih dimungkinkan untuk menggunakan rujukan manual.

Dikutip dari laman Jamkesnews.com (Senin, 24/9/2018), Arief menegaskan, sistem rujukan online tetap mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 28 Tahun 2014.

Pelayanan kesehatan dilaksanakan secara berjenjang kecuali pada keadaan gawat darurat, kekhususan permasalahan kesehatan pasien, pertimbangan geografis, dan pertimbangan ketersediaan fasilitas.

Jika uji coba digitalisasi JKN-KIS tahap pertama berlangsung disiplin dengan hasil cukup positif, apa kabar dengan uji coba fase kedua?

Apa saja yang diupayakan BPJS Kesehatan pada fase ini? Simak 3 Fakta penting dalam uji coba digitalisasi JKN-KIS.

 

 

#1 Fase Kedua Menjadi Langkah Penyempurnaan

Belajar dari pengalaman, itulah yang BPJS lakukan di fase kedua uji coba digitalisasi JKN-KIS.

Seperti dilansir dari Idntimes.com (Senin, 24/9/2018) BPJS Kesehatan menerima sejumlah kritik dan saran membangun dari FKTP, FKRTL maupun peserta pada beberapa kondisi yang menjadi tantangan di lapangan.

Digitalisasi JKN-KIS 3 Finansialku

[Baca Juga: Apakah BPJS Kesehatan Cover Biaya Cek Darah dan Pemeriksaan Laboratorium Lainnya?]

 

Contohnya seperti masih ada data dokter spesialis atau subspesialis yang kurang lengkap, mapping rumah sakit tujuan rujukan yang belum sesuai dan rujukan kasus-kasus khusus yang belum seluruhnya terakomodasi dalam sistem.

Merujuk pada hal tersebut, sejumlah langkah penyempurnaan dilakukan BPJS Kesehatan untuk mewujudkan kemudahan para peserta dalam memperoleh layanan kesehatan, antara lain:

  1. Kemudahan FKRTL melakukan edit data kompetensi dan sarana yang ada di aplikasi Health Facilities Information System (HFIS).
  2. Perbaikan data mapping FKRTL (Rumah Sakit dan Klinik Utama), yaitu data fasilitas kesehatan rujukan yang bisa dirujuk dari Puskesmas, dokter praktik perorangan dan klinik pertama berdasarkan jarak dan kompetensinya.
  3. Penambahan fitur untuk rujukan kasus-kasus tertentu yang membutuhkan perlakuan khusus seperti kanker, Hemodialisasi, Thallasemia, Hemofilia, transplantasi hati, transplantasi ginjal, TB, jiwa dan kusta.

 

Ketiga penyempurnaan tersebut bukan tidak mungkin akan bertambah seiring dengan masukan konstruktif yang datang dari berbagai pihak.

Karenanya, upaya uji coba digitalisasi JKN-KIS seyogyanya perlu di dukung oleh seluruh elemen masyarakat, agar jaminan kesehatan di negeri ini tak sekedar angan-angan.

 

#2 Digitalisasi JKN-KIS Bermanfaat Bagi Peserta

Selama ini banyak peserta BPJS Kesehatan yang mengeluhkan ketidakpastian waktu pelayanan kesehatan yang bisa diberikan, alhasil tidak sedikit dari mereka yang merasa bahwa keberadaan BPJS Kesehatan tidak benar-benar membantu.

Mencoba evaluasi diri dari ketidakmaksimalan pelayanan yang diberikan, BPJS Kesehatan melalui digitalisasi JKN-KIS ini berupaya membantu peserta mendapatkan fasilitas kesehatan penerima rujukan yang sesuai dengan kompetensi dan sarana prasarana yang dibutuhkan.

Hal ini dilakukan untuk meminimalisasi adanya rujukan berulang kepada peserta dengan alasan tidak adanya SDM dan sarana yang dibutuhkan.

Hubungan-Jamkesda,-Jamkesmas,-JKN,-KIS,-KJS-dan-BPJS-2-Finansialku

[Baca Juga: Setiap Peserta BPJS Kesehatan Perlu Mengetahui Sistem Rujukan BPJS Kesehatan]

 

Banyak orang semakin antipati terhadap BPJS Kesehatan karena terkenal dengan antrean panjang dan menumpuk pada fasilitas kesehatan penerima rujukan.

Ibarat “…jika belum sekarat, belum bisa mendapatkan pelayanan” begitulah yang banyak orang bilang.

Untuk itu, digitalisasi JKN-KIS hadir agar mengurangi antrean tersebut dengan memberikan beberapa opsi tujuan kepada peserta (dengan tetap mempertimbangkan ketersediaan sarana dan prasarana serta kompetensi SDM).

 

#3 Manfaat Bagi Fasilitas Kesehatan

Selain untuk peserta, manfaat juga bisa dirasakan bagi fasilitas kesehatan.

Digitalisasi JKN-KIS membantu fasilitas kesehatan tingkat pertama dalam melakukan rujukan yang tepat sesuai dengan kompetensi dan sarana prasarana yang dibutuhkan secara real time dan online.

Upaya ini bisa dicapai karena BPJS Kesehatan sudah mengaturnya agar data langsung terkoneksi ke akses penerima rujukan (Digital Documentation).

Hal ini dapat mengurai antrean yang menumpuk pada fasilitas kesehatan penerima rujukan.

BPJS Kesehatan Online Daftar, Cara Cek Iuran dan Faskesnya 02 - Finansialku

[Baca Juga: 3 Cara Cek Tagihan BPJS Kesehatan Perusahaan]

 

Berbagai upaya perbaikan dan penyempurnaan yang BPJS Kesehatan lakukan saat ini menjadi bentuk keseriusan agar masyarakat di negeri ini bisa memperoleh jaminan sosial khususnya bidang kesehatan.

Sampai 1 September 2018, tercatat sebanyak 201.660.548 jiwa penduduk di Indonesia telah menjadi peserta JKN-KIS.

Selain penyempurnaan digitalisasi JKN-KIS, BPJS Kesehatan sebenarnya mempunyai tantangan lain yaitu bagaimana caranya agar peserta memahami dan meyakini bahwa mereka akan mendapatkan pelayanan kesehatan berdasarkan pada kapasitas dan kompetensi dari pemberi pelayanan kesehatan, misalnya dokter atau rumah sakit.

Upaya edukasi kepada peserta ini memang menjadi tantangan bersama dan diharapkan kontribusi semua pihak.

Arief berharap melalui edukasi yang sistematis ini diharapkan dalam fase 3 pelaksanaan sistem rujukan online akan semakin baik dan dirasakan manfaatnya oleh peserta.

Pada jangka panjang, digitalisasi rujukan ini akan mendekatkan peserta JKN-KIS dengan fasilitas kesehatan dan mengurangi antrean dalam pelayanan kesehatan.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Yuk, Jadilah Peserta JKN-KIS

Mendapatkan jaminan kesehatan tentu menjadi harapan banyak orang.

Karenanya, BPJS Kesehatan yang saat ini melakukan berbagai upaya penyempurnaan bisa menjadi solusi untuk mendapatkan jaminan kesehatan tersebut.

Lalu, bagaimana dengan Anda? Apakah Anda sudah memiliki BPJS Kesehatan?

Jika belum, segeralah daftarkan diri Anda! Manfaatkan fasilitas yang diberikan dan raih jaminan kesehatan.

 

Apakah informasi di atas bermanfaat? Bagikan artikel ini kepada teman atau saudara Anda yang membutuhkan info lengkap mengenai Digitalisasi JKN-KIS saat ini.

Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 14 September 2018. Uji Coba Digitalisasi Rujukan Jkn-Kis Memasuki Fase Ketiga, Peserta Diharapkan Makin Teredukasi. Jamkesnews.com – https://goo.gl/K6Vq5y
  • Rini Suryati. 3 September 2018. Uji Coba Digitalisasi Rujukan JKN-KIS Memasuki Fase Kedua. Krjogja.com – https://goo.gl/XE2Hfs
  • Angela Monika. 3 September 2018. Uji Coba Digitalisasi Rujukan JKN-KIS Memasuki Fase Kedua. Idntimes.com – https://goo.gl/N5q1Q3

 

Sumber Gambar:

  • Digitalisasi JKN-KIS 1 – https://goo.gl/aXMM8L
  • Digitalisasi JKN-KIS 2 – https://goo.gl/fN4xkN
  • Digitalisasi JKN-KIS 3 – https://goo.gl/1NTkT5
Summary
Fakta Uji Coba Digitalisasi JKN-KIS Saat Memasuki Fase Kedua
Article Name
Fakta Uji Coba Digitalisasi JKN-KIS Saat Memasuki Fase Kedua
Description
BPJS Kesehatan tengah upayakan uji coba digitalisasi JKN-KIS (Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat) agar harapan masyarakat tak sekedar angan-angan.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo