Menyiapkan Dana Pensiun Ala Generasi Milenial. Ini Penjelasannya

Generasi milenial tidak bisa pensiun? Kata siapa? Lalu, bagaimana cara mereka untuk mempersiapkan dana pensiun?

Kini, generasi milenial sudah memiliki rencananya masing-masing, termasuk pensiun. Bahkan ada pasangan generasi milenial yang berhasil pensiun pada usia 30 tahun lho.

Mau seperti mereka? Yuk simak cara menyiapkan dana pensiun ala generasi milenial:

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Apakah Mungkin Generasi Milenial Pensiun?

Generasi milenial atau generasi Y adalah generasi yang lahir pada tahun 1981-2000, dan  pada tahun 2018 umumnya sudah berusia 18 hingga 37 tahun. Bisa dibilang, pada tahun 2018 generasi ini sedang dalam masa produktifnya.

Saat ini, secara statistik jumlah populasi generasi milenial di Indonesia sudah pada kisaran 33 persen sampai dengan 34 persen dari total penduduk Indonesia.

Bahkan, diproyeksikan komposisi demografis generasi milenial akan semakin dominan ke depannya.

Hal ini terjadi seiring dengan berkurangnya jumlah generasi baby boomer (generasi yang lahir pada tahun 1946-1964)  dan generasi X (generasi yang kini berusia 35 tahun sampai 55 tahun).

Namun tahukah Anda, kaum milenial sering dianggap sebagai sandwich generation, yakni generasi yang terhimpit atas bahwa (anggapan bahwa mereka harus menghidupi orang tuanya serta keturunannya kelak)?

Generasi Milenial dan Dana Pensiun 02 - Finansialku

[Baca Juga: Para Freelance, Mau Bebas Keuangan? 20 Usaha Sampingan yang Dapat Anda Jalankan]

 

Jika Anda juga termasuk dalam generasi milenial, coba Anda pikirkan dan jawablah pertanyaan berikut ini:

Pada usia berapakah Anda ingin pensiun?”

 

Mungkin angka yang pertama terpikir adalah 50 hingga 60 tahun. Tetapi nyatanya Anda tidak perlu menunggu selama itu lho!

Buktinya, menurut Forbes Magazine sepasang suami istri generasi milenial asal California baru saja pensiun pada usia 30-an dengan tabungan sebanyak US%1 juta atau setara dengan Rp13,5 miliar.

Kini pertanyaannya adalah:

Apakah saya juga bisa seperti mereka? Apakah saya bisa pensiun?”

 

Untuk menjawabnya, lihatlah bagaimana cara menyiapkan dana pensiun ala generasi milenial berikut ini.

 

Tapi sebelum itu, pastikan bahwa Anda telah melakukan rencana keuangan agar pengelolaan keuangan dapat berjalan dengan baik.

Anda dapat merencanakan hal apa saja yang dapat direncanakan saat ini hingga masa mendatang, sehingga kebutuhan akan selalu terpenuhi tanpa menghambat tujuan keuangan lainnya.

Untuk menghindari kesalahan saat melakukan rencana keuangan, Anda bisa mempelajarinya dari banyak referensi.

Salah satu referensi yang utama ialah ebook GRATIS dari Finansialku berikut ini:

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Tunggu apalagi? Ayo lakukan sekarang juga sebelum terlambat!

 

Karakter Generasi Milenial dalam Menyiapkan Dana Pensiun

Banyak yang berasumsi bahwa generasi milenial belum mulai mempertimbangkan investasi dan merencanakan masa pensiunnya.

Hal ini tercermin dalam hasil survei Alvara Research Center (2017), yang menjelaskan bahwa produk-produk keuangan yang sudah dikenal dan digunakan generasi milenial antara lain adalah tabungan, deposito, kredit, asuransi dan investasi unitlink.

Artinya, profil karakter generasi milenial dalam berinvestasi dapat dirangkum menjadi 3 jenis berikut ini:

 

#1 Creative (Kreatif)

Poin pertama menjelaskan keterkaitan generasi ini dengan profil pekerjaan yang dimilikinya.

Artinya, generasi milenial cenderung lebih memilih sebagai pekerja mandiri di sektor kreatif daripada menjadi pegawai negeri sipil, karyawan BUMN maupun karyawan swasta.

Berdasarkan kecenderungan ini, dapat disimpulkan bahwa kebutuhan generasi milenial terhadap program pensiun dapat dilayani oleh dana pensiun lembaga keuangan (DPLK).

Namun sisi negatif dari karakter yang kreatif adalah bahwa generasi milenial cenderung berpikir out of the box.

Inovasi Baru Pegadaian Demi Gaet Milenial Finansialku 2

[Baca Juga: Beli Kue di China Pakai Cicilan Kartu Kredit 3 Tahun? Begini Perilaku Milenial Di Sana]

 

Mereka tidak akan menerima sesuatu yang biasa secara mentah-mentah, mereka akan membandingkannya dengan instrumen keuangan lain yang juga dapat digunakan sebagai cadangan untuk kebutuhan di masa tua.

Dengan demikian, program pensiun yang ditawarkan harus memiliki nilai lebih yang dapat dirasakan oleh generasi milenial.

Sebagai contohnya, manfaat lain yang diperkenalkan sebagai variasi manfaat pensiun sebagaimana diatur dalam Peraturan OJK Nomor 5/POJK.05/2017 tentang Iuran, Manfaat Pensiun dan Manfaat Lain.

Hal ini merupakan salah satu alternatif jawaban untuk membuat desain program pensiun menjadi lebih dinamis bagi generasi milenial.

 

#2 Connected (Terhubung)

Karakter kedua merupakan connected alias terhubung. Terkait dengan karakter connected (terhubung), hal ini membuktikan bahwa generasi milenial cenderung melek media sosial.

Mereka terhubung satu sama lain melalui berbagai platform media sosial. Pola hubungan yang terbentuk di media sosial cenderung equal atau berdasarkan pada prinsip kesetaraan.

Jadi, bisa dilihat bahwa ada tren “keeping up with the joneses” pada generasi ini. Di mana semuanya akan berupaya menunjukkan kehidupan yang lebih baik atau paling tidak setara dengan orang lain di lingkungannya.

Namun bukan berarti hal ini negatif, sifat terhubung ini justru membuat mereka bisa mencari alternatif dana pensiun secara lebih kreatif. Contohnya mereka mudah dipengaruhi melalui iklan media sosial.

Contoh lainnya adalah saat mereka lebih tertarik dengan produk dana pensiun yang meningkatkan kebanggaan seseorang ketika memiliki program pensiun tersebut.

 

#3 Confidence (Percaya Diri)

Sedangkan terkait dengan karakter confidence, atau rasa percaya diri, generasi milenial cenderung yakin pada kemampuan dirinya sendiri.

Oleh karena itu, salah satu hal yang perlu diperhatikan pada generasi milenial adalah mereka tidak suka diberi bantuan atau belas kasihan.

Mereka yakin bahwa nasibnya ada di tangan mereka sendiri, dan selalu menolak santunan sosial atau belas kasihan dari orang lain.

Artinya, mereka cenderung memilih untuk mempersiapkan diri melalui instrumen-instrumen yang dianggap tepat. Seperti investasi di sektor properti, investasi di pasar modal, asuransi, tabungan, ataupun produk-produk dana pensiun.

Di sinilah pentingnya untuk menjelaskan kepada mereka bahwa meski sudah dipersiapkan sedemikian rupa, dana pensiun merupakan produk yang paling tepat untuk menjadi solusi atas situasi rawan krisis finansial pada masa pensiun tersebut. 

Meningkatkan Hubungan Dengan Milenial 03 Finansialku

[Baca Juga: Para HRD: 7 Alasan Pentingnya Dana Darurat untuk Karyawan di Perusahaan Anda]

 

Nah, jika Anda masih bingung harus memulai investasi dana pensiun dari mana, jangan khawatir. Finansialku selalu siap memberikan informasi keuangan terkini bagi Anda, termasuk jenis investasi yang sesuai dengan profil investornya.

Semua informasi ini bisa Anda peroleh di artikel-artikel Finansialku lainnya.

 

Kisah Saya Menyiapkan Dana Pensiun dengan Aplikasi Finansialku

Perkenalkan nama saya Fransiska Ardela, usia 29 tahun dan termasuk dalam salah satu dari generasi milenial.

Di sini saya ingin menjelaskan bahwa saat menulis artikel ini, saya seperti berkaca pada pengalaman saya sendiri.

Saya juga salah satu yang berupaya sedemikian rupa menyiapkan dana pensiun. Namun selalu merasa kesulitan mengalokasikan dana setiap bulannya.

Iklan Perencanaaan Hari Tua - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Bayangkan saya, setiap bulannya saya memiliki beban cicilan rumah (KPR), cicilan smartphone, serta kebutuhan hidup.

Meski masih hidup berdua dengan suami, kebutuhan hidup ternyata tidak kecil. Kami pun belum memiliki dana darurat hingga sekarang lho.

Karena hal ini, saya berpikir bagaimana caranya menyiapkan dana pensiun bagi generasi milenial yang memiliki banyak pengeluaran?

Pada akhirnya saya selalu mengalokasikan sedikit dana saja pada dana pensiun.

Saya akhirnya memutuskan untuk berbincang-bincang dengan teman perencana keuangan saya di Finansialku.

Mereka menjelaskan bahwa tidak ada alasan mengapa generasi milenial tidak dapat pensiun. Semua bisa pensiun selama perencanaan dan persiapannya tepat.

Meningkatkan Hubungan Dengan Milenial 02 Finansialku

[Baca Juga: Mencapai Kebebasan Finansial, Kenapa Tidak? Anda Pasti Bisa Mencapainya]

 

Lalu saya kembali bertanya mengenai keterbatasan dana setiap bulan yang saya alami tadi kepada teman saya.

Dirinya berkata, mengelola keuangan di zaman serba modern ini tidaklah sulit. Dewasa ini sudah banyak tools yang dapat membantu saya mengelola keuangan dengan cepat dan mudah, misalnya dengan menggunakan aplikasi Finansialku. Dengan demikian generasi milenial pun bisa bebas keuangan.

Penasaran bagaimana aplikasi Finansialku bisa membantu saya? Sebelumnya Anda harus mencoba download aplikasinya dulu.

Bagi Anda pengguna baru, unduh aplikasi Finansialku sekarang secara GRATIS melalui Google Play Store atau registrasi terlebih dahulu melalui PC Anda.

Nah, sekarang mari melihat bagaimana teman saya mengajarkan saya bagaimana aplikasi Finansialku ini bisa membantu pengelolaan dana pensiun saya.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Pertama-tama dirinya menjelaskan bahwa saya harus tahu berapa dana pensiun yang harus saya alokasikan setiap bulannya.

Anda harus membuka aplikasi Finansialku, kemudian pilih menu “Rencana Keuangan”, dan pilih opsi “Dana Hari Tua” di bagian paling bawah.

Rencana Keuangan Dana Hari Tua 1 Finansialku

 

Langkah-langkah untuk menghitung dana hari tua adalah:

Step 1

  1. Masukkan usia Anda sekarang.
  2. Masukkan usia Anda saat pensiun.
  3. Masukkan perkiraan lamanya pensiun.
  4. Masukkan pengeluaran bulanan Anda saat ini.
  5. Masukkan persentase pengeluaran bulanan saat nanti pensiun dibandingkan dengan pengeluaran saat ini.

Misalnya saja seperti ini:

Rencana Keuangan Dana Hari Tua 2 Finansialku

 

Step 2

  1. Masukkan besaran tunjangan hari tua dari perusahaan yang Anda terima setiap bulannya.
  2. Masukkan tunjangan, dana pensiun, asuransi dan lainnya yang Anda terima setiap bulannya.
  3. Masukkan pemasukan dari hasil investasi yang Anda terima setiap bulannya.
  4. Masukkan penghasilan pasif yang Anda terima setiap bulannya.
  5. Inflasi, kenaikan biaya dalam satuan persen per tahun.
  6. Hasil investasi ketika Anda pensiun, misal perkiraan bunga deposito.
  7. Hasil investasi saat Anda masih muda untuk menyiapkan dana saat pensiun.

Misalnya saja seperti ini:

Rencana Keuangan Dana Hari Tua 3 Finansialku

 

Setelah itu, Anda akan mendapatkan kesimpulan berupa hasil perhitungan dari data yang telah dimasukkan. Misalnya saja seperti ini:

Rencana Keuangan Dana Hari Tua 4 Finansialku

 

Dari hasil perhitungan ini, saya kini tahu berapa banyak dana yang harus saya alokasikan setiap bulannya.

Tapi masalah kedua adalah bagaimana saya bisa mengalokasikan dana tersebut jika uang saya setiap bulannya selalu habis?

Teman saya kembali membuka aplikasi Finansialku dan menjelaskan fitur lainnya. Misalnya saja dengan mencatat pengeluaran untuk mengetahui pos-pos keuangan mana yang sebenarnya masih bisa dihemat.

Hanya dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, Anda bisa membuat anggaran.

Anda kemudian bisa melakukan review dan evaluasi setiap bulannya demi keuangan yang lebih baik lagi.

Untuk lebih jelasnya, Finansialku sudah merangkum mengenai manfaat mencatat pengeluaran. Anda bisa mengambil beberapa tips langsung dari video berikut ini:

 

Ternyata betul, saya menemukan beberapa pos keuangan yang ternyata memang bisa dihemat banyak.

Contohnya saja ternyata suami saya mengambil membership gym yang hanya digunakan sebulan sekali.

Saya kemudian menyarankan untuk berhenti dan hanya membayar setiap kali datang, dengan demikian saya bisa menghemat uang jutaan rupiah.

Pemborosan kedua muncul dari penggunaan TV cable yang berlebihan, padahal kami hanya menonton channel-channel tertentu saja.

Saya segera mengubah paket TV cable kami menjadi standar. Terlebih kami memperoleh promo potongan harga untuk 1 tahun pertama.

Tidak terasa, banyak sekali hal yang bisa dihemat. Penghematannya pun lumayan besar lho!

Mengatur Keuangan Ala Generasi Milenial 02 Generasi Milenial 2 - Finansialku

[Baca Juga: Mau Tetap Hemat Saat Belanja Online? Tiru 5+ Jurus Ampuh Berikut Ini]

 

Uang hasil penghematan ini segera saya alokasikan untuk dana pensiun. Saya tidak mau masa pensiun saya terancam hanya karena status generasi milenial. Tentunya Anda juga tidak mau bukan?

Yuk segera manfaatkan aplikasi Finansialku untuk membantu pengelolaan keuangan dan persiapan dana pensiun Anda.

Kini tidak ada lagi alasan bagi generasi milenial untuk tidak pensiun dengan sejahtera.

 

Generasi Milenial pun Bisa Pensiun

Melalui artikel di atas, Anda bisa memetik kesimpulan bahwa bukan mustahil bagi generasi milenial untuk pensiun pada waktunya. Bahkan Anda bisa mempersiapkan masa pensiun sejahtera.

Kuncinya adalah persiapan dini dengan langkah yang tepat seperti karakter profil investasi Anda.

Jika Anda masih bingung harus memulai persiapan dana pensiun dari mana, Anda bisa meminta bantuan perencana keuangan profesional seperti yang saya lakukan tadi.

Para perencana keuangan di Finansialku adalah pemegang lisensi CFP® aktif dan bekerja sesuai dengan kode etik profesi perencana keuangan yang telah ditetapkan oleh Financial Planning Standards Board Indonesia.

Dengan demikian, Anda juga bisa dengan mudah mengatur keuangan dan mencapai kebebasan finansial hanya dengan menggunakan jasa Finansialku.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai menyiapkan dana pensiun ala generasi milenial lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini.

 

Sumber Referensi:

  • Mohamad Amin (Ketua Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Bidang Pendidikan Dan Tenaga Kerja). 6 Oktober 2017. Dana Pensiun dan Generasi Milenial. Kontan.co.id – https://goo.gl/668Ctc
  • Wes Moss. 4 Mei 2017. How to Retire in Your 30’s (8 Lessons to Learn From Two Millennials Who Retired With $1 Million). Thebalance.com – https://goo.gl/kEpQ55

 

Sumber Gambar:

  • Generasi Milenial dan Dana Pensiun 1 – https://goo.gl/7mGsPD
  • Generasi Milenial dan Dana Pensiun 2 – https://goo.gl/KUKov9
Summary
Menyiapkan Dana Pensiun Ala Generasi Milenial. Ini Penjelasannya
Article Name
Menyiapkan Dana Pensiun Ala Generasi Milenial. Ini Penjelasannya
Description
Generasi milenial tidak bisa pensiun? Kata siapa? Lalu, bagaimana cara mereka untuk mempersiapkan dana pensiun?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment