Kenali ciri-ciri franchisor yang kejar setoran yang bisa merugikan franchisee. Ternyata ada beberapa orang oknum pemilik waralaba yang memanfaatkan pamor waralaba dengan cara yang kurang tepat. Hal ini berpotensi akan merugikan Anda, sebagai calon franchisee. 

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn Franchise

 

5 Ciri Franchisor yang Licik dan Cuma Kejar Setoran Saja

Apakah Anda pernah melihat sebuah usaha waralaba baru muncul, kemudian setelah beberapa bulan beroperasi tampak sepi pengunjung. Hanya berselang beberapa bulan bisnis waralaba tersebut harus tutup. Permasalahan tersebut ternyata disebabkan karena adanya oknum  yang tidak bertanggung jawab dan hanya mengejar uang fee pembelian franchise. Pada ujungnya pembeli franchise (franchisee) yang harus menanggung kerugian. Pada dasarnya franchise adalah salah satu cara mengembangkan bisnis yang menguntungkan franchisor dan franchisee.

ciri-francshisor-kejar-setoran-yang-bisa-merugikan-franchisee-finansialku

[Baca Juga : 8 Keunggulan dan Manfaat Waralaba untuk Franchisor dan Franchisee]

 

Berikut adalah 5 ciri pewaralaba (franchisor) yang melakukan modus “kejar setoran” dan merugikan terwaralaba (franchisee). Kejar setoran adalah istilah yang diberikan pada pewaralaba yang ingin mendapatkan keuntungan besar dari fee waralaba tanpa memperdulikan kesehatan usaha dan keuntungan terwaralaba (franchisee). Seperti apa ciri-ciri pewaralaba (franchisor) yang nakal?

 

#1 Ada Biaya Awal yang Disembunyikan

Modus yang sering terjadi adalah pemilik waralaba (pewaralaba) tidak memberikan informasi yang lengkap untuk memulai bisnis. Tujuan utamanya adalah untuk menarik minat calon investor sebanyak mungkin. Dalam brosur penjelasan serta prospektus tidak dijelaskan mengenai biaya-biaya rutin operasional, biaya belanja modal, biaya perizinan, biaya kegiatan promosi saat launching, biaya pelatihan, biaya seragam dan lain sebagainya.

mau-beli-waralab-kenali-perjanjian-waralaba-dan-prospektus-waralaba-finansialku

[Baca Juga : Mau Beli Waralaba? Kenali Perjanjian Waralaba dan Prospektus Waralaba]

 

#2 Tidak Memperhatikan Lokasi

Salah satu kunci sukses dalam berbisnis adalah lokasi atau tempat usaha. Mungkin Anda pernah melihat sebuah gerai waralaba di lokasi yang kurang strategis. Tidak aneh jika waralaba tersebut sepi pembeli dan tidak laku. Setelah berjalan beberapa waktu, akhirnya gerai tersebut tutup.

kenali-10-hal-yang-harus-diperhatikan-saat-pilih-lokasi-bisnis-waralaba-finansialku

[Baca Juga : Kenali 10 Hal yang Harus Diperhatikan Saat Pilih Lokasi Bisnis Waralaba]

 

Kelasahan fatal yang dilakukan pewaralaba adalah tidak melakukan survey lokasi dengan cara yang benar. Jadi kegiatan survey lapangan, hanya sebagai formalitas dan pada akhirnya semua lokasi akan disetujui. Sebagai terwaralaba atau calon investor, sebaiknya tanyakan metodologi dalam melakukan survey lokasi. Tanyakan indikator-indikator lokasi waralaba yang ideal dan lakukan survey.

 

#3 Pelatihan di Persingkat dengan Kualitas Buruk

Permasalahan yang selanjutnya sering terjadi adalah pelatihan atau training yang dipersingkat. Harusnya training 14 hari, kemudian diperpendek dalam jangka 10 hari, karena alasan ingin segera buka. Sebagai terwaralaba atau calon investor,  Anda pasti memiliki pertimbangan semakin cepat buka, semakin cepat Anda akan mendapatkan pemasukan. Namun Anda harus menyadari bahwa setiap pelatihan didesain sesuai dengan standar rata-rata pekerja. Jadi jangan pernah memperpendek waktu training.

Jika Anda sebagai calon investor atau terwaralaba di tawari waktu training yang lebih pendek, maka tanyakan alasannya. Pelatihan bertujuan agar standar kualitas, standar pelayanan dan waktu pelayanan dapat sesuai dengan SOP yang ada.

kenapa-cabang-waralaba-perlu-dibatasi-jumlahnya-finansialku

[Baca Juga : Kenapa Cabang Waralaba Perlu Dibatasi Jumlahnya?]

 

Pemilik waralaba (pewaralaba) yang benar tentu saja tidak akan mengizinkan untuk memperpendek waktu training, karena mereka memperhatikan betul kualitas dan pelayanan kepada konsumen. Pelayanan yang jelek dan tidak sesuai standar akan berdampak buruk pada bisnis secara keseluruhan.

 

#4 Perhitungan Keuangan di Manipulasi : BEP dan ROI

Sebagai investor, Anda tentu akan memperhatikan angka waktu pengembalian investasi (payback period) dan ROI (return on investment). Kedua rasio keuangan tersebut pasti dibuat berdasarkan asumsi. Anda sebagai calon investor harus jeli melihat angka-angka yang tertulis dalam penawaran. Pastikan asumsi yang digunakan masuk akan dan dapat dipenuhi.

5 Seni Memulai Bisnis Menurut Guy Kawasaki - Get Doing - Finansialku

[Baca Juga : Awas! 8 Ciri Perusahaan Waralaba yang Bakal Merugikan Anda]

 

Beberapa kecurangan yang sering dibuat pada saat membuat asumsi :

  1. Angka penjualan yang dimasukkan adalah angka penjualan yang optimistis dan kurang realistis. Harusnya angka penjualan dibuat dari kondisi normal atau rata-rata penjualan setiap outlet waralaba.
  2. Angka pengeluaran yang kurang masuk akan, seperti jumlah tenaga kerja, harga tenaga kerja (gaji bulanan), angka operasional bulanan (listrik, air, gas).
  3. Tidak memasukkan biaya sewa lokasi usaha.

 

Asumsi-asumsi yang terlalu dipaksakan hanya akan bagus pada kertas prospektus tetapi akan sulit dicapai pada kenyataannya. Sebagai investor, Anda harus cukup rasional untuk membaca prospektus tersebut dan sebisa mungkin kumpulkan data untuk memverifikasi asumsi tersebut.

 

#5 Tidak Memiliki Komitmen dalam Marketing, Branding dan Perbaikan Sistem

Permasalahan berikutnya adalah komitmen pemilik waralaba (pewaralaba) untuk melakukan kegiatan pemasaran, branding dan perbaikan sistem. Beberapa waralaba di Indonesia tidak dikelola dengan manajemen yang baik, sehingga mereka berhenti berinovasi dan kehilangan daya saing. Pemilik waralaba (pewaralaba) harusnya berkewajiban untuk meningkatkan pemasaran dan branding usaha. Termasuk melakukan perbaikan dalam standar mutu layanan dan mutu produk.

Kenali Kredit Waralaba Sebelum Memulai Bisnis Waralaba - Perencana Keuangan Independen Finansialku

[Baca Juga : Kenali Kredit Waralaba Sebelum Memulai Bisnis Waralaba]

 

Jika Anda Salah Beli Waralaba, Jangan Salahkan Pewaralaba

Sebagai calon investor, Anda harus cermat melakukan pengecekan sebelum membeli atau mengeluarkan uang. Jika Anda sampai salah memutuskan dan rugi, maka jangan salahkan pewaralaba. Itu murni kesalahan Anda, karena kurang berhati-hati dan ceroboh dalam memilih tawaran waralaba. Semoga penjelasan di atas dapat membantu Anda mengenali oknum pewaralaba yang hanya kejar setoran.

 

Bagaimana pendapat Anda mengenai pemilik waralaba (franchisor) yang hanya mengejar jualan waralaba sebanyak-banyaknya tanpa memperdulkan terwaralabanya (franchisee)? Silakan tuliskan pendapat Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber gambar :

  • Career Woman – https://goo.gl/Dy5sHJ

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang