Rupiah melemah hingga tembus Rp15.000 per US$, gimana mau liburan ke luar negeri? Lalu bagaimana dengan kondisi investasi dan peluang usaha saat ini?

Tentunya para traveler sedang harap-harap cemas karena nilai Rupiah yang terus menurun ini.

Namun jangan khawatir, Finansialku akan menjabarkan beberapa tips untuk tetap liburan ke luar negeri meski Rupiah melemah seperti saat ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Rupiah Terus Melemah, Mirip dengan Kondisi Krisis Moneter Pada Tahun 1998?

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (US$) terus mengalami tekanan dalam beberapa pekan terakhir.

Pada Selasa 4 September, rupiah hampir menyentuh angka 15.000 per US$1.

Sedangkan pada penutupan akhir pekan lalu, Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) menunjukkan posisi rupiah di Rp15.193 per US$, melemah 0,07%. Di pasar spot, rupiah berada di atas level Rp15.000 sejak Selasa pekan lalu.

Jika diamati, nilai tukar rupiah pada Selasa kemarin merupakan yang terlemah sejak krisis moneter yang terjadi pada tahun 1998, sehingga banyak yang mencemaskan kondisi ini sebagai awal mula krisis moneter kedua di Indonesia.

Staf Khusus Presiden, Ahmad Erani Yustika menyatakan, kondisi ekonomi Indonesia tentu saja sangat berbeda jika dibandingkan dengan 1998. Kondisi saat ini jauh lebih baik.

Saat berbincang dengan Liputan6.com, Erani mengungkapkan:

“Jika dibandingkan 1998, seperti yang kerap dirujuk oleh banyak pengamat, situasinya tentu sangat berbeda.”

 

Ahmad Erani Yustika mengungkapkan, perbandingan bahwa pada tahun 1998 hampir seluruh indikator ekonomi Indonesia menunjukkan kondisi yang tidak baik. Sedangkan tahun 2018 ini semuanya jauh lebih baik.

Berikut perbandingannya melansir dari laporan Liputan6.com:

 Tahun 1998Tahun 2018
Posisi Tertinggi USDRp16.650 per 17 Juni 1998Rp14.935 per 4 September 2018
UMP Rata-rata Nasional
Rp150.900Rp2.260.225
Beras Medium
Rp2.800 per kgRp9.500 hingga Rp13.450 per kg
Pertumbuhan Ekonomi
-13,01%5,27%

Sumber: Liputan6.com

 

Erani menjelaskan,

“Pertumbuhan pada tahun tersebut minus 13,1 persen, ekonomi betul-betul berkabut tebal. Nilai tukar mencapai Rp16.650 per dolar padahal IHSG pada saat itu hanya 256 dan inflasi melambung sampai 82,4 persen.”

 

Selain itu, saat 1998 cadangan devisa Indonesia hanya US$17,4 miliar dan kredit bermasalah atau Nonperforming Loan (NPL) melonjak hingga 30 persen.

“Untuk CAR minus 15,7 persen sektor perbankan amat rapuh. Itu masih ditambah dengan suku bunga acuan BI yang mencapai 60 persen dan rasio utang terhadap PDB sebesar 100 persen.”

 

Untuk saat ini, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2018 tercatat 5,2 persen. IHSG berada di angka 5.800 dan inflasi pada Agustus di angka 3,20 persen (year on year).

Selain itu, saat ini cadangan devisa berada di angka US$118,3 miliar dengan angka kredit bermasalah atau NPL hanya di kisaran 2,7 persen.

Investasi dan Peluang Usaha saat Rupiah Melemah 2 Finansialku

[Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terus Melemah, Rupiah Tembus Rp15.200]

 

Opini ini diperkuat dengan tanggapan dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution,

“Jangan dibandingkan Rp14.000 sekarang dengan 20 tahun lalu. Pada 20 tahun lalu berangkatnya dari 2.800 per US$ ke 14.000 per US$. Sekarang dari Rp13.000 per US$ ke 14.000 per US$. Sederhananya gini saja, dari awal tahun sampai sekarang rupiah melemah hanya 8 persen. Saat 1998 itu rupiah melemah ratusan persen.”

 

Kesimpulannya, kondisi pelemahan Rupiah saat ini dinilai berbeda dengan krisis ekonomi tahun 1998.

Sekarang pertanyaannya adalah: Mengapa bisa terjadi demikian?

Berdasarkan sumber yang sama, dijabarkan bahwa faktor-faktor yang berkontribusi dalam pelemahan Rupiah antara lain adalah:

  • Pembagian dividen emiten pada awal kuartal II 2018 yang menyebabkan tingginya permintaan terhadap US$.
  • Penguatan mata uang Amerika Serikat.
  • Kebijakan moneter AS. The Federal Reserve atau The Fed kemungkinan besar masih akan menaikkan suku bunga tahun ini, yang sepertinya akan dieksekusi pada Desember.

 

Tren ini bukan cuma dialami mata uang Indonesia, namun juga beberapa mata uang negara lain.

Contohnya di Brasil dan India, yang bahkan mengalami pelemahan mata uang lebih parah dari Indonesia.

Melemahnya mata uang Rupiah terhadap mata uang asing ini tentu membuat para investor dan pebisnis cemas.

Pertama adalah kecemasan akan terjadinya krisis ekonomi seperti tahun 1998. Kedua adalah kecemasan akan gagalnya investasi atau usaha yang sedang mereka upayakan saat ini.

Lalu, apa yang sebaiknya kita lakukan dalam situasi semacam ini? Finansialku akan menjabarkan beberapa hal yang perlu Anda perhatikan pada saat ini.

 

Menilik Peluang Usaha dan Investasi Saat Kondisi Perekonomian Kurang Baik

Isu kenaikan dolar ini memang merupakan sebuah masalah yang cukup serius karena menyangkut kekuatan ekonomi dari sebuah negara.

Tetapi Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir.

Pemerintah Indonesia telah belajar banyak dari krisis moneter tahun 1998 dan mereka terus mengupayakan agar tidak akan ada lagi krisis moneter semacam itu.

Hal ini diperkuat dengan keadaan Indonesia yang sudah jauh lebih baik terutama dalam hal perekonomian.

Menurut Enggartiasto, pelemahan nilai mata uang terhadap dolar AS tidak hanya melanda Indonesia.

Dengan segala kebijakan yang telah disiapkan pemerintah, Enggar optimis Indonesia akan baik-baik saja. 

“Saya kira tidak perlu khawatir ya karena itu bukan hanya melanda kita saja, tapi di seluruh dunia.”

 

Selain itu, Enggartiasto menjelaskan bahwa Indonesia tetap mendorong ekspor untuk memperbaiki lemahnya Rupiah terhadap US$. Terakhir, impor tetap dijalankan dan tidak ditunda meski pajak penghasilannya dinaikkan.

“Tidak boleh ada penundaan impor, kami sudah mengeluarkan PPh 22. Kalau ada penundaan, bagaimana dengan yang lain. Jadi ekspor kami dorong kemudian impor dengan kebijakan PPh 22 yang bukan bea masuk, itu withholding.”

 

Jadi, bagaimana para pebisnis dan investor menyiasati kondisi ini?

Melalui artikel berikut Finansialku akan menjabarkan beberapa tips bagi Anda dalam menghadapi pelemahan mata uang Rupiah tercinta ini.

Seperti Ini Perjalanan Rupiah Sejak Awal Tahun 3 Finansialku

[Baca Juga: Mau Liburan Butuh Uang, #UangDarimana Rencanain dengan Aplikasi Finansialku]

 

#1 Berinvestasilah pada Aset yang Riil

Sebagai seorang karyawan paruh waktu di Finansialku, saya sering berkonsultasi dengan perencana keuangan mengenai investasi saya.

Salah satu hal yang sering mereka tekankan dalam berinvestasi adalah untuk selalu berinvestasi pada aset nyata alias riil.

Artinya, Anda sebaiknya berinvestasi pada aset yang bersifat nyata, seperti tanah, emas, properti dan barang lainnya yang memiliki nilai cukup tinggi.

Terlebih saat kondisi perekonomian sedang tidak aman seperti saat ini, Anda sebaiknya mulai melakukan investasi pada aset yang bersifat penting untuk meminimalisasi risiko investasi.

 

Namun, berinvestasi pun tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Terdapat strategi khusus yang harus dilakukan agar investasi dapat berjalan dengan baik.

Finansialku telah merangkum sejumlah tips dan trik yang dapat dengan mudah dipraktikkan oleh Anda saat mulai berinvestasi, salah satunya berinvestasi emas.

Miliki pembahasannya melalui ebook GRATIS Finansialku berikut ini:

 

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Emas untuk Pemula

Download Ebook Panduan Berinvestasi Emas untuk Pemula - Harga Emas Hari Ini - Finansialku

Download Ebook Sekarang

 

Ingatlah meski imbal hasil dari investasi ini memang tidak terlalu besar setiap periodenya, tetapi memiliki nilai yang lebih kuat ketika terjadi krisis dibandingkan dengan investasi lainnya seperti saham atau valas.

Artinya, beberapa jenis investasi riil yang berwujud nyata lebih tahan akan gerusan inflasi dibandingkan investasi di atas kertas.

Anda memiliki bukti kepemilikan yang jelas dan investasi Anda tidak akan bisa dihilangkan begitu saja.

Jika penasaran berapa besar keuntungan produk investasi, emas misalnya, Anda bisa melakukan simulasi melalui aplikasi Finansialku.

Caranya sangat mudah, yaitu:

  1. Buka aplikasi Finansialku kemudian pilih menu “Investasi”.
Simulasi Investasi Emas Aplikasi Finansialku

Tampilan menu pada aplikasi Finansialku

 

  1. Setelah itu pilih menu “Kalkulator” dan pilih menu “Emas”.
Simulasi Investasi Emas Aplikasi Finansialku 1

Simulasi keuntungan produk investasi dengan pilihan menu Kalkulator Investasi

 

  1. Masukkan angka pada setiap kolom, misalnya:
  • Berat: 5 gram.
  • Jumlah: 1 batang.
  • Harga beli: Rp650.000 per gram.
  • Biaya lainnya: Rp50.000.
  • Harga jual: Rp676.000 per gram.
  • Biaya lainnya: Rp50.000.
Simulasi Investasi Emas Aplikasi Finansialku 2

Lengkapi data sesuai dengan yang diinginkan. Anda bisa mengganti nominal sesuai dengan keadaan

 

  1. Setelah selesai memasukkan setiap angka yang dibutuhkan pada kolom yang tersedia, maka tekan “Hitung” untuk melihat hasil perhitungan keuntungan dari investasi emas Anda.
Simulasi Investasi Emas Aplikasi Finansialku 3

Kesimpulan simulasi keuntungan produk investasi

 

Berikut adalah hasil kalkulasi perhitungan dengan contoh kasus pembelian emas yang sudah dijelaskan di poin sebelumnya.

Investasi awal Anda adalah Rp3.300.000 dan Anda akan mendapat Rp3.330.000 dari hasil penjualan emas tersebut.

Maka keuntungan penjualan Anda adalah Rp30.000 atau sebesar 0,91%.

Anda juga bisa menghitung keuntungan produk investasi lainnya melalui aplikasi Finansialku.

 

#2 Minimalisasi Pemanfaatan Barang Impor

Belum lama ini saya berbincang-bincang dengan kerabat saya yang memproduksi barang dengan bahan baku impor.

Dirinya bercerita bahwa pelemahan mata uang Rupiah ini sangat memengaruhi bisnisnya.

Inginnya meningkatkan harga untuk tetap bisa menutupi kenaikan biaya bahan baku ini, tapi akan sulit untuk bersaing dengan pesaing.

Namun jika dibiarkan terus begini, dirinya khawatir bisnisnya bisa pailit.

Dari sini saya sadar, bahwa dalam menghadapi situasi yang memang tidak pasti seperti saat ini, sebaiknya Anda tidak banyak mengandalkan pemanfaatan barang impor.

Hal ini disebabkan karena pembelian barang-barang tersebut menggunakan nilai tukar dolar yang cukup tinggi.

Rupiah Melemah, Pemerintah Batasi Impor 02 - Finansialku

[Baca Juga: Mau Rupiah Mengalir? Kenali Dulu 4 Ciri Usaha yang Menguntungkan]

 

Jika memungkinkan, carilah alternatif bahan baku lokal dengan kualitas yang serupa dengan bahan baku impor tersebut.

Jika bisnis Anda memang mewajibkan mengimpor bahan baku, Anda bisa mempertimbangkan supplier lain yang menawarkan harga lebih masuk akal.

Penting untuk mengingat bahwa pembelian dengan menggunakan dolar ini bisa mengakibatkan perubahan harga yang cukup fluktuatif.

Anda akan merogoh kocek dalam jika terus memaksakan menggunakan bahan baku yang sama.

 

#3 Mencari Peluang Usaha di Tengah Kondisi ini

Jika Anda melihat kondisi pelemahan mata uang Rupiah ini dari sisi negatifnya, kini saatnya mengubah sudut pandang Anda.

Tidak selamanya sesuatu hanya memberikan dampak negatif. Selalu ada dampak positif yang bisa diambil darinya.

Sebagai contoh, Anda tidak akan merasa bersyukur saat bisnis Anda lancar jika Anda tidak pernah mengalami kegagalan.

Kesuksesan baru akan terasa manis setelah Anda berjuang keras mencapainya dengan segala tantangan dan kegagalannya.

Serupa halnya dengan kondisi pelemahan mata uang ini. Jika Anda kesulitan berbisnis karena bahan baku impornya, maka Anda bisa menyiasatinya dengan mencari peluang bisnis yang memanfaatkan ekspor.

Ekspor pada saat ini merupakan salah satu peluang bisnis yang menguntungkan.

Hal ini perlu Anda pertimbangkan juga untuk menyiasati terjadinya inflasi atau dalam kondisi paling parah terjadinya pengurangan karyawan untuk menekan biaya perusahaan.

Anda tidak perlu memilih usaha dengan modal usaha yang cukup tinggi.

Pilihlah usaha yang mudah dilakukan dan sesuai dengan keahlian serta minat Anda. Dengan demikian Anda bisa meminimalisasi risiko kegagalan.

Jika berjalan lancar, perlahan-lahan tingkatkan dan kembangkan bisnis ekspor Anda sehingga Anda bisa memperoleh pemasukan baru.

Selain membuka usaha, Anda juga bisa mulai untuk melakukan pekerjaan freelance di luar negeri yang saat ini sedang banyak dibuka.

Kesempatan ini tentunya bisa menjadi sebuah peluang bagi Anda untuk mendapatkan penghasilan dalam bentuk US$ yang akan membantu perekonomian Anda.

Jangan khawatir, bukan berarti Anda harus pindah ke luar negeri. Anda bisa bekerja freelance secara jarak jauh (remote) sehingga pengeluaran tetap berupa Rupiah meski pemasukan berupa US$. Menarik bukan?

 

Tidak Perlu Cemas Meski Rupiah Melemah

Kesimpulannya adalah kondisi saat ini berbeda jauh dengan krisis moneter pada tahun 1998, sehingga Anda bisa sedikit lebih tenang dalam menghadapinya.

Namun Anda bisa memanfaatkan beberapa trik di atas untuk menjalani kondisi ini dengan bebas cemas.

Jika Anda masih khawatir dengan keuangan Anda, manfaatkan cara solutif untuk merencanakan keuangan Anda yakni dengan menggunakan aplikasi Finansialku.

Dengan aplikasi Finansialku, Anda bisa mengatur keuangan dengan lebih praktis dan mudah.

Anda bisa memanfaatkan berbagai fitur cerdasnya, mulai dari beberapa hal berikut:

  • Membuat anggaran,
  • Mencatat keuangan,
  • Merencanakan keuangan,
  • Memantau kinerja investasi,
  • Mengecek kesehatan keuangan,
  • Mengikuti kursus online keuangan,
  • Live chat dengan perencana keuangan, dan masih banyak lagi

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Beberapa benefit lainnya yang bisa Anda peroleh dari aplikasi Finansialku antara lain sebagai berikut:

  • Up to date dengan kondisi keuangan Anda,
  • Miliki kontrol atas keuangan Anda,
  • Cari tahu dan perbaiki kebocoran-kebocoran keuangan,
  • Perbaiki kondisi utang konsumtif,
  • Merencanakan dan mewujudkan kepemilikan kebutuhan mulai dari dana darurat, rumah, kendaraan, dana pendidikan anak, dana pensiun, dan masih banyak lagi.

 

Banyak sekali bukan kelebihannya?

Jadi tunggu apa lagi? Langsung download aplikasi Finansialku sekarang juga melalui Google Play Store atau registrasi terlebih dahulu melalui PC Anda.

Takut mahal? Tenang, aplikasi Finansialku tersedia GRATIS bagi Anda.

 

Apakah Anda mengetahui tips liburan ke luar negeri walaupun Rupiah melemah lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Bawono Yadika. 5 September 2018. HEADLINE: Rupiah Terus Melemah, Beda atau Sama Gentingnya dengan 1998?. Liputan6.com – https://goo.gl/hDsvC8
  • Vanny El Rahman. 9 Oktober 2018. Rupiah Terus Melemah, Mendag: So What? (Nilai tukar rupiah berada di level Rp15.240 per dolar AS). IDNTimes.com – https://goo.gl/nsTrUC
  • Riyan Sugandy. September 2018. Nilai Dolar Naik Terus, Bagaimana Pekerja Harus Menyiasatinya?. Qerja.com – https://goo.gl/eb9Tdv

 

Sumber Gambar:

  • Investasi dan Peluang Usaha saat Rupiah Melemah 1 – https://goo.gl/rdJr5y
  • Investasi dan Peluang Usaha saat Rupiah Melemah 2 – https://goo.gl/BhE58Q
Summary
Investasi dan Peluang Usaha Harus Disiasati Meskipun Rupiah Melemah, Begini Caranya!
Article Name
Investasi dan Peluang Usaha Harus Disiasati Meskipun Rupiah Melemah, Begini Caranya!
Description
Rupiah melemah hingga tembus Rp15.000 per US$, gimana mau liburan ke luar negeri? Lalu bagaimana dengan kondisi investasi dan peluang usaha saat ini?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo