Kondisi pasar komoditas saat krisis identik dengan penurunan harga di pasar modal, lesunya ekonomi, volume transaksi yang sepi, bahkan pesimisme dan ketakutan dimana-mana. Namun baik masa ekspansi maupun resesi, selalu ada pihak yang untung!

Apakah sektor komoditas bisa memberikan profit saat resesi? Produk komoditas apa yang bullish?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Learn and Invest

 

Kondisi Masa Krisis

Pesta pasti berlalu, mungkin ungkapan tersebut sesuai dengan kondisi ekonomi yang biasanya direfleksikan oleh kejayaan bursa saham. Secara alamiah sangatlah tidak masuk akal jika terjadi rekor harga tertinggi secara terus menerus.

Resesi adalah masa dimana berakhirnya masa-masa terbaik dari ekonomi dengan penurunan aktivitas transaksi di pasar uang dan pasar modal.

Pasar uang terdiri dari obligasi, surat berharga dan lain sebagainya, sedangkan pasar modal adalah saham perusahaan terbuka dan reksa dana.

Meski demikian, resesi juga menyimpan peluang yang dapat diraih.  

Salah satu kendaraan untuk menggapainya adalah dengan instrumen komoditas. Sebab ketika pasar uang dan pasar modal sedang dalam masa penurunan harga di waktu yang panjang, biasanya pasar komoditas bergelora menikmati fase bullish.

Produk-produk komoditas merupakan dasar kebutuhan hidup manusia seperti energi, makanan, transportasi, dan sebagainya. Sehingga meski di masa sulit, tetap saja ada peminatnya.

Bagaimana Kondisi Pasar Komoditas Saat Krisis 02 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Mengendalikan Risiko Trading Komoditas?]

 

Krisis atau masa resesi bisa terjadi karena berbagai hal. Beberapa di antaranya karena ketegangan politik, perang, inflasi yang tidak normal, tingginya angka pengangguran, dan lain sebagainya.

Dengan berbagai masalah ekonomi inilah yang menyebabkan ada masa-masa kenaikan dan penurunan harga pada produk komoditas. Sehingga tidak semua produk instrumen komoditas naik bersamaan di masa resesi.

Selain investasi dan trading komoditas, Anda juga bisa mempertimbangkan untuk investasi atau trading saham. Ingin lebih mengenal apa itu saham?

Silakan download ebook Panduan Investasi Saham untuk Investor Pemula. Caranya klik tombol di bawah gambar berikut ini.

Gratis Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

 

Fase-fase pada Siklus Bisnis

Pergerakan harga produk-produk instrumen komoditas dipengaruhi oleh fase-fase pada siklus bisnis. Pada tiap siklus bisnis terjadi kondisi ekonomi yang berbeda-beda.

Berikut fase-fase pada siklus bisnis:

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

#1 Akhir Ekspansi

Fase ini merupakan masa keemasan bursa saham yang diikuti dengan target-target harga yang lebih tinggi dan harga yang setinggi langit.

Perekonomian terasa mudah, bank memberi pinjaman tanpa khawatir. Produk komoditas yang bullish adalah sektor energi dan logam mulia.

 

#2 Awal Resesi

Pada fase ini kondisi perekonomian penuh dengan ketidakpastian dan profit di pasar modal menjadi lebih sedikit. Meski demikian, bursa komoditas tetap memperoleh hasil positif ketika obligasi dan saham turun.

Adapun produk-produk komoditas yang mengalami kenaikan adalah bahan makanan seperti kopi, gula, kedelai, terigu, dan sebagainya. Produk logam mulia dan energi juga masih positif.

 

#3 Akhir Resesi

Fase resesi terus bergulir hingga sampai pada fase akhir.

Pada kondisi ini pelaku ekonomi berharap kondisi segera pulih dan pemerintah mengeluarkan bantuan dalam bentuk kebijakan politik seperti penurunan suku bunga, pemotongan pajak, dan seterusnya dengan tujuan meningkatkan likuiditas pasar. Profit cukup optimal secara berangsur-angsur dari pasar modal.

Kenali Berita-berita Penting Penggerak Transaksi Forex 02 Inflasi -Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Bentuk Trading Plan untuk Komoditas? Cek Infonya Di sini]

 

Jika melihat sejarah di masa resesi sebelumnya tahun 2009, produk komoditas seperti jagung, kedelai, gula, dan emas menunjukkan tren yang terbaik dibandingkan produk komoditas lainnya.

Dapat dikatakan emas selalu menjadi unggulan di masa sulit sebagai safe haven (pelindung nilai aset).

Hal ini didasari beberapa faktor yaitu ketersediaannya yang terbatas di seluruh dunia, dijadikan underlying atau jaminan suatu negara dalam mencetak uang fisik. Selain itu, pada jaman dahulu kala emas digunakan sebagai alat pembayaran sebelum adanya uang kertas.

 

#4 Awal Ekspansi

Pada fase ini, saham dan obligasi tumbuh melampaui kenaikan pada produk komoditas. Bahkan dapat dikatakan bahwa saham tumbuh paling pesat diantara instrumen lain.

Perekonomian dipenuhi dengan optimisme, profit yang dicapai lebih baik dari perkiraan, dan kejutan-kejutan baik lainnya. Jumlah transaksi kembali pulih dengan kestabilan supply demand pasar.

Produksi logam mulia dan energi dapat dikendalikan dengan baik untuk menjaga harga pasaran.

 

Komoditas Energi

Resesi bisa disebabkan oleh perang atau konflik politik. Kondisi yang tidak kondusif menyebabkan gangguan dalam pendistribusian minyak bumi sehingga mengganggu kestabilan supply dan demand bahkan membuat ketersediaannya menjadi langka.

Selain oleh perang, kenaikan harga minyak bumi akan memicu kenaikan inflasi.

Ini akan menjadi efek domino, kenaikan inflasi menimbulkan kenaikan biaya produksi industri sehingga harga barang-barang naik.

Komoditas yang Paling Diminati Trader Dalam Mendatangkan Keuntungan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Komoditas yang Paling Diminati Trader Dalam Mendatangkan Keuntungan]

 

Kesimpulan: Persiapkan Diri

Secara umum, instrumen komoditas bahkan memberikan performa terbaik di saat fase akhir resesi dan akhir ekspansi. Beberapa cirinya yaitu penurunan suku bunga dan masuknya aliran uang segar ke pasar komoditas.

Pada fase awal resesi, logam dasar memberikan hasil profit yang lebih baik daripada fase akhir resesi. Sedangkan komoditas agrikultur menunjukkan tren yang cukup kuat di fase resesi.

Meski demikian, analisis ini dikaji berdasarkan pengamatan terhadap kondisi yang terjadi saat masa-masa resesi yang lalu. Analisis dapat digunakan sebagai pembelajaran dan persiapan di masa depan namun bukan berarti akan terulang kondisi yang sama persis.

 

Mungkin saja resesi memang belum terjadi. Namun lebih bijak jika memulai diversifikasi investasi pada berbagai produk komoditas dan mempersiapkan diri dengan ilmu trading yang cukup.

Apapun instrumennya, investasi yang terbaik adalah diri kita sendiri.

 

Sumber Referensi:

  • Amine Bouchentouf. 2007. Commodities for Dummies. Indiana: Wiley.
  • Cory Mitchell, CMT. 20 April 2018. Intermarket Relationship: Following The Cycle. Investopedia.com – https://goo.gl/yjrGwF
  • John Gittelsohn & Ranjeetha Pakiam. 10 Januari 2018. Gundlach Sees Commodities Outperforming in Late-Cycle Boom. Bloomberg.com – https://goo.gl/YEm8sJ

 

Sumber Gambar:

  • Kondisi Pasar Komoditas Saat Krisis – https://goo.gl/y88NRb
  • Produk Komoditas – https://goo.gl/cRQAtc