Nostalgia, 5+ Cara Menabung Ala 90 yang Umum Dilakukan. Yang Senyum Pasti Mengalami

Beragam generasi memiliki sejumlah perbedaan yang cukup signifikan, salah satunya cara menabung. Bagaimana cara menabung ala 90? Apakah Anda sudah mengetahuinya? Atau bahkan Anda sudah mempraktikkannya?

Mari bernostalgia ke era 90-an dengan membahas tuntas cara menabung ala 90 yang mungkin bisa Anda praktikkan di masa kini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Cara Menabung ala 90

Menabung menjadi salah satu kegiatan yang harus dilakukan oleh setiap orang. Dengan menabung, kita akan memiliki sejumlah uang yang disimpan untuk bekal di masa mendatang.

Uang tersebut masih dapat digunakan sewaktu-waktu. Jadi, uang tabungan yang disimpan dapat ditarik kembali kapanpun saat kita membutuhkannya.

Pada era 90-an, terdapat lirik lagu yang mengajak kita untuk menabung. Apakah Anda familiar dengan lirik lagu berikut?

Bang bing bung yok kita nabung

Tang ting tung hey jangan diitung

Tau tau nanti kita dapat untung

 

Bagi anak 90-an, tentunya lirik lagu tersebut sudah tidak asing didengar. Bahkan, banyak anak generasi 90 yang menyanyikan lagu tersebut.

Lagu yang hits di era 90-an  ini merupakan salah satu karya dari Titiek Puspa. Setelah itu, lagu ini  dinyanyikan kembali oleh Saskia dan Geofanny.

Nada dari lagu ini terbilang sangat mudah diingat dan membuat kita terngiang-ngiang oleh lirik lagunya yang mendorong kita untuk menabung. Sehingga tidak heran banyak yang sering menyanyikannya hingga saat ini.

Menabung Ala 90 02 - Finansialku

[Baca Juga: 5 Cara Menabung untuk Usia 20 an yang Harus Mulai Kamu Praktikkan Meskipun Gaji Masih Minim]

 

Budaya menabung memang sudah diperkenalkan sejak dulu. Para orang tua serta sekolah pun biasanya mendorong kita untuk menabung sejak dini.

Di zaman yang serba modern ini, kita bisa menabung melalui berbagai macam cara. Misalnya dengan menabung di bank, menabung saham, dan lain-lain.

Namun bagaimana menabung ala tahun 90 ya? Apakah Anda salah satu generasi yang menabung ala 90?

Faktanya, pada tahun tersebut masih belum banyak orang yang mengenal nabung di bank. Oleh karena itu, cara-cara menabung ala 90 tergolong unik dan menarik lho.

Eits tapi, selain menabung, Anda juga jangan sampai lupa dengan perencanaan keuangan.

Perencanaan keuangan sangat penting dilakukan, sama halnya dengan menabung.

Apabila keduanya dilakukan secara beriringan, maka tujuan keuangan Anda akan segera tergapai.

Selain itu, Anda bisa mengetahui hal apa saja yang bisa Anda rencanakan secara keuangan saat ini dan masa mendatang.

Jika Anda masih bingung bagaimana cara melakukan perencanaan keuangan yang baik, Anda bisa mempelajarinya melalui ebook GRATIS dari Finansialku:

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Melalui ebook ini, Anda dapat mengetahui bagaimana cara untuk mengatur kebiasaan berbelanja, perencanaan dana darurat, mendefinisikan tujuan keuangan, manajemen risiko, persiapan dana hari tua, dan masih banyak lagi.

Tidak hanya itu, Jika masih merasa kesulitan, Anda bisa menggunakan aplikasi Finansialku.

Fiturnya yang lengkap sangat mempermudah penggunanya untuk mengelola arus keuangan setiap harinya.

Anda tidak perlu repot lagi mencatat arus kas keuangan dalam bentuk tulisan karena Anda bisa melakukannya hanya dalam satu genggaman.

Miliki aplikasinya dengan download melalui Google Play Store dan registrasi terlebih dahulu melalui PC Anda.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Apakah Anda masih penasaran bagaimana menabung ala 90-an? Langsung saja yuk kita simak pembahasannya melalui artikel berikut!

 

7 Cara Menabung ala 90

Kali ini rubrik Finansialku akan berbagi cara menabung yang unik dan menarik ala 90. Berikut 7 cara menabung ala 90:

 

#1 Menabung di Celengan Tanah Liat

Celengan yang terbuat dari tanah liat tentunya sudah tidak asing lagi. Bentuk celengan tanah liat yang paling sering digunakan adalah celengan bentuk ayam.

Menabung di celengan yang terbuat dari tanah liat membuat kita tidak bisa melihat berapa banyak uang yang sudah kita tabung.

Namun, rupanya hal ini yang membuat menarik. Ketika Anda memecahkan celengan tersebut, baru Anda bisa mengetahui berapa isi di dalamnya.

Kini celengan tanah liat sudah mulai jarang ditemukan. Hanya beberapa daerah yang masih menjual celengan tersebut.

Sudah banyak bahan dasar lain yang sering digunakan untuk membuat celengan, mulai dari plastik, kaleng, keramik, dan masih banyak lagi.

 

#2 Menabung Melalui Tabungan Siswa di Sekolah

Ketika menduduki bangku Sekolah Dasar (SD), Anda mungkin tidak asing dengan buku tabungan SD satu ini.

Tabungan ini familiar dengan warna pink yang mencolok. Namun, beberapa sekolah memiliki warna lain seperti biru, kuning, dan lain-lain.

Kita diminta untuk menyisihkan uang jajan untuk ditabung ke tabungan ini. Apakah Anda masih mengingatnya?

Menabung Ala 90 03 (Buku Tabungan zaman SD - Finansialku

[Baca Juga: Punya Rencana Menikah? Ini Tips Menabung Ala Freelancer!]

 

Biasanya, kita diminta untuk menabung selama setahun. Setelah itu, uang hasil tabungan akan dikembalikan untuk digunakan liburan bersama-sama atau membeli buku dan alat tulis baru.

Nominal yang biasa ditabung bermacam-macam mulai dari Rp100, Rp500, Rp1.000, bahkan Rp5.000 yang pada saat itu menjadi nominal yang besar. Nominal yang kita tabung disesuaikan dengan uang jajan kita.

Hal ini tentunya menjadi hal yang baik karena dari kecil kita sudah dikenalkan dengan budaya menabung.

 

#3 Menabung di Koperasi

Pada zaman 90-an, orang-orang sudah sangat familiar dengan koperasi. Banyak orang yang menabung lewat koperasi.

Koperasi biasanya ada di masing-masing desa atau yang biasa dikenal dengan KUD (Koperasi Unit Desa).

Koperasi merupakan badan usaha yang pro rakyat dan memiliki badan hukum, sehingga koperasi tergolong tempat menabung yang cukup aman.

Selain itu, koperasi juga dikenal sebagai badan usaha yang  bersifat gotong royong.

Oleh karena itu, rasa gotong royong tersebut yang membuat banyak orang mau menyimpan uang di koperasi.

 

#4 Menyimpan Uang di Bawah Kasur

Apakah Anda familiar dengan menabung di bawah kasur? Jika ya, besar kemungkinan Anda adalah generasi 90-an.

Pada umumnya kasur digunakan sebagai alas tidur saja, namun untuk anak 90-an kasur tidak hanya menjadi alas tidur.

Kasur digunakan oleh anak 90 sebagai tempat menyimpan uang. Biasanya mereka menyimpan uang mereka di bawah kasur.

Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda pernah melakukannya?

Menabung Ala 90 04 (Kasur) - Finansialku

[Baca Juga: TERUNGKAP! 20 Cara Hidup Hemat agar Bisa Menabung]

 

#5 Dititipkan ke Ibu

Ketika SD mungkin Anda sering diberikan uang jajan oleh Ibu. Oleh karena itu, anak generasi 90 biasanya menabung dengan menitipkannya kepada Ibu.

Mereka beranggapan bahwa menabung di Ibu merupakan cara menabung yang paling aman. Apalagi, seperti yang kita ketahui bahwa yang selalu mengatur keuangan keluarga ialah Ibu.

Namun ketika Anda mau mengambil hasil tabungan Anda, biasanya Ibu akan menanyakan banyak pertanyaan.

Misalnya “Uangnya mau digunakan untuk apa?” yang pada akhirnya Anda menjadi ragu dan tidak jadi mengambil uang Anda.

 

#6 Menyimpan Uang Di Sela-sela Halaman Buku

Apakah Anda gemar membaca? Jika ya, mungkin menabung dengan cara ini menjadi salah satu cara yang pernah Anda lakukan.

Orang yang gemar membaca sering menyelipkan uang mereka ke dalam buku favorit mereka.

Menabung Ala 90 05 (Buku) - Finansialku

[Baca Juga: Lho Anda Usia 30 Ga Punya Tabungan? Praktikkan 7 Tips Menabung usia 30-an!]

 

Hal yang menarik adalah mereka suka lupa kalau mereka pernah menyimpan uang di selipan buku tersebut.

Oleh karena itu, tidak jarang dari mereka yang terkejut ketika melihat uang mereka sendiri yang telah dikumpulkan berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Ketika mereka melihatnya, seolah-olah mereka menemukan sebuah harta karun. Lucu bukan?

 

#7 Menyimpan Uang di Peci

Apakah Anda tahu peci atau kopiah? Peci atau kopiah bagi orang Melayu merupakan sejenis topi tradisional. Di Indonesia itu sendiri, peci telah menjadi bagian dari pakaian nasional.

Biasanya peci digunakan sebagai penutup kepala. Namun, ternyata generasi 90-an menggunakannya sebagai tempat penyimpanan uang juga.

Bisa dikatakan peci digunakan sebagai pengganti dompet oleh anak 90-an. Kreatif banget ya?

 

Menabung Dengan Cara Unik dan Menarik ala 90

Apakah Anda pernah mempraktikkan menabung ala 90-an? Ternyata cara menabung ala 90 cukup unik dan menarik ya.

Bagi Anda yang mengalami kesulitan menabung, mungkin Anda bisa mencoba salah satu dari cara menabung konvensional ini yang paling cocok dengan Anda.

Namun, jika Anda ingin lebih modern, kini sudah banyak media yang dapat digunakan untuk menyimpang dan mengumpulkan uang Anda.

 

Cara menabung ala 90 mana yang paling menarik bagi Anda? Apakah Anda memiliki cara menabung ala 90 lainnya? Silahkan berikan komentar dan pendapat Anda di kolom yang telah tersedia. Terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 6 Febuari 2017. 7 Cara Menabung Ala ’90 An Ini Bisa Bikin Kamu Senyum-senyum Sendiri. Brilio.net – https://goo.gl/oZGv1Z

 

Sumber Gambar:

  • Menabung Ala 90 1 – https://goo.gl/vJ9eqV
  • Menabung Ala 90 2 – https://goo.gl/5Q8EUd
  • Menabung Ala 90 3 (Buku Tabungan zaman SD) – https://goo.gl/f5EwAQ
  • Menabung Ala 90 4 (Kasur) – https://goo.gl/rkrGar
  • Menabung Ala 90 5 (Buku) – https://goo.gl/Bn8F1V
Summary
Nostalgia, 5+ Cara Menabung Ala 90 yang Umum Dilakukan. Yang Senyum Pasti Mengalami
Article Name
Nostalgia, 5+ Cara Menabung Ala 90 yang Umum Dilakukan. Yang Senyum Pasti Mengalami
Description
Beragam generasi memiliki sejumlah perbedaan yang cukup signifikan, salah satunya cara menabung. Bagaimana cara menabung ala 90? Apakah Anda sudah mengetahuinya? Atau bahkan Anda sudah mempraktikkanya?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo
By |2018-11-12T09:05:26+00:00November 11th, 2018|Categories: Bank, Tabungan|Tags: , , , , |0 Comments

About the Author:

Virtina Thionita
Virtina Thionita adalah seorang mahasiswa President University, jurusan Business Administration dengan konsentrasi Wealth Planning. Memiliki ketertarikan di bidang perencanaan keuangan, investasi, dan entrepreneur.

Leave A Comment