TERBUKTI! Menyiapkan Pensiun dalam Waktu 5 Tahun adalah Pekerjaan Berat [Sekali]

Apakah cukup, menyiapkan pensiun dalam waktu 5 tahun? Emangnya Anda mau kerja lagi (jadi entrepreneur) setelah pensiun? Itu pensiun atau pindah kerja?

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Menyiapkan Pensiun dalam Waktu 5 Tahun, Nyaris Mustahil!

Pernahkah Anda terpikir kehidupan saat pensiun nanti?

Seperti apa masa pensiun yang ingin Anda jalani?

 

Silakan share pendapat Anda pada kolom komentar di bawah ini ya, terima kasih.

Penulis menyadari benar, saat ini Anda pasti tidak terpikir masa pensiun. Bisa jadi saat ini Anda masih usia 20 an atau usia 30 an dan pensiun masih lama. Masih sangat panjang waktu menuju pensiun.

 

Berapa Lama Kerja vs Berapa Lama Pensiun

Pernahkah Anda menghitung berapa lama usia bekerja (usia produktif) dan berapa lama usia pensiun?

TERBUKTI! Menyiapkan Pensiun dalam Waktu 5 Tahun adalah Pekerjaan Berat [Sekali] 02 - Finansialku

30 tahun kerja dan 25 tahun seharusnya menikmati, apa keburu menyiapkan pensiun dalam waktu 5 tahun

 

Umumnya seseorang kerja dari usia 25 tahun sampai pensiun di usia 55 tahun. Artinya orang tersebut bekerja selama 30 tahun. Kebanyakan orang baru menyiapkan pensiun dalam waktu 5 tahun.

Jika setelah pensiun (usia 56) orang hidup sampai usia 80 tahun, maka orang tersebut harus memenuhi kebutuhan untuk 25 tahun. Kira-kira kalau tidak disiapkan dari sekarang, uang darimana?

Iklan Perencanaaan Hari Tua - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Anda dapat menghitung kebutuhan dana hari tua (pensiun) dengan menggunakan Aplikasi Finansialku, cek panduannya di sini (website) atau versi aplikasi mobile.

 

Pola Pemasukan dan Pengeluaran Saat Anda Bekerja

Berikut ini gambaran kondisi penghasilan dan pengeluaran (income vs spending) saat usia produktif.

TERBUKTI! Menyiapkan Pensiun dalam Waktu 5 Tahun adalah Pekerjaan Berat [Sekali] 03 - Finansialku

Pola penghasilan seseorang pada saat masa kerja (usia produktif)

 

Perhatikan gambar di atas! Pada umumnya seseorang akan mendapatkan gaji dan keuntungan yang meningkat selama kariernya.

Sayangnya lifestyle atau gaya hidupnya jauh lebih tinggi daripada penghasilan.

Apakah Anda mengalami hal yang sama? Coba deh cek berapa pengeluaran untuk membeli rumah, kendaraan, barang-barang ber-merk dan lain sebagainya?

Jika Anda saat ini menjalani hidup seperti di atas, maka Anda dalam kondisi MASALAH KEUANGAN. Kami sarankan Anda pelajari cara-cara yang benar untuk memperbaiki masalah keuangan Anda.

 

Silakan join kursus online Finansialku untuk melakukan perbaikan keuangan Anda:

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

Pola Pemasukan dan Pengeluaran Saat Anda Pensiun

Berikut ini gambaran kondisi penghasilan dan pengeluaran (income vs spending) saat usia pensiun.

Coba Anda perhatikan berapa penurunan penghasilan dan berapa penurunan pengeluaran. Apakah cukup menyiapkan pengeluaran menyiapkan pensiun dalam waktu 5 tahun.

Ingat Anda harus menyiapkan uang untuk hidup 25 tahun.

TERBUKTI! Menyiapkan Pensiun dalam Waktu 5 Tahun adalah Pekerjaan Berat [Sekali] 04 - Finansialku

Pola penghasilan seseorang pada saat masa kerja (usia produktif)

 

Sayangnya ada selisih antara pemasukan dan pengeluaran. Selisih tersebut sering kami sebut dengan istilah “Income Gap

Lifestyle yang sudah keburu tinggi, sulit untuk diturunkan. Ada beberapa biaya yang berkurang saat seseorang pensiun, seperti cicilan, biaya pendidikan anak dan lain sebagainya.

Namun ada juga pengeluaran yang bertambah, khususnya pengeluaran yang berkaitan dengan kesehatan, seperti cek ke dokter, membeli obat, vitamin dan lain sebagainya.

Biasanya orang-orang yang pensiun bisa menurunkan pengeluaran hingga 30%. Misal saat usia produktif pengeluaran bulanan Rp10 juta. Pada saat pensiun, maka pengeluaran bulanan menjadi Rp7 juta.

Pada saat pensiun, rata-rata penghasilan seseorang akan menurun atau drop, karena gaji dan keuangan hilang. Jika Anda tidak memiliki sumber penghasilan lain, maka satu-satunya penghasilan adalah uang pesangon.

 

Ada INCOME GAP, Lalu Mau Nutupnya #UANG DARIMANA?

Coba bayangkan jika saat ini adalah 5 tahun sebelum pensiun, kira-kira apa yang akan Anda lakukan? Mulai belajar bisnis? Mulai menghitung tabungan? atau malah pura-pura tidak tahu?

Income Gap yang terjadi saat pensiun terlalu besar, terlebih jika Anda tidak memiliki perencanaan dana hari tua. Penulis ragu apakah waktunya masih cukup, jika seseorang menyiapkan pensiun dalam waktu 5 tahun.

Beberapa waktu lalu, penulis sempat diskusi dengan seseorang peserta pelatihan investasi dan perencanaan keuangan. Orang tersebut berbagi cerita mengenai masa pensiun. Beliau merasa ada yang salah dengan strategi pensiunnya.

Beliau dulunya adalah seorang karyawan salah satu perusahaan swasta di Indonesia. Awalnya Beliau yakin dengan pelatihan masa persiapan pensiun (MPP) yang isinya pelatihan menjadi entrepreneur.

 

8 Bisnis yang Menguntungkan untuk Pensiunan yang Dapat Menambah Pemasukan 02 - Finansialku

Yakin mau bisnis saat pensiun, coba cek 6 bisnis untuk pensiunan yang menguntungkan

 

Nyatanya setelah dijalani, memulai bisnis saat pensiun adalah pekerjaan yang berat. Memulai bisnis saat pensiun adalah pekerjaan yang berat, karena faktor usia dan faktor takut gagal. Beliau takut kalau uang pensiunnya habis, karena bisnisnya tidak berjalan dengan baik.

 

Tentunya Anda tidak ingin menjalani kondisi pensiun seperti itu kan?

Seperti yang kita sepakati bersama, kondisi Bapak tersebut juga dialami oleh mayoritas karyawan di Indonesia. Pertanyan besarnya adalah:

Apakah memulai bisnis, saat memasuki usia pensiun (usia 55 atau 56) adalah solusi untuk hari tua?

 

Penulis menjadi berpikir, kondisi tersebut pensiun atau pindah kerja?

 

Bagaimana Cara Menyiapkan Masa Pensiun yang Lebih Benar?

Dari segi pandang penulis, sebagai seorang perencana keuangan yang tersertifikasi profesional CFP®, pensiun seharusnya ya lebih menikmati waktu dan hidup lebih bahagia. Pensiun bukan berarti pindah kerja, yang awalnya karyawan terpaksa menjadi entrepreneur.

Lalu apa saja yang dapat dipersiapkan untuk masa pensiun?

Berikut ini tiga hal yang dapat Anda lakukan untuk menyiapkan masa pensiun yang bahagia:

Coba jawab pertanyaan berikut ini:

  • Apakah Anda memiliki rencana pensiun?
  • Apakah Anda mengandalkan rencana pensiun dari perusahaan?
  • Apakah Anda tahu rencana pensiun yang telah disiapkan perusahaan?

 

Jika Anda memiliki rencana keuangan, maka Anda dapat mengetahui uang yang harus disiapkan saat pensiun, uang yang harus mulai diinvestasikan pada saat usia produktif, target hasil (return) investasi dan lain sebagainya.

 

Bagaimana Cara Menyiapkan Rencan Pensiun?

Anda dapat menggunakan aplikasi Finansialku untuk melakukan perhitungan perencanaan dana pensiun, contoh:

 

Untuk melakukan perhitungan di atas, silakan download terlebih dahulu Aplikasi Finansialku di Google Play Store atau daftar di https://aplikasi.finansialku.com/user/register

Iklan Perencanaaan Hari Tua - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Anda dapat menghitung kebutuhan dana hari tua (pensiun) dengan menggunakan Aplikasi Finansialku, cek panduannya di sini (website) atau versi aplikasi mobile.

 

Kapan Waktu yang Cocok untuk Mulai Membuat Rencana Keuangan?

Sebenarnya berapa umur yang pas untuk mulai menyiapkan dana hari tua?

  • Jika Anda menunggu nanti saat menjelang pensiun (5 tahun sebelum pensiun), maka banyak. Sebenarnya menyiapkan pensiun dalam waktu 5 tahun adalah pekerjaan yang cukup berat, karena waktu yang terlalu mepet dan masalah keuangan di usia 50 an cukup banyak.
  • Jika Anda menunggu saat umur 40 an, maka pekerjaan Anda akan sangat berat.
  • Saat yang tepat adalah usia 20 an dan 30 an, karena Anda masih memiliki banyak waktu.

 

Anda Ingin Pensiun Bahagia dan Menikmati Hidup Di Usia Tua Cek Dulu Persiapannya! 02 - Finansialku

Pensiun bahagia dan menikmati hidup dengan perencanaan dana hari tua

 

Jika Anda ingin masa pensiun bahagia, maka Anda perlu mulai menyiapkan rencana pensiun dari SEKARANG.

Pertanyaan yang pasti ditanyakan orang-orang yang mau pensiun adalah darimana sumber penghasilan saat pensiun?

Penulis pernah menjelaskan sejatinya ada tiga jenis pemasukan, yaitu pemasukan aktif, investasi dan pasif (lihat kotak bewarna hijau).

Cara Mengelola Keuangan Keluarga Versi 2.0 - Perencana Keuangan Independen Finansialku

3 Jenis sumber pemasukan yang dapat Anda maksimalkan

 

Menurut penulis, seharusnya sumber pemasukan saat pensiun adalah pemasukan investasi (jenis cash flow) dan penghasilan pasif.

Ada beberapa orang yang penghasilan saat pensiunnya berasal dari bunga deposito. Coba kita gunakan logika sederhana:

Bapak A pensiun di awal tahun 2017 dan pengeluaran bulanannya Rp10 juta (atau Rp120 juta per tahun). Jika bunga deposito saat ini adalah 4% per tahun (setelah dipotong pajak), maka modal yang harus disiapkan adalah Rp3 miliar. Kalau tidak disiapkan dari sekarang, uang darimana Rp3 miliar?

 

 

Beberapa orang ada yang kurang setuju dengan hidup dari bunga deposito dan memilih penghasilan dari bisnis pasif. Salah satunya adalah penghasilan dari uang sewa rumah kos.

Menurut Anda, berapa harga sebuah rumah kos yang memiliki 10 kamar dan mampu menghasilkan keuntungan sebesar Rp10 juta per bulan? Apakah cukup dengan uang Rp500 juta? Rp1 miliar? Rp3 miliar? Kalau tidak disiapkan dari sekarang, uang darimana Rp3 miliar?

 

Permasalahannya kalau Anda baru menyiapkan pensiun dalam waktu 5 tahun, apakah masih keburu?

Setelah mengetahui kira-kira sumber penghasilan saat pensiun nanti, maka sekarang adalah saatnya mulai melangkah.

Sebagai contoh Anda memilih pensiun dengan memiliki bisnis rumah kos. Maka Anda harus mulai menyiapkan dana membeli rumah kos mulai dari sekarang.

 

Mulai hitung berapa yang harus Anda investasikan dan mulai berinvestasi. Anda dapat menggunakan aplikasi Finansialku untuk menghitung besaran angkanya.

Untuk urusan investasi, penulis sarankan:

Pelajari terlebih dahulu produk investasi sebelum Anda berinvestasi.

 

Anda dapat men-download gratis ebook Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula atau ebook Panduan Berinvestasi Saham untuk Pemula.

Free Download Ebook Panduan Investasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

Jangan tunda nanti, karena “Nanti” bisa jadi “tidak akan pernah ada”.

 

Masa Pensiun Anda, Tergantung yang Anda Lakukan Saat Usia Produktif

Penulis teringat sebuah kata-kata bijak dari Bill Gates yang mengatakan:

“Jika Anda terlahir kaya, maka itu bukan salah Anda. Tetapi jika Anda meninggal miskin, maka itu salah Anda.”

Bill Gates

 

Hal tersebut sama dengan jika Anda ingin pensiun lebih bahagia, maka Anda adalah satu-satunya yang harus mengusahakan dan mewujudkan (bukan orang lain dan bukan perusahaan tempat Anda bekerja).

Ingat menyiapkan pensiun dalam waktu 5 tahun adalah pekerjaan yang berat. Kenapa tidak mulai dari sekarang saja?

 

Sahabat Finansialku, apakah tulisan ini bermanfaat untuk Anda?

Jangan lupa beri tahu teman-teman sekantor dan HRD, mengenai perencanaan pensiun. Dengan membaca tulisan ini, rekan-rekan kerja dan HRD akan lebih tepat dalam menyusun program persiapan pensiun.

 

Sumber Gambar:

  • Menyiapkan Pensiun dalam Waktu 5 Tahun. Journeyera.com – https://goo.gl/QTJW5G

 

Disclosure:

  • Tulisan penulis pernah dimuat dalam harian bisnis dan investasi KONTAN, tanggal 27 November 2017. Tulisan juga membahas menyiapkan pensiun dalam waktu 5 tahun.

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang

About the Author:

Melvin Mumpuni CFP
Melvin Mumpuni ST., MBA., CFP., QWP adalah seorang perencana keuangan independen dan technopreneur.Memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan Bandung dan mengambil pendidikan pasca sarjana di Sekolah Bisnis dan Management Institut Teknologi Bandung (MBA - ITB). Memiliki pengalaman di bidang personal finance, corporate finance, internet marketing dan technopreneurship.

Leave A Comment