Peran Bank Indonesia di sektor Fintech memberikan dampak bagi perekonomian Indonesia.

Dengan semakin berkembangnya sektor Fintech di Indonesia dewasa ini, Bank Indonesia ikut mendirikan Fintech Office pada tahun 2016 lalu.

Fintech startup mulai berkembang dengan sangat cepat dan menempati bagian besar di Indonesia, namun apakah peran Bank Indonesia di sektor Fintech tersebut? Mari kita simak berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Watch

 

Perkembangan Fintech Startup di Indonesia

Bisnis startup di Indonesia terus berkembang.

Misalnya saja dengan maraknya e-commerce (toko online) atau situs portal berita. Salah satu yang kini meraja merupakan sebuah industri baru financial technology atau biasa disebut Fintech.

Keberadaan Fintech bertujuan untuk memudahkan masyarakat dalam mengakses produk-produk keuangan, mempermudah transaksi  dan juga meningkatkan literasi keuangan. 

Perusahaan-perusahaan Fintech di Indonesia didominasi oleh perusahaan-perusahaan startup dengan potensi besar.

Apa Saja Peran Bank Indonesia di Sektor Fintech Apa Dukungan Bank Indonesia 02 - Finansialku

[Baca Juga: Marak Bermunculan Fintech, Bank Indonesia Buatkan Regulasi Fintech]

 

National Digital Research Centre di Dublin, Irlandia mendefinisikan financial technology atau Fintech sebagai innovation in financial services atau inovasi dalam layanan keuangan.

Di Indonesia sendiri, Fintech berkembang sangat cepat. Bank Indonesia yang melihat pesatnya perkembangan ini akhirnya turun tangan dengan membentuk Bank Indonesia Fintech Office pada November 2016.

Nah, bagi Anda para pebisnis, mari mengenal Bank Indonesia Fintech Office dan apa peran Bank Indonesia di sektor Fintech tersebut.

Finansialku telah merangkumnya secara singkat yaitu sebagai berikut:

 

 

 

Bagaimana Tanggapan Bank Indonesia Terhadap Perkembangan Fintech Indonesia?

Tidak dapat dipungkiri lagi jika teknologi digital di sektor finansial atau Fintech memberikan kenyamanan bagi pengguna dalam bertransaksi.

Dengan demikian, bisnis ini terus berkembang tanpa henti.

Dilansir dari Kontan.co.id, Senin (28/8/17), Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara mengatakan, berdasarkan data statistika, total nilai transaksi Financial Technology (Fintech) di Indonesia tahun lalu diperkirakan mencapai US$15,02 miliar (Rp202,77 triliun).

Jumlah itu tumbuh 24,6% dari tahun sebelumnya. Pada 2017, total nilai transaksi di pasar Fintech diproyeksikan mencapai US$18,65 miliar (Rp251,77 triliun).

Kategori-BUKU-Bank-1

[Baca Juga: Ketahui Alasan Pinjaman P2P Lending Dapat Membuat UMKM Lebih Berkembang]

 

Akibat perkembangan Fintech yang diprediksi akan terus naik, BI sebagai pemegang otoritas sistem pembayaran terus mensinergikan beberapa kepentingan melalui tiga hal:

  1. Promosi sistem pembayaran yang kondusif.
  2. Mengarahkan industri untuk bergerak secara efisien, dan
  3. Memperkuat perlindungan konsumen.

 

Peran aktif Bank Indonesia (BI) di sektor Fintech juga ditunjukkan dengan terbentuknya Bank Indonesia Fintech Office yang kerap membuat peraturan atau regulasi untuk mengatur jalannya sektor baru ini dengan aman dan nyaman.

Penasaran dengan peran Bank Indonesia Fintech Office? Mari kita simak berikut ini:

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Peran BI Fintech Office

Berdasarkan Tech in Asia, pada semester kedua 2016 lalu, jumlah startup Fintech di Asia Tenggara yang menerima investasi telah melampaui sektor e-commerce.

Ini merupakan bukti pesatnya perkembangan Fintech di Indonesia.

Namun dengan semakin banyaknya bisnis Fintech, bagaimana dengan peraturannya?

Kabar baiknya, Bank Indonesia Fintech Office dibentuk pada tahun 2016 guna mengeluarkan aturan dan ketentuan yang bertujuan mendorong pertumbuhan inovasi-inovasi baru, terutama yang berkaitan dengan teknologi dan sektor keuangan.

Definisi Bank Adalah 02 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Itu Industri Financial Technology (Fintech Indonesia)]

 

Dikutip dari Kontan.co.id, Senin (28/8/17), Bank Indonesia akan meluncurkan beleid baru yang mendukung pelaksanaan Fintech di Indonesia pada kuartal keempat tahun ini.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Mirza Adityaswara, mengatakan bank sentral akan mengumumkan Fintech Regulation and Regulatory Sandbox sebagai platform bagi para pemula untuk meluncurkan produk inovatif, layanan atau model bisnis mereka. 

Regulasi ini diperlukan untuk memastikan pelaksanaan sistem pembayaran peminat Fintech berjalan aman dan sesuai aturan.

 

Ebook Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula

Download Panduan Berinvestasi Reksa Dana untuk Pemula -Finansialku.com

Download Ebook Sekarang

 

Sedangkan untuk pelaku usaha Fintech dibuat Sandbox Regulatory yang akan mengatur ketentuan bagi pelaku Fintech yang kebanyakan adalah perusahaan startup berskala kecil.

Terkait regulasi Fintech ini, Bank Indonesia meminta pelaku Fintech untuk melakukan pendaftaran agar tercatat dengan baik. Ini semua dilakukan untuk melihat profil risiko, mitigasi risiko, dan sistem dari startup finansial yang akan diluncurkan.

Nah, untuk lebih jelasnya peran BI Fintech Office dalam sektor Fintech di Indonesia terbagi dalam 3 bagian yaitu sebagai berikut:

 

#1 Perlindungan Konsumen dan Mitigasi Risiko

Junanto Herdiawan, Acting Head of BI Fintech Office, mengungkapkan bahwa:

“Tujuan utama BI Fintech Office adalah mendorong inovasi dan perkembangan ekosistem Fintech. Tapi di sisi lain, tugas kami juga melakukan mitigasi risiko dan melindungi konsumen.”

 

Perlindungan konsumen dan mitigasi risiko memang menjadi salah satu peran Bank Indonesia di sektor Fintech, terkait dengan sistem pembayaran.

Dengan kata lain, ada jalur hukum yang bisa ditempuh apabila konsumen mengalami kerugian finansial dari layanan yang dipakainya.

Definisi Bank Adalah 01 - Finansialku

[Baca Juga: Sanggupkah Industri Fintech mengalahkan Industri Perbankan?]

 

Dalam melindungi konsumen di sektor Fintech, Junanto menambahkan bahwa fokus jangka pendek dari BI Fintech Office adalah mencermati dan mengatur industri Fintech di bidang pembayaran, kliring, dan settlement.

Namun perkembangan ke depannya tidak terbatas itu saja, tetapi ada kemungkinan BI Fintech Office ini akan menelaah sektor industri Fintech lainnya, seperti P2P lending, investasi, dan lain-lain.

 

#2 Pemetaan Industri Fintech di Indonesia

Adrian Gunadi, selaku Wakil Ketua Asosiasi Fintech Indonesia, juga mengatakan bahwa potensi bisnis ini masih sangat luas. Mengingat banyaknya masyarakat yang belum terjamah oleh lembaga pembiayaan konvensional.

Dengan demikian, BI Fintech Office turut memetakan industri yang sedang berkembang pesat ini secara rutin untuk mengetahui kondisi terkini.

Pemetaan dapat menunjukkan siapa saja pelaku industri tersebut, termasuk bisnis dan skala bisnis yang dijalaninya.

Mengenal 10 Perusahaan Fintech Indonesia 02 - Finansialku

[Baca Juga: Penghasilan Tambahan Bulanan dari Hasil Investasi di Peer To Peer Lending (Studi Kasus)]

 

Selain itu, pemetaan tidak hanya dalam sektor perbankan saja, namun juga mencakup e-commercestartup, dan lain-lain.

Hasil pemetaan tersebut juga berdampak dalam analisis ekosistem Fintech di Indonesia, seperti dampak industri Fintech terhadap ekonomi secara umum, hingga stabilisasi keuangan.

 

Download Ebook Investasi Emas untuk Pemula

Download Ebook Panduan Berinvestasi Emas untuk Pemula - Harga Emas Hari Ini - Finansialku

Download Ebook Sekarang

 

#3 Membuat Regulasi terkait Inovasi Terbaru

Menurut Junanto, relevansi regulasi kerap kalah dibandingkan dengan berkembangnya industri-industri di Indonesia.

Dengan semakin banyak inovasi, terkadang regulasi dinilai tidak memadai atau tidak up to date lagi.

“Begitu ada produk inovatif, eh regulasinya belum sampai. Hal ini bisa menjadi penghambat dari perkembangan teknologi finansial. Oleh karena itulah BI Fintech Office hendak mengeluarkan regulatory sandbox.”

 

Regulatory sandbox merupakan sebuah wadah khusus bagi para inovator di industri Fintech yang memiliki produk-produk inovatif, namun terkendala regulasi yang belum ada atau tertinggal relevansinya.

Marak Bermunculan Fintech, Bank Indonesia Buatkan Regulasi Fintech 02 - Finansialku

[Baca Juga: Ini Negara yang Akan Menjadi Markas Fintech Asia Pasifik]

 

Jika pebisnis disetujui pengajuan regulatory sandbox-nya, maka operasi bisnisnya tidak perlu khawatir akan masalah regulasi karena telah diawasi secara khusus di bawah Bank Indonesia.

Regulatory sandbox ini memungkinkan pelaku industri Fintech yang memiliki produk inovatif untuk beroperasi dengan sejumlah regulasi yang lebih matang. BI disini berperan sebagai pihak yang akan memberikan ketentuan dan mentoleransi sebagian aturan yang masih belum jelas alias berada di wilayah abu-abu.

Selain itu, Junanto juga menambahkan fungsi dari regulatory sandbox, yakni:

“Ini juga bisa meningkatkan kepercayaan konsumen. Bila mereka melihat bahwa produk tersebut telah diawasi BI, maka mereka bisa merasa lebih aman untuk menggunakan produk tersebut.”

 

 

 

Sektor Fintech Aman Bersama Bank Indonesia

Kini Anda sudah bisa memasuki bisnis Fintech tanpa ragu bukan?

Dengan adanya regulasi dan dukungan penuh dari Bank Indonesia, bisnis Fintech tidak perlu diragukan lagi keamanannya.

Pastikan Anda sebagai pelaku industri ini juga turut mendaftar dalam regulatory sandbox dari Bank Indonesia Fintech Office.

 

Oh ya, tentunya jika membahas perusahaan Fintech di Indonesia, Finansialku juga termasuk di dalamnya. Finansialku sendiri merupakan sebuah portal perencana keuangan untuk individu dan keluarga di Indonesia.

Para perencana keuangan di Finansialku adalah pemegang lisensi CFP® aktif dan bekerja sesuai dengan kode etik profesi perencana keuangan yang telah ditetapkan oleh Financial Planning Standards Board Indonesia.

Dengan demikian, Anda juga bisa dengan mudah mengatur keuangan hanya dengan menggunakan jasa Finansialku. Anda bisa mulai dari sekarang dengan menghubungi kontak kami.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai peran Bank Indonesia di sektor Fintech lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah.

Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Iqbal Kurniawan. 3 Mei 2017. Startup: Peran dan Inisiatif Bank Indonesia dalam Mendukung Inovasi di Sektor Fintech. Techinasia.com – https://goo.gl/x6k4Gc
  • Admin. 28 Agustus 2017. BI Luncurkan Aturan Fintech di Kuartal IV. Keuangan.kontan.co.id – https://goo.gl/bkJBgh
  • Admin. 28 Agustus 2017. Transaksi Fintech Diperkirakan US$ 18,65 Miliar. Keuangan.kontan.co.id – https://goo.gl/Xemb2f

 

Sumber Gambar:

  • Peran Bank Indonesia di Sektor Fintech 1 – https://goo.gl/oozT5L
  • Peran Bank Indonesia di Sektor Fintech 2 – https://goo.gl/JCHgqa

 

Download Ebook Panduan Berinvestasi Saham Untuk Pemula

Ebook Panduan Investasi Saham untuk Pemula Finansialku.jpg

Download Ebook Sekarang