Bagi Anda yang ingin memulai bisnis keluarga, sudah tahukah harus memulai dari mana? Apakah Anda ingin tahu beberapa tips jitu membangun bisnis keluarga?

Tentu Anda tahu bahwa bisnis keluarga bisa hancur jika tidak dimulai dan dikelola dengan baik.

Maka dari itu, simak yuk beberapa tips jitu membangun bisnis keluarga yang akan dibahas melalui artikel Finansialku berikut ini! Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Mengapa Tidak Mau Memulai Bisnis Keluarga?

Sebelum masuk ke topik pembahasan, izinkan saya bercerita sedikit mengenai pandangan saya mengenai bisnis keluarga.

Keluarga saya adalah keluarga kecil dengan bisnis keluarga berupa sepatu dan sandal. Bisnis ini sudah dirintis orang tua saya dari nol sejak tahun 1980, saat mereka memutuskan untuk menikah.

Bisnis ini untungnya berjalan cukup lancar pada tahun 1980-an, di mana ayah saya selalu bercerita betapa mudahnya berbisnis pada era tahun 80-an tersebut.

Kata ayah, “Jualan sepatu seperti jualan kacang goreng, sehari bisa laku ratusan. Tidak peduli modelnya seperti apa.”

Bisnis tersebut masih terus berjalan hingga kini, dan pada tahun 2019 nanti sudah menginjak usianya yang ke 39 tahun.

Meski tidak selaris dulu, bisnis ini nyatanya masih cukup membiayai hidup orang tua saya.

Orang tua saya pun tentunya sudah mulai menua dan mulai mencari alternatif agar bisnis ini bisa terus berjalan dan berkembang seiring waktu. Mereka tidak mau bisnisnya mati karena ketinggalan zaman.

Akhirnya, mereka menawarkan saya untuk meneruskan bisnis sepatu dan sandal mereka ini.

Mereka berharap dengan anak muda yang melanjutkannya, bisnis ini bisa seolah-olah memulai baru dengan wajah yang lebih segar juga. Misalnya dengan desain baru yang lebih up to date.

Tapi, tidak peduli berapa kali orang tua saya menawarkan, saya selalu menolak.

Alasannya sederhana, saya tidak mau usaha yang telah dirintis orang tua saya dengan kerja keras dan tetesan keringat hancur begitu saja karena saya salah mengelolanya.

Saya menolak dengan keras tawaran itu.

Bisnis Keluarga 02 - Finansialku

[Baca Juga: Strategi Paling Ampuh untuk Para Pebisnis Menang Persaingan Dari Sun Tzu Art of War, Filsuf Tiongkok]

 

Saya mengingat sebuah pepatah Cina yang dalam Bahasa Inggrisnya diterjemahkan menjadi, “Wealth doesn’t last 3 generations”.

Pepatah ini memberikan gambaran bahwa menjaga kelangsungan bisnis keluarga (family business) tidaklah semudah yang dibayangkan.

Membutuhkan strategi sekaligus jurus jitu yang bisa jadi berbeda untuk tiap keluarga maupun jenis bisnis yang dilakukan.

Tapi belakangan semua orang terus mendorong saya untuk membangun bisnis keluarga ini. Semua orang bilang ini kesempatan emas.

Lagipula mereka mengungkapkan orang tua saya toh masih bisa membimbing saya untuk mengelola bisnis ini.

Intinya semua bilang membangun bisnis keluarga bukanlah hal yang mustahil selama saya berusaha semaksimal mungkin. Di mana ada usaha, di situ ada jalan.

728x90 - Entrepreneur
300x250 Kotak - entrepreneur

 

Namun saya masih skeptikal dengan ide ini, saya tetap bersikukuh untuk mencari uang sendiri tanpa harus mengotak-atik bisnis keluarga saya.

Hingga akhirnya teman saya menjelaskan pengalamannya membangun bisnis keluarga yang ternyata malah semakin sukses setelah dipegangnya.

Dirinya pun mengungkapkan 10 tips jitunya dalam membangun bisnis keluarga sukses tersebut, seperti terangkum oleh Finansialku yang akan dibahas berikut ini.

Nah, jika Anda tertarik mempelajari lebih dalam tentang bisnis, khususnya pengelolaan keuangan, Anda bisa jadikan ebook GRATIS dari Finansialku berikut ini sebagai panduan.

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Anda akan langsung mendapatkan dua pembahasan sekaligus, yaitu keuangan bisnis dan pribadi, seperti:

  • Uang pribadi vs uang bisnis.
  • 5 kesalahan fatal yang sering dilakukan entrepreneur dalam mengurus keuangannya.
  • Keamanan vs kenyamanan finansial.
  • Kebebasan keuangan.
  • Kaitan keuangan pribadi dan keuangan bisnis.
  • Pentingnya mencatat keuangan bisnis!
  • Apa benar entrepreneur harus catat sendiri keuangannya?
  • Apa yang harus dilakukan jika entrepreneur belum memiliki catatan.
  • Kisah sukses pebisnis.

 

Jika Anda ingin lebih praktis, gunakan aplikasi Finansialku agar Anda dapat selalu memantau kondisi keuangan dan menjaganya agar tetap stabil.

Download melalui Google Play Store atau registrasi terlebih dahulu melalui pc.

Tunggu apalagi? Yuk lakukan sekarang juga!

 

3 Kisah Bisnis Keluarga Sukses di Indonesia

Memang tidak baik bila saya bilang semua bisnis keluarga hancur di tangan anak-anaknya. Bahkan, banyak juga bisnis keluarga yang malah semakin sukses di generasi berikutnya.

Beberapa contohnya adalah Sampoerna, PT Indofood Sukses Makmur, dan PT Djarum.

 

#1 Sampoerna

Siapa tidak kenal dengan Sampoerna? Perusahaan rokok terbesar di Indonesia ini dulunya dirintis oleh Liem Seeng Tee, seorang pebisnis Tiongkok miskin yang dibawa ayahnya merantau ke Indonesia.

Di masa mudanya, ia menjadi buruh restoran di Surabaya sebelum mendapatkan kesempatan bekerja di pabrik rokok Lamongan.

Namun, kemiskinan itu bukannya menjatuhkan semangat Liem, dirinya malah termotivasi untuk mendirikan usaha sendiri bersama keluarga.

Perjalanan bisnis ini tentunya tidak berjalan mulus, tetapi terus tumbuh dan berkembang.

Pada tahun 1913, bisnis rokok keluarga ini resmi menjadi badan usaha. Hampir lima dekade mendahului kemerdekaan Indonesia.

Saat ini, Sampoerna ini masih dipegang oleh keluarga Liem dari generasi ketiga. 

Bisnis Keluarga 03 (PT Sampoerna) - Finansialku

 [Baca Juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Uang dari Mobil Pribadi? 9 Start Up Indonesia Tawarkan Uang untuk Pasang Iklan di Mobil]

 

#2 PT Indofood Sukses Makmur

Siapa yang tidak kenal dengan Indomie? Indomie mulai diproduksi oleh PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk., perusahaan milik Sudono Salim pertama kali pada pertengahan tahun 1972.

Berkat perusahaan satu ini, rakyat Indonesia bisa mencicipi kelezatan mie instan Indomie, Sarimi, dan Supermi.

Dalam perjalanan bisnisnya, Soedono Salim memiliki banyak perusahaan besar.

Namun, beberapa terpaksa harus dijual demi mempertahankan dua perusahaan besarnya, Indofood dan Bogasari.

Saat ini, pemilik PT Indofood Sukses Makmur adalah Anthony Salim, anak dari Soedono Salim. Dan tampaknya masih akan menjalani rute penuh kesuksesan hingga generasi selanjutnya.

728x90 hitung sekarang Anggaran Keuangan
300x250 - Hitung Sekarang Anggaran Keuangan

 

#3 PT Djarum

Selain Sampoerna, ada pula perusahaan rokok PT Djarum yang didirikan oleh Oei Wie Gwan di tahun 1951.

Perusahaan milik keluarga Hartono ini sukses menjadikan keluarga Hartono sebagai keluarga kaya raya dan sukses yang disorot masyarakat Indonesia.

Bahkan, Budi Hartono pemilik PT Djarum pernah dinobatkan oleh majalah Forbes menjadi orang terkaya nomor 1 di Indonesia.

Tampaknya, keputusan Ayah dari Budi Hartono untuk membeli perusahaan rokok di Kudus yang hampir gulung tikar ini benar-benar membuahkan hasil.

Ini adalah salah satu bukti perusahaan yang semakin sukses di generasi penerusnya.

Bisnis Keluarga 04 (PT Djarum) - Finansialku

[Baca Juga: Kenali Strategi Pemasaran Produk yang Efektif dan Efisien dalam Bisnis Anda]

 

Nah, melihat 3 kisah sukses ini tentu Anda bertanya-tanya bagaimana cara mereka sukses membangun bisnis keluarganya? Yuk simak 9 tips jitunya berikut ini:

 

Tips Jitu Membangun Bisnis Keluarga

Bagaimana, senang sekali bukan mendengar cerita bisnis keluarga Indonesia yang sukses luar biasa tersebut?

Mereka berhasil mempertahankan bisnisnya hingga melewati generasi-generasi dan telah bertahan hingga ratusan tahun lamanya.

Namun tentunya keberhasilan ini tidak dicapai hanya dalam satu malam dan bukannya tanpa strategi.

Berikut beberapa pembelajaran penting yang dapat dijadikan tips jitu untuk membangun bisnis keluarga Anda:

 

Tips 1: Memiliki Konsep dan Tujuan Bisnis yang Jelas

Sebuah bisnis perlu direncanakan dengan matang, sehingga konsep dan tujuannya jelas.

Oleh karena itulah umumnya untuk membuat atau memperbaharui konsep bisnis keluarga, Anda perlu membuat rencana bisnis (business plan).

Perencanaan bisnis atau business plan adalah sebuah pernyataan formal atas tujuan berdirinya sebuah bisnis yang berisi strategi atau rencana-rencana bisnis yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan tersebut.

Dengan adanya perencanaan bisnis, maka bisnis dapat dijalankan oleh siapa saja.

Hal ini mungkin terjadi karena setiap orang yang membaca perencanaan bisnis akan memahami bisnis secara keseluruhan.

 

Tips 2: Berkomitmen Kuat Pada Tujuan Bisnisnya

Siapapun tentu tahu bahwa komitmen merupakan satu hal penting dalam menjalankan apapun. Tanpa adanya komitmen, banyak bisnis yang berhenti di tengah jalan.

Dengan adanya komitmen inilah, Anda bisa mengatasi masalah dan terus maju dengan rencana selanjutnya. Anda tidak akan mudah menyerah begitu saja saat menemui kegagalan.

Bagaimana Cara Entrepreneur Mempersiapkan Sukses Bisnis Keluarga dan Menuju Pensiunnya 01 - Finansialku

[Baca Juga: Para Calon Pebisnis, Inilah Syarat Pendirian CV – Comanditaire Venootschap yang Harus Anda Lengkapi]

 

Tips 3: Memiliki Rencana Suksesor Bisnis Sejak Awal Bisnis Dimulai

Saat Anda memulai bisnis, Anda perlu tahu bahwa ini adalah rencana jangka panjang. Jadi, jangan anggap Anda akan terus bisa melakukan bisnis sendiri.

Jika Anda pernah mendengar kisah pemilik warung kwetiau yang gagal membahagiakan keluarganya akibat menghabiskan waktunya untuk membangun bisnis sendiri, maka jangan ulangi kesalahan yang sama.

Anda harus belajar mendelegasikan tugas dan mengotomasikan prosesnya. Dengan demikian, bisnis dapat diteruskan oleh suksesor Anda tanpa ada kendala yang berarti.

 

Tips 4: Mempersiapkan Manajerial

Anda juga perlu mempersiapkan seluruh kebutuhan manajerial untuk proses suksesi dan menanamkan nilai leadership yang kuat pada kandidat suksesor.

Jadi, jangan harapkan pewaris atau suksesor bisnis Anda langsung ahli dalam sehari. Anda pun perlu meluangkan waktu membimbingnya dan memperkenalkannya kepada bisnis Anda.

Ini sama halnya dengan proses orientasi bagi karyawan baru, yang perlu masa perkenalan dan penyesuaian akan pekerjaan barunya.

Apalagi suksesor Anda, terlebih dirinya akan mengemban beban terberat yakni sebagai pemilik bisnis.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

 

Tips 5: Menyiapkan dan Menjalani Rencana Charity Maupun Social Responsibility Lainnya

Setiap bisnis sukses tidak terlepas dari kontribusinya kepada masyarakat. Jangan pernah abaikan bahwa tanpa adanya masyarakat yang menjadi konsumen Anda, bisnis Anda bukanlah apa-apa.

Jadi, penting untuk menjalankan bisnis dan menanamkannya kepada benak suksesor bahwa bisnis Anda adalah bisnis yang mengutamakan social responsibility-nya.

Dengan demikian, bisnis Anda akan selalu diingat oleh mereka yang merasakan kebaikan Anda. Selain itu, bisnis Anda akan memperoleh pahala yang berkali-kali lipat.

 

Tips 6: Mampu Mengelola Sumber Daya Manusia dengan Baik

Sudah bukan rahasia lagi bahwa salah satu kunci utama kesuksesan perusahaan adalah sumber daya manusianya. Oleh karena itulah, penting untuk mengelola sumber daya dengan baik.

Anda harus tahu bagaimana proses manajemen sumber daya manusia, mulai dari perekrutan, penerimaan, orientasi, hingga kelak sampai di proses mempertahankan sumber daya manusia (kesejahteraan SDM dengan program pelayanan karyawan).

Anda juga perlu memperhatikan hal-hal penting seperti training dan pelatihan karyawan, kompensasi dan bonus, hingga hiburan bagi karyawan (outing karyawan).

Bagaimana Cara Entrepreneur Mempersiapkan Sukses Bisnis Keluarga dan Menuju Pensiunnya 02 - Finansialku

[Baca Juga: 40 Kata-kata Bijak untuk Startup dan Entrepreneur yang Memotivasi dan Penuh Inspirasi]

 

Tips 7: Mengidentifikasi Kelemahan dan Kelebihan

Setiap bisnis bisa bertahan dengan berkembang dan berevolusi menjadi lebih baik lagi. Oleh karena itulah, bisnis perlu dikelola dengan rendah hati. Anda harus tahu apa kelebihan dan kekurangan Anda.

Dengan menerima kekurangan dengan lapang hati, Anda bisa memperbaikinya menjadi lebih baik lagi ke depannya. Hal ini tentu akan sangat membantu bagi suksesor Anda.

Umumnya identifikasi kelemahan dan kelebihan ini perlu dilakukan secara berkala agar Anda bisa tetap bertahan di tengah persaingan.

 

Tips 8: Menjauhi Aktivitas Ilegal Maupun Asusila

Tidak peduli seberapa sukses sebuah bisnis, apabila terdapat sesuatu yang ilegal atau asusila di dalamnya tentu akan menghadapi hambatan.

Serapat-rapatnya Anda menyembunyikan keburukan, suatu saat semuanya akan terbongkar.

Untuk mencegah anggota keluarga atau suksesor kelak menghadapi masalah yang Anda sebabkan, sebaiknya hindari seluruh aktivitas yang berbau ilegal maupun asusila.

Meski mungkin jalan Anda akan lebih berliku, menjalani bisnis dengan jujur akan jauh lebih baik. Dengan bisnis yang jujur, bisnis Anda akan bertahan lama sehingga dapat dilanjutkan oleh suksesor dengan baik.

 

Tips 9: Konsisten

Tips terakhir adalah yang tidak boleh Anda lupakan dalam menjalankan bisnis keluarga. Konsisten.

Hal ini merupakan kunci mengapa bisnis lain (misalnya bisnis waralaba) bisa sukses bertahan hingga puluhan bahkan ratusan tahun.

Dengan adanya konsistensi, kepuasan pelanggan akan selalu bertahan dan mereka akan terus mencari produk atau jasa Anda.

Sedangkan apabila konsistensi berkurang (misalnya kualitas produk atau jasa berkurang, pelayanan berkurang, material memburuk, dan sebagainya), pelanggan akan lari mencari alternatif lain yang lebih baik lagi.

Dengan demikian, jangan pernah anggap konsumen Anda sudah menjadi milik Anda.

Selalu pertahankan konsistensi dalam hal terkecil pun di dalam bisnis keluarga Anda agar berumur panjang.

 

Belajar dari Pengalaman Para Pebisnis Keluarga Sukses

Demikianlah 8 tips jitu dalam membangun bisnis keluarga. Kami berharap artikel ini bermanfaat bagi Anda yang masih kebingungan dalam memulai atau melanjutkan bisnis keluarga.

Meneruskan bisnis keluarga memang menyeramkan, namun bukan berarti Anda menolak dan menutup diri seperti saya. Kuncinya adalah Anda tidak sendirian.

Anda bisa belajar dari pengalaman orang lain agar tidak mengulang kesalahan yang sama.

 

Disclaimer: Penyebutan merek pada artikel ini hanya bertujuan sebagai sarana edukasi, bukan untuk tujuan-tujuan lainnya.

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai tips jitu membangun bisnis keluarga lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Admin. 2 Desember 2015. Tips Sukses Membangun Bisnis Keluarga (Family Business). Blog.jojonomic.com – https://goo.gl/K8qmg3
  • Fitriana Monica Sari. 11 Mei 2018. 4 Bisnis Keluarga di Indonesia yang Sukses Berumur Panjang. Liputan6.com – https://goo.gl/Bt3kg7

 

Sumber Gambar:

  • Bisnis Keluarga 1 – https://goo.gl/RDxcso
  • Bisnis Keluarga 2 – https://goo.gl/mRvzh7
  • Bisnis Keluarga (PT Sampoerna) 3 – https://goo.gl/sfwUbg
  • Bisnis Keluarga (PT Djarum) 4 – https://goo.gl/ADGsca