Budaya perusahaan (corporate culture) lebih terbangun dengan gaya kepemimpinan servant leader. Terdapat beberapa kualifikasi dan cara servant leadership dalam meningkatkan corporate culture.

Presiden Indonesia, Joko Widodo, merupakan salah satu dari sekian pemimpin yang sudah menerapkan gaya kepemimpinan ini.

Apakah Anda mau mencobanya? Simak pembahasannya melalui artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Apa itu Servant Leader?

Servant leader merupakan pemimpin pelayan mereka yang memiliki jiwa melayani orang lain dan dimulai dengan perasaan alami.

Pilihan ini dilakukan secara sadar dan ketika orang tersebut menjadi pemimpin, perasaan alami dan dorongannya untuk selalu melayani akan timbul dengan sendirinya.

Dorongan utama inilah yang membedakan para servant leader dengan para pemimpin lainnya.

Perbedaan yang mencolok terlihat dari prioritas utama orang lain yang dilayani.

Bisa dilihat dari hasilnya, apakah mereka yang dilayani bertumbuh menjadi seorang pribadi yang lebih bijak, lebih bebas, lebih otonom, yang pasti lebih positif dan mampu meneruskan prinsip servant leader itu sendiri kepada orang lain.

Secara luas, tentu saja servant leader akan sangat memberi keuntungan bagi masyarakat atau orang-orang yang ia layani secara positif.

Fokus utama para servant leader ialah pada pertumbuhan dan kesejahteraan anggota kelompok yang ia layani.

Pemimpin pada umumnya tentu akan meletakkan kuasa dan kekuatannya pada posisi teratas untuk memperlihatkan otoritas yang ia miliki.

Namun, tidak demikian bagi para servant leader. Kekuatan mereka terbagi kepada kebutuhan orang lain yang diprioritaskan dan menolong pengembangan orang lain semaksimal mungkin.

Tantangan-Seorang-Pemimpin-01-Finansialku

[Baca Juga: Mau Jadi Orang Sukses? 13 Cara Ini Membuat Anda Mengalami Peningkatan Hidup]

 

Menjadi seorang pemimpin memang memerlukan tekad bulat dengan sejumlah pembelajaran yang harus dilakukan agar mampu menjadi sosok pemimpin yang diinginkan.

Pembelajaran yang dilakukan, tidak hanya dari segi pengetahuan, melainkan sikap dan perilaku yang perlu dibentuk agar dapat memberikan contoh saat memimpin kelak.

Salah satu perilaku tersebut ialah perencanaan keuangan. Mungkin benar, keuangan akan diurus oleh bagian lainnya, namun sosok pemimpin juga harus mengetahui bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik.

Perencanaan keuangan tidak bisa dilakukan dengan sembarang, perlu kiat-kiat khusus agar perencanaan yang dilakukan tepat dan meminimalisasi kesalahan yang bisa saja terjadi.

Finansialku telah merangkum sejumlah tips bagi Anda untuk melakukan perencanaan keuangan.

Semua sudah terangkum dalam ebook gratis Finansialku yang langsung dapat Anda download berikut ini:

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

 

Miliki sekarang juga dan pimpin rekan-rekanmu dalam melakukan perencanaan keuangan yang baik.

Untuk semakin memudahkan Anda dalam melakukan perencanaan keuangan, Anda juga bisa menggunakan aplikasi Finansialku yang memiliki ragam fitur yang tentunya dapat membantu dalam segala hal yang berhubungan dengan keuangan.

Anda dapat melakukan segalanya hanya dengan satu genggaman melalui handphone. Mudah dan praktis bukan?

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Download aplikasi Finansialku melalui Google Play Store atau registrasi terlebih dahulu melalui pc kesayangan Anda.

Tunggu apalagi? Yuk lakukan sekarang juga!

 

Penggagas Servant Leader

Istilah servant leader seringkali dikaitkan dengan sebuah esai yang ditulis oleh Robert Greenleaf (1904-1990) pada tahun 1970.

Esai Robert Greenleaf berjudul “The Servant as Leader” (Hamba sebagai Pemimpin) berasal dari kekhawatiran atas manfaat dari struktur organisasi terpusat (sentralisasi) sebagai gaya manajemen demi keberhasilan dalam menjalankan perusahaan.

Robert Greenleaf sempat bekerja di AT&T sebelum ia mendirikan Greenleaf Center for Servant Leadership pada tahun 1964.

Mengambil pensiun dini dari AT&T, Robert Greenleaf menjabat sebagai konsultan perusahaan untuk mempromosikan karyanya.

Corporate Culture Leadership 2 Finansialku

[Baca Juga: Inspirasi Hidup dari Confusius, Benjamin Franklin, Blaise Pascal dan Joel Zimmerman]

 

Sejak kematian Robert Greenleaf, Greenleaf Center for Servant Leadership telah melanjutkan misinya untuk meningkatkan kesadaran akan kepemimpinan pelayan dan bagaimana hal itu dapat meningkatkan budaya perusahaan (corporate culture).

Robert Greenleaf mengakui bahwa organisasi maupun individu dapat menjadi servant leader.

Robert Greenleaf juga memiliki keyakinan besar bahwa organisasi yang dipimpin oleh seorang servant leader atau kumpulan orang-orang yang memiliki jiwa kepemimpinan servant leader dapat mengubah dunia.

Dalam esai besarnya yang kedua, The Institution as Servant, Robert Greenleaf mengartikulasikan apa yang sering disebut “credo” atau pernyataan yang berisi demikian:

“This is my thesis: caring for persons, the more able and the less able serving each other, is the rock upon which a good society is built. Whereas, until recently, caring was largely person to person, now most of it is mediated through institutions – often large, complex, powerful, impersonal; not always competent; sometimes corrupt. If a better society is to be built, one that is more just and more loving, one that provides greater creative opportunity for its people, then the most open course is to raise both the capacity to serve and the very performance as servant of existing major institutions by new regenerative forces operating within them.”

 

“Ini adalah tesis saya: merawat orang-orang, lebih mampu dan kurang mampu melayani satu sama lain, adalah batu karang di mana masyarakat yang baik dibangun. Padahal, hingga saat ini, perhatian sebagian besar adalah orang per orang, sekarang sebagian besar dimediasi melalui institusi – seringkali besar, kompleks, kuat, impersonal; tidak selalu kompeten; terkadang korup. Jika masyarakat yang lebih baik akan dibangun, yang lebih adil dan lebih penuh kasih, yang memberikan kesempatan kreatif yang lebih besar bagi rakyatnya, maka yang paling terbuka adalah meningkatkan kapasitas untuk melayani dan kinerja sebagai penolong dari setiap bagian institusi yang ada oleh kekuatan regeneratif baru yang beroperasi di dalamnya.”

 

Robert Greenleaf merasa “curiga” terhadap mereka yang memiliki fokus utama kepemimpinan pada kekuatan yang mereka miliki – bukan pada keinginan untuk melayani.

Menurut pandangannya, para pemimpin yang demikian terdorong untuk memimpin karena motivasi kebutuhan untuk memperoleh harta materi.

Robert Greenleaf merekomendasikan gaya kepemimpinan servant leader sebagai sebuah prioritas untuk mengedepankan pelayanan kepada orang lain.

 

Kualifikasi Servant Leader yang Meningkatkan Corporate Culture

Untuk meningkatkan budaya perusahaan (corporate culture), servant leadership sangatlah direkomendasikan. Berikut ini kualifikasi pemimpin yang memiliki hati sebagai servant leader:

 

#1 Menilai dan Menimbang Beragam Pendapat

Seorang servant leader menghargai kontribusi semua orang dan dengan sengaja membuka diri untuk setiap pendapat.

Para pemimpin yang hanya mengandalkan kemampuan diri sendiri dan tidak menghiraukan pendapat atau masukan dari orang lain, tidak masuk dalam kualifikasi seorang servant leader.

 

#2 Mempererat Budaya Kepercayaan

Kepercayaan sulit untuk didapatkan.

Mereka para servant leader tentu harus berani untuk menaruh rasa percaya pada orang lain terutama para anggotanya untuk bisa menjalankan bagian dan tanggung jawab mereka.

Rasa percaya yang diberikan akan mengembangkan rasa tanggung jawab anggota itu sendiri.

 

#3 Membangun Orang Lain

Servant leader memimpin dengan contoh dan teladan, tidak jarang mereka akan turun tangan sendiri untuk menangani hal-hal yang memiliki urgensi tinggi sebagai salah satu panggilan mereka sebagai pemimpin yang memberi teladan.

Bukan hanya sekadar suruhan atau perintah kepada bawahan.

Corporate Culture Leadership 3 Finansialku

[Baca Juga: 16 Cara Berpikir Positif Saat Menghadapi Tantangan yang Perlu Kita Praktikkan]

 

#4 Menolong Orang Lain Tidak Hanya Masalah Pekerjaan Tapi Masalah Kehidupan

Servant leader menyentuh hingga kepada kehidupan orang lain, tidak hanya masalah pekerjaan di kantor saja.

Mereka berusaha untuk mengerti keluhan orang lain, apa yang menjadi kesulitan mereka secara personal, sebisa mungkin untuk menolong mereka mampu menangani masalah kehidupan.

 

#5 Mementingkan Kepentingan Umum

Bukan “apa yang menguntungkan saya?” tetapi “apa yang bisa menguntungkan kita dan orang lain secara umum?”.

Servant leader tidak egois dan mementingkan diri sendiri. Inilah yang membedakan servant leader dengan para pemimpin lainnya yang berorientasi pada keuntungan pribadi semata.

 

#6 Bertindak dengan Rendah Hati

Tanpa menunjukkan titel atau jabatan, mereka bekerja bukan dengan kuasa tapi dengan bujukan dan bukan juga dengan paksaan.

Kerendah-hatian mereka nampak dalam keseharian mereka dalam kepemimpinan servant leader.

 

Cukup banyak masalah keuangan yang akan dihadapi oleh setiap orang. Anda tentu tidak mau menghadapinya dengan cara yang salah.

Temukan jawaban dari permasalahan keuangan Anda dalam sejumlah ebook Finansialku yang bisa langsung Anda download berikut ini:

 

Jika Anda ingin memulai investasi, Anda bisa memiliki panduan lengkapnya berikut ini:

 

Lakukan sekarang juga dan rasakan manfaatnya!

 

Servant Leader Indonesia – Presiden Joko Widodo

Ini dia salah satu pemimpin Bangsa Indonesia yang memiliki karakter Servant Leader.

Berjiwa melayani dan memberikan kenyamanan kepada orang-orang di sekitar, Jokowi memiliki sejumlah strategi yang sudah dipersiapkan sebelumnya.

Salah satu strategi dalam upaya untuk mendapatkan kepercayaan dari masyarakatnya ialah dengan memberikan pelayanan tinggi berbasis masyarakat.

Sehingga tidak mengherankan apabila Jokowi kemudian mendapatkan julukan-julukan diantaranya warga Betawi, teman wartawan, atau pelindung masyarakat.

Pemimpin yang berjiwa melayani sangat berdampak dan memberikan suatu kepercayaan pada hubungan relasi dengan masyarakat yang ia pimpin.

Berikut ini adalah strategi kepemimpinan servant leader yang diterapkan oleh Presiden Jokowi:

 

#1 Mengarahkan dengan Kasih

Jokowi seringkali melakukan “blusukan” dan memberikan pengarahan kepada para karyawan atau pegawai mengenai hal-hal yang harus dilakukan secara profesional dalam mengemban tugas pemerintahan dan melayani masyarakat.

Ted John (2008) berpendapat bahwa seorang pemimpin membawa orang-orang kepada hal-hal yang mereka inginkan.

Tetapi, seorang pemimpin besar dapat mengarahkan orang-orang untuk melakukan sesuatu yang bahkan tidak ingin mereka lakukan.

 

#2 Memiliki Rasa Empati

Berempati terhadap perasaan atau penderitaan dari sesama manusia adalah karakteristik kepemimpinan yang dimiliki oleh seorang Jokowi.

Saat banjir besar di Jakarta di tahun 2012, ia dengan sangat legowo membantu seriap korban bencana dan terjun langsung ke area banjir.

Tidak hanya itu, ketika Asian Games 2018 berlangsung, tiba-tiba gempa berkekuatan besar menerjang Lombok.

Presiden Jokowi dengan empatinya yang mendalam langsung menengok para korban bencana, meskipun beliau seharusnya berada di Jakarta untuk melakukan pidato penutupan Asian Games 2018.

Program Cash For Work Jokowi Diprediksi Akan Genjot Ekonomi Daerah 02 - Finansialku

[Baca Juga: Penampakan Desain Rumah Margot Robbie yang Harganya Bikin Melongo]

 

#3 Pendekatan Tanpa Interupsi Kuasa

Salah satu atribut kepemimpinan Jokowi adalah keefektifan yang dimulai dengan membangun consensus atau persetujuan bersama, pembagian tugas secara jelas dan kemudian memonitor implementasi dari setiap keberhasilan pekerjaan sesuai dengan yang sudah direncanakan.

Menurut Greenleaf (1970), seorang pemimpin berjiwa pelayan yang efektif dapat membangun kesepakatan bersama melalui pendekatan dan bujukan lemah lembut serta tidak menggunakan kuasanya sebagai pemimpin untuk memaksakan kehendaknya.

 

#4 Inovasi Pelayanan Publik

Berinovasi, menurut Green, Howells dan Miles (2002) adalah melakukan sesuatu yang baru seperti memulai sebuah proses, menciptakan produk, atau mengadopsi suatu pola hubungan dan organisasi.

Seleksi terbuka camat dan lurah serta jabatan Eselon II dan III di lingkungan Pemda DKI pada bulan Juni 2013 yang lalu merupakan bukti inovasi Jokowi untuk memperbaiki praktik pemerintahan dalam memberikan pelayanan publik yang terbaik.

Gaya Kepemimpinan Servant Leadership Ala Presiden Jokowi, Yang Harusnya Dimiliki Setiap Pemimpin Perusahaan 01 - Finansialku

[Baca Juga: Kupas Tuntas Prosedur Pembuatan KITAS & KITAP]

 

#5 Bujukan Bukan Paksaan

Persuasi atau bujukan menurut Craig Van Slyke (2013) merupakan kunci dari kepemimpinan yang dapat mengubah sikap, perilaku, dan bahkan keyakinan dari orang lain.

Kemampuan Jokowi dalam melakukan persuasi atau bujukan sudah terbukti sejak ia menjabat sebagai Walikota Solo, dan ketika ia membujuk sekitar 7000 kepala keluarga yang tinggal di Waduk Pluit untuk pindah ke tempat yang lebih layak.

Gaya kepemimpinan tersebut diterapkan Jokowi ketika ia melakukan penataan PKL di Pasar Minggu, Jatinegara, Glodok dan Tanah Abang.

 

Servant Leadership Berdampak Positif Pada Corporate Culture

Robert Kiefner Greenleaf (1904-1990) menyatakan bahwa mengutamakan pelayanan kepada masyarakat merupakan kerangka kerja yang teoretis sebagai motivasi kunci seorang pemimpin.

Selain itu, Larry Spears menambahkan bahwa kepemimpinan yang melayani menerapkan pendekatan holistik yang ditekankan terhadap pekerjaan, kepekaan kepada kepentingan masyarakat dan pembagian kekuasaan dalam pengambilan keputusan yang mengarah kepada corporate culture.

Lalu bagaimana dengan Anda? Inspirasi apa yang Anda dapatkan melalui kepemimpinan servant leader di atas?

Anda dapat membagikan pengalaman sukses dan inspirasi yang Anda dapatkan melalui kolom yang ada di bawah ini.

Coba terapkan beberapa teknik servant leader yang telah dijelaskan sebelumnya, dan rasakan dampak yang akan Anda rasakan nantinya. Selamat mencoba!

 

Jika Anda membutuhkan konsultasi mengenai Perencanaan Keuangan Pribadi, Keluarga, atau Bisnis, Anda dapat menghubungi Konsultan Perencana Keuangan Finansialku yang siap menolong Anda. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Ryan Fuhrmann. 27 Februari 2018. What Is Servant Leadership? Investopedia.com – https://goo.gl/VrZdnz
  • Skip Prichard. 24 Januari 2013. 9 Qualities of the Servant Leader. Skipprichard.com – https://goo.gl/obYb49
  • Admin. The Servant As Leader. Greenleaf.org – https://goo.gl/ZqLW2T
  • Suzanne Lucas. 2 Agustus 2018. How to Use Servant Leadership to Improve Your Corporate Culture. Thebalancecareers.com – https://goo.gl/jAae1T

 

Sumber Gambar:

  • Corporate Culture Leadership 1 – https://goo.gl/zCo85V
  • Corporate Culture Leadership 2 – https://goo.gl/25Skao
  • Corporate Culture Leadership 3 – https://goo.gl/iJ6cW6
Summary
Ini Cara Hebat Servant Leadership Dapat Meningkatkan Corporate Culture
Article Name
Ini Cara Hebat Servant Leadership Dapat Meningkatkan Corporate Culture
Description
Budaya perusahaan (corporate culture) lebih terbangun dengan gaya kepemimpinan servant leader. Terdapat beberapa kualifikasi dan cara servant leadership dalam meningkatkan corporate culture.
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo