Pernah kesulitan dalam menyeimbangkan pekerjaan utama dan bisnis? Kira-kira bagaimana ya cara karyawan memulai bisnis di masa kini?

Anda tidak sendirian, mayoritas karyawan mengalami masalah yang serupa.

Bagaimana mengatasinya? Simak beberapa tips Finansialku berikut ini! Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Sulitnya Menyeimbangkan Pekerjaan Utama dan Bisnis

Dewasa ini, kondisi perekonomian semakin memburuk sehingga memaksa karyawan membuka usaha sampingan di samping pekerjaan utamanya.

Semua itu dilakukan demi kesejahteraan dan masa depan yang lebih baik.

Namun sayangnya, masih banyak yang mengurungkan niat untuk memulai bisnis karena kendala waktu.

Pekerjaan utama banyak menyita waktu sehingga Anda sudah cukup sibuk dan tidak sempat memikirkan hal lain, terlebih untuk memikirkan bisnis sampingan.

Tapi tahukah Anda, Jika Anda berada dalam posisi yang dapat memulai bisnis saat masih bekerja, Anda akan memiliki peluang sukses terbaik.

Sumber penghasilan akan lebih stabil dan dapat diandalkan sehingga kepercayaan diri Anda akan meningkat.

Namun, jangan sampai lupa dengan perencanaan keuangan. Ketika penghasilan meningkat, Anda harus lebih pandai dalam mengatur keuangan.

Banyak yang kewalahan akibat arus keuangan menjadi tidak terkontrol karena terlalu terlena dengan jumlah uang yang banyak.

Finansialku memiliki sejumlah tips yang tepat bagi Anda dalam merencanakan keuangan.

Miliki panduannya melalui ebook gratis Finansialku yang dapat langsung Anda download berikut ini:

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Selain itu, Anda juga bisa melakukan perencanaan keuangan secara mudah melalui aplikasi Finansialku.

Banyak fitur menarik dan lengkap yang bisa Anda manfaatkan dalam mengatur arus keuangan setiap harinya.

Anda tidak perlu repot mencatat dengan tulisan karena dapat langsung diakses hanya melalui handphone.

Download aplikasi Finansialku melalui Google Play Store atau registrasi terlebih dahulu melalui PC Anda.

Arus keuangan terkontrol, kondisi keuangan pun stabil. Tunggu apalagi?

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Ayo lakukan sekarang juga!

 

Memulai Bisnis Ala Neil Patel

Kabar baiknya, Neil Patel berbagi delapan cara yang bisa kita terapkan untuk memulai bisnis, tanpa harus khawatir mengorbankan hal-hal penting dalam kehidupan seperti pekerjaan utama Anda.

Daripada terus khawatir dan takut untuk memulai, lebih baik Anda memperbaiki keadaan dengan mengaplikasikan beberapa tips mudah untuk menyeimbangkan pekerjaan utama dengan bisnis.

Semua telah terangkum oleh Finansialku berikut ini:

 

#1 Mulailah Bisnis Secara Legal

Pertama-tama, pahami kontrak kerja Anda. Ini sangat penting jika merujuk pada penemuan dan kekayaan intelektual (IP) yang Anda kembangkan sebagai bagian dari pekerjaan Anda.

Apapun yang dikembangkan pada waktu kerja perusahaan dan menggunakan properti perusahaan adalah milik perusahaan.

Karyawan Memulai Bisnis 2 Finansialku

[Baca Juga: Ilustrasi: Pilih Jadi Orang Kaya atau Orang Bahagia? Kalau Mau Keduanya, Ini Caranya]

 

Jika Anda tidak memahami kontrak kerja, maka Anda masih belum bisa memulai bisnis.

Bila perlu, tanyakan kepada manajer Sumber Daya Manusia (SDM) Anda atau seseorang yang berfungsi dalam peran itu untuk menjelaskan kebijakan tersebut.

Ingatlah bahwa poin pertama ini sangat penting, jangan sampai Anda melanggar kontrak yang melarang untuk memiliki pekerjaan sampingan. Apalagi bila bisnis Anda berada di bidang yang sama dengan bisnis perusahaan tersebut.

Hal ini tentunya penting sehingga Anda tidak akan kehilangan pekerjaan dan Anda juga sekaligus mempertahankan reputasi di kalangan profesional.

 

#2 Identifikasi dan Membagi Waktu

Sibuk dan tidak punya cukup waktu, adalah alasan yang paling sering muncul untuk menunda memulai bisnis.

Tapi coba pikirkan lagi, sesibuk apa Anda sebenarnya?

Jika Anda ingin mempertahankan pekerjaan utama Anda dan berusaha mengembangkan bisnis sampingan pada waktu yang sama, artinya Anda tidak punya banyak waktu tersisa untuk kegiatan yang tidak penting.

Mulailah putuskan apa yang penting, konsultasikan dengan keluarga dan pihak yang berperan dalam hidup Anda, kemudian buat daftar prioritas dari semua tanggung jawab dan kegiatan Anda.

Jangan lupa kurangi atau hilangkan hal-hal yang tidak penting dan tidak menambah nilai untuk menyediakan waktu bagi bisnis Anda.

Jika Anda kesulitan membagi waktu, cobalah duduk sejenak dan hitung berapa banyak waktu yang Anda miliki dalam sehari.

Kemudian pilah-pilah waktu dan beri proporsi yang tepat sesuai dengan jumlah pekerjaan Anda.

Dengan kerangka waktu ini, Anda akan lebih mudah mengetahui apa yang sebaiknya dilakukan terlebih dahulu tanpa ada yang terlewat.

Selain itu, Anda meminimalisasi waktu yang dibutuhkan untuk menentukan prioritas, karena jadwal sudah menentukan prioritas Anda dengan jelas.

Namun lagi-lagi diingatkan untuk menaati jadwal tersebut ya! Karena percuma membuat jadwal jika tidak ditaati dengan baik.

 

#3 Fokus dalam Bekerja

Tahukah Anda bahwa multitasking adalah salah satu hal yang mematikan produktivitas Anda?

Kelihatannya memang Anda mengerjakan beberapa pekerjaan sekaligus, namun tanpa disadari akan banyak gangguan yang pada akhirnya malah memakan lebih banyak waktu.

Oleh karena itu, Neil Patel menyarankan Anda untuk mengerjakan satu demi satu pekerjaan, jangan multitasking.

Misalnya saja, saat di kantor selesaikan dahulu seluruh tugas kantor Anda secara fokus.

Setelah selesai, barulah Anda bisa beristirahat sejenak, kemudian mengerjakan tugas dalam bisnis sampingan.

Dengan multitasking, Anda akan kesulitan memperoleh fokus untuk bekerja, pikiran pun menjadi bercabang. Kurang fokus adalah masalah yang banyak dialami oleh wirausahawan.

12-Cara-Fokus-Kerja-3-Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Uang dari Mobil Pribadi? 9 Start Up Indonesia Tawarkan Uang untuk Pasang Iklan di Mobil]

 

Untuk mengatasinya, Anda bisa melakukan pekerjaan yang mendalam, alias deep work.

Deep work mengharuskan Anda mendorong kemampuan kognitif sampai batas maksimal dengan fokus pada satu hal hingga selesai.

Dalam mengerjakan hal-hal ini, Anda harus benar-benar mengisolasi diri dari kegiatan atau interaksi lain.

Deep work adalah pekerjaan yang akan mendatangkan hasil nyata, contohnya melakukan riset, menulis, atau membuat rencana strategis.

 

#4 Tidur Berkualitas dan Cukup

Pernahkah Anda lembur dan begadang untuk menyelesaikan pekerjaan yang terlihat banyak itu?

Begadang dan bekerja lembur memang terkadang dianggap sebagai hal biasa oleh kalangan entrepreneur.

Namun tahukah Anda kondisi kurang tidur bisa menurunkan performa, dan pada akhirnya malah merusak kesehatan dalam jangka panjang?

Sebuah studi membuktikan bahwa kurang tidur atau kurangnya kualitas tidur mengakibatkan beberapa hal buruk, misalnya saja tekanan darah tinggi, penyakit kardiovaskular, diabetes, depresi, dan obesitas.

 

Secara umum, tidur yang cukup dan efektif berperan penting dalam mengistirahatkan fisik dan mental.

Tidur jugalah yang akan berpengaruh kepada aktivitas otak Anda, di mana tidur akan memberi kesempatan sel-sel otak untuk saling berkomunikasi dan mempertahankan fungsinya.

Namun yang terpenting di sini bukanlah kuantitas atau lamanya waktu tidur, tetapi juga dari kualitas tidur itu sendiri.

Artinya, bukan berarti Anda langsung memperoleh tidur berkualitas hanya dengan tidur dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Jadi, pastikan Anda tidur cukup (sekitar 8-10 jam per hari), dan pastikan tidur Anda dalam kualitas yang baik sehingga bisa memberi efek maksimal.

 

#5 Manfaatkan Outsource 

Setelah bisnis Anda mulai tumbuh, jujur saja Anda akan membutuhkan bantuan.

Bisnis yang baik adalah bisnis yang kemudian bisa berjalan dengan sendirinya, tidak harus selalu Anda kerjakan sendiri dan pantau 24/7.

Terlebih jika bisnis sudah tergolong besar, Anda mungkin tidak memiliki cukup waktu dalam sehari untuk dapat melakukan segalanya.

Ketahui Dulu Tips Memulai Pekerjaan Baru 01 Karyawan - Finansialku

[Baca Juga: 15 Bisnis Sampingan untuk Pensiunan yang Boleh Dipertimbangkan]

 

Alih-alih mengambil karyawan, Anda bisa melakukan outsourcing.

Meski outsourcing sering dipandang sebelah mata karena anggapan pekerjaannya berkualitas rendah, Anda bisa menyeleksinya agar tidak terjadi hal demikian.

Dengan menemukan perusahaan outsource yang terpercaya, Anda bisa membuat beban kerja jauh lebih ringan dan fokus di hal-hal yang menjadi spesialisasi Anda.

Ini adalah salah satu wujud praktik “work smarter, not harder”. Dengan demikian Anda bisa mendapat hasil lebih efisien dan berkualitas, tanpa harus menyiksa diri dengan mengerjakannya sendirian.

 

#6 Bekerja Jarak Jauh (Remote)

Banyak alasan mengapa seseorang kesulitan dalam berbisnis sambil bekerja. Salah satunya adalah keterbatasan ruang dan waktu.

Sebagai contoh seorang yang bekerja pada perusahaan namun memiliki bisnis di negara lain.

Apakah Anda harus bolak-balik ke beberapa negara hanya untuk mengontrol? Tentu tidak.

Jika Anda juga mengalami hal yang sama, mungkin bekerja remote alias jarak jauh menjadi salah satu solusinya.

Terlebih banyak perusahaan multinasional yang mulai menerapkan sistem kerja tersebut belakangan ini, karena lebih praktis dan biayanya lebih murah.

Kabar baiknya adalah dengan kemajuan teknologi di jaman modern ini tidak sulit menjalankan pekerjaan seperti itu, terutama dengan bantuan internet.

Saat ini sudah sangat banyak sekali yang bisa diperoleh dari internet, misalnya saja sudah banyak kursus online yang bisa Anda ambil sambil bersantai di rumah.

Salah satunya adalah kursus online Finansialku.

Anda dapat mengakses 34 video dengan tema pelatihan manajemen keuangan dan pelatihan perencanaan keuangan dalam bahasa Indonesia dengan durasi hingga 2 jam 38 menit.

Anda juga akan memperoleh membership aplikasi Finansialku versi full premium untuk 1 tahun.

Semua itu dapat Anda peroleh dengan harga Rp350.000 saja lho!

Dijamin worth it deh dengan semua benefit yang bisa Anda dapatkan. Yuk langsung ikuti kursus online-nya!

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

Kembali ke topik bahasan mengenai kerja remote alias jarak jauh, Bila memungkinkan, sebaiknya Anda mengajukan atau mencari pekerjaan yang diperbolehkan bekerja secara remote.

Dengan demikian Anda akan lebih mudah membagi waktu antara pekerjaan utama dan bisnis sampingan.

Namun, sebagai gantinya Anda harus bisa menunjukkan produktivitas yang baik.

Jalin komunikasi yang aktif, dan jangan sampai mengecewakan atasan atau perusahaan tempat Anda bekerja.

 

#7 Memulai dari Bawah

Banyak wirausahawan yang mencoba langsung dalam skala besar dari awal.

Mereka merencanakan launching yang megah, merancang skema pemasaran jangka panjang, mendaftarkan hak cipta, dan sebagainya.

Meski terdengar indah, ini bukan ide yang bagus.

Memulai bisnis, terutama saat Anda masih memiliki pekerjaan artinya Anda harus meminimalisasi risiko.

Anda perlu memulai dari bawah, sedikit demi sedikit. Dengan demikian, saat ada kegagalan Anda tidak didera kerugian yang terlalu besar.

Saat Anda memiliki ide bisnis, jangan langsung berasumsi ide tersebut akan diterima pasar.

Jadi, penting untuk selalu mengecek dan melakukan riset untuk mengetahui apakah ide Anda memiliki potensi untuk sukses. Anda bisa melakukan riset, Focus Group Discussion (FGD), dan Trial and Error.

Untuk dapat mengetahui valid tidaknya ide, Anda bisa melakukan riset kecil-kecilan untuk menjawab beberapa pertanyaan berikut:

  1. Apakah ide sudah sesuai dengan kebutuhan dan minat masyarakat?
  2. Siapa yang membutuhkannya?
  3. Apakah ada perusahaan yang menawarkan produk atau jasa sejenis saat ini?
  4. Bagaimana kompetisinya?
  5. Bagaimana agar bisnis ini bisa memasuki masyarakat dengan baik?

 

Orang Sukses Menang a01- Finansialku

[Baca Juga: 5 Hal Ini Perlu Anda Waspadai di Tahun 2018 Supaya Anda Punya Bisnis yang Menguntungkan]

 

Riset ini adalah sebuah proses validasi terhadap ide Anda. Karena jika tidak valid, Anda hanya buang-buang waktu saja.

Satu tips buat Anda, sebuah produk atau jasa yang biasanya berhasil sukses adalah produk atau jasa yang bisa menyelesaikan masalah atau memenuhi kebutuhan dan menawarkan apa yang menjadi minat masyarakat luas.

 

#8 Selalu Buat Tujuan yang SMART

Apa yang terpenting dalam memulai sebuah bisnis? Layaknya langkah awal dalam apapun, yang terpenting adalah dengan menentukan tujuan. Namun bukan sembarang tujuan.

Untuk menentukan tujuan usaha, Anda bisa menggunakan sistem yang bernama SMART: Specific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Timely.

Artinya, Anda harus membuat sebuah tujuan yang spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan, dan dibatasi dengan waktu. Dengan demikian, Anda tidak akan membuat tujuan yang muluk-muluk dan tidak realistis.

Ingatlah bahwa sebuah tujuan yang tidak realistis hanya akan membuat Anda merasa gagal, hilang motivasi, dan patah semangat.

Oleh karena itu, selalu buat tujuan yang SMART ya!

 

BONUS: Membuat Business Model Canvass

Model bisnis merupakan sebuah gambaran dari bisnis seperti apa saja aktivitas bisnisnya, nilai-nilainya, bagaimana relasi konsumennya, dan sebagainya.

Model ini biasanya dituangkan untuk menggambarkan apa ide bisnis yang ada di kepala Anda, sehingga bisa dijalankan kelak.

Karena masih banyak yang kebingungan dengan bagaimana membuat model bisnis, maka muncullah Business Model Canvas karya Alexander Osterwalder dan kawan-kawan.

Sebenarnya, penjabaran 9 poin di atas mengarah pada penulisan Business Model Canvas ini.

Tadi Anda sudah menentukan sembilan blok yang membantu Anda merumuskan ide bisnis menjadi sebuah model bisnis yang jauh lebih terstruktur.

Adapun Business Model Canvas adalah sebagai berikut:

Business Model Canvas Finansialku

Bentuk dari Bisnis Model Kanvas yang sering digunakan oleh banyak perusahaan.

 

Singkatnya, Anda bisa membuat model bisnis menggunakan Business Model Canvas di atas, dengan cara berikut ini:

  1. Tentukan customer segment.
  2. Tentukan produk, layanan atau value proposition.
  3. Bagaimana cara menyampaikan produk kepada customer.
  4. Bagaimana relasi yang akan dibentuk antara customer dan bisnis.
  5. Tentukan dari mana sumber pendapatan atau revenue streams.
  6. Tentukan sumber daya yang dibutuhkan atau key resources.
  7. Tentukan aktivitas utama dalam bisnis atau key activities.
  8. Tentukan siapa partner utama yang diperlukan dalam bisnis atau key partners.
  9. Terakhir dari mana saja sumber pengeluaran atau cost structures.

 

Selamat mencoba!

 

Jangan Takut Memulai Bisnis Meski Sudah Memiliki Pekerjaan Utama

Setelah melihat 8 tips tersebut, apakah sudah terbayang memulai bisnis kecil-kecilan?

Kuncinya, lakukan perencanaan yang baik dan menyeluruh agar bisnis Anda dapat berjalan dengan lancar.

Selain itu Anda dapat juga terlebih dahulu melakukan riset pasar dan melakukan analisis kelayakan usaha sehingga rencana Anda terpampang jelas ke depan.

Semoga artikel ini bermanfaat bagi Anda! Semoga berhasil!

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai memulai bisnis tanpa mengabaikan pekerjaan utama lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Ayyub Mustofa. 7 September 8 Langkah Memulai Usaha Pribadi sambil Bekerja Penuh Waktu. Techinasia.com – https://goo.gl/ja21Bt
  • Mitchell York. 8 Mei 2018. How to Start a Business While You’re Still Employed?. Thebalancesmb.com – https://goo.gl/V57t7h
  • Adam Heitzman. 27 Februari 2018. 6 Ways You Can Start Your Own Business in Southeast Asia While Working a Full-Time Job. Inc-asean.com – https://goo.gl/QYtDvM

 

Sumber Gambar:

  • Karyawan Memulai Bisnis 1 – https://goo.gl/MkZ5eD
  • Karyawan Memulai Bisnis 2 – https://goo.gl/Gukw95
Summary
Kenali Cara Cerdas Karyawan Memulai Bisnis Tanpa Mengabaikan Pekerjaan Utama
Article Name
Kenali Cara Cerdas Karyawan Memulai Bisnis Tanpa Mengabaikan Pekerjaan Utama
Description
Pernah kesulitan dalam menyeimbangkan pekerjaan utama dan bisnis? Kira-kira bagaimana ya cara karyawan memulai bisnis di masa kini?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo