Apa saja hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan membuka bisnis baru? Ada beberapa hal yang dapat menjadi alasan seorang wirausahawan ingin membuka bisnis baru. Tetapi sebelum memutuskan membuka bisnis baru, ada beberapa hal juga yang harus dipertimbangkan.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Start It Up

 

Bisnis Awal Saja Belum Cukup

Bagi sebagian orang berwirausaha adalah sebuah aktivitas yang memberikan efek kecanduan. Ketika sudah membangun satu bisnis, tidak jarang Anda ingin membangun bisnis baru. Keinginan tersebut bisa karena bisnis awal dirasa kurang memuaskan, belum memuaskan, atau sekedar ambisi untuk mendapatkan keuntungan lebih. Bisnis baru yang ingin dibangun tersebut bisa terkait dengan bisnis sebelumnya atau bisnis yang benar-benar baru dan sama sekali tidak terkait dengan bisnis awal. Namun sebaiknya Anda tidak tergesa-gesa untuk mengambil keputusan. Ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan terlebih dahulu.

Pada artikel sebelumnya kami telah membahas 2 hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk membuka bisnis baru. Kali ini kami akan melanjutkan 2 hal lainnya. Berikut adalah hal yang perlu dipertimbangkan sebelum membuka bisnis baru:

Wirausahawan, Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Membuka Bisnis Baru #Part 2 02 - Finansialku

[Baca Juga: Wirausahawan, Pertimbangkan 5 Hal Ini Sebelum Membuka Bisnis Baru #Part 1]

 

#3 Ketersediaan Waktu, Tenaga dan Pikiran

Apapun bisnis yang Anda jalankan, ketika memulai bisnis pertama Anda pasti telah mengalami perjuangan apa saja yang harus dijalani untuk membangun sebuah bisnis. Jika karyawan pada umumnya menghabiskan waktu dari pukul 8 pagi hingga pukul 5 sore untuk bekerja di kantor, seorang wirausahawan harus memikirkan bisnisnya selama 24 jam dalam 1 minggu.

Seperti yang telah disebutkan pada artikel sebelumnya, membangun sebuah bisnis bukanlah hal yang mudah. Bukan sekedar modal dalam bentuk uang yang dibutuhkan untuk membangun bisnis. Lebih dari itu Anda harus mencurahkan waktu, tenaga dan pikiran untuk membangun dan mengembangkan sebuah bisnis.

Para Wirausahawan, Ingin Membuka Cabang Bisnis, Modalnya dari Mana - Finansialku

[Baca Juga: Para Wirausahawan, Ingin Membuka Cabang Bisnis, Modalnya dari Mana?]

 

Masih terkait dengan poin pertama dalam artikel sebelumnya, Anda harus mempertimbangkan kondisi bisnis awal. Apakah bisnis tersebut sudah cukup ‘mapan’ untuk berjalan sendiri? Anda butuh waktu, tenaga dan pikiran untuk membangun sebuah bisnis. Dalam hal ini bisnis yang akan menyita perhatian Anda adalah bisnis baru yang ingin dibangun. Tetapi Anda harus mengeluarkan tenaga ekstra untuk memperhatikan bisnis awal juga. Jika bisnis awal tersebut masih tidak stabil, Anda akan diperbudak oleh bisnis sendiri.

Apakah Anda mau menjadi seorang budak dalam bisnis sendiri? Padahal seharusnya seorang wirausahawan adalah seorang ‘bos’. Jika Anda terjebak dalam keadaan yang tidak menentu karena mengurus dua bisnis sekaligus yang belum jelas perkembangannya, maka Anda bukan lagi seorang bos. Jika Anda hanya menjadi budak dalam bisnis sendiri sementara hasil yang didapatkan belum tentu memuaskan, bukankah lebih baik Anda bekerja sebagai karyawan?

Lihat Biaya Membuat Bisnis Startup dan Kota Terbaik Membuka Startup

[Baca Juga: Lihat Biaya Membuat Bisnis Startup, dan Kota Terbaik Membuka Startup]

 

Karena itu pertimbangkan kemampuan Anda. Tidak ada salahnya bekerja keras, dan memang pada kenyataannya tidak ada bidang wirausaha yang tidak mengharuskan pemiliknya bekerja keras. Bekerja keras yang dimaksud disini bukan hanya sekedar mengerjakan pekerjaan yang sifatnya praktek, tetapi juga membangun konsep dan bersiap mengatasi setiap masalah dalam bisnis. Tetapi jangan sampai Anda kewalahan karena harus mengurus dua bisnis yang belum ‘mapan’. Tidak ada gunanya mengerjakan 2 hal sekaligus tetapi keduanya tidak memberikan hasil yang optimal, justru banyak risiko yang bisa terjadi. Mulai dari kerugian finansial, psikologis, serta kesehatan.

 

#4 Peluang Bisnis Baru

Poin ini adalah hal yang paling sering menjebak para wirausahawan. Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada berbagai macam alasan mengapa seorang wirausahawan ingin membuka bisnis yang baru. Biasanya alasan-alasan ini membuat ‘sang bisnis baru’ terlihat sangat menjanjikan secara tidak rasional. Mengapa? Ketika dihadapkan dengan peluang baru (dimana peluang ini bisa saja karena keinginan pribadi atau dianggap sebagai solusi permasalahan bagi bisnis awal), biasanya seorang wirausahawan akan merasa emosional.

coworking-space-solusi-tempat-kerja-untuk-pebisnis-pemula-finansialku

[Baca Juga: Coworking Space, Solusi Tempat Kerja untuk Pebisnis Pemula]

 

Tanpa dipengaruhi emosi sekalipun, sulit untuk menilai peluang kesuksesan sebuah bisnis secara rasional. Tentunya Anda sudah tahu bahwa berwirausaha merupakan sebuah pilihan yang riskan. Akan semakin sulit untuk menilai peluang sebuah bisnis yang sebenarnya jika Anda dipengaruhi oleh emosi. Cobalah untuk mengesampingkan perasaan Anda ketika menilai peluang kesuksesan bisnis baru yang ingin dibangun tersebut.

Bisa saja bisnis baru yang ingin Anda bangun memang memiliki peluang kesuksesan yang tinggi. Tetapi bisa juga Anda memberikan apresiasi yang berlebihan terhadap peluang tersebut. Jika hal ini terjadi dan Anda tergesa-gesa untuk membangun bisnis tersebut, ada peluang besar Anda akan mengalami kerugian dan menyesali keputusan tersebut. Tidak menutup kemungkinan bisnis baru yang ternyata tidak terlalu menguntungkan tersebut terlanjur menyita waktu, pikiran dan tenaga Anda sehingga tidak sempat memikirkan bisnis awal. Padahal justru bisnis awal yang Anda miliki lebih menguntungkan daripada bisnis yang baru dibangun tersebut.

3-rahasia-sukses-berbisnis-yang-harus-diketahui-oleh-entrepreneur-finansialku

[Baca Juga: 3 Rahasia Sukses Berbisnis yang Harus Diketahui oleh Entrepreneur]

 

Rasa Dibanding Rasio

Dalam mempertimbangkan keputusan untuk membangun sebuah bisnis baru Anda lebih membutuhkan rasio daripada rasa. Apalagi jika sebelumnya Anda telah memiliki bisnis lain. Rasa dibutuhkan dalam berbisnis untuk membuat Anda terpacu dan terus memiliki semangat untuk maju. Tetapi dalam mengambil keputusan yang riskan seperti ini, rasio harus berperan lebih dominan daripada rasa. Jangan sampai Anda terjebak dalam emosi yang berlebihan dan mengambil keputusan yang tidak bijak.

 

Setelah Anda membaca artikel di atas, berikan pendapat dan komentar Anda pada kolom yang tersedia di bawah ini. Jangan lupa untuk share informasi berguna ini kepada orang terdekat Anda agar mereka pun mengetahui informasi ini, terima kasih.

 

Sumber Gambar:

  • Shakehands – https://goo.gl/4ExXzk
  • Bussinessman – https://goo.gl/IuosRY

 

Download E-Book Perencanaan Keuangan untuk Umur 20 an (GRATIS)

Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 20 an Perencana Keuangan Independen Finansialku

 

Download Sekarang