Meski dikenal kejam, ternyata kepemimpinan Adolf Hitler mampu membius ribuan orang menjadi pengikut setianya.

Ini dia kepemimpinan Adolf Hilter, sang pemimpin Nazi asal Jerman yang dapat kita petik pelajaran berharga darinya. Selamat membaca dan selamat terinspirasi!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Lifestyle (rev)

 

Adolf Hitler Sang Pemimpin Nazi

Adolf Hitler adalah pemimpin Partai Sosialis Nasional Buruh Jerman — yang dikenal sebagai Nazi — sejak 1921.

Pada 1923, Adolf Hitler ditangkap dan dipenjara karena berusaha menggulingkan pemerintah Jerman.

Pengadilan yang menggelar kasusnya memberinya ketenaran dan bahkan pengikut yang tidak sedikit.

Dia menggunakan waktunya di penjara untuk menulis setiap ide politiknya dalam sebuah buku, Mein Kampf, yang berarti Perjuanganku.

Tujuan ideologis Adolf Hitler di antaranya adalah ekspansi teritorial, konsolidasi negara murni rasial, dan penghapusan Yahudi Eropa serta musuh yang dianggap musuh Jerman lainnya.

Setelah dibebaskan dari penjara pada tahun 1924, Adolf Hitler mulai mencari kekuasaan politik melalui cara hukum.

Usaha yang ia lakukan di antaranya seperti pemilihan umum ketimbang melalui upaya kekerasan untuk menggulingkan pemerintah.

Teknik-teknik propaganda modern — termasuk gambar-gambar yang kuat dan pesan-pesan sederhana — membantu mendorong Adolf Hitler kelahiran Austria dari seorang ekstremis yang tidak dikenal menjadi kandidat utama dalam pemilihan presiden Jerman tahun 1932.

Pada tahun 1924, mulailah Adolf Hitler masuk dalam ranah politik.

Kesalahpahaman umum tentang kenaikan Adolf Hitler ke kekuasaan politik adalah bahwa ia terpilih untuk menjabat.

Pada Januari 1933, Presiden Paul von Hindenburg mengangkat Adolf Hitler sebagai kanselir, kepala pemerintah Jerman.

 

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

Adolf Hitler dan Perang Dunia I

Adolf Hitler lahir pada 20 April 1889, di kota perbatasan Austria Atas, Braunau am Inn. Pada tahun 1898, keluarga Hitler pindah ke Linz, ibu kota Austria Hulu.

Mencari karier di bidang seni visual, Adolf Hitler sering berbeda pendapat dan berargumen dengan ayahnya yang ingin dia memasuki dinas sipil Habsburg.

Adolf Hitler pindah ke Munich dan tinggal di Wina antara Februari 1908 hingga Mei 1913.

Di sana, Adolf Hitler melakukan kegiatan yang ia senangi yaitu melukis dengan cat air, hingga tiba pada waktunya ia bergabung dengan kemiliteran pada Perang Dunia I.

Selama perang, ia terluka dua kali (pada 1916 dan 1918) dan sempat dianugerahi beberapa medali karena keberaniannya.

Kepemimpinan Adolf Hitler 02 - Finansialku

[Baca Juga: Perbedaan Kepemimpinan dan Manajemen, Lengkap dengan Berbagai Analisis]

 

Pada Oktober 1918, Adolf Hitler dikirim ke rumah sakit militer di Pasewalk setelah ia mengalami kebutaan sebagian akibat serangan gas mustard dekat Ypres di Belgia.

Tanggal 11 November 1918, gencatan senjata mencapai ke daerah tempat ia dirawat sehingga Adolf Hitler kembali ke Munich.

Di tahun berikutnya 1919, Adolf Hitler bergabung dengan Kantor Informasi Administrasi Militer Bavaria.

Kantor ini mengumpulkan setiap informasi tentang partai politik sipil dan memberikan “pendidikan politik” anti-Komunis bagi para pasukan militer.

Pada bulan Agustus 1919, sebagai instruktur kursus, Adolf Hitler melakukan pidato antisemit pertamanya yang ganas.

Sebulan kemudian, ia pertama kali mengungkapkan ideologi antisemit, rasis di atas kertas, mengadvokasi pemindahan orang Yahudi dari Jerman.

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 728 x 90

Iklan Banner Online Course Yuk Buat Sendiri Rencana Keuangan Anda - Finansialku 336 x 280

Adolf Hitler – Pemimpin Partai Nazi

Adolf Hitler berkontribusi banyak dalam politik sehingga terbentuk Partai Nazi pada Oktober 1919. Dia membantu merancang program politik partai pada tahun 1920.

Program ini didasarkan pada antisemitisme rasis, nasionalisme ekspansionis, dan permusuhan anti-imigran.

Pada 1921, Adolf Hitler menyandang gelar Führer (Pemimpin) absolut dari Partai Nazi.

Jumlah anggota dari Partai Nazi semakin banyak dalam waktu dua tahun hingga mencapai 55.000 anggota yang didukung oleh lebih dari 4.000 pria di paramiliter SA atau Strom Troopoers (“Pasukan Badai”).

 

Adolf Hitler Menerima Hukuman Penjara

Menolak partisipasi politik dalam pemilihan Weimar, Adolf Hitler dalam kepemimpinan di Partai Nazi berusaha menggulingkan Republik Jerman di Beer Hall Putsch pada tanggal 9 November 1923.

Setelah Beer Hall Putsch runtuh, pengadilan Munich kemudian mengadili Adolf Hitler dan pemimpin kelompok lainnya dengan tuduhan pengkhianatan tingkat tinggi.

Adolf Hitler dituduh menyerang sistem demokrasi parlementer dan mempromosikan nasionalisme xenophobia.

Kepemimpinan Adolf Hitler 03 - Finansialku

[Baca Juga: Celaka Jika Anda Tidak Memiliki 10 Skill Kepemimpinan Ini!]

 

Di dalam penjara, Adolf Hitler mulai menulis Mein Kampf, otobiografinya, yang diterbitkan pada tahun 1926.

Dalam buku itu, Adolf Hitler mengungkap rasa nasionalis berbasis ras, sosialis Darwin, dan visi antisemitik tentang sejarah manusia.

Adolf Hitler menganut pola kepemimpinan diktator, tidak hanya di rumah, tetapi juga dalam ekspansi militer.

 

Strategi Politik Adolf Hitler

Setelah dibebaskan dari penjara, Adolf Hitler mengatur dan menyatukan kembali Partai Nazi.

Dia mengubah strategi politiknya dengan memasukkan beberapa program dalam politik pemilu, yaitu program yang menargetkan pemilih baru dan teralienasi (terisolasi), dan membangun jembatan untuk mengatasi konflik tradisional dalam masyarakat Jerman.

Dengan menggunakan bahasa yang dibuat seakan-akan memberikan ketakutan dan harapan bagi para pemilih potensial, Partai Nazi yang dikomando oleh Adolf Hitler melakukan kampanye dengan tujuan:

  • Memperbaharui kapasitas pertahanan nasional.
  • Memulihkan kedaulatan nasional.
  • Meniadakan Komunisme.
  • Menjungkirbalikkan Perjanjian Versailles.
  • Menghilangkan pengaruh politik dan budaya asing serta Yahudi di Jerman dan membalikkan kerusakan moral yang diduga diciptakan oleh budaya tersebut.
  • Menghasilkan kemakmuran ekonomi dan menciptakan lapangan kerja.

 

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Dalam pemilihan nasional tahun 1928, hasil kampanye dari Partai Nazi sangat mengecewakan, yaitu hanya 2,6 persen suara yang dihasilkan.

Dengan dimulainya “Great Depression” atau Depresi Hebat pada tahun 1930, agitasi (hasutan) Nazi mulai memiliki dampak yang meningkat pada populasi Jerman.

Ketika pemerintah koalisi mayoritas runtuh pada bulan Maret, tiga partai kelas menengah meminta ketentuan darurat konstitusional.

Hal ini dilakukan untuk mengadakan pemilihan parlemen dengan harapan dapat menghasilkan mayoritas pemerintahan yang secara permanen akan lebih menguntungkan bagi kaum Demokrat Sosial dan kaum lainnya dalam pemerintahan.

Ketika strategi ini gagal dilakukan, pemerintah Jerman pada 1930-1932 memilih untuk memerintah dengan keputusan presiden daripada persetujuan parlemen.

 

Terobosan Pemilu

Partai Nazi membuat terobosan pemilihan mereka pada tahun 1930 dengan menggabungkan teknologi modern, riset pasar politik modern, dan intimidasi melalui kekerasan dimana kepemimpinan dapat menolak tanggung jawab.

Energi dan semangat pemuda Nazi ini yang dipimpin oleh Adolf Hitler membantu mereka menerobos hambatan pemilu.

Mereka merebut hampir seperlima dari suara rakyat, menarik pemilih baru, pengangguran, dan teralienasi (terisolasi).

Adolf Hitler adalah seorang pembicara yang dominan dan memukau sehingga mampu menarik banyak pengikut Jerman yang sempat putus asa untuk mengalami perubahan.

Seruan Nazi tumbuh dengan mantap pada tahun 1931 dan 1932, menciptakan perasaan keyakinan bahwa Adolf Hitler akan berkuasa dan menyelamatkan negara dari kelumpuhan politik, kemiskinan ekonomi, terkikisnya budaya, dan Komunisme.

Kepemimpinan Adolf Hitler 04 - Finansialku

[Baca Juga: Jadi Pemimipin HARUS Punya 5+ Karakter Kepemimpinan Milenial yang Dibutuhkan]

 

Setelah mencalonkan diri sebagai Presiden Republik pada musim semi 1932, Adolf Hitler dan Nazi meraih 37,3% suara dalam pemilihan bulan Juli 1932.

Partai Nazi menjadi partai politik terbesar di Jerman.

Pemilihan yang konstan setelah 1930, disertai dengan kekerasan yang dilakukan dengan motif politik, meningkatkan keanggotaan Partai Nazi menjadi 450.000 anggota.

Selain itu, Strom Troopoers (“Pasukan Badai”) menjadi lebih dari 400.000 anggota, dan SS (Schutzstaffel – sebuah organisasi paramiliter utama di bawah Adolf Hitler dan Partai Nazi (NSDAP) dan kemudian di seluruh Eropa yang diduduki Jerman selama Perang Dunia II) menjadi lebih dari 50.000 pada 1932.

Bagian suara Nazi menurun menjadi 33,7% dalam pemilihan parlemen November 1932.

Penurunan itu mengumpulkan daya tarik Hitler dan menciptakan krisis politik dan keuangan di Partai Nazi. Mantan Kanselir (Juni-November 1932), Franz von Papen menyelamatkan Hitler.

 

Von Papen percaya bahwa kerugian pemilu Nazi membuat mereka lebih rentan untuk dikendalikan oleh elit konservatif yang lebih berpengalaman tetapi tidak populer.

Bersedia mengambil risiko koalisi nasionalis Nazi-Jerman dengan Hitler sebagai Kanselir, von Papen mencapai kesepakatan dengan Hitler dan Nasionalis Jerman pada awal Januari 1933.

Dia meyakinkan Presiden Paul von Hindenburg bahwa Jerman tidak memiliki pilihan lain. Dengan enggan, von Hindenburg mengangkat Hitler Chancellor pada 30 Januari 1933.

 

Kanselir Jerman

Setelah pengangkatannya sebagai kanselir, Adolf Hitler mulai meletakkan dasar-dasar negara Nazi. Dia mengambil setiap kesempatan untuk mengubah Jerman negara yang ia kuasai dengan cara diktator.

Ketika Presiden Jerman, Paul von Hindenburg meninggal pada Agustus 1934, Adolf Hitler telah mendapatkan dukungan tentara dengan pembersihan Röhm pada 30 Juni 1934.

Adolf Hitler menghapuskan jabatan presiden dan menyatakan dirinya sebagai Führer atau pemimpin absolut dari rakyat Jerman (Volk).

Semua personil militer dan semua pegawai negeri sipil bersumpah setia kepada Adolf Hitler sebagai Führer atas Jerman.

Adolf Hitler juga terus memegang posisi Reich Chancellor (kepala pemerintahan).

 

Pelajaran Kepemimpinan dari Adolf Hitler

Adolf Hitler melakukan banyak kejahatan selama rezimnya di Nazi Jerman.

Meski demikian, tetapi ia tetap melakukan hal-hal tertentu dengan benar sebagai pemimpin untuk menggalang seluruh bangsa.

Inilah beberapa pelajaran positif yang dapat diambil dari seorang Adolf Hitler sang pemimpin diktator:

 

#1 Berbicara dengan Tujuan

Adolf Hitler adalah pembicara di depan publik yang menawan. Dia akan memukau orang banyak dengan visi dan tujuan bangsa.

Kata-katanya menggerakkan suatu negara, bahkan gereja untuk percaya bahwa mereka membunuh atas nama Tuhan. Itu adalah tingkat karismanya.

Hitler adalah orator hebat yang berkontribusi pada kemampuannya untuk menangkap perhatian dan kepercayaan para pendengarnya.

Adolf Hitler melakukannya dengan penuh keyakinan yang mendalam demi menggerakkan negara.

Dia memberi penjelasan kepada bangsanya mengenai berbagai tujuan baru melalui karismanya dan mereka bersedia mengikuti setiap kata-kata dan arahan dari Adolf Hitler.

Sebagai seorang pemimpin, kekuatan keyakinan seorang akan sering menentukan seberapa jauh para pengikut bersedia berjalan bersamanya dan mengikuti setiap arahannya.

 

#2 Memahami Sifat Manusia

Adolf Hitler memahami sifat manusia dengan sangat baik.

Dia tahu bagaimana menggunakan sifat manusia untuk keuntungan pribadinya dan dengan pengetahuan itu, dia mengumpulkan seluruh bangsa sebagai pengikut di belakangnya.

Para pemimpin hebat harus memahami pikiran, kecenderungan sifat manusia dengan baik jika mereka ingin menjadi pemimpin yang efektif, seperti Adolf Hitler.

Pemahaman ini sering kali diartikan sebagai tingkat kecerdasan emosional yang tinggi.

Kepemimpinan Adolf Hitler 05 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Kepemimpinan Generasi Milenial yang Membawa Keberhasilan?]

 

Banyak dari sifat manusia dapat dengan mudah dilihat dalam diri seseorang; terutama dalam kelemahan terhadap godaan atau kecenderungan dasar apa pun.

Menjadi pemimpin yang memahami sifat manusia tidak perlu belajar psikologi atau mengambil kursus untuk mempelajari secara edukasi mengenai sifat manusia dan memahami mereka.

Seringkali pengalaman hidup akan memberi petunjuk yang baik tentang bagaimana orang berperilaku dan bagaimana memotivasi orang lain.

 

#3 Memberikan Pengaruh Konstan (Terus-Menerus)

Adolf Hitler berhasil menggunakan propaganda untuk membawa seluruh bangsa di bawah pengaruhnya.

Melalui penggunaan media dan komunikasi yang terus-menerus, ia berhasil membuat seluruh bangsa berpikir sama untuk mengikuti tujuannya.

Sebagai menteri propaganda di Nazi Jerman, Joseph Goebbels mengatakan:

“If you repeat a lie often enough, people will believe it, and you will even come to believe it yourself.”

“Jika Anda cukup sering berbohong, orang akan mempercayainya, dan Anda bahkan akan memercayainya sendiri.”

 

Orang akan menjadi apa yang terus-menerus ia katakan. Jika Anda terus membaca, menonton, dan mendengarkan pesan positif, Anda akan menjadi positif secara alami. Demikian juga sebaliknya.

Jika Anda adalah seorang pemimpin, pesan mendasar apa yang Anda gambarkan kepada para anggota Anda setiap hari?

Sadari bahwa kata-kata yang Anda ucapkan, tindakan yang Anda lakukan sering kali memiliki pengaruh positif atau negatif pada tim Anda.

 

Akhir Hidup Adolf Hitler Sang Pemimpin Nazi

Pada tanggal 30 April tahun 1945, Adolf Hitler bersembunyi di sebuah bunker di bawah markas besarnya di Berlin.

Adolf Hitler bunuh diri dengan menelan kapsul sianida dan menembak kepalanya sendiri. Segera setelah itu, Jerman menyerah tanpa syarat kepada pasukan Sekutu, mengakhiri impian Adolf Hitler tentang “1.000 tahun” Reich.

Sejak tahun 1943, menjadi semakin jelas bahwa Jerman akan mundur di bawah tekanan pasukan Sekutu.

Pada bulan Februari tahun 1943, Tentara ke-6 Jerman dimusnahkan pada Pertempuran Stalingrad.

Kemudian, pada bulan Juni 1944, pasukan Sekutu Barat mendarat di Normandia, Perancis, dan secara sistematis mulai mendorong Jerman kembali ke Berlin.

Pada bulan Juli 1944, beberapa komandan militer Jerman mengakui kekalahan mereka dan berencana untuk menyingkirkan Adolf Hitler dari kekuasaan dengan jalan menegosiasikan perdamaian yang lebih menguntungkan.

Namun, upaya mereka untuk membunuh Adolf Hitler gagal, dan dalam pembalasannya, Adolf Hitler mengeksekusi lebih dari 4.000 rekan senegaranya.

Pada Januari 1945, menghadapi pengepungan Berlin oleh Soviet, Adolf Hitler mundur ke bunker-nya untuk menjalani hari-hari terakhirnya.

Terletak 55 kaki di bawah gedung kedutaan, tempat penampungan berisi 18 kamar, dengan air dan pasokan listrik memadai.

Dengan kemarahannya, Adolf Hitler memberi perintah pertemuan dengan bawahan seperti Hermann Goering, Heinrich Himmler, dan Josef Goebbels.

Dia juga menikahi istri lamanya, Eva Braun hanya dua hari sebelum bunuh diri.

Dalam surat wasiatnya yang terakhir, Adolf Hitler menunjuk Laksamana Karl Donitz sebagai kepala negara dan Goebbels sebagai kanselir.

Dia kemudian pensiun ke tempat pribadinya dengan ditemani oleh Eva Braun, di mana Adolf Hitler dan Eva Braun meracuni diri mereka sendiri dan anjing-anjing mereka, sebelum Adolf Hitler kemudian juga menembak dirinya sendiri dengan pistol dinasnya.

Mayat Adolf Hitler dan Eva Braun dikremasi dengan tergesa-gesa di taman kanselir, ketika pasukan Soviet mendekati gedung itu. Ketika Soviet mencapai kanselir, mereka mengangkat abu Adolf Hitler.

Hanya delapan hari kemudian, pada 8 Mei 1945, pasukan Jerman menyerah tanpa syarat.

 

Sisi positif apa yang bisa Anda pelajari dari seorang Adolf Hitler? Berikan tanggapan dan komentar Anda pada kolom yang tersedia di bawah ini!

Bagikan setiap artikel Finansialku kepada rekan atau kenalan yang memerlukan! Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Admin. Adolf Hitler. Encyclopedia.ushmm.org – https://goo.gl/zf3u4s
  • Admin. Adolf Hitler. History.com – https://goo.gl/jdvoVj
  • Admin. Adolf Hitler Biography. Notablebiographies.com – https://goo.gl/n4W8mv
  • Admin. Adolf Hitler Biography. Biographyonline.net – https://goo.gl/6pWQpV
  • Admin. Adolf Hitler Leadership Profile. Leadershipgeeks.com – https://goo.gl/VDkPKi
  • Admin. Adolf Hitler – Dictator Of Germany. Britannica.com – https://goo.gl/5xLG7X
  • Admin. Biography Adolf Hitler. Ducksters.com – https://goo.gl/wsto4n
  • Admin. 10 November 2010. LeadershipTheory and Behavior. Leadershiptheory3450.blogspot.com – https://goo.gl/EKYCE7

 

Sumber Gambar:

  • Kepemimpinan Adolf Hitler 1 – https://goo.gl/K3FAjP
  • Kepemimpinan Adolf Hitler 2 – https://goo.gl/2uh1Xf
  • Kepemimpinan Adolf Hitler 3 – https://goo.gl/uzuqSN
  • Kepemimpinan Adolf Hitler 4 – https://goo.gl/shfZs3
  • Kepemimpinan Adolf Hitler 5 – https://goo.gl/NnVFL3