Para HR, Bagaimana Cara Tepat Meningkatkan Kesejahteraan Buruh?

Dengan gaji UMR Jakarta yang cenderung rendah, bagaimana seorang buruh mengatur keuangannya? Lalu, bagaimana cara untuk meningkatkan kesejahteraan buruh?

Jangan cemas, Anda bisa mengatur keuangan dan membuat perubahan signifikan meski gaji masih minim.

Mari simak ulasan selengkapnya melalui artikel Finansialku berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Kesejahteraan Bukan Ditentukan oleh Upah Semata

Jika selama ini serikat buruh kerap melakukan demonstrasi demi peningkatan upah. Anda perlu berpikir kembali, apakah benar ini kuncinya?

Seperti kita ketahui, UMR Jakarta yang memang terus naik dari tahun 1997 dan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan mengungkapkan bahwa, UMR Jakarta pada tahun 2017 sudah mencapai nilai Rp3.355.750.

Kenaikan tingkat gaji pekerja di Jakarta dari tahun 1997 hingga tahun 2017 ini mencapai hampir 2000% alias meningkat 20 kali lipat.

Namun apakah kesejahteraannya juga meningkat seiring kenaikan UMR ini?

Seiring peningkatan Upah Minimum Regional (UMR) setiap periodenya, maka muncul pertanyaan,

“Apakah benar peningkatan upah tersebut akan meningkatkan kesejahteraan para buruh tersebut?”

 

Kesejahteraan Buruh 02 - Finansialku

[Baca Juga: Para Fresh Graduate, Baca 9 Panduan Keuangan untuk Hidup Sukses]

 

Pasalnya, Menteri Tenaga Kerja (Menaker), Hanif Dhakiri berpendapat, peningkatan kesejahteraan buruh tidak hanya berasal dari faktor kenaikan upah.

Namun, juga bisa berasal dari kompensasi pengeluaran yang berasal dari kebijakan pemerintah. Hal tersebut antara lain penguatan akses pendidikan, kesehatan sampai dengan rumah.

Dalam Groundbreaking Rumah Susun di Tangerang Selatan, Kamis (27/4/2017), Hanif Dhakiri menjelaskan:

“Upah tentu saja terkait peningkatan kesejahteraan tapi bukan satu-satunya faktor. Faktor lain sisi pengeluaran yang dapat dikompensasi kebijakan sosial dari negara seperti penguatan akses pendidikan, keuangan, transportasi, dan tentu saja seperti yang kita lakukan hari ini perumahan yang layak.”

 

Nah, melihat pendapat Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri tersebut, maka disimpulkan bahwa kunci peningkatan kesejahteraan buruh bukan semata-mata dari kenaikan UMR saja.

Namun perlu mempertimbangkan beberapa hal lain yang akan dijelaskan berikutnya.

Namun sebelum itu, satu hal yang berhubungan dengan upah ialah pengelolaan.

Meski upah seseorang memiliki jumlah yang besar, akan percuma apabila ia tidak bisa mengelola keuangannya dengan baik.

Segala kerja keras menjadi percuma saat upah tidak bisa digunakan untuk memenuhi kebutuhan karena habis digunakan untuk keinginan semata. Itulah mengapa pengelolaan penting dilakukan.

Anda bisa melakukannya dengan selalu melakukan perencanaan keuangan agar Anda dapat mengetahui hal apa saja yang harus Anda rencanakan secara keuangan saat ini dan di masa mendatang.

Jika Anda baru ingin memulainya, Anda bisa mempelajari bagaimana langkah yang tepat dalam melakukan perencanaan keuangan melalui ebook GRATIS dari Finansialku berikut ini:

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Di dalamnya sudah tersedia beragam penjelasan mengenai apa itu perencanaan keuangan serta tips dan trik yang tepat dilakukan untuk melakukannya.

Lalu, tunggu apalagi? Lakukan dengan segera, agar upah yang Anda miliki tidak terbuang percuma.

 

Cara Tepat Meningkatkan Kesejahteraan Buruh

Problematika ketenagakerjaan atau perburuhan memang kerap terjadi di banyak negara, termasuk di Indonesia.

Banyak faktor yang bisa memicu munculnya persoalan-persoalan umum tersebut.

Dalam hal ini, tugas pemerintah antara lain membuat regulasi yang mendukung perlindungan dan peningkatan kesejahteraan buruh.

Namun seperti telah dibahas sebelumnya, peningkatan upah bukanlah satu-satunya jalan untuk mengatasi rendahnya kesejahteraan buruh ini. Dibutuhkan tindakan pemerintah dari segi lain.

 

Hal ini disambut baik oleh Presiden RI Joko Widodo yang telah menerbitkan regulasi yang mewajibkan pengusaha memberikan fasilitas penunjang, seperti transportasi, tempat tinggal, dan kesehatan di kawasan industri.

Melansir dari Presidenri.go.id, keseriusan Pemerintah dalam melindungi nasib buruh tercermin jelas saat Presiden Jokowi mengatakan (4/5/2015):

“Sudah saatnya buruh mendapatkan fasilitas penunjang agar beban buruh atau pekerja bisa turun.”

 

Dengan demikian, dirumuskan beberapa cara tepat untuk meningkatkan kesejahteraan buruh versi Pemerintah Indonesia sebagai berikut:

 

#1 Ketentuan Kenaikan UMP

Presiden Jokowi pernah meluncurkan kebijakan pengupahan dengan sistem formula dalam paket kebijakan ekonomi IV soal Upah Minimum Provinsi (UMP).

Ini merupakan satu tahapan paling mendasar dalam upaya pemerintah dalam  meningkatkan kesejahteraan buruh dan masyarakat yang belum bekerja.

Melalui paket kebijakan tersebut, upah buruh dipastikan naik setiap tahun dengan besaran merujuk pada tingkat inflasi dan pertumbuhan ekonomi.

Lakukan 5+ Cara Mengumpulkan Uang untuk Utang dan Dana Darurat Demi Kesejahteraan 02 - Finansialku

[Baca Juga: 10 Tips Cara Mengatur Keuangan Fresh Graduation, yang Seharusnya Kamu Lakukan]

 

Hanif menjelaskan, penerapan upah minimum dengan sistem formula merupakan pembentukan jaring pengaman untuk memastikan pekerja atau buruh tidak jatuh ke dalam upah murah.

“Dengan kebijakan ini dipastikan upah buruh naik setiap tahun dengan besaran kenaikan yang terukur.”

 

#2 Kebijakan Rumah

Hanif mengatakan, kebijakan kedua yang dilakukan demi meningkatkan kesejahteraan buruh di Indonesia dilakukan dengan melihat kembali kebutuhan dasar bagi buruh.

“Kebijakan ini, memastikan perlindungan negara terhadap kebutuhan dasar buruh dan masyarakat pada umumnya. Dengan kebijakan ini pengeluaran hidup buruh bisa ditekan.”

 

Dari sinilah diperoleh bahwa hunian merupakan satu kebutuhan pokok yang menghabiskan sekitar sepertiga pendapatan buruh.

Rumah layak merupakan kebutuhan dasar bagi pekerja buruh dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Sekitar sepertiga dari pendapatan buruh dialokasikan untuk keperluan perumahan, baik model sewa, kontrak, dan lain-lain.”

 

Oleh karena itu, pemerintah kemudian membuat berbagai kebijakan untuk mendekatkan buruh dengan kepemilikan rumah. Di antaranya ialah dengan Tabungan Perumahan Rakyat (Tapera).

Selain program tersebut, ada pula regulasi berupa Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 55 Tahun 2015 tentang Perubahan atas Peraturan Pemerintah Nomor 99 Tahun 2013 tentang Pengelolaan Aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

“Dana jaminan sosial di antaranya instrumen investasi paling banyak 30 persen (untuk mendukung program penyediaan perumahan) sesuai PP 55 Tahun 2015 perubahan PP 9 Tahun 2013 tentang Pengelolaaan Aset Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.”

 

#3 Ketentuan Jaminan Hari Tua (JHT)

Menurut Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri , upaya ketiga dalam meningkatkan kesejahteraan buruh adalah melalui PP 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Program Jaminan Hari Tua (JHT).

“Menggariskan bahwa pengambilan manfaat JHT paling banyak 30 persen yang peruntukannya untuk pemilikan rumah. Hal ini merupakan skema penyediaan perumahan jaminan sosial.”

 

Hanif Dhakiri menambahkan, pihaknya juga telah menerbitkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) 35 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian Persyaratan dan Jenis Layanan Manfaat Layanan Tambahan dalam Program Jaminan Hari Tua.

“Kami sudah menerbitkan Permenaker 35 Tahun 2016 tentang Tata Cara Pemberian Persyaratan dan Jenis Manfaat Layanan Tambahan dalam Program Jaminan Hari Tua yang kita luncurkan untuk memfasilitasi pembiayaan perumahan melalui BPJS.”

 

Klaim-JHT-BPJS-Ketenagakerjaan-Aplikasi-eKlaim-2-Finansialku

[Baca Juga: Membuat Profil LinkedIn Tampak Profesional dan Dilirik Para Pencari Kerja untuk Karyawan dan Fresh Graduate]

 

Bagaimana menurut Anda mengenai 3 langkah pemerintah ini?

Menurut saya pribadi, bantuan pemerintah tidak bisa diandalkan sepenuhnya. Dibutuhkan pengelolaan keuangan yang tepat dari diri Anda sendiri.

Untungnya kini sudah banyak aplikasi keuangan yang siap membantu Anda mengelola keuangan demi kesejahteraan keuangan. Salah satunya adalah aplikasi Finansialku.

 

Ingin Sejahtera? Manfaatkan Aplikasi Keuangan Finansialku

Istilah “buruh” lebih merujuk pada para pekerja yang mendapatkan upah dengan UMR sebagai landasan awal yang harus dipenuhi, sehingga secara tidak langsung Anda sebagai fresh graduate juga termasuk di dalamnya.

Anda baru saja lulus kuliah dan mulai bekerja. Oleh karena itu, tentunya pendapatan atau gaji yang diperoleh juga biasanya masih tergolong kecil.

Namun tidak benar lho jika Anda berpikir bahwa gaji minim artinya tidak tidak sejahtera. Tidak peduli seberapa besar pemasukan Anda, tidak akan ada kesejahteraan tanpa pengelolaan keuangan yang baik.

Yuk mulai catat setiap pemasukan dan pengeluaran serta buat anggaran secara rinci dan jelas. Dengan demikian, Anda dapat mengetahui pola pemasukan dan pengeluaran Anda.

 

Hanya dengan mencatat pemasukan dan pengeluaran, Anda bisa membuat anggaran. Anda kemudian bisa melakukan review dan evaluasi setiap bulannya demi keuangan yang lebih baik lagi.

Untuk lebih jelasnya, Finansialku sudah merangkum mengenai manfaat mencatat pengeluaran. Anda bisa mengambil beberapa tips langsung dari video berikut ini:

 

Setelah mengetahui pola keuangan, Anda bisa memprediksi jumlah pengeluaran di waktu yang akan datang dan mulai menyiapkan dananya mulai dari sekarang.

Anda bisa menggunakan aplikasi Finansialku sebagai alat bantu membuat anggaran dan catatan keuangan untuk Anda. Dengan demikian membuat anggaran menjadi mudah dan praktis.

Sebagai pengguna baru, Anda bisa download aplikasi Finansialku di Google Play Store atau registrasi terlebih dahulu melalui PC Anda.

Untuk memudahkan penggunaannya, Anda bisa mengikuti contoh berikut ini:

 

#1 Masuk ke Aplikasi Finansialku dan Pilih “Anggaran”

Anggaran Keuangan Aplikasi Finansialku

Tampilan menu utama dalam aplikasi Finansialku.

 

Setelah Anda memilih menu “Anggaran”, isilah setiap bagiannya sesuai dengan pemasukan Anda.

Misalkan pemasukan Anda senilai UMR Jakarta 2017, yaitu Rp3.355.750, maka anggarkan sebisanya agar tidak melebihi nilai tersebut.

 

#2 Input Seluruh Anggaran

Anggaran dibuat setiap awal bulan, kemudian setiap melakukan pengeluaran, input juga pengeluaran riilnya untuk mengetahui jika ada pengeluaran melebihi anggarannya.

Anda bisa memasukannya dengan menekan simbol pensil di bagian ujung kanan atas.

Misalkan:

  1. Pajak: Rp300.000
  2. Sedekah atau donasi: Rp100.000
  3. Tabungan dan investasi: Rp300.000
  4. Premi asuransi: Rp350.000
  5. Cicilan dan utang: Rp300.000
  6. Belanja bulanan rumah tangga (cemilan, kebutuhan lain): Rp500.000
  7. Hobi dan aktivitas lainnya (termasuk pengeluaran pribadi): Rp250.000
  8. Kendaraan: Rp150.000
  9. Makanan(30 x @30.000): Rp900.000

Total: Rp3.150.000

 

Anggaran Keuangan Aplikasi Finansialku 1

Masukkan data yang dibutuhkan.

 

Dengan estimasi pengeluaran seperti ini, masih tersisa kira-kira 200.000 rupiah yang bisa dialokasikan untuk kebutuhan tak terduga, atau dijadikan sebagai dana darurat.

 

#3 Input Pengeluaran Riil, lakukan Review, dan Evaluasi Anggaran

Setelah membuat anggaran, taatilah anggaran tersebut dengan tertib, barulah Anda bisa mengatur keuangan.

Namun Anda boleh melakukan review dan mengevaluasi anggaran jika memang tidak masuk akal.

Cobalah dalam satu bulan dan lihat mana anggaran yang ternyata bisa dihemat dan dialokasikan ke aspek lainnya.

Lama kelamaan Anda pasti menjadi mahir dan semakin bijak dalam mengatur keuangan.

 

#4 Mulai Membuat Rencana Keuangan

Setelah bekerja dan memperbaiki kondisi keuangan saat ini, kini saatnya membuat perencanaan untuk ke depannya.

Dengan merencanakan keuangan dan membuat tujuan, Anda akan termotivasi untuk melakukan lebih baik lagi.

Selain itu, kini saatnya untuk mulai melindungi aset berharga Anda. Dengan kata lain, Anda perlu memiliki setidaknya dana darurat. Mengapa demikian?

 

Karena kini Anda sudah mandiri dan perlu mempertanggungjawabkan kehidupan Anda termasuk segala kejadian yang mungkin terjadi.

Jangan sampai Anda sakit atau terjadi hal-hal di luar dugaan yang menghabiskan biaya sangat besar sehingga harus berutang. Pastikan kesejahteraan Anda berada di tangan Anda.

 

Kesejahteraan Bisa Menjadi Milik Kita Bersama!

Melalui pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa pemerintah sudah mengupayakan banyak hal demi meningkatkan kesejahteraan buruh di Indonesia.

Selain itu juga sudah ada Serikat pekerja, yaitu asosiasi para buruh yang bersifat sukarela, berkesinambungan dan memiliki tujuan jangka panjang untuk melindungi para anggotanya dalam hubungan kerja maupun meningkatkan taraf hidup mereka.

Terakhir adalah upaya Anda sendiri untuk mempertahankan kesejahteraan diri sendiri dan bukan hanya bergantung pada faktor luar.

Mari tingkatkan kesejahteraan keuangan dimulai dari diri sendiri juga!

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai cara tepat meningkatkan kesejahteraan buruh lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Agus. UMR Jakarta Tahun 2017,2016 ,2015 Hingga Tahun 1997. Gajiumr.com – https://goo.gl/iDhLBE
  • Admin. 23 April 2016. Perlindungan dan Peningkatan Kesejahteraan Buruh. Presidenri.go.id – https://goo.gl/bjX62i
  • Achmad Dwi Afriyadi. 27 April 2017. Menaker: Peningkatan Kesejahteraan Buruh Tak Hanya dari Upah. Liputan6.com – https://goo.gl/Nu4x9x

 

Sumber Gambar:

  • Kesejahteraan Buruh 1 – https://goo.gl/jjJSEy
  • Kesejahteraan Buruh 2 – https://goo.gl/MxXuzz
Summary
Para HR, Bagaimana Cara Tepat Meningkatkan Kesejahteraan Buruh?
Article Name
Para HR, Bagaimana Cara Tepat Meningkatkan Kesejahteraan Buruh?
Description
Dengan gaji UMR Jakarta yang cenderung rendah, bagaimana seorang buruh mengatur keuangannya? Lalu, bagaimana cara untuk meningkatkan kesejahteraan buruh?
Author
Publisher Name
Finansialku.com
Publisher Logo

About the Author:

Fransiska Ardela, S.T
Fransiska Ardela, S.T. memiliki background pendidikan S1 di Jurusan Teknik Industri, Fakultas Teknologi Industri, Universitas Katolik Parahyangan. Memiliki ketertarikan dan pengalaman di bidang pendidikan, product management, dan entrepreneurship.

Leave A Comment