10 Cara Mudah dan Cepat Mengajarkan Anak Berhemat

Ada banyak cara untuk mengungkapkan cinta kepada anak. Tapi pernahkah Anda mengungkapkannya dalam bentuk edukasi finansial? Misalnya dengan mengajarkan anak berhemat sejak dini.

Uang memang sudah seharusnya diperkenalkan pada anak sejak dini. Namun, ada trik-trik khusus agar penyampaiannya dapat mudah dipahami.

Artikel Finansialku kali ini akan membahas tentang 10 cara mudah dan cepat mengajarkan anak berhemat.

Penasaran? Simak yuk penjelasannya berikut ini. Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Edukasi Finansial Sejak Dini itu Penting

Siapapun tahu bahwa untuk bisa sukses di masa depan, perlu pemahaman yang baik tentang keuangan. Termasuk anak Anda.

Kabarnya, semakin cepat anak memahami tentang pentingnya mengelola keuangan, maka akan semakin besar pula manfaat yang akan dirasakan oleh anak nantinya.

Ada banyak cara mengajarkan tentang pemahaman finansial kepada anak.

Salah satu cara mudah yang bisa Anda terapkan adalah dengan mengajarkan anak berhemat.

Berhemat memang harus dilakukan oleh siapapun. Hal ini penting untuk dilakukan agar kondisi finansial tetap stabil dan kebutuhan tetap terpenuhi.

Berhemat erat kaitannya dengan pengelolaan keuangan. Pengelolaan keuangan bisa dimulai dari perencanaan keuangan.

Perencanaan keuangan penting dilakukan untuk mengetahui hal apa saja yang dapat direncanakan secara keuangan saat ini dan masa mendatang.

Untuk mengetahui penjelasannya lebih lanjut, kini sudah banyak sumber yang relevan dengan topik tersebut. Salah satunya ebook GRATIS dari Finansialku.

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Di dalamnya terdapat sejumlah penjelasan dengan bahasa yang mudah mengerti, sehingga Anda dapat dengan mudah memahaminya.

Selain itu, Aplikasi Finansialku hadir dengan fitur beragam yang akan sangat membantu Anda dalam mengelola keuangan.

Bagi yang belum memilikinya, download saja langsung melalui Google Play Store atau registrasi terlebih dahulu melalui PC Anda.

Akan banyak benefit yang akan Anda rasakan, seperti:

  • Up to date dengan kondisi keuangan Anda.
  • Miliki kontrol atas keuangan Anda.
  • Cari tahu dan perbaiki kebocoran-kebocoran keuangan.
  • Perbaiki kondisi utang konsumtif.

 

Tunggu apalagi? Yuk lakukan sekarang juga!

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Nah, berikut ini adalah cara yang bisa Anda praktikkan untuk mengajarkan anak agar bisa lebih bijak dalam membelanjakan uangnya, yaitu:

 

#1 Diskusikan Apa itu Keinginan dan Kebutuhan

Hal pertama yang harus Anda ajarkan pada anak adalah perbedaan antara keinginan dan kebutuhan.

Bagi anak-anak, dua hal ini mungkin terlihat mirip. Mereka belum benar-benar mengetahui tujuan saat mereka membeli sesuatu, apakah karena butuh atau hanya karena ingin saja.

Anda dapat menjelaskan pada anak bahwa kebutuhan itu mencakup hal-hal yang pokok dan primer.

Misalnya makanan, tempat tinggal, dan pakaian. Sedangkan keinginan adalah sesuatu di luar hal-hal pokok tersebut.

Ketahui Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan Dalam Mengatur Keuangan Keluarga 01 - Finansialku

[Baca Juga: Finansialku Podcast Eps 05 – Reksa Dana untuk Millennials]

 

Anda juga dapat menyampaikan pada anak bagaimana cara Anda membuat alokasi untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Selain itu, Anda juga dapat menjelaskan bagaimana hal-hal yang hanya keinginan merupakan sesuatu yang bersifat sekunder dan tidak menjadi prioritas untuk dibelanjakan.

 

#2 Ajarkan Anak Anda Cara Menghasilkan Uang

Banyak orangtua yang secara rutin memberikan uang jajan pada anak mereka tanpa si anak harus melakukan apapun.

Tapi tahukah Anda bahwa hal ini akan membuat anak Anda merasa bahwa uang adalah sesuatu yang mudah didapat dan jumlahnya pasti.

Selain itu, hal ini dapat membuat anak Anda sulit memahami bahwa untuk bisa menghasilkan uang, mereka harus bekerja.

Untuk membuat anak mengerti bahwa uang bukanlah sesuatu yang pasti datang begitu saja, Anda bisa memberikan beberapa tugas rumah tangga sederhana pada mereka.

Kemudian, jika mereka berhasil melakukannya dengan baik, Anda bisa memberikan mereka upah atas apa yang berhasil mereka lakukan.

Dengan cara ini, anak akan belajar memahami bahwa mereka bisa menghasilkan uang dengan melakukan beberapa pekerjaan.

Semakin banyak pekerjaan yang mereka lakukan, maka akan semakin banyak juga uang yang bisa mereka hasilkan.

 

#3 Berikan Tujuan Menabung

Menyuruh anak menabung tanpa menjelaskan apa tujuan dari menabung adalah hal yang sia-sia.

Jika mereka tidak mengerti kenapa mereka harus menabung, anak akan cenderung malas dan tidak termotivasi.

Untuk itu, Anda perlu membantu mereka menciptakan tujuan mereka untuk menabung.

Ketahui Perbedaan Kebutuhan dan Keinginan Dalam Mengatur Keuangan Keluarga 02 - Finansialku

[Baca Juga: Para Investor Pemula, Begini Tips Membeli Saham yang Benar]

 

Anda juga bisa mengajarkan anak Anda simulasi keuangan sederhana.

Misalnya. Jika mereka ingin membeli sebuah mainan seharga Rp500.000, sedangkan uang jajan mingguan mereka sekitar Rp100.000, berapa jumlah yang harus mereka tabung dan berapa lama mereka bisa membeli mainan tersebut?

Anda bisa berperan mengajarkan anak Anda bagaimana cara menabung dan berapa nominal yang bisa mereka tabung dari uang jajan mereka.

 

#4 Berikan Tempat Untuk Menabung

Begitu anak Anda memiliki niat dan mulai menabung, mereka membutuhkan sebuah sarana atau tempat untuk menyimpan uang mereka.

Tempat ini bisa berbeda-beda tergantung dengan usia anak.

Bagi anak yang masih kecil, tabungan dalam bentuk wadah transparan adalah sarana yang tepat.

Dengan menyimpan uang dalam wadah transparan, mereka bisa melihat dan merasakan bahwa uang mereka bertambah setiap kali mereka menabung, dan akan membuat mereka semakin termotivasi.

 

Sedangkan bagi anak yang lebih besar, Anda bisa membuatkan mereka sebuah akun di bank sebagai tempat mereka menyimpan uang.

Hal ini akan membuat mereka bisa lebih dalam memahami tentang keuangan dan instrumen-instrumen pendukungnya.

 

#5 Motivasi Anak Anda Untuk Memantau Tabungan Mereka

Salah satu cara untuk memaksimalkan tabungan adalah dengan mengetahui bagaimana uang dapat bertumbuh. Pemahaman ini juga harus dimengerti oleh anak.

Anda dapat memberikan pemahaman ini dengan meminta mereka mencatat seluruh transaksi yang mereka lakukan setiap hari dan mengevaluasinya setiap akhir pekan.

Mom and Dad! Ketahui 15 Cara Jitu Mengajarkan Anak Tentang Keuangan 2 Finansialku

[Baca Juga: Pemilik Bisnis Waralaba, Belajar Kesuksesan dari Franchise Upnormal]

 

Jangan lupa untuk menemani mereka saat mereka melakukan evaluasi mingguan tersebut.

Pada saat itu, Anda bisa memotivasi mereka untuk mengubah pola konsumsi mereka dan memberikan mereka gambaran apa yang akan mereka dapatkan jika menjadi lebih hemat.

 

#6 Tawarkan Insentif Tabungan

Beberapa anak memiliki motivasi yang rendah untuk menabung atau menyimpan uang mereka, namun mereka telah memahami nilai dan fungsi uang bagi mereka.

Bagi anak yang seperti ini, Anda bisa memotivasi mereka dengan memberikan target tabungan.

Katakan kepada mereka, bahwa Anda akan memberikan bonus uang tambahan jika mereka berhasil menabung sampai nominal tertentu.

Misalnya saja, jika mereka berhasil menabung sampai dengan Rp400.000, Anda akan memberikan bonus uang kepada mereka sebesar Rp50.000.

 

#7 Berikan Ruang Untuk Salah

Dalam hal apapun, selalu ada ruang untuk melakukan kesalahan, termasuk dalam belajar mengelola keuangan.

Berikan anak Anda ruang untuk berbuat salah dan bimbing mereka untuk menemukan jalan keluar atas masalah yang mereka hadapi.

5 Alasan Mengapa Anak Harus Mengenal dan Belajar Keuangan 06 - Finansialku

[Baca Juga: Mau Untung? Ketahui Dulu Hitung-hitungan Modal Awal Bisnis Kopi yang Benar]

 

#8 Menjadi Kreditur Mereka

Kadang kala, anak menginginkan sesuatu, tapi tidak cukup sabar untuk menabung sampai uang mereka cukup.

Jika anak Anda merengek untuk membeli barang tersebut, buatlah negosiasi dan tawarkan untuk menjadi kreditur.

Misalnya saja, jika anak Anda ingin membeli sesuatu seharga Rp1 juta, namun tidak memiliki uang sebanyak itu.

Anda bisa memberikan mereka tawaran untuk meminjam uang Anda, alih-alih langsung membelikan keinginan mereka.

Sampaikan juga bahwa uang tersebut adalah pinjaman yang harus mereka kembalikan dengan cara mencicil hingga lunas.

Cara ini akan membantu anak Anda memahami pentingnya menyimpan uang. Selain itu, anak akan memahami bahwa mereka tidak bisa mendapatkan semua yang mereka inginkan secara gratis dan mudah.

 

#9 Tetap Jaga Komunikasi Terbuka

Banyak orangtua yang tidak terpikir untuk membicarakan masalah keuangan dengan anak atau merasa bahwa membicarakan masalah keuangan dengan anak adalah hal yang tabu.

Apalagi sampai membicarakan tentang manfaat jangka panjang dari investasi.

Padahal, untuk bisa membuat anak mengerti manfaat dari menabung atau investasi, komunikasi terbuka adalah kuncinya.

Mengajarkan Anak tentang Keuangan Berdasarkan Kelompok Usia 02 - Finansialku

[Baca Juga: Kisah Sukses Raam Punjabi, Raja Sinetron Indonesia]

 

Anda dapat menggunakan momen kumpul keluarga di akhir pekan sebagai waktu membicarakan tentang uang dan finansial dengan anak Anda.

Anda juga bisa menyelipkan sebagai pembicaraan ringan dan santai dalam setiap kesempatan.

 

#10 Buat Alokasi dan Rencana Keuangan

Ajarkan anak Anda untuk membuat alokasi dan rencana keuangan. Berikan mereka pemahaman tentang pentingnya memiliki rencana keuangan dan apa yang akan mereka hadapi di masa depan.

Jika anak Anda berhasil membuat alokasi dan rencana keuangan dengan baik, maka Anda bisa lega dengan masa depan mereka.

 

Semakin cepat mereka paham pentingnya membuat rencana keuangan, maka akan semakin mudah bagi mereka untuk memiliki hari tua yang lebih tenang secara finansial.

 

Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Uang sudah menjadi kebutuhan yang tidak bisa dilepaskan dari aktivitas sehari-hari. Terlebih uang sebagai satu-satunya alat tukar yang diakui saat ini.

Edukasi finansial sudah selayaknya diberikan kepada anak sejak dini. Penting rasanya agar anak dapat lebih cepat memahami apa itu uang dan bagaimana pengelolaannya.

Banyak cara yang bisa dipilih untuk memberikan anak edukasi finansial. Salah satunya dengan mengenalkan apa itu berhemat dan bagaimana cara untuk berhemat.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Anda bisa langsung mempraktikkan 10 cara mudah untuk mengajarkan anak berhemat.

Lakukan sekarang juga agar anak dapat lebih memahami dan menghargai sejumlah uang yang dimilikinya. Selamat mencoba!

 

Jika menurut Anda artikel ini bermanfaat, Anda bisa membagikannya pada rekan dan kerabat Anda lainnya.

Berikan tanggapan serta komentar melalui kolom yang sudah tersedia di bawah ini. Terima kasih!

 

Sumber Referensi:

  • Rebecca Lake. 23 Mei 10 Tips to Teach Your Child to Save Money. Investopedia.com – https://goo.gl/9SNUEB

 

Sumber Gambar:

  • Mengajarkan Anak Berhemat 1 – https://goo.gl/oAb5Hq
  • Mengajarkan Anak Berhemat 2 – https://goo.gl/5a7ruX

About the Author:

Ike Nofalia, S.Kom
Ike Nofalia, S.Kom adalah seorang ibu rumah tangga yang saat ini bekerja sebagai penulis freelance. Memiliki background S1 Teknik Informatika, di Universitas Nusantara PGRI Kediri. Sejak tahun 2013 sampai saat ini bekerja sebagai content writer, dan mempunyai pengalaman sebagai admin web, marketing web online, admin sosmed, dan sedang menggeluti bisnis online.

Leave A Comment