Setelah 9 bulan menunggu kehadiran sang buah hati, akhirnya momen ini pun datang juga! Ketahui cara mengatur keuangan setelah bayi lahir.

Di bawah ini adalah 8 cara mengatur keuangan keluarga setelah bayi lahir dari Finansialku, serta tips ampuh untuk menghemat pengeluaran keluarga baru Anda!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Anggota Keluarga Baru = Rencana Keuangan Baru

Kelahiran sang bayi ke dunia tentu membawa kebahagiaan yang tak terhingga bagi Anda dan pasangan. Setelah menunggu setelah 9 bulan, akhirnya ada anggota keluarga baru yang akan mewarnai kehidupan berkeluarga Anda.

Tentu banyak aspek yang berubah dari kehidupan keluarga Anda, salah satunya adalah aspek finansial.

Keuangan keluarga Anda akan berubah secara signifikan setelah bertambahnya anggota keluarga baru. Pemasukan tetap (atau bisa berkurang jika sang istri berhenti bekerja) dan pengeluaran bertambah.

Itulah mengapa Anda harus menyesuaikan perencanaan keuangan keluarga Anda dengan kondisi keluarga yang baru.

Tidak sulit kok mengatur keuangan setelah bayi lahir, tapi butuh pembiasaan dan komitmen dari diri Anda dan pasangan.

Mari kita simak cara-cara yang dapat Anda lakukan di bawah ini untuk mengatur keuangan keluarga baru Anda.

 

#1 Lunasi Utang Terlebih Dahulu

Selama sembilan bulan masa kehamilan, tentu ada banyak pengeluaran seperti biaya kontrol rutin yang wajib dilakukan minimal sekali dalam sebulan, biaya pemeriksaan USG, belum lagi susu untuk ibu hamil yang harganya cukup mahal.

Biaya tersebut mungkin belum ada apa-apanya dibandingkan dengan biaya persalinan, terutama bila menjalani metode persalinan caesar.

Tak menutup kemungkinan bila Anda dan pasangan terpaksa berutang demi menutupi pengeluaran yang besar tersebut.

Mengatur-Keuangan-Setelah-Bayi-Lahir-2-Uang-Finansialku

[Baca Juga: Konsultasi: Apakah Orangtua Perlu Beli Asuransi untuk Bayi Baru Lahir?]

 

Namun, dalam membesarkan sang buah hati, Anda sebagai orangtua baru tentu ingin memberikan yang terbaik ‘kan?

Untuk memberikannya hidup yang layak dan berkecukupan, Anda harus memiliki kondisi keuangan keluarga yang stabil dan terbebas dari utang. Itulah mengapa Anda perlu sesegera mungkin melunasi utang-utang Anda setelah memiliki bayi.

Hindari berutang lagi untuk membeli kebutuhan bayi Anda, sementara utang-utang lama masih menumpuk.

 

#2 Mengubah Anggaran Bulanan

Kelahiran bayi Anda tentu artinya bertambah pula jumlah kepala yang harus diberi makan. Dengan demikian, jelas bahwa Anda harus menyesuaikan kembali anggaran bulanan Anda.

Akan ada beberapa tambahan pengeluaran khusus untuk sang bayi, contohnya botol susu, popok, produk mandi, pakaian, dan masih banyak barang-barang lainnya.

Mengatur-Keuangan-Setelah-Bayi-Lahir-3-Finansialku

[Baca Juga: Lebih Murah Mana ASI Eksklusif Atau Susu Formula Untuk Bayi?]

 

Selain si bayi, akan ada juga pengeluaran khusus untuk sang ibu yakni perlengkapan pasca melahirkan. Sebab setelah melahirkan, wanita perlu menggunakan beberapa perlengkapan khusus yang akan membantu masa pemulihan, seperti gurita untuk ibu melahirkan, pembalut khusus untuk ibu melahirkan, serta bra khusus untuk ibu menyusui.

Daftar pengeluaran ini nantinya akan bertambah setiap bulan, seiring umur sang bayi bertambah. Anda juga harus menyiapkan dana untuk vaksin, membeli susu formula, serta makanan dan perlengkapan lainnya.

Jangan lupa untuk terus mengevaluasi anggaran dan memperbaharui anggaran minimal sebulan sekali. Tujuannya, agar Anda bisa tracking pos pengeluaran mana yang paling besar. Dengan demikian, Anda bisa menyusun strategi untuk memangkas pengeluaran tersebut

 

#3 Hemat Penggunaan Listrik, Air, dan Internet

Seperti yang telah dipaparkan di atas, pasca kelahiran sang bayi tentu akan ada banyak pengeluaran baru.

Untuk itu, cara paling tepat adalah memangkas pengeluaran. Langkah yang paling mudah untuk Anda lakukan adalah berhemat dalam penggunaan air, listrik, dan internet.

Mudah kok! Apalagi dengan adanya anggota keluarga baru yang sudah ditunggu-tunggu, tentu orangtua baru akan memusatkan perhatiannya pada sang bayi.

Momen ini bisa Anda manfaatkan untuk menghemat tagihan bulanan untuk internet, lho.

Mengatur-Keuangan-Setelah-Bayi-Lahir-4-Finansialku

[Baca Juga: Moms Punya Bayi Kembar? Berikut 7 Pengeluaran yang Harus Anda Waspadai dan Solusinya]

 

Yang biasanya Anda berlangganan paket internet dengan kecepatan 10 mbps demi streaming film di internet, sekarang Anda bisa menurunkannya menjadi 5 mbps karena sudah tidak ada waktu untuk streaming film. Tentunya dengan menurunkan kecepatan internet, biaya langganan akan lebih murah.

Selain itu, Anda juga bisa menghemat pengeluaran listrik lho. Yang biasanya Anda mencari hiburan dengan bermain laptop atau menonton TV selama berjam-jam, kini hiburan Anda sangat sederhana dan hemat. Yakni dengan mengajak ngobrol anak Anda, membacakan buku cerita, atau mungkin tidur malah menjadi kegiatan yang paling Anda sukai setelah semalaman suntuk terbangun karena tangisan si kecil.

 

#4 Buat Skala Prioritas

Salah satu cara untuk merencanakan keuangan keluarga adalah dengan membuat skala prioritas.

Skala prioritas berfungsi sebagai acuan perihal mana kebutuhan yang harus dipenuhi bersama terlebih dahulu, dan mana yang dipenuhi kemudian.

Untuk memilih kebutuhan mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu, Anda bisa meninjau tingkat urgensi kebutuhan tersebut. Kebutuhan yang mendesak harus dipenuhi terlebih dahulu, kemudian setelah itu kebutuhan yang agak mendesak, lalu kebutuhan yang tidak mendesak. 

Cara Membuat Skala Prioritas Dalam Mengatur Keuangan Keluarga Anda 01 - Finansialku

[Baca Juga: 25+ Cara Menghemat Uang Saat Memiliki Bayi]

 

Anda juga bisa meletakkan kebutuhan yang memerlukan biaya paling besar di atas. Setelah itu, disusul kebutuhan lain yang tidak membutuhkan biaya lebih sedikit.

Dengan menyusun skala prioritas, maka baik suami atau istri dapat mengalokasikan pemasukan secara maksimal.

Komunikasi pun akan terjalin lebih lancar antara Anda dan pasangan Anda karena semua kegiatan finansial mengacu pada skala prioritas yang telah disepakati bersama.

 

#5 Membeli yang Terjangkau

Sesuaikanlah kebutuhan sang bayi dengan kemampuan finansial Anda sebagai orangtua.

Kami tahu, Anda pasti ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati Anda, tak peduli seberapa mahal biaya yang harus dikeluarkan.

Tapi, Anda juga harus menimbang-nimbang kemampuan finansial Anda. Bila uangnya tidak ada, jangan dibeli. Bila ada pilihan lain dengan harga lebih terjangkau, maka pilihlah barang subtitusi tersebut.

Ingat, jangan sampai berutang demi membeli barang mahal yang fungsinya sama saja dengan barang yang harganya lebih terjangkau.

Para-Karyawan-Ketahui-Cara-Belanja-Hemat-di-Supermarket-5'-Finansialku

[Baca Juga: 5 Stroller Bayi Termahal yang Dapat Membuat Orangtua Menguras Koceknya Dalam-dalam]

 

Namun, walaupun Anda disarankan untuk beli barang yang terjangkau, jangan lupa untuk terus memperhatikan kualitasnya, apalagi untuk produk-produk makanan atau minuman.

Orangtua harus cermat dalam memilih produk makanan dan minuman untuk sang bayi. Misalnya, cermat dalam memilih susu formula. Carilah susu yang  harganya terjangkau dengan kandungan gizi yang tak kalah baik dengan susu formula berharga mahal.

Intinya, Anda harus pintar memilah-milah barang sebelum dibeli.

 

#6 Jual Barang yang Tak Dipakai Lagi

Cara ini sangat efektif bukan hanya untuk menambah pemasukan, tapi juga untuk mengosongkan ruangan di rumah Anda.

Tentu, setelah bayi lahir, Anda memerlukan ruang kosong di rumah untuk menyimpan barang-barang sang baby yang tidak sedikit. Misalnya baby box, stroller, bak mandi bayi, dan masih banyak lagi.

Untuk itu, Anda bisa menjual barang-barang yang sudah tidak terpakai. Barang-barangnya bisa berupa baju, furnitur, pajangan, sepatu, tas, bahkan tumpukan majalah lama.

Uang Dengan Mudah Dari Barang Bekas 01 Finansialku

[Baca Juga: Apa Saja Perlengkapan Bayi Baru Lahir dan Berapa Budget-nya?]

 

Mengosongkan ruangan juga bagus untuk kesehatan bayi Anda, karena di mana ada tumpukan barang pasti ada sarang debu. Jangan heran jika bayi Anda sering bersin-bersin di rumah yang padat dan banyak barang.

Cara untuk menjual barang-barang bekas pun sangat mudah. Jika Anda memiliki waktu luang, Anda bisa membuka garage sale di depan rumah atau membuka booth jualan di lokasi car free day pada akhir pekan.

Namun bila Anda tidak memiliki banyak waktu, Anda bisa menjualnya di internet lewat layanan e-commerce. Yang perlu Anda lakukan hanyalah mengambil gambar barang-barang yang akan dijual, dan mengunggahnya ke e-commerce.

Mudah bukan?

 

#7 Merencanakan Tujuan Keuangan Baru

Setelah anak Anda lahir, tentu ada tujuan keuangan baru yang harus Anda masukan dalam daftar.

Apa saja sih tujuan keuangan barunya? Banyak!

Tujuan keuangan sendiri dibagi ke dalam tiga kategori berdasarkan jangka waktunya, yaitu jangka pendek (1-2 tahun), jangka menengah (3-5 tahun), dan jangka panjang (lebih dari 5 tahun).

Untuk tujuan jangka pendek, Anda mungkin perlu menyiapkan dana premi asuransi kesehatan serta dana kesehatan seperti vaksinasi dan imunisasi.

Sementara itu, untuk tujuan jangka panjang, Anda perlu menyiapkan dana pendidikan bagi sang anak.

Menyiapkan dana pendidikan anak memang penting untuk mempersiapkan masa depan agar terhindar dari utang.

Guru-Bertanggung-Jawab-Mengajarkan-Pendidikan-Keuangan-1-Finansialku

[Baca Juga: Sebelum Kelahiran Bayi Baru, Persiapkan 15 Hal Keuangan Berikut Ini]

 

Anda bukan hanya menyiapkan dana untuk jenjang playgroup atau TK, tapi Anda juga perlu menyiapkan dana untuk masuk kuliah.

Seperti yang kita semua ketahui, saat ini biaya kuliah baik di perguruan tinggi negeri maupun swasta sudah sangat fantastis.

Biaya kuliah di universitas negeri tahun 2018 ini, per semesternya saja mencapai Rp5 juta hingga Rp20 juta, tergantung jurusan yang diambil. Bayangkan, berapa tinggi biaya kuliah 18 tahun lagi karena faktor inflasi?

Untuk itulah, biaya kuliah anak harus disiapkan sedini mungkin. Kalau tidak, bisa-bisa Anda harus berutang sana-sini. Tidak mau kan terlilit utang?

 

Iklan Banner Perencanaan Dana Pendidikan Anak - 728x90

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

Untuk menemani perjalanan Anda mencapai tujuan keuangan, Anda bisa menggunakan Aplikasi Finansialku.

Aplikasi Finansialku akan menjadi sahabat yang setia membantu Anda mengatur berapa besar dana yang harus Anda alokasikan tiap bulannya demi mencapai tujuan keuangan Anda.

Download aplikasinya sekarang juga di Google Play Store, atau buka versi desktop-nya di tautan ini.

 

#8 Berinvestasi

Ini adalah tips terpenting yang harus Anda lakukan demi memiliki kondisi keuangan yang stabil setelah bayi lahir.

Seperti yang telah di bahas di poin ketujuh, sebagai keluarga muda tentu Anda memiliki banyak tujuan keuangan dan kebutuhan di masa akan datang yang harus dipersiapkan sejak saat ini.

Biaya untuk segala kebutuhan tersebut tentunya akan semakin besar di masa mendatang karena adanya inflasi. Oleh karena itu, kita harus mengalokasikan uang untuk berinvestasi sejak saat ini pada saat Anda masih produktif.

Mungkin Anda berpikir, menabung di bank sudah cukup. Tapi nyatanya, menabung akan membuat nilai uang tergerus, baik akibat inflasi maupun potongan biaya administrasi.

Bunga tabungan saat ini hanya berkisar 1%-2% saja per tahun sebelum pajak, dengan bunga pajak yang dimiliki saat ini adalah 20%.

Investasi-Reksadana-Syariah-1-Finansialku

[Baca Juga: 10 Barang yang Dibutuhkan Orangtua Baru Saat Menyambut Kehadiran Bayi]

 

Berbeda dengan menabung di bank, investasi memberi peluang penambahan nilai pada uang yang diinvestasikan. Investasi juga memberikan kita ruang untuk menyimpan dana yang bisa berkembang dalam jangka panjang atau menambah pendapatan secara pasif.

Saat ini ada banyak jenis investasi yang bisa dipilih walaupun dananya terbatas. Anda bisa mulai berinvestasi saham dengan modal Rp100.000, investasi reksa dana dengan modal Rp10.000, atau investasi logam mulia di Pegadaian cukup dengan modal Rp6.500 saja!

Jika masih bingung untuk memilih investasi yang tepat untuk keluarga Anda, Anda bisa membaca artikel terdahulu dari Finansialku berikut ini: Investasi untuk Keluarga Muda

Pelajari juga berbagai jenis investasi itu lewat ebook gratis dari Finansialku ya! Anda bisa mempelajari tiga buah ebook panduan investasi untuk pemula, mulai dari investasi saham, investasi reksa dana, dan investasi emas.

 

Free Download Ebook Panduan Investasi Emas untuk Pemula

Download Ebook Panduan Berinvestasi Emas untuk Pemula - Harga Emas Hari Ini - Finansialku

Download Ebook Sekarang

 

Tips Berhemat Setelah Kelahiran Sang Bayi

Selain melakukan cara-cara mengatur keuangan, Anda juga perlu menghemat pengeluaran agar bisa mencapai tujuan keuangan.

Di atas tadi, kami sudah memberikan beberapa tips simple untuk menghemat pengeluaran keluarga Anda.

Namun, sebenarnya masih banyak lho yang bisa Anda lakukan untuk berhemat. Apa saja itu? Cek tips-tips keren di bawah ini!

 

#1 Menyimpan Hadiah dari Kerabat

Saat kelahiran sang bayi, biasanya sahabat dan keluarga Anda akan memberikan berbagai macam hadiah untuk si kecil. Mulai dari pakaian bayi, alat-alat mandi, peralatan makan dan minum, hingga yang cukup mahal, stroller.

Jangan sungkan untuk menerimanya ya. Hitung-hitung bisa menghemat pengeluaran Anda. 

 

#2 Memanfaatkan Barang Turunan dari Saudara

Tips kedua ini ini sepertinya sudah sering dilakukan oleh keluarga Indonesia ya? Yaitu meminta lungsuran atau meminjam barang-barang bayi dari teman atau keluarga.

Barang-barang bayi memang cenderung lebih awet karena digunakan dalam waktu yang cukup singkat.

Langkah ini sangat efektif untuk berhemat, mengingat bayi Anda akan tumbuh dengan pesat. Sayang ‘kan kalau bajunya masih bagus tapi sudah tidak muat lagi?

Jangan gengsi meminta atau meminjam barang dari teman atau saudara. Dengan demikian, uang yang Anda sudah alokasikan bisa digunakan untuk keperluan lain.

Mengatur-Keuangan-Setelah-Bayi-Lahir-5 Baju Bayi-Finansialku

[Baca Juga: Moms, Banyak Cara untuk Berhemat saat Memiliki Bayi]

 

#3 Beli Barang Online atau Beli Secondhand

Seperti yang Anda ketahui, harga barang-barang bayi di toko-toko offline di Indonesia cukup mahal salah satunya karena harga sewa tempat yang mahal.

Untuk itu, jika Anda ingin mencari perlengkapan bayi dengan harga yang lebih murah, Anda bisa membelinya di toko atau situs online. Kalau bisa, carilah yang pengirimannya langsung dari Tiongkok.

Kini sudah banyak e-commerce yang menjual barang-barang yang dikirim langsung dari negeri tirai bambu tersebut, lho. Tentu dari segi harga juga sangat besar selisihnya.

Selain itu, Anda juga dapat membeli perlengkapan bayi secondhand melalui komunitas ibu yang dapat Anda cari di media sosial.

 

#4 Beli Grosiran

Anda juga dapat berhemat untuk membeli pakaian bayi dengan cara mengajak teman yang juga ingin belanja pakaian bayi.

Beli dalam jumlah banyak dapat memotong pengeluaran Anda ketimbang membeli satuan.

 

#5 Membuat Makanan Sendiri

Tips kelima untuk menekan pengeluaran adalah dengan membuat makanan bayi sendiri.

Bahan makanannya bisa didapatkan dari makanan yang biasanya dimakan keluarga. Kemudian Anda dapat menghaluskannya agar dapat dicerna si kecil. Tentunya akan lebih hemat, bukan?

Jika Anda tidak tahu cara membuatnya, Anda bisa membeli buku kumpulan resep makanan bayi atau mencari resepnya di internet.

Sekarang di YouTube pun sudah banyak tutorial membuat makanan bayi, lho.

 

#6 Utamakan ASI

Tentu, semua orang setuju bahwa memberikan ASI kepada bayi merupakan pilihan tepat ketimbang memberikan susu formula.

Tapi, ada banyak alasan mengapa ibu-ibu tidak dapat memberikan ASI kepada bayinya, salah satunya adalah karena sang ibu bekerja.

Itulah mengapa akhirnya banyak ibu yang memberikan susu formula kepada bayinya.

Menggunakan susu formula memang lebih mudah karena tinggal diseduh saja. Namun, harga susu formula saat ini sudah sangat mahal dan jika Anda hanya menggunakan susu formula saja, pengeluaran Anda akan sangat membengkak.

Jadi, selama kondisi memungkinkan, utamakanlah memberikan ASI kepada sang bayi. Selain tidak menguras kantong, ASI juga lebih baik bagi perkembangan sang bayi.

Jika tidak bisa memberi ASI karena ibunya harus bekerja, gunakanlah pump breast untuk memompa ASI ke dalam botol, dan simpan cadangan ASI di kulkas.

 

#7 Gunakan Popok Kain

Jika Anda memiliki banyak waktu dan ingin lebih berhemat, Anda dapat menggunakan popok kain yang dijual di pasaran dengan harga yang sangat terjangkau.

Pengeluaran untuk popok memang sangat besar, sehari saja bisa ganti sampai dua kali. Untuk itu, popok kain adalah alternatif yang sangat tepat.

Tetapi, jika Anda memilih untuk menggunakan popok sekali pakai, cara terbaik untuk menghemat pengeluaran Anda adalah dengan membeli popok dalam jumlah besar di toko grosiran.

Mengatur-Keuangan-Setelah-Bayi-Lahir-6-Popok-Finansialku

[Baca Juga: Cara Menghemat Perlengkapan Bayi Baru Lahir untuk Anda para Calon Bunda]

 

Atur Keuangan Keluarga Anda dan Hidup Bahagia Tanpa Utang

Kehadiran sang bayi merupakan momen yang amat menyenangkan bagi setiap pasangan suami istri.

Namun, seringkali hal ini membuat kedua orangtua terlalu bersemangat dan lupa untuk mengatur keuangan dengan tepat.

Jangan ditunda-tunda lagi, segera atur keuangan keluarga sehingga berbagai kebutuhan anak dan juga rumah tangga dapat terpenuhi.

 

Terima kasih sudah membaca artikel ini hingga selesai.

Apakah informasi dalam artikel ini menambah wawasan dan berguna untuk Anda? Apakah ada teman-teman atau rekan Anda yang membutuhkan informasi ini juga?

Bagikan artikel ini untuk membantu mereka mendapatkan informasi ini dan menambah wawasan tentang pilihan asuransi yang tepat.

 

Sumber Referensi:

  • Meiskhe. 4 Juli 2017. 5 Trik Mengatur Keuangan Setelah Bayi Lahir. Motherandbaby.co.id – https://goo.gl/DxmGRF
  • Atalya. 30 September 2017. Ini Biaya Membesarkan Bayi di Indonesia. Ibupedia.com – https://goo.gl/EVcemE
  • Siti Hadijah. 8 Januari 2017. Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga Setelah Hadirnya Anak. https://goo.gl/7cJ415

 

Sumber Gambar:

  • Kelahiran Bayi – https://goo.gl/m7rntS
  • Utang – https://goo.gl/PG2Crd
  • Barang Bayi – https://goo.gl/kN7xUe
  • Bermain dengan Bayi – https://goo.gl/NBD6Ku
  • Baju Bayi – https://goo.gl/dcUqz4
  • Popok Bayi – https://goo.gl/9wJDFg