Penasaran tidak sih bagaimana solusi masalah keuangan tanpa harus mengeluarkan uang lebih banyak?

Banyak orang berasumsi mengatasi masalah keuangan sangatlah sulit untuk dilakukan. Namun, hal ini nyatanya ada solusinya.

Jika Anda ingin mengetahui apa solusi masalah keuangan ini, simak ulasannya dalam artikel Finansialku berikut ini!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Apa Benar Cara Mengatasi Masalah Keuangan Adalah Dengan Mengeluarkan Lebih Banyak Uang?

Banyak orang yang mengungkapkan bahwa mereka mencari uang lebih untuk mengatasi masalah keuangannya?

Masalahnya adalah, stabilitas keuangan tidak akan tercapai hanya dengan pemasukan lebih banyak.

Tentu saja hal ini menyebabkan mereka terus mencari uang lebih, tanpa menemukan solusi dari masalah keuangannya.

Padahal, jawaban untuk mengatasi masalah keuangan bukanlah uang berlebih. Hal yang dibutuhkan justru sesuatu dari dalam diri Anda sendiri, yakni sikap disiplin akan keuangan.

Mereka yang fokus terhadap jumlah yang mereka peroleh daripada berapa jumlah yang mereka keluarkan biasanya gagal untuk menyadari bahwa tidak akan pernah ada pemasukan yang cukup tinggi untuk memenuhi semua hal yang kita inginkan.

Pernahkah Anda mendengar orang tua berkata,

“Percuma mencari pemasukan terus menerus, nanti juga habis lagi. Karena semakin tinggi pemasukan semakin tinggi juga pengeluaran.”

 

Perkataan ini benar adanya, karena umumnya saat Anda merasa bahwa Anda memiliki uang lebih banyak, biasanya Anda juga akan mengeluarkan uang lebih banyak. Ini sudah hukum alam.

Oleh karena itulah, Anda harus tahu bahwa yang perlu dipikirkan bukan hanya pemasukan, tapi juga pengeluaran.

Bahkan, sebagian dari mereka yang kurang disiplin dalam keuangan malah menghadapi utang lebih tinggi saat pemasukannya bertambah.

Bukannya memperbaiki keadaan, biasanya peningkatan pemasukan juga bisa menimbulkan masalah.

728x90 hitung sekarang - pasangan
300x250 - Hitung Sekarang - pasangan

 

Jadi, daripada terus memikirkan cara menambah pemasukan sebagai solusi masalah keuangan Anda, lebih baik Anda mencari alternatif solusi yang lebih efektif.

Apa solusi masalah keuangan yang dimaksud? Finansialku akan menjabarkannya kepada Anda.

Salah satu langkah awal yang harus Anda lakukan ialah dengan membuat perencanaan keuangan sedini mungkin.

Anda akan mengetahui apa saja yang harus direncanakan secara keuangan baik di masa sekarang maupun di masa mendatang.

Dengan begitu, kontrol alur keuangan Anda menjadi lebih baik. Miliki panduannya dengan men-download ebook Finansialku berikut secara gratis:

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Lakukan sekarang juga sebelum terlambat. Rasakan manfaatnya di kemudian hari!

 

Kenali Situasi Finansial Pribadi Anda dan Solusi Masalah Keuangannya

Setiap orang memiliki situasi finansial yang berbeda-beda. Anda tidak bisa memaksakan diri menyamakan situasi dengan orang lain.

Ingatlah bahwa masalah yang berbeda membutuhkan solusi yang berbeda juga.

Sebagai contoh, beberapa situasi finansial yang cenderung dialami masyarakat kita adalah sebagai berikut:

 

#1 Berusaha Menyamakan Diri Dengan Orang Lain Untuk Mempertahankan Status Sosial

Situasi semacam ini sering dikenal dengan sebutan “Keeping up with the Joneses”, di mana Anda berusaha mempertahankan status sosial dengan menyamakan diri dengan gaya hidup orang lain.

Hal ini semakin menjadi tekanan pada masa serba modern, di mana secara tidak sadar hadirnya media sosial membuat Anda semakin tertekan.

Anda ingin tampil sebaik, sesukses, dan sekaya orang lain di media sosial Anda.

Tekanan ini menyebabkan Anda mengeluarkan lebih banyak uang dari seharusnya, dan mengorbankan keamanan finansial hanya untuk tampak sempurna di mata orang lain.

Hedonisme dan Gaya Hidup Konsumtif yang Dapat Merusak Keuangan Anda 01 - Finansialku

[Baca Juga: Pendidikan Keuangan Sama Pentingnya dengan Pendidikan Formal]

 

Solusi:

Penting untuk mengetahui bahwa kebiasaan menyamakan diri dengan orang lain adalah kebiasaan buruk.

Anda perlu tahu apa nilai yang penting bagi Anda, dan bagaimana mencapai nilai tersebut. Artinya, Anda mengeluarkan uang untuk sesuatu yang berarti dan bermakna bagi Anda, bukan untuk orang lain.

Anda tidak perlu lagi memahami nilai orang lain, dan Anda juga tidak perlu mengeluarkan uang untuk memperoleh hal yang sama.

Mengetahui nilai diri sendiri dengan jelas akan memudahkan Anda untuk membuat keputusan finansial berdasarkan apa yang penting, daripada apa yang Anda kira penting.

 

#2 Membeli Sesuatu Secara Impulsif

Pernahkah Anda membeli sesuatu di supermarket karena ada promo atau diskon, meski Anda tidak membutuhkannya? Inilah yang disebut dengan pembelian impulsif.

Sebuah survei yang dilakukan Harris Interactive and the National Endowment for Financial Education menyatakan bahwa, 80 persen orang Amerika mengaku telah membuat pembelian secara impulsif, entah itu belanja untuk dirinya sendiri atau untuk keluarga.

Dari jumlah tersebut, dua pertiganya mengatakan bahwa mereka menyesali pembelian tersebut.

Artinya, hal ini timbul karena adanya tekanan kuat dari luar, misalnya saja promo, produk yang dikemas begitu menarik, atau aroma parfum yang begitu lembut saat menerpa hidung kita.

Hal ini menyebabkan meningkatnya kadar dopamin (hormon yang menimbulkan rasa bahagia) di dalam otak, dan menyebabkan Anda membeli sesuatu yang tidak Anda butuhkan.

 

Solusi:

Saat berencana membeli sesuatu, Anda harus membuat daftar belanja yang ditaati dengan ketat. Jangan biarkan otak Anda mempengaruhi keputusan pembelian Anda.

Hindari juga berkeliling terlalu luas saat berbelanja. Segera tuju lorong belanja sesuai dengan daftar belanja, jangan luangkan waktu untuk melihat yang tidak perlu.

Tips kedua yakni dengan membawa uang secukupnya saat berbelanja, dan hindari menggunakan kartu kredit.

Dengan demikian Anda akan membatasi pembelian dan menolak membeli lebih dari yang dibutuhkan.

 

#3 Memanfaatkan Kartu Kredit Dengan Suku Bunga Mencekik

Berdasarkan data hasil survei Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI), terdapat peningkatan kebutuhan kartu kredit di Indonesia pada tahun 2016 sebesar 1,18%.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa kartu kredit semakin populer dan diminati masyarakat.

Tapi, tahukah Anda bahwa jika Anda menggunakannya dengan tidak bijak kartu kredit malah membawa petaka terhadap keuangan?

Saat menggunakan kartu kredit Anda mungkin hanya berpikir “Gampang, bisa dilunasi bulan depan.”

Tetapi sekali memulai, bisa saja hal ini menjadi kebiasaan sehingga tiba-tiba utang sudah menumpuk. Belum lagi adanya bunga yang dikenakan terhadap utang tersebut.

Anda bisa saja memiliki alasan kuat untuk berutang, tetapi apapun alasannya, utang kartu kredit bukanlah solusi.

Kartu kredit ditujukan untuk mempermudah transaksi non-tunai, bukan untuk melilit Anda dalam utang.

7+ Tips Menjaga Keamanan Kartu Kredit Anda Finansialku 2

[Baca Juga: 7 Alasan Utama Kenapa Pendidikan Manajemen Keuangan Penting untuk Keluarga Anda]

 

Solusi:

Memanfaatkan kartu kredit sebenarnya sah-sah saja, tapi Anda harus bijak menggunakannya agar tidak menjadi masalah keuangan.

Nah, jika Anda sudah terjerat lilitan utang kartu kredit, tandanya Anda perlu stop menggunakan kartu kredit. Anda perlu memulai baru dengan mengeliminasi sumber masalahnya: KARTU KREDIT.

Dengan begitu, Anda sudah memangkas potensi utang baru, dan bisa berkonsentrasi untuk melunasi utang-utang yang tersisa.

Jika Anda belum terjerat utang kartu kredit, upayakan selalu memanfaatkan kartu kredit dalam batas kemampuan finansial Anda.

Artinya, pastikan Anda bisa membayar tagihannya tepat jumlah dan tepat waktu sebelum menggunakannya.

 

#4 Tidak Punya Dana Darurat

Hari gini masih belum punya dana darurat? Bagaimana bisa Anda mengatasi masalah mendadak yang membutuhkan dana cepat?

Sesuai namanya, dana darurat merupakan sejumlah dana yang perlu disiapkan untuk mengahadapi keadaan yang darurat, DAN merupakan sebuah komponen yang wajib dalam rencana keuangan yang solid.

Dana darurat dirancang khusus untuk mengatasi keadaan darurat yang membutuhkan cadangan finansial. Dana ini merupakan tindakan pencegahan kegagalan finansial saat Anda sedang membutuhkan dana cepat.

Jika tidak punya dana darurat, biasanya orang cenderung mengandalkan utang saat keadaan darurat.

Ujung-ujungnya? Jadi tumpukan utang yang tidak pernah habis.

Ingat lho, keadaan darurat bukan hanya satu atau dua kali, ini bisa terjadi kapan saja di mana saja tanpa bisa Anda prediksi.

 

Solusi:

Jangan habiskan hidup Anda hanya untuk terlilit dalam tumpukan utang. Hindari utang dengan mempersiapkan dana darurat sedari jauh-jauh hari.

Ingatlah bahwa dana darurat adalah salah satu faktor penting yang menentukan apakah Anda akan mencapai kesuksesan finansial atau malah menghadapi masalah finansial.

 

#5 Mengandalkan Warisan

Pernahkah Anda melihat teman atau kerabat yang sukses dan berpikir dalam hati:

“Kenapa ya, mereka bisa begitu mudah meraih sukses di usia muda? Sementara, sampai sekarang aku masih terus berjuang dan belum bisa sehebat mereka?”

 

Tapi pernahkah Anda berpikir bahwa mungkin saja mereka adalah orang-orang beruntung yang memperoleh kekayaan dari orang tuanya alias mengandalkan warisan?

Anda tidak perlu kecewa, karena sukses itu bukan ditunjukan dengan kekayaan.

Mereka yang mengandalkan warisan belum tentu sukses. Sukses itu milik mereka yang mau berusaha, bahkan jika harus dimulai dari nol.

Kini-Harta-Warisan-Dibidik-Pajak!-Yuk-Bijaksana-Mengelola-Harta-Warisan-1-Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Menghilangkan Biaya Tambahan Kartu Kredit?]

 

Solusi:

Jangan pernah merasa iri akan warisan orang lain.

Jika Anda beruntung dan memiliki warisan pun, jangan jadikan warisan ini masalah keuangan dengan menggunakannya sembarangan.

Solusinya adalah dengan memanfaatkan warisan untuk dikembangkan kembali demi masa depan atau demi buah hati Anda kelak. Bukan dengan menghabiskannya begitu saja.

 

#6 Mengandalkan Gaya Hidup Konsumtif

Gaya hidup konsumtif tidak bisa dilepaskan dari gaya hidup hedonisme yang dianut.

Di satu sisi, pola dan gaya hidup konsumtif memberikan kenikmatan dan kepuasan baik secara fisik maupun psikologi.

Namun disadari atau tidak, gaya hidup konsumtif justru memiliki dampak kurang baik terhadap “kesehatan finansial”.

Gaya hidup konsumtif dapat dikatakan sebagai pemborosan. Sementara pemborosan itu sendiri bisa dimaknai sebagai suatu perilaku yang berlebihan melampaui apa yang dibutuhkan.

Tanpa disadari, perilaku ini akan menjadi kebiasaan yang mengendap dan membentuk karakter yang sulit diubah apalagi dihilangkan.

Ketika kita telah menaikkan gaya hidup, maka untuk menurunkan gaya hidup bukanlah hal yang mudah.

 

Solusi:

Saatnya membedakan mana yang merupakan keinginan dan mana yang kebutuhan.

Jangan biarkan Anda mengeluarkan uang untuk hal-hal yang sebenarnya tidak Anda butuhkan. Lapar mata sangat berbahaya dan bisa jadi masalah keuangan.

Jadi, solusi satu-satunya untuk hal ini adalah selalu berkata pada diri sendiri saat ingin membeli sesuatu,

“Apakah ini sesuatu yang saya perlukan? Apakah saya tidak bisa melanjutkan hidup jika tidak membelinya?”

 

Jika jawabannya adalah ya, maka Anda boleh membelinya. Jika tidak, coba pikirkan kembali keputusan Anda.

 

#7 Membeli Sesuatu di Luar Kemampuan Finansial

Apa yang terjadi saat seseorang membeli sesuatu di luar kemampuan finansialnya? Benar sekali, akibatnya adalah utang.

Anda bisa menumpuk utang saat membeli sesuatu di luar kemampuan finansial Anda. Artinya, Anda sedang membuat masalah keuangan.

Banyak sekali orang yang melakukan kesalahan ini, karena asumsi bisa memperoleh kredit dengan mudah. Tidak jarang KTA, kartu kredit, kredit multi guna diperoleh dengan sangat mudah.

Masalahnya adalah mereka lupa mempertimbangkan bagaimana cara membayar cicilannya kelak. Akhirnya, Anda bisa dikejar-kejar debt collector atau bahkan aset Anda disita.

Solusi Masalah Keuangan 02 Finansialku

[Baca Juga: Pelajaran Beharga! 6 Kesalahan Saat Meluasi Utang yang Dilakukan Kakek Fico]

 

Solusi:

Selalu pertimbangkan kemampuan finansial Anda sebelum membeli sesuatu, meski banyak kredit beredar di luar sana.

Saat mengambil kredit pun selalu pikirkan debt ratio, di mana biasanya kredit yang ideal hanya memakan maksimal 30% dari pemasukan Anda rata-rata per periodenya.

Dengan demikian, tidak ada lagi istilah telat bayar atau bayar minimum, karena memang kredit yang diambil sesuai dengan kemampuan finansial Anda.

 

#8 Tidak Mencatat Keuangan

Dalam pencatatan keuangan ini, yang dimaksud adalah pencatatan pemasukan dan pengeluaran Anda.

Tujuannya? Untuk mengetahui seberapa besar pemasukan dan pengeluaran Anda sehingga bisa mengestimasi anggaran yang tepat.

Anda juga bisa mengetahui ke mana uang Anda pergi. Jadi tidak ada lagi kebingungan, “Kok uang saya sudah habis di pertengahan bulan ya?”

Jika Anda tahu ke mana uang Anda pergi, maka Anda dapat mulai melakukan penghematan.

 

Solusi:

Cari tahu bagian mana saja yang masih boros:

  1. Pengeluaran mana yang dapat dihemat,
  2. Pengeluaran mana yang perlu ditambah,
  3. Pengeluaran mana yang dapat dihilangkan, dan lain sebagainya.

 

Nah, Anda bisa memanfaatkan aplikasi Finansialku untuk mencatat keuangan tersebut. Untuk ilustrasinya, cobalah simak video berikut ini:

 

#9 Tidak Punya Anggaran

Sebagian besar dari kita tidak menelusuri ke mana uang kita pergi. Coba saya berikan satu pertanyaan kepada Anda:

“Berapa banyak uang yang Anda keluarkan kemarin?”

 

Mayoritas pasti tidak dapat langsung menjawab pertanyaan itu. Terlebih apabila saya kembali bertanya:

“Untuk apa saja uang tersebut digunakan?”

 

Maka akan semakin banyak yang hanya termenung dan terdiam. Hal ini membuktikan bahwa Anda belum mengatur keuangan dengan baik.

10 Aplikasi Pengatur Keuangan Terbaik di Indonesia 07- Finansialku

[Baca Juga: Konsultasi: Apa Saja Tips Praktis Mempersiapkan Dana Pendidikan dan Asuransi Dana Pendidikan]

 

Solusi:

Agar pengaturan keuangan dalam keluarga teralokasikan dengan baik, dibutuhkan sebuah anggaran yang mengatur prioritas dan alokasi kebutuhan.

Anda sebaiknya menentukan apa yang penting dalam hidup Anda dan pasangan. Dengan kata lain, ini waktunya untuk berhenti memboroskan uang untuk sesuatu yang tidak dianggap penting.

Cobalah diskusikan matang-matang apa tujuan hidup Anda dan pasangan secara finansial, dan buatlah anggaran yang sesuai dengan nilai-nilai penting hidup tersebut.

Pengeluaran Anda secara otomatis akan lebih dimanfaatkan pada hal-hal yang bernilai, dan pada akhirnya membuat hidup keluarga lebih sejahtera.

Jika Anda kebingungan dengan cara membuat anggaran yang baik, aplikasi Finansialku menyediakan fitur pembuatan anggaran bagi Anda.

Fitur ini sangatlah mudah dan praktis, sehingga dapat memudahkan Anda mengatur anggaran setiap bulannya.

Dengan demikian, Anda sudah selangkah lebih dekat untuk memperbaiki pengaturan keuangan dan meraih kebebasan finansial.

Jika Anda pengguna baru silakan register terlebih dahulu. Aplikasi Finansialku juga dapat Anda download di Google Play Store.

 

#10 Tidak Memikirkan Masa Pensiun

Financial Finesse menunjukkan bahwa 61% dari pekerja tidak tahu apakah simpanan mereka akan cukup untuk menjamin masa pensiun yang bahagia.

Kelompok ini tersesat dalam ketidaktahuan karena kurangnya perencanaan. Seperti sebuah pepatah mengatakan:

 “Those who fail to plan, plan to fail.”

 

Artinya, Anda yang gagal membuat rencana sama saja dengan merencanakan kegagalan.

 

Solusi:

Salah satu penyebab 90% orang yang tidak siap menghadapi pensiun adalah karena kurangnya persiapan sejak usia muda. Di sinilah pentingnya sebuah PERENCANAAN PENSIUN (retirement plan).

Dengan perencanaan pensiun, Anda akan memperoleh beberapa benefit.

Salah satunya yaitu mempertahankan gaya hidup (lifestyle) Anda saat pensiun, sehingga Anda bisa terhindar dari kesalahan-kesalahan dalam mempersiapkan masa pensiun.

Syaratnya, jangan terlambat melakukan perencanaan pensiun.

Kabar baiknya, kini sudah banyak tools yang dapat membantu Anda membuat perencanaan pensiun, misalnya dengan menggunakan aplikasi Finansialku. Dengan demikian masa pensiun bisa dihadapi dengan tenang dan sejahtera.

 

Manfaatkan Solusi Masalah Keuangannya Sekarang!

Jangan pernah beranggapan bahwa masalah keuangan hanya bisa diselesaikan dengan lebih banyak uang.

Melalui pembahasan di atas, Anda tentu sudah paham seberapa penting untuk menentukan situasi keuangan, menentukan solusi, hingga melakukan tindakan untuk memanfaatkan solusi tersebut dalam mengeliminasi masalah.

Memang betul tambahan pemasukan bisa membantu Anda sedikit demi sedikit, namun jika tidak disertai dengan solusi masalah keuangan lain yang tepat bisa-bisa ujungnya tetap masalah juga.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda setuju dengan kami?

 

Apakah Anda memiliki pertanyaan mengenai solusi masalah keuangan yang mudah Anda lakukan lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Perencana Keuangan kami siap membantu Anda, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Len Penzo. How to Fix Your Finances without More Money. Lenpenzo.com – https://goo.gl/tkj5f3

 

Sumber Gambar:

  • Solusi Masalah Keuangan 1 – https://goo.gl/RqbFQQ
  • Solusi Masalah Keuangan 2 – https://goo.gl/UQtGRY