Bagi para pengguna ojek online dan driver, tentu kenaikan tarif ini akan sangat terasa dampaknya. Namun apakah tarif yang ditetapkan masih tergolong murah atau mahal?

Agar lebih jelas mari simak pembahasannya berikut ini.

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku and News

 

Kenaikan Tarif Ojek Online

Kementerian Perhubungan sudah mengumumkan besaran tarif jasa ojek online atau yang suka disebut “ojol”.

Kementerian perhubungan mengatur tarif ojol berdasarkan masukan dari aplikator, pengemudi, serta berbagai kajian sehingga melahirkan komponen biaya jasa langsung dan tidak langsung.

Besaran komponen biaya jasa langsung yakni, segala keperluan pengemudi, baik untuk perawatan kendaraan maupun penghasilannya. Adapun, biaya jasa tidak langsung yakni, besaran biaya jasa yang merupakan beban dari aplikator.

Pembagiannya, besaran maksimal biaya jasa tidak langsung adalah 20% dari total biaya yang dibebankan seluruhnya kepada penumpang. Ketika ditambahkan 20% dari potongan aplikator, masyarakat perlu merogoh kocek Rp2.312 – Rp3.000 per km.

Tarif ojek online yang kini telah mengalami kenaikan resmi berlaku pada bulan Mei 2019. Kementerian Perhubungan menetapkan batas atas dan batas bawah tarif ojek online berdasarkan tiga zona.

Batas tarif paling rendah telah ditetapkan sebesar Rp1.850 per km, dan untuk batas atas tarif paling tingginya ditetapkan sebesar Rp2.600 per km.

Siap-Siap, Tarif Ojek Online Naik Hingga Rp2.600 per Km 02 Ojek Online 2 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Asuransi Untuk Kendaraan Ojek Online?]

 

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setyadi mengatakan bahwa tiga zona tersebut terdiri dari, zonasi pertama terdiri dari Sumatera, Bali, Jawa selain Jabodetabek akan dikenakan tarif sebesar Rp1.850 per km.

Zonasi kedua, yaitu Jabodetabek yang dikenakan batas bawah tarifnya sebesar Rp2.000 per km, sedangkan zonasi ketiga yang terdiri dari Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua ditetapkan tarif sebesar Rp2.100 per km. Budi mengatakan:

“Kenapa Jabodetabek menjadi berbeda dari yang lain karena untuk pola perjalanan ojol di Jakarta merupakan kebutuhan primer. Ini hasil riset juga. Artinya ojol sudah jadi kebutuhan utama masyarakat dari rumah ke feeder kendaraan umum lain.”

 

Sementara itu, untuk batas atas tarif tertinggi ditetapkan untuk zona tiga sebesar Rp2.600 per km, kemudian zona dua sebesar Rp2.500 per km, dan zona satu Rp2.300 per km.

Menurut Budi Setyadi, biaya jasa minimal di rentang Rp8.000-Rp10.000, ini per 4 km. Jadi, jika masyarakat naik ojek online di bawah 4 km biayanya akan tetap sama.

Berikut ini tarif ojek online dari Kemenhub:

Zonasi I

  • Tarif Batas Bawah: Rp1.850/km
  • Tarif Batas Atas: Rp2.300/km
  • Biaya Jasa Minimal: Rp7.000-Rp10.000/km

Zonasi II

  • Tarif Batas Bawah: Rp2.000/km
  • Tarif Batas Atas: Rp2.500/km
  • Biaya Jasa Minimal: Rp8.000-Rp10.000/km

Zonasi III

  • Tarif Batas Bawah: Rp2.100/km
  • Tarif Batas Atas: Rp2.600/km
  • Biaya Jasa Minimal: Rp7.000-Rp10.000/km

 

Selanjutnya Budi menjelaskan bahwa penetapan tarif ini dilakukan untuk melindungi konsumen dan memberikan kepastian kepada para pengemudi ojek online.

Adapun rentang tarif, menurut Budi ditetapkan oleh masing-masing aplikator. Dalam regulasi tersebut, menurutnya pemerintah juga akan mengatur asuransi jika terjadi kecelakaan.

Seperti BPJS Kesehatan, Ketenagakerjaan, hingga Jasa Raharja akan dilibatkan. Budi mengatakan:

“Di dalam keputusan ini, akan kami lakukan evaluasi tiga bulanan.”

 

Biaya yang dikenakan dari pihak aplikator akan dimasukkan ke surat keputusan (SK) Kemenhub yakni, tidak boleh lebih dari 20%.

Perusahaan aplikator ojol masih bisa memberikan tarif promosi atau potongan harga bagi pengguna jasa asalkan pendapatan pengemudi tetap sesuai aturan pemerintah.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan sudah melakukan peninjauan ke negara lain terkait tarif ojol seperti, Vietnam dan Thailand. Kedua Negeri Jiran itu juga menerapkan tarif minimal mirip di Indonesia saat ini.

Budi mengatakan, aplikator akan memperhitungkan masalah algoritmanya lagi sehingga nanti aplikasi akan menyesuaikan dengan tarif yang baru.

Selanjutnya, Kemenhub akan melakukan sosialisasi ke sejumlah kota besar, termasuk sosialisasi atas peraturan menteri No. 12/2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

 

Dampak Tarif Ojek Online Naik

Kenaikan tarif ojek online ini mendapatkan respon dari berbagai pihak terutama dari pengguna ojol. Kebanyakan penumpang mengaku bahwa untuk menyiasati kenaikan tarif ojek online dengan menggunakan promo.

Menurut sebagian masyarakat tarif Rp2.500 per km itu terlalu mahal. Bahkan jika dibandingkan dengan naik kendaraan pribadi itu akan jadi pilih terbaik dari pada naik ojek online.

Salah satu mahasiswi Universitas Bakrie mengatakan:

“Kalau saya sebagai mahasiswa engga munafik pasti tetap bakalan ngandelin promo, apalagi saya di Jakarta yang dimana-mana macet terus tarif naik, jadilah andelin promo.”

Namun ada pula yang mengatakan bahwa dirinya tidak terlalu mempermasalahkan kenaikan tarif ini dan hanya mengandalkan ojol untuk melakukan perjalanan jarak dekat.

Anggota Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono sebelumnya mengatakan bahwa tarif ojol yang pas adalah di angka Rp2.400 per km.

Di bawah angka tersebut dinilainya tak layak untuk kesejahteraan mitra pengemudi. Igun mengatakan:

“Kami dari semua komunitas yang tergabung dalam Garda semua provinsi se Indonesia akan rembug nasional untuk tentukan langkah lanjut. Aksi demo ojol akan menjadi pilihan akhir, hasil dari kesepakatan semua komunitas ojol di Garda.”

Selama ini tarif yang ditetapkan Grab dan Gojek sebagai aplikator dirasa terlalu mencekik bagi para mitra yaitu sekitar Rp1.200 hingga Rp1.500 per km.

Sedangkan versi pengemudi tarif yang diinginkan yaitu Rp2.500 hingga Rp3.000 per km. di sisi lain keinginan pemerintah ingin tarif ojol dimulai dari Rp2.000 hingga Rp2.500 per km.

Jika benar-benar naik, tentunya Anda harus siap menghadapi berbagai kemungkinan kenaikan harga ini, bukan hanya pada harga ojol tapi juga harga-harga lainnya yang bisa mempengaruhi kehidupan sehari-hari.

Lalu, bagaimana menghadapinya? Rencanakan dan kelola keuangan Anda dengan baik serta persiapkan dana darurat! maka kondisi keuangan Anda akan siap menghadapi berbagai keadaan darurat.

Tidak perlu ribet lagi, kini Anda bisa merencanakan dan mengatur keuangan menggunakan Aplikasi Finansialku yang dapat Anda download melalui link di bawah ini atau melalui Google Play Store.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyado mengatakan penetapan tarif ini telah mempertimbangkan tiga hal.

Pertama, mempertimbangkan kepentingan pengemudi. Kedua, mempertimbangkan masyarakat. Ketiga, mempertimbangkan kepentingan dua aplikator, yaitu Grab dan Gojek. Budi mengatakan:

“Supaya tidak mati dua-duanya, ekspektasinya bagaimana kita buat regulasi, kita juga dengar bagaimana aspirasi mereka.”

 

Keputusan dalam menaikkan tarif ojek online ini ternyata menimbulkan pro dan kontra, terutama pada sopir ojek online yang minta tarif itu dinaikkan lagi menjadi Rp2.400 per km.

Merespon hal ini Kemenhub buka suara. Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi mengatakan sudah mengetahui keinginan para driver ojol.

Namun ketentuan pemerintah telah diputuskan sehingga pihaknya mesti menunggu hingga aturan tersebut berlaku dan berjalan selama tiga bulan.

Jika Anda membutuhkan referensi untuk merencanakan keuangan, Anda bisa membaca ebook Perencanaan keuangan untuk usia 30 an di bawah ini secara GRATIS.

Free Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Bagaimana pendapat Anda setelah membaca artikel diatas? Berikan tanggapan Anda pada kolom komentar di bawah ini.

Ayo bagikan artikel ini kepada teman dan kerabat Anda. Semoga bermanfaat, terima kasih.

 

Sumber Referensi:

  • Glh. 25 Maret 2019. Tarif Ojek Online Resmi Rp 1.850-Rp 2.600 per Km. Cnnindonesia.com – https://goo.gl/AhdRvK
  • Dea. 25 Maret 2019. Tarif Ojek Online Naik, Penumpang Andalkan Promo. Cnnindonesia.com – https://goo.gl/Pb25mm
  • Rinaldi Mohannad Azka. 26 Maret 2019. Tarif Ojol Telah Ditetapkan Kemenhub, Ini Dasar Perhitungannya. Bisnis.com – https://goo.gl/DnMNwg

 

Sumber Gambar:

  • Ojek Online – https://goo.gl/KfroFd
  • Ojek Online 2 – https://goo.gl/wmJA2D