Pernahkah Anda merasa 6 barang rumah tangga ini cepat habis? Mungkin karena Anda tidak sadar akan kebiasaan memboroskannya.

Untuk mengatasinya, mari kita lihat tips cara berhemat untuk barang-barang rumah tangga tersebut:

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Finansialku Planner

 

Mengenal Perbedaan Waste, Garbage, Rubbish, Trash, dan Litter

Pertama-tama, saya mau curhat dulu nih soal pemborosan. Saya dan suami hanya tinggal berdua di rumah. Untuk barang-barang kebutuhan sehari-hari biasanya kita beli secara bulanan, setiap akhir bulan.

Nah, belum lama ini saya menggunakan jasa asisten rumah tangga yang datang ke rumah seminggu sekali.

Saya kemudian menyadari, kok rasanya setelah ada asisten rumah tangga banyak barang rumah tangga yang lebih cepat habis. Padahal kan asisten rumah tangga hanya datang seminggu sekali saja.

Selain itu, hal ini ternyata bisa mempengaruhi biaya belanja bulanan saya secara signifikan.

Karena tidak rela biaya bulanan naik terus, saya berdiskusi dengan suami untuk meneliti, barang apa saja sih yang lebih cepat habis dan sering digunakan oleh asisten rumah tangga ini.

Saya pun mulai menuliskan tanggal pada setiap barang rumah tangga yang baru, untuk mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga barang tersebut habis.

Betapa kagetnya saya dan suami saat menemukan barang rumah tangga yang kelihatannya sepele tapi biasa dibuang tanpa sadar, yang secara tidak sengaja menjadi pemborosan.

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Saya dan suami mulai stres, pertama-tama saya langsung mulai memperbaiki pengelolaan keuangan rumah tangga kami untuk mengatasi biaya tambahan ini.

Saya mulai mencatat pengeluaran dan membuat anggaran.

Karena masih baru dalam berumah tangga, saya mencari alat bantu untuk menolong pengelolaan keuangan ini. Saya akhirnya menemukan aplikasi keuangan Finansialku yang lengkap sekali fitur-fiturnya.

Dengan aplikasi Finansialku, tidak sulit deh membuat anggaran dan mencatat keuangan. Saya langsung memanfaatkannya setiap bulan untuk memantau keuangan kami.

Moms, jangan habiskan waktu mengelola keuangan sendiri. Lebih baik segera download dan manfaatkan aplikasi Finansialku ini untuk mengatur keuangan rumah tangga Anda. GRATIS kok!

Anda bisa mengunduhnya via Google Play Store atau langsung registrasi terlebih dahulu melalui pc Anda.

Selain mencatatnya, bisa saja Anda melakukan beberapa kesalahan dalam perencanaan keuangan yang menyebabkan kebebasan finansial menjadi sulit tercapai.

Hal ini harus dihindari agar meminimalisasi masalah dalam keuangan agar kondisi keuangan Anda tetap stabil dan segera mencapai kebebasan finansial.

Miliki panduan perencanaan keuangan dengan men-download ebook gratis Finansialku berikut ini:

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Saya pun mulai mempelajari nih soal pemborosan, dan menemukan banyak istilah aneh, di antaranya Waste, Garbage, Rubbish, Trash, dan Litter. Apa sih bedanya?

  1. Waste

Oxford menjelaskan waste dengan “material that are no longer needed and are thrown away” yang artinya “material yang tidak lagi dibutuhkan dan dibuang”.

 

  1. Garbage

Cambridge mengungkapkan bahwa istilah garbage merujuk pada “US (UK rubbish) waste material or unwanted things that you throw away

 

  1. Rubbish

Rubbish adalah istilah sampah yang lebih sering digunakan oleh orang Inggris dibanding garbage, seperti penjelasan Cambridge berikut ini: “mainly UK (US garbage, also trashwaste material or things that are no longer wanted or needed

 

  1. Trash

Menurut kamus Oxford, trash didefenisikan sebagai berikut ini: “Waste, especially paper, cardboard and other dry material”

Jadi, trash merupakan sampah kering yang merupakan kebalikan dari garbage yang merujuk sampah basah.

 

  1. Litter

Sedangkan litter adalah sampah kecil di jalanan yang dibuang sembarangan oleh orang, misalnya kaleng, tisu, rokok, dan lainnya.

Begini penjelasan Cambridge: “small pieces of rubbish that have been left lying on the ground in public places.”

 

Barang Rumah Tangga 02 Finansialku

[Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Juga Bisa Merencanakan Keuangan dengan Aplikasi Finansialku]

 

Nah, setelah mengenal dan membedakan jenis-jenis sampah atau barang yang dibuang, mari melihat 6 barang rumah tangga yang biasa dibuang tanpa sadar, termasuk oleh asisten rumah tangga kami:

 

#1 Produk Pembersih

Sangat mudah memboroskan produk pembersih rumah tangga, misalnya saja pembersih kaca, larutan antiseptik, dan cairan pel.

Sering kali, produk pembersih ini dikemas dalam kemasan yang mengeluarkan isi lebih dari seharusnya, sehingga tanpa sadar Anda menggunakan lebih dari takaran yang disarankannya.

Selain itu, kebanyakan produk pembersih itu dibuat sangat variatif. Padahal Moms, produknya sebenarnya sama saja.

Kebanyakan produk pembersih adalah kombinasi dari baking soda dan cuka dengan perbandingan yang berbeda dan tambahan zat lainnya.

Anda sebenarnya bisa memanfaatkan satu jenis pembersih saja.

Barang Rumah Tangga 03 Finansialku

[Baca Juga: Moms, Lebih Baik Belanja Mingguan atau Bulanan?]

 

Untuk mengatasinya, saya mengecek jenis botol dan kemasan produk pembersih, kemudian mencampurkannya dengan air dengan takaran yang pas, sehingga meski digunakan lebih banyak dari seharusnya, takarannya tetap pas.

Selain itu, saya juga mulai meminimalisasi produk pembersih dan mengajarkan asisten rumah tangga saya untuk membersihkan beberapa hal sekaligus dengan satu jenis pembersih saja.

 

#2 Pasta Gigi

Jika Anda melihat iklan pasta gigi, pastinya Anda sering berpikir,

Betapa banyaknya pasta gigi yang dikeluarkan hanya untuk satu kali sikat gigi saja.”

 

Kenyataannya, Anda tidak perlu mengeluarkan begitu banyak pasta gigi per satu kali sikat gigi. Anda hanya membutuhkan sedikit saja, sekitar seukuran satu kuku jari kelingking Anda.

Iklan tersebut hanya memberikan ilusi agar konsumen membeli lebih banyak pasta gigi. Bahkan dokter gigi sekalipun menyarankan Anda untuk menggunakan sedikit saja pasta gigi.

Barang Rumah Tangga 04 Finansialku

[Baca Juga: Moms, Suka Belanja Berlebihan? Ini Cara Mengendalikannya!]

 

Asisten rumah tangga saya terkadang menggunakan pasta gigi ini untuk menyikat produk rumah tangga berbahan stainless steel agar tetap mengkilap dan bebas kerak air.

Namun sama halnya, Anda hanya membutuhkan jumlah yang sedikit bahkan untuk menyikat keran atau shower kamar mandi.

Jadi, biasakan untuk mengeluarkan sedikit saja pasta gigi saat menekan kemasannya.

 

#3 Shampoo dan Conditioner

Fenomena serupa terjadi pada shampoo dan conditioner.

Meski tidak ada hubungannya dengan asisten rumah tangga saya, namun saya menyadari terkadang suami memboroskan kedua hal ini. Kok bisa?

Suami saya sering berganti jenis shampoo dan conditioner, dan tentunya berganti-ganti botolnya juga.

Hal ini menyebabkan banyak isi shampoo dan conditioner yang masih menempel pada botol dan akhirnya terbuang.

Hal kedua yang saya perhatikan adalah Anda tidak membutuhkan berkali-kali pump untuk membersihkan seluruh kepala. Anda membutuhkan maksimal 2 pump saja.

Hal yang terpenting adalah menggosoknya dengan benar dan semua shampoo dan conditioner akan tersebar merata ke seluruh kepala. Gosok hingga seluruh bagian kepala bersih, dan bilas dengan air hangat.

Barang Rumah Tangga 05 Finansialku

[Baca Juga: Konsultasi: Cara Agar Uang Belanja Bisa Bertahan Sampai Akhir Bulan?]

 

Tips kedua adalah membeli produk isi ulang dan jangan berganti-ganti botol. Selain harganya lebih murah, Anda sudah meminimalisasi produk yang menempel di sisi botol.

Kemasan produk isi ulang cenderung berupa kantong yang lebih mudah dikeluarkan isinya hingga bersih.

 

#4 Detergent

Kembali ke asisten rumah tangga saya yang biasanya mencuci menggunakan mesin cuci di rumah.

Biasanya, detergent memberikan sebuah tutup atau sendok takar untuk menakar produknya. Sayangnya, sering kali takarannya tidak dapat terlihat dengan jelas.

Oleh karena itulah, asisten rumah tangga saya selalu mengisi sendok takar dengan penuh, tidak peduli seberapa sedikit pakaian yang dicuci.

Solusinya, saya menjelaskan kepadanya takaran yang sebaiknya digunakan, merujuk kepada takaran yang disarankan di kemasan detergen tersebut.

Barang Rumah Tangga 06 Finansialku

[Baca Juga: Benarkah Hobi Belanja Bisa Jadi Cara Mencapai Kebebasan Keuangan?]

 

Selain itu, saya juga mengakalinya dengan mencuci lebih jarang (saya baru mencuci saat pakaian sudah mencapai kira-kira 5 kg), sehingga asisten rumah tangga saya tidak akan kelebihan detergen saat mencuci.

 

#5 Produk Berbahan Dasar Kertas

Kalau yang satu ini, saya penyebab pemborosannya. Kenapa begitu?

Saya adalah tipe orang yang mudah jijik. Oleh karena itu, saya paling malas mengelap meja dengan lap. Saya selalu menggunakan tisu. Alhasil, suami saya sering ngomel kalau tisu di rumah cepat habis.

Selain itu, saya cenderung mengambil tisu lebih banyak dari yang dibutuhkan. Misalnya saja, untuk mengelap mulus setelah makan saya menggunakan 2 helai tisu. Padahal satu saja cukup lho!

Suami saya awalnya mengatasinya dengan memotong tisu saya menjadi dua, Jadi setiap saya mengambil tisu, saya hanya mengambil setengahnya.

Namun lama kelamaan, saya mencari tisu dengan helaian lebih sedikit (ply), kemudian mencari tisu dengan ukuran lebih kecil. Jadi, meski mengambil 2 helai sekaligus, tetap lebih hemat.

Barang Rumah Tangga 07 Finansialku

[Baca Juga: Ibu Rumah Tangga Bisa Belanja Hemat Pakai Kartu Kredit yang Tepat]

 

Untuk urusan mengelap meja, suami saya akhirnya turun tangan. Akhirnya dia yang selalu mengelap meja dengan lap ketimbang melihat saya memboroskan banyak tisu setiap habis masak dan makan.

 

#6 Water

Nah, yang satu ini lagi-lagi kembali saya perhatikan setelah asisten rumah tangga saya bekerja. Kok tagihan air saya semakin mahal ya?

Air memang salah satu pemborosan yang paling sering dilakukan tanpa sadar. Banyak orang tidak berpikir dua kali untuk menyalakan keran meski tidak digunakan.

Serupa halnya dengan asisten rumah tangga saya. Saat mencuci kain pel, saya mengamati bahwa air terus dinyalakan meski dirinya sedang memeras kain pel. Padahal artinya proses mencuci sudah selesai dan dirinya tidak perlu air lagi.

Selain itu, air juga digunakan berlebihan saat asisten rumah tangga saya menyiram halaman depan. Aduh, air dinyalakan hampir setengah jam, itu pun halaman masih belum selesai dibersihkan.

Barang Rumah Tangga 08 Finansialku

[Baca Juga: Moms, Ada 5 Game yang Mengajarkan Keuangan Kepada Anak Anda!]

 

Saya akhirnya mengatasinya dengan membeli keran otomatis dengan sensor, sehingga akan mati dengan sendirinya saat tidak digunakan. Siapa sangka keran ini menghemat banyak sekali air.

 

BONUS: Tips Menghemat Listrik

Listrik juga merupakan salah satu hal yang sering terbuang tanpa sadar.

Kabar baiknya, terdapat banyak kegiatan yang tanpa Anda sadari dapat mengurangi penggunaan listrik secara signifikan. Karena listrik pun bisa menjadi salah satu pemborosan rumah tangga paling besar.

Beberapa tips sederhana agar Anda dapat menghemat uang tagihan listrik di rumah adalah sebagai berikut:

 

#1 Minimalisasi Konsumsi Listrik Akibat Air Conditioner

Seiring dengan pemanasan global, Air Conditioner atau AC menjadi sebuah kebutuhan utama.

Kemudian bagaimana cara untuk meminimalisasi konsumsi listrik dari penggunaan AC?

Untuk itu, Anda dapat menerapkan beberapa tips berikut ini:

  1. Pilih dan gunakanlah AC hemat energi.
  2. Atur AC dalam kondisi “Power Save” dan atur agar mati secara otomatis saat suhu ruangan dingin.
  3. Saat AC digunakan, pastikan seluruh pintu dan jendela dalam ruangan tertutup.
  4. Matikan exhaust fan di dalam kamar mandi atau dapur.
  5. Gunakan alternatif kipas angin atau buka jendela saat udara tidak terlalu panas.
  6. Atur suhu AC secukupnya, semakin besar perbedaan suhu di luar dan AC, semakin besar energi listrik yang digunakan.
  7. Matikan AC saat rumah atau ruangan kosong.
  8. Bersihkan filter dan kompresor AC minimal sebulan sekali.
  9. Perhatikan kondisi AC di rumah Anda, AC yang tidak baik kondisinya (contoh: AC yang bocor) akan membutuhkan lebih banyak energi listrik.
  10. Hindari meyimpan tanaman di dekat AC untuk efisiensi sirkulasi udara.
  11. Gunakan pakaian yang sesuai dengan cuaca sehingga dapat meminimalisasi penggunaan AC.

 

#2 Minimalisasi Penggunaan Lampu

Langkah kedua yang dapat Anda gunakan adalah meminimalisasi pencahayaan yang berlebihan karena ternyata lampu merupakan salah satu faktor dalam pemborosan konsumsi listrik.

Beberapa tips untuk menghemat konsumsi listrik akibat pencahayaan adalah sebagai berikut:

  1. Pilih dan gunakanlah bohlam LED atau CFL. Walaupun harganya cenderung lebih mahal, namun bohlam LED atau CFL lebih tahan lama dan lebih hemat listrik daripada bohlam biasa.
  2. Pilih daya bohlam yang sesuai dengan kebutuhan cahaya di ruangan. Hindari penggunaan daya berlebihan.
  3. Gunakan bohlam hemat energi.
  4. Pertimbangkan untuk menggunakan sensor otomatis yang akan mematikan lampu saat kondisi terang.
  5. Pilih dan gunakan lampu dengan fitur dimming, sehingga lampu dapat diredupkan saat kurang dibutuhkan.

Mau-Renovasi-Rumah-Desain-Minimalis-05-Kap-Lampu-Finansialku

[Baca Juga: Moms, Sudah Tahu Bagaimana Cara Mengatur Dana Liburan]

 

#3 Minimalisasi Konsumsi Listrik Akibat Alat Elektronik

Tips berikut ini terdengar sangat sederhana namun ternyata memiliki pengaruh besar terhadap tagihan listrik Anda.

Berikut beberapa tips terkait alat elektronik yang umum digunakan di rumah:

  1. Matikan dan cabut kabel alat elektronik dari saklar jika tidak digunakan, karena listrik tetap mengalir walaupun alat elektronik dalam keadaan standby mode.
  2. Matikan alat elektronik yang tidak digunakan saat tidur.
  3. Matikan charger sesaat setelah alat elektronik terisi penuh. Pengisian daya berlebih tidak baik bagi alat elektronik dan juga merupakan pemborosan listrik.
  4. Gunakan alat elektronik hemat energi.
  5. Pertimbangkan untuk menggunakan laptop daripada desktop computer, karena konsumsi listriknya lebih kecil.

 

#4 Minimalisasi Konsumsi Listrik Akibat Mesin Cuci

Mesin cuci juga turut berkontribusi tinggi dalam konsumsi listrik di rumah Anda. Kemudian bagaimana cara meminimalisasi konsumsi listriknya sedangkan pakaian yang digunakan tentunya tidak dapat dikurangi?

Berikut beberapa tips untuk meminimalisasi konsumsi listrik mesin cuci tanpa merugikan gaya hidup Anda:

  1. Efisiensi penggunaan mesin cuci sesuai kapasitasnya, hindari mencuci pakaian dalam jumlah sedikit dan berulang-ulang.
  2. Atur mesin cuci untuk mencuci dengan air dingin.
  3. Minimalisasi penggunaan pengering (dryer) dan jemurlah pakaian Anda di bawah sinar matahari jika tidak terburu-buru.
  4. Bersihkan filter mesin cuci secara berkala.

 

Mau Memulai Usaha Laundry 1 Finansialku

[Baca Juga: Moms, Ini Tipe Investasi yang Cocok untuk Ibu Rumah Tangga]

 

#5 Efisiensi Penggunaan Listrik di Dapur

Sebagai ibu rumah tangga, menggunakan perangkat elektronik di dapur secara cerdas juga berpengaruh terhadap penggunaan energi listrik di rumah.

Beberapa tips agar penggunaan energi listrik di dapur lebih efisien yaitu:

  1. Atur kulkas dalam kondisi “Power Save” jika memungkinkan.
  2. Atur suhu yang tepat pada kulkas (suhu yang umum digunakan adalah 4 hingga 5 derajat Celcius dan -15 hingga -18 derajat Celcius pada freezer).
  3. Gunakan kulkas hemat energi.
  4. Tingkatkan efisiensi kulkas dengan membersihkan kumparan yang terletak di belakang kulkas secara berkala.
  5. Minimalisasi membuka pintu kulkas terlalu lama.
  6. Pertimbangkan menggunakan microwave dibandingkan oven untuk memanaskan makanan.
  7. Hindari membuka tutup pintu oven saat sedang digunakan.
  8. Jika Anda menggunakan kompor listrik, pertimbangkan untuk menggunakan panci dengan tutup agar panas lebih terkonsentrasi.

 

Nah, berikut beberapa barang rumah tangga yang biasa dibuang tanpa sadar dan tips untuk menghentikan pemborosannya.

Apakah Anda setuju dengan daftar pemborosan barang rumah tangga kami di atas?

 

Moms, Berhemat Yuk!

Dengan menggunakan beberapa tips dan trik di atas, kini Anda bisa berhemat banyak pada beberapa barang rumah tangga.

Tagihan bulanan kini tidak akan mahal dan boros seperti yang Anda pusingkan selama ini.

Yuk segera mulai aplikasikan tipsnya dan rasakan penghematannya.

 

Jika Anda berhasil menghemat banyak, ceritakan pengalaman Anda pada kolom komentar di bawah. Kami sangat menghargai komentar Anda.

Apakah Anda mengetahui barang rumah tangga yang biasa dibuang tanpa sadar lainnya? Tinggalkan komentar Anda di bawah. Jika ada pertanyaan, silakan ajukan pertanyaan Anda pada kolom di bawah ini, terima kasih, Moms!

 

Sumber Referensi:

  • Aan Setyawan. 3 Maret 17. Bahasa Inggrisnya Sampah: Mengenal Perbedaan Waste, Garbage, Rubbish, Trash, Litter, Debris, Scarp dan Refuse. M.belajarbahasa.id – https://goo.gl/WuSRJq
  • Trent Hamm. 22 Mei 2018. 6 Common Household Items You’re Wasting Without Realizing It. Money.usnews.com – https://goo.gl/xRPvDt
  • Ameeta Jain. 15 Oktober 2015. 100 Ways to Save Energi. Homeselfe.com – https://goo.gl/nrBEAj

 

Sumber Gambar:

  • Barang Rumah Tangga 1 – https://goo.gl/k2R84q
  • Barang Rumah Tangga 2 – https://goo.gl/8V8XFP
  • Barang Rumah Tangga 3 – https://goo.gl/2in8KB
  • Barang Rumah Tangga 4 – https://goo.gl/dXfgB8
  • Barang Rumah Tangga 5 – https://goo.gl/1xsQnR
  • Barang Rumah Tangga 6 – https://goo.gl/42gkjZ
  • Barang Rumah Tangga 7 – https://goo.gl/Lqw1ao
  • Barang Rumah Tangga 8 – https://goo.gl/Ud2KTM