Mau kaya? Sudah tahu caranya? Awali dengan mengubah pola pikir Anda menjadi pola pikir orang super kaya!

Simak pembahasan selengkapnya dalam artikel Finansialku berikut ini! Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Wealth Mindset

 

Dapat Jackpot Jadi Orang Super Kaya, Mungkinkah?

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang diperlukan untuk menjadi orang yang super kaya? Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana orang kaya menjadi begitu sangat sangat kaya dan kekayaan mereka bahkan tak terhitung banyaknya?

Mungkinkah mereka menerima jackpot besar yang mereka menangkan dari sebuah permainan judi atau lotre?

Mungkinkah mereka mendapatkannya dari rekening bank ayah atau ibu mereka? Atau mungkin salah satu anggota keluarga mereka meninggalkan warisan besar bagi mereka?

Jika semua pertanyaan tersebut ada di benak Anda, maka tidak apa. Hal tersebut sangatlah wajar.

Rasa penasaran akan muncul ketika orang lain memiliki hal yang “berbeda” dengan apa yang kita miliki. Semua ada di pola pikir Anda.

 

Ini Semua Tentang Pola Pikir Anda

Banyak orang masih beranggapan seperti itu bahwa orang kaya hanya memiliki keberuntungan dalam hidup mereka dan menerima warisan yang tak ternilai harganya.

Tapi, tahukah Anda bahwa menjadi orang kaya bahkan orang yang super kaya itu berkaitan dengan hal psikologi yang dimulai dari sebuah pola pikir yang berbeda?

Pola pikir yang berbeda dari umumnya!

25 Rahasia Kebiasaan dan Kehidupan Orang Kaya Yang Jarang Diketahui Orang 01 - Finansialku

[Baca Juga: TERBUKTI, 8 Cara Hidup Sukses di Usia Muda, Apakah Kamu Sudah Mulai Melakukannya?]

 

Selama 26 tahun, seorang miliarder kaya raya dan juga penulis buku bernama, Steve Siebold mewawancarai beberapa orang terkaya di dunia dan menulis buku inspirasional tentang bagaimana orang kaya berpikir dan apa saja yang ada dalam pikirannya tentang kekayaan.

Bukunya sangat menginspirasi dan memberikan manfaat besar bagi para pembacanya.

Melalui artikel ini, kami juga berharap bahwa tulisan dari Steve Siebold mengenai pola pikir orang kaya dapat memberikan Anda sudut pandang yang berbeda dan mengubah serta mengembangkan pola pikir Anda untuk menjadi orang yang super kaya seperti mereka.

Dalam Pengantar buku yang ia tulis, Steve Siebold mengatakan:

“When I started this journey in 1984, I was a college student, completely broke and searching for answers about success I wasn’t finding in the classroom. My discoveries along the way changed my life, and I wrote this book to give you the same opportunity… The secret is not in the mechanics of money, but in the level of thinking that generates it. Once you learn to embrace this, your earning potential is limitless.”

“Ketika saya memulai perjalanan ini pada tahun 1984, saya adalah seorang mahasiswa, benar-benar bangkrut dan mencari jawaban tentang kesuksesan yang tidak saya temukan di kelas. Penemuan saya sepanjang perjalanan pencarian mengubah hidup saya, dan saya menulis buku ini untuk memberi Anda kesempatan yang sama … Rahasianya bukan pada mekanisme uang, tetapi dalam tingkat pemikiran yang menghasilkan kekayaan tersebut. Setelah Anda belajar untuk mengerti hal ini, potensi penghasilan Anda akan menjadi tidak terbatas.”

 

Pola Pikir Seperti Apa yang Anda Miliki?

Anda akan segera mempelajari perbedaan antara cara orang super kaya (“kelas dunia”) dan cara orang-orang pada umumnya berpikir.

Buku Steve Siebold memiliki sekitar 100 bab tentang pandangan mereka yang berbeda, tetapi dalam pembahasan kali ini, kita akan membahas 10 cara mengembangkan pola pikir orang super kaya.

Mari bahas satu per satu mengenai cara pola pikir orang super kaya tentang kekayaan!

 

#1 Orang Kaya Fokus Pada Penghasilan

Orang pada umumnya hanya fokus pada tabungan yang mereka miliki.

Dalam mengembangkan pola pikir orang super kaya, Anda perlu mengembangkan pola pikir yang berlimpah dengan fokus pada penghasilan yang bisa Anda dapatkan.

Caranya adalah dengan menemukan cara-cara kreatif untuk menghasilkan uang ekstra, uang tambahan, uang sampingan dan membangun banyak aliran pendapatan pasif.

Kita perlu mulai percaya bahwa uang itu berlimpah, uang itu bukanlah barang yang langka. Dalam hal ini, bukan artinya bahwa menabung tidaklah penting.

Selalu ada cara cerdas untuk mengoptimalkan tabungan Anda dan membuat Anda tidak kehilangan tabungan kekayaan Anda.

Cara cerdas tersebut adalah dengan melakukan perbaikan dan memfokuskan energi kita pada pendapatan, menciptakan ide-ide baru dan menginvestasikan uang kita sehingga bunga majemuk dapat menambah dan melipatgandakan keuntungan kita.

Orang Kaya TIDAK Melakukan 6 Kesalahan Berikut Ini! 01 - Finansialku

[Baca Juga: Mulai Main Saham Untuk Pelajar dan Mahasiswa? Dengerin Nasihat Warren Buffett, Investor Saham Tersukses Di Dunia]

 

Steve Siebold dalam bukunya menulis:

“Driven by the fear of loss and uncertainty of the future, the masses focus on how to protect and hoard their money. While world-class thinkers understand the importance of saving and investing, they direct their mental energy toward accumulating wealth through serving people and solving problems.”

“Didorong oleh ketakutan akan kehilangan dan ketidakpastian masa depan, orang-orang pada umumnya hanya fokus pada bagaimana melindungi dan menimbun uang mereka. Sementara para pemikir kelas dunia, yakni orang-orang super kaya memahami pentingnya menabung dan berinvestasi, mereka mengarahkan energi mental mereka ke arah mengumpulkan kekayaan melalui melayani orang dan memecahkan masalah.”

 

Pikirkan tentang apa yang menjadi masalah orang-orang di dunia ini. Jika Anda dapat memecahkan masalah mereka, Anda akan mendapatkan jackpot!

Daftar Aplikasi Finansialku

Download Aplikasi Finansialku di Google Play Store

 

Seperti Nadiem Makarim, pendiri Gojek, ia melihat masalah kemacetan yang menjadi masalah publik dan mencari solusi jitu sehingga kini perusahaan yang ia dirikan berpotensi menjadi bisnis startup decacorn.

Steve Siebold mengatakan:

“Figuratively speaking, money does grow on trees; and the trees are ideas. As long as man walks the earth, he will have problems that need to be solved by creative ideas. And the more problems the performer solves, the richer she becomes.”

“Secara kiasan, uang tumbuh di pohon; dan pohon adalah ide. Selama manusia berjalan di bumi, ia akan memiliki masalah yang perlu dipecahkan oleh ide-ide kreatif. Dan semakin banyak masalah yang diselesaikan oleh seseorang, semakin kaya orang tersebut.”

 

#2 Orang Kaya Berpikir Tentang Uang Secara Non-Linear

Orang-orang pada umumnya berpikir tentang uang secara linear.

Kebanyakan orang percaya bahwa waktu adalah uang. Dengan kata lain, orang-orang pada umumnya menukar waktu mereka untuk mendapatkan uang, sehingga kita sebut ini dengan istilah “linear”.

Jam Kerja Bertambah = Uang Bertambah

 

Secara umum, orang-orang percaya bahwa dengan menambah lebih banyak jam kerja sama dengan menambah lebih banyak uang. Setujukah Anda dengan pernyataan di atas?

Sebagian orang, dan mungkin termasuk Anda harus melakukan hal-hal atau bekerja dengan menukarkan waktu mereka untuk mendapatkan uang dan menambah kekayaan.

Terlepas dari jam kerja mereka, orang-orang super kaya akan melakukan apa pun untuk menghasilkan ide-ide jitu dan cemerlang untuk memecahkan masalah. Salah satunya adalah dengan menciptakan produk atau layanan bernilai tambah yang akan disukai banyak orang.

Resep Seorang Muda yang Kaya Berkat Internet 01 - Finansialku

[Baca Juga: Apa Bedanya Investasi Emas Logam Mulia VS Investasi Cryptocurrency? Dan Kenapa Pilih Investasi Emas di Tahun 2018?]

 

Steve Siebold menulis:

“The great ones are masters at generating money through ideas that solve problems. They realize since there is no limit to ideas, there is no limit to how much money they can earn… Since most people think of making money in a linear fashion, they never invest the necessary effort to create high impact solutions.”

“Yang hebat adalah para ahli dalam menghasilkan uang melalui ide-ide untuk memecahkan masalah. Mereka sadar bahwa tidak ada batasan ide sehingga tidak ada batasan berapa banyak uang yang dapat mereka hasilkan… Karena kebanyakan orang berpikir untuk menghasilkan uang secara linear, mereka tidak pernah menginvestasikan upaya yang diperlukan untuk menciptakan solusi yang berdampak tinggi.”

 

#3 Orang Kaya Berpikir Tentang Berinvestasi

Orang-orang pada umumnya berpikir tentang pengeluaran.

Steve Siebold menyebutkan bahwa orang-orang pada umumnya dikenal hidup di atas kemampuan mereka. Dia mengatakan tidak semua dari mereka adalah pemboros besar, tetapi mereka harus menghabiskan untuk menjalani kehidupan yang layak.

Jadi, dia mengatakan jawabannya adalah “melipatgandakan penghasilan” sehingga Anda dapat berinvestasi dan menikmati hidup pada saat yang sama.

Dengan kata lain, mengapa tidak keduanya? Mengapa harus satu dan bukan yang lain?

Steve Siebold menambahkan pada akhir poin ini:

“You only live once (YOLO) and you can’t take it with you. Why not enjoy it?”

“Kamu hanya hidup sekali (YOLO) dan kamu tidak bisa mengambilnya. Kenapa tidak menikmatinya?”

 

#4 Orang Kaya Hidup Di Bawah Kemampuan Mereka

Orang-orang pada umumnya hidup di luar kemampuan mereka. Pernahkah Anda mendengar pepatah lama “hidup di bawah kemampuan Anda”?

Kita tentu hidup di bawah kemampuan kita, dan kita harus membuat beberapa pengorbanan untuk membangun kekayaan.

Tetapi ketika Steve Siebold menulis “hidup di bawah kemampuan Anda,” ia berarti sedikit berbeda dari apa yang kebanyakan dari kita pikirkan.

Steve Siebold berkata:

“The rich live below their means, not because they’re so savvy, but because they make so much money they can afford to live like royalty while still having a king’s ransom socked away for the future. It’s easy to live below your means when you earn more in a day than most people earn in a year. Not to mention that the rich earn money primarily through leverage, and not hard labor. It’s hard labor that creates the physical and psychological stress that kills so many poverty, working, and middle-class workers.”

“Orang kaya hidup di bawah kemampuan mereka, bukan karena mereka sangat paham, tetapi karena mereka menghasilkan begitu banyak uang sehingga mereka mampu hidup seperti bangsawan sambil masih menebus tebusan raja untuk masa depan. Sangat mudah untuk hidup di bawah kemampuan Anda ketika Anda menghasilkan lebih banyak dalam sehari daripada kebanyakan orang menghasilkan dalam setahun. Belum lagi bahwa orang kaya mendapatkan uang terutama melalui leverage, dan bukan kerja keras. Ini adalah kerja keras yang menciptakan tekanan fisik dan psikologis yang membunuh begitu banyak pekerja miskin dan pekerja kelas menengah.”

 

Membangun Pola Pikir Orang Kaya 02 - Finansialku

[Baca Juga: Jangan Pusing Memikirkan Biaya Persalinan! Ini Dia Kiat Sukses Menyiapkan Biaya Persalinan Normal]

 

Poin terakhirnya adalah:

Inilah cara hidup di bawah kemampuan Anda dan memanfaatkan rahasia yang telah digunakan orang kaya selama berabad-abad, yaitu menjadi orang kaya sesuai kemampuan Anda.

 

#5 Orang Kaya Menjadi Kaya dengan Melakukan Apa yang Mereka Sukai

Orang-orang pada umumnya mendapat uang dengan melakukan hal-hal yang tidak mereka sukai.

Lakukan apa yang Anda sukai dan dapatkan kekayaan dari apa yang Anda sukai itu. Inilah salah satu kunci sukses dari orang-orang super kaya.

Steve Siebold berkata:

“The rich have retrained themselves to operate in a non-linear consciousness where anything is possible. The greatest example of this non-linear concept is the idea that passion is the real secret of getting rich. It’s a cause and effect relationship between effort and passion, but while the masses see passion as the effect, the great ones see it as the cause. In other words, the average person goes to work every day and hopes to find passion in his or her efforts. The rich go to work every day feeling passion for what they do, and their passion fuels their efforts.“

“Orang kaya telah melatih diri untuk beroperasi dalam kesadaran non-linear di mana segala sesuatu mungkin terjadi. Contoh terbesar dari konsep non-linear ini adalah gagasan bahwa hasrat adalah rahasia nyata untuk menjadi kaya. Ini adalah sebab dan akibat hubungan antara upaya dan hasrat, tetapi sementara orang-orang pada umumnya melihat hasrat sebagai efek, yang besar melihatnya sebagai penyebabnya. Dengan kata lain, orang-orang pada umumnya pergi bekerja setiap hari dan berharap menemukan gairah dalam upayanya. Orang kaya pergi bekerja setiap hari merasakan hasrat untuk apa yang mereka lakukan, dan hasrat mereka mendorong upaya mereka.”

 

Miliki panduan yang jelas dalam melakukan investasi dengan men-download ebook Gratis Panduan Berinvestasi bagi Pemula dari Finansialku berikut ini:

 

Pisahkan laporan keuangan pribadi dan keuangan bisnis Anda dengan Aplikasi Jurnal Keuangan Pribadi & Bisnis dari Finansialku yang dapat memudahkan Anda dalam pencatatannya.

Gratis Download Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis

Ebook Pentingnya Mengelola Keuangan Pribadi dan Bisnis - Mock Up - Finansialku Jurnal

DOWNLOAD EBOOK SEKARANG

 

#6 Orang Kaya Menerima Segala Bentuk Pendidikan yang Membuat Mereka Lebih Kaya

Steve Siebold berkata:

“The rich and ambitious are also great fans of self-study through the use of books, audio programs and other educational materials. They will educate themselves by interviewing successful people in their field. They will hire personal coaches and consultants. They will tap any form of education available to make their dreams a reality, and they don’t need a diploma or certificate of completion to validate their investment. So, while the middle class tends to limit themselves to formal education, the world class is open to anything that moves them closer to their goals.”

“Orang kaya dan mereka yang ambisius juga adalah penggemar belajar mandiri melalui penggunaan buku, program audio, dan materi pendidikan lainnya. Mereka akan mendidik diri sendiri dengan mewawancarai orang-orang sukses di bidangnya. Mereka akan mempekerjakan pelatih dan konsultan pribadi. Mereka akan memanfaatkan segala bentuk pendidikan yang tersedia untuk mewujudkan impian mereka, dan mereka tidak membutuhkan ijazah atau sertifikat penyelesaian untuk memvalidasi investasi mereka. Jadi, sementara orang-orang pada umumnya cenderung membatasi diri pada pendidikan formal, orang-orang super kaya terbuka untuk apa pun yang membuat mereka lebih dekat dengan tujuan mereka.”

 

Inilah alasan mengapa Warren Buffett memamerkan sertifikat penghargaan kecilnya tentang keterampilan berbicara di depan umum dari kursus Dale Carnegie dan bukan pada gelar lanjutannya.

“If I hadn’t had done that, my whole life would have been different. So in my office, you will not see the degree I got from the University of Nebraska, you’ll not see the master’s degree I got from Columbia University, but you’ll see the little award certificate I got from the Dale Carnegie course.”

“Jika saya tidak melakukan itu, seluruh hidup saya akan berbeda. Jadi di kantor saya, Anda tidak akan melihat gelar yang saya dapatkan dari University of Nebraska, Anda tidak akan melihat gelar master yang saya dapatkan dari Columbia University, tetapi Anda akan melihat sertifikat penghargaan kecil yang saya dapatkan dari kursus Dale Carnegie.”

 

#7 Orang Kaya Membangun Kapal Mereka Sendiri

Orang-orang pada umumnya “menunggu kapal mereka masuk”.

Sementara orang-orang pada umumnya menunggu keuntungan yang bisa mereka dapatkan dari rekening ayah atau ibu mereka, atau dari warisan super besar, orang kaya sudah mulai membangun dan merencanakan “sarang” mereka.

Orang kaya tahu bahwa kekayaan bukan untuk ditunggu tapi dikejar. Mereka menciptakan peluang itu dan mengejarnya.

Ilustrasi-Sudut-Pandang-Orang-Kaya-5-Finansialku

[Baca Juga: Pasangan Baru, Lakukan Kiat Sukses Mengatur Keuangan Sebelum dan Setelah Menikah]

 

Steve Siebold berkata:

“It’s like the fat person slowing killing herself through obesity, who patiently waits for the next pill or potion to make her thin and healthy… The world class knows no one is coming to their rescue… The foundation principle they live by is self-reliance and personal responsibility.”

“Ini seperti orang gendut yang memperlambat bunuh diri karena obesitas, yang dengan sabar menunggu pil atau ramuan berikutnya untuk membuatnya kurus dan sehat… Orang-orang super kaya tahu tidak ada yang datang untuk menyelamatkan mereka… Prinsip dasar yang mereka jalani adalah kemandirian. dan tanggung jawab pribadi.”

 

#8 Orang Kaya Percaya Uang Mengungkapkan Orang

Orang-orang pada umumnya percaya bahwa uang akan mengubah orang.

Dengan kata lain, orang-orang pada umumnya percaya bahwa uang akan mengubah orang menjadi penjahat.

Sebaliknya, uang adalah alat yang dapat digunakan untuk membantu Anda. Uang itu tidak baik atau jahat – itu tergantung pada bagaimana Anda menggunakannya. Dengan kata lain, uang akan memperbesar peluang dan mengungkapkan siapa Anda.

Steve Siebold berkata:

“If you were a crook or a cheater before you were rich, you’ll be worse when you’re wealthy. If you were an honest, hardworking, humble person before, you’ll be even better with expanded resources. Getting rich is one of the catalysts that liberates and reveals a person’s true self. The masses love to blame money for as many things as possible, because it psychologically absolves them from the responsibility of acquiring it.”

“Jika Anda seorang penipu sebelum Anda jadi orang kaya, Anda akan lebih buruk ketika Anda kaya. Jika Anda adalah orang yang jujur, pekerja keras, rendah hati sebelum Anda menjadi orang kaya, Anda akan lebih baik dengan sumber daya yang diperluas. Menjadi kaya adalah salah satu katalisator yang membebaskan dan mengungkapkan jati diri seseorang. Orang-orang pada umumnya suka menyalahkan uang untuk berbagai hal, dengan demikian secara psikologis, pemikiran ini akan membebaskan mereka dari tanggung jawab untuk memperolehnya.”

 

#9 Orang Kaya Mengambil Risiko yang Diperhitungkan

Orang-orang pada umumnya bermain aman dengan uang.

Dalam salah satu dalam bukunya Steve Siebold, ia juga menyebutkan bahwa orang-orang pada umumnya senang merasa nyaman, sedangkan orang-orang super kaya merasa nyaman karena menghadapi risiko.

Investasi adalah contoh sempurna untuk menjelaskan bagaimana orang-orang bermain aman dengan uang. Kebanyakan orang takut kehilangan sehingga mereka tidak akan pernah punya nyali untuk berinvestasi dalam saham tunggal, dana ekuitas, atau real estate.

Perbedaan-Orang-Kaya-dan-Orang-Miskin-0-Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Menjadi Pribadi yang Proaktif? dan Apa Untungnya Jadi Proaktif? Jangan Jadi yang Reaktif]

 

Sebagai gantinya, sebagian besar uang mereka dimasukkan dalam kas bebas risiko, yang disebut rekening tabungan “bunga tinggi”, obligasi, sertifikat deposito yang hanya menghasilkan keuntungan yang kecil bagi mereka.

Tapi pada akhirnya, mereka benar-benar kehilangan uang mereka karena inflasi.

Tentu, risikonya akan lebih tinggi dengan saham dan ekuitas, tetapi mereka memberikan potensi pengembalian yang lebih tinggi. Intinya adalah “Jangan Panik”!

 

Selain berinvestasi di pasar saham, konsep yang sama juga berlaku untuk menciptakan bisnis. Pada akhirnya memang tidak ada risiko rendah dan pengembalian tinggi.

Kita perlu menyadari bahwa akan ada saat-saat dimana kita mengalami kekalahan, tetapi ada juga saat-saat kita menang (setidaknya itulah yang seharusnya kita pikirkan). Tanpa melalui banyak kegagalan dan menimbulkan kerugian, bagaimana kita bisa menang?

“I’ve failed over and over and over again in my life and that is why I succeed.” — Michael Jordan

“Saya telah gagal berulang kali dalam hidup saya dan itulah mengapa saya berhasil.”

 

#10 Orang Kaya Percaya Bahwa Orang Kaya Itu Egois

Orang-orang pada umumnya percaya bahwa orang kaya itu egois dan mementingkan diri sendiri.

Steve Siebold mengatakan:

“The difference is the middle class thinks it’s wrong while the world-class thinks it’s right.”

“Perbedaannya adalah orang-orang pada umumnya berpikir itu salah, sedangkan orang-orang super kaya menganggap hal itu benar.”

 

Steve Siebold menambahkan:

“The masses are programmed to believe at an early age they should put the needs of others in front of their own. While this sounds like a spirit driven, high-level philosophy, it’s the worst advice you can get. When you fly on a commercial airline, the first thing the flight attendant tells the passengers is, ‘in case of an emergency, your oxygen mask will drop down in front of you. Please secure your mask first and get the oxygen flowing before you attempt to help anyone else.’ That selfish strategy has saved many lives”

“Orang-orang pada umumnya diprogram untuk percaya pada usia dini bahwa mereka harus mengutamakan kebutuhan orang lain. Meskipun ini kedengarannya seperti filosofi tingkat tinggi yang digerakkan oleh semangat, itu adalah saran terburuk yang bisa Anda dapatkan. Saat Anda terbang dengan maskapai komersial, hal pertama yang disampaikan pramugari kepada penumpang adalah, ‘dalam keadaan darurat, masker oksigen Anda akan jatuh di depan Anda. Harap amankan masker Anda terlebih dahulu dan dapatkan oksigen mengalir sebelum Anda mencoba membantu orang lain. ‘Strategi egois itu telah menyelamatkan banyak nyawa.”

Steve Siebold juga mengatakan:

“The premise is simple: If you’re not taking care of you, you’re not in a position to help anyone else. You can’t give what you don’t have, and if you’re struggling to pay your bills while volunteering four nights a week, you’re probably hurting more people than you’re helping.”

“Premisnya sederhana: Jika Anda tidak merawat diri Anda sendiri, Anda tidak dalam posisi untuk membantu orang lain. Anda tidak dapat memberikan apa yang tidak Anda miliki, dan jika Anda kesulitan membayar tagihan sambil menjadi sukarelawan empat malam seminggu, Anda mungkin menyakiti lebih banyak orang daripada memberikan pertolongan.”

 

Bagikan setiap artikel dari Finansialku kepada rekan-rekan atau kenalan Anda yang membutuhkan.

Apabila Anda memiliki kesulitan dalam perencanaan keuangan, Anda dapat menghubungi Konsultan Perencana Keuangan Finansialku yang siap membantu Anda.

 

Sumber Referensi:

  • Finsavvy Panda. 10 Ways to Develop a Rich Mindset! — #10 is Seriously Mind-Blowing! Finsavvypanda.com – https://goo.gl/irAobj

 

Sumber Gambar:

  • Pola Pikir Orang Super Kaya 1 – https://goo.gl/QCChwL