Apakah stress dan depresi itu sama? Apa dampak dari keduanya? Lalu bagaimana cara mengatasi depresi? Sudahkah Anda mencari tahu jawabannya?

Ketahui apa itu depresi dan perbedaannya dengan stress serta bagaimana penanganannya agar tidak terlanjur parah melalui rubrik berikut ini! Selamat membaca!

 

Rubrik Finansialku

Rubrik Finansialku Wealth Mindset

 

Definisi Depresi

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang terlalu penat dengan aktivitas yang dilakukan dan menghadapi banyak masalah yang tak kunjung beres, kita mungkin akan memperingatkan untuk menjaga kesehatan, mengambil libur atau cuti untuk rehat sejenak dan mengatakan: “Hati-hati depresi!”

Depresi adalah sebuah kata yang sudah sering kita dengar di telinga, namun apa itu depresi, apakah seperti kata-kata-orang pada umumnya bahwa depresi bisa menyebabkan seseorang jadi gila?

Berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), depresi diartikan sebagai gangguan jiwa pada seseorang yang ditandai dengan perasaan yang merosot (seperti muram, sedih, perasaan tertekan).

Sedangkan menurut Hellosehat.com, depresi berarti kondisi yang digambarkan sebagai suatu kelainan mood yang menyebabkan perasaan sedih dan hilang minat yang menetap.

Depresi dapat berpengaruh pada cara berpikir, berperilaku dan juga perasaan seseorang, disamping dapat membuat penderitanya memiliki berbagai masalah seperti emosi dan juga fisik.

Jika demikian, seperti apakah seseorang yang dapat dikatakan mengalami depresi dan bagaimanakah gejalanya?

 

Gratis Download Ebook Perencanaan Keuangan untuk Usia 30 an

Perencanaan Keuangan Untuk Usia 30 an - Finansialku Mock Up

Download Ebook Sekarang

 

Gejala Depresi yang Perlu Dipahami

Depresi memang sebuah keadaan yang sudah biasa terjadi di masyarakat. Dalam sebuah penelitian, keadaan depresi ini terjadi pada 80% orang pada beberapa waktu dalam hidup seseorang.

Depresi dapat terjadi di usia berapapun tak pandang bulu dan biasanya lebih sering terjadi pada wanita ketimbang laki-laki.

Pada setiap orang, ada banyak gejala yang ditimbulkan dari kondisi depresi misalnya ketika seseorang menderita depresi, biasanya orang akan tidur untuk waktu yang lebih banyak, atau pada berbagai kasus lainnya, depresi malah menimbulkan gejala sulit tidur dan tidak nafsu untuk makan.

Cara Mengatasi Depresi 02 - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Cara Resign Kerja, Hidup Sejahtera, Mencapai Financial Freedom dan Bekerja Karena Passion?]

 

Berbagai gejala umum yang dimungkinkan terjadi pada seseorang yang depresi menurut Hellosehat.com, antara lain:

  • Sulit konsentrasi.
  • Merasa sedih atau kosong.
  • Kehilangan minat akan hal-hal yang menggembirakan.
  • Merasa masa depannya tidak akan baik atau putus asa.
  • Merasa tidak berenergi.
  • Merasa gelisah atau sulit tidur.
  • Hilang minat pada seks.
  • Depresi berat dapat menyebabkan pikiran bunuh diri dan pembunuhan.

 

Gejala di atas biasanya terjadi selama kurang lebih 2 minggu atau bahkan lebih. Selain itu, ada berbagai gejala lainnya yang juga ditimbulkan.

Oleh sebab itu, sangat disarankan jika Anda memiliki tanda-tanda seperti itu, Anda bisa menghubungi dan berkonsultasi dengan dokter pribadi Anda.

 

Perbedaan Antara Sedih & Depresi

Apakah orang yang sedih sudah pasti sedang mengalami depresi?

Sebatas apa seseorang yang mengalami kesedihan dapat berkembang menjadi kondisi depresi.

Depresi sebetulnya adalah sebuah keadaan yang lebih dari sekadar sedih dan mood-nya naik turun.

Setiap orang tentu pernah mengalami sedih karena keadaan yang tidak menyenangkan atau karena musibah yang dialami sehingga membuat mereka merasa tidak termotivasi alias down.

Tapi, bagi orang yang kemudian mengalami depresi, mereka merasa bahwa hidup ini rasanya begitu berat dan mereka tidak layak untuk hidup. Rasanya hidup ini tidak ada artinya bagi mereka yang mengalami depresi.

Mau Dapat Pekerjaan Dengan Gaji Besar Hindari Pekerjaan ini! 01 Stress - Finansialku

[Baca Juga: Apa Itu Jasa Konsultasi Perencana Keuangan? Di Mana Carinya? Dan Apakah Menguntungkan?]

 

Nah yang membedakan dari orang-orang yang sedih pada umumnya dengan berkembangnya kesedihan menjadi depresi adalah pada dampak yang timbul pada tubuh orang tersebut.

Keadaan sedih tentu diperlihatkan dengan mata bengkak atau sayu karena menangis (sedih).

Berbeda dengan depresi, berat badan mereka semakin turun dengan drastis, nafsu makan mereka akan berkurang, dan pada umumnya sering melamun.

Tak jarang orang yang mengalami depresi berpikiran untuk mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri karena merasa tidak layak hidup lagi.

Salah satu contoh, misalnya seseorang yang ditinggalkan oleh orang yang paling dikasihi dan ia berpikir untuk ikut menyusul dengan jalan bunuh diri.

 

Perbedaan Stress & Depresi

Apakah stress dan depresi itu sama?

Bagi orang awam, stress, dan depresi nampak sama dan istilah tersebut dapat saling dipertukarkan.

Namun sebetulnya, stress dan depresi memiliki perbedaan yang cukup mendasar dari cara kerjanya termasuk penanggulangannya yang juga berbeda.

Bagi depresi, jika tidak ditangani dengan benar, maka hal tersebut dapat membahayakan jiwa, jasmani, bahkan hingga nyawa dari sang penderita.

Stress pada umumnya dimulai karena banyaknya tekanan yang timbul dalam waktu yang tidak sebentar, tidak hanya dari luar tetapi juga dari dalam seseorang dan ia merasa kewalahan atas hal tersebut.

Telusuri Alasan dan Penyebab Gagalnya Bisnis Waralaba 01 Karyawan Stress - Finansialku

[Baca Juga: Bagaimana Mengatasi Sumber Daya Manusia Internasional dalam Perusahaan? Yuk Kenali Manajemennya!]

 

Stress bisa memberikan dorongan semangat pada seorang untuk menghadapi tantangan, meski ada juga bagi sebagian orang yang parah semangat.

Mengapa bisa demikian? Hal ini disebabkan oleh karena setiap orang punya cara sendiri dalam menghadapi tingkat stress mereka.

Berbeda dengan stress, menurut Hellosehat.com, depresi adalah sebuah penyakit mental yang berdampak buruk pada suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi penderitanya.

Depresi bukanlah keadaan yang wajar ditemui seperti stress atau panik. Orang yang terserang depresi biasanya akan merasa hilang semangat atau motivasi, terus-menerus merasa sedih dan gagal, dan mudah lelah.

 

Kenali Ciri Stress

Menurut The Asian Parent Indonesia, ciri-ciri stress dapat dikenali sebagai berikut:

  • Kepala pusing terus menerus, rahang terasa mengeram dan terasa sakit.
  • Tangan dan bibir terasa gemetaran.
  • Sakit pada leher, punggung, dan otot tegang.
  • Mulut terasa kering dan susah menelan.
  • Rasa dingin pada tangan dan gemetaran.
  • Sering gelisah dan tak sengaja menggoyang-goyangkan kaki.
  • Kesulitan bernapas, sering mendesah.
  • Sering merasa ingin kencing terus.
  • Mengisolasi diri secara sosial.
  • Memiliki kepanikan, kekhawatiran berlebih, rasa bersalah, dan perasaan serba tak nyaman lainnya.
  • Tidak dapat membuat keputusan yang tepat.

 

Cara Mengatasi Depresi 03 - Finansialku

[Baca Juga: 2 dari 100 Orang Bisa Mencapai 5 Level Leadership John C Maxwell, Apakah Anda Salah Satunya?]

 

Jenis Depresi

Bila dilihat dari cirinya, stress dan depresi mungkin ada kesamaan, namun menurut The Asian Parent Indonesia, depresi dan stress memiliki level ‘masalah’ dan durasi yang berbeda.

Depresi memiliki persoalan yang lebih berat dari stress. Berikut jenis depresi yang sering dikaitkan dengan stress, mulai dari:

 

#1 Major Depression

Dilihat dari durasinya, depresi jenis ini dapat bertahan hingga jangka waktu 6 bulan.

Jika seseorang mengalami ini, maka ia akan rentan mengalami disorder yang bisa berarti gangguan fungsi sosial sepenuhnya.

 

#2 Atypical Depression

Depresi jenis ini tak selamanya sedih. Jika ada berita gembira, perasaannya akan jadi lebih baik.

Ciri khusus depresi jenis ini adalah terlalu banyak makan, kenaikan berat badan yang tak terkontrol, terlalu banyak tidur, punya ketakutan berlebih terhadap kemungkinan adanya penolakan, dan secara fisik merasakan lengan dan bahu yang makin memberat.

Cara Mendidik Keuangan Karyawan Agar Tetap Sejahtera 02 Stress - Finansialku

[Baca Juga: Terbukti Ampuh! Cara Kreatif Karyawan Milenial Mengatur Keuangannya (Gak Sampe 5 Menit!)]

 

#3 Dysthymia

Depresi Dysthymia memiliki gejala dan kondisi yang mirip dengan major depression namun dengan jangka waktu depresi yang lebih dari 2 tahun.

Karena merasa sedih sepanjang waktu, maka orang dengan dysthymia mulai menganggap bahwa kesedihan adalah bagian dari dirinya dan ia tak pantas bahagia.

 

#4 Gangguan Depresi Musiman atau Seasonal Affective Disorder (SAD)

Depresi musiman atau Seasonal Affective Disorder (SAD) ini biasa ditemukan pada seseorang di musim dingin.

Perasaan hati dan kondisi fisik makin memburuk seiring dengan pendeknya hari dan bertambah dinginnya cuaca.

Saat musim berganti, seseorang dengan depresi jenis Seasonal Affective Disorder (SAD) akan berubah mood-nya.

 

Ketahui Penyebab Depresi

Lantas, apa saja faktor yang menyebabkan seseorang bisa menjadi depresi dan usia berapakah yang rentan untuk terkena dampak dari depresi ini?

Menurut laman dari psikologihore.com, depresi disebabkan oleh beberapa faktor berikut ini, antara lain:

 

#1 Perbedaan Biologis

Seseorang yang depresi akan memiliki struktur otak yang agak berbeda dengan orang pada umumnya yang tidak mengidap depresi.

 

#2 Zat Kimiawi Di Otak

Di dalam otak manusia terdapat neurotransmiter yang berperan dalam memproduksi berbagai zat kimia yang dapat membuat rasa senang, sedih dan lain sebagainya namun dengan cara yang stabil.

Bagi mereka yang depresi, neurotransmitter pada otak akan terjadi gangguan yang membuatnya tidak seimbang dalam memproduksi berbagai zat kimiawi tersebut.

Kesehatan Otak - Finansialku

[Baca Juga: Inilah 10 Ciri Kepemimpinan Visioner atau Visionary Leadership yang Harus Dimiliki Setiap Orang Hebat seperti Anda]

 

#3 Hormon

Perubahan hormon dalam tubuh seseorang juga dapat membuat kondisi depresi. Misalnya depresi pasca kelahiran (postpartum), depresi karena gangguan tiroid, menopause, dan lain sebagainya.

 

#4 Faktor Keturunan

Apabila seseorang memiliki kerabat sedarah yang mengalami depresi, maka kemungkinan untuk depresi juga bisa menurun.

Tidak selamanya dari orangtua langsung, bisa jadi kerabat yang masih dapat juga dapat memungkinkan risiko untuk mengalami depresi juga.

 

#5 Faktor Kepribadian

Beberapa faktor kepribadian diantaranya seperti kurangnya percaya diri, manja dan juga sifat pesimis juga dapat memiliki risiko depresi lebih tinggi.

 

#6 Kejadian yang Traumatik

Berbagai kejadian yang traumatik juga dapat menyebabkan depresi, seperti mengalami pelecehan, ditinggalkan orang terdekat, mengalami bencana dan lain sebagainya.

Jangan Takut! Begini Cara Jitu Mengatasi Trauma Investasi Bodong 01

[Baca Juga: Para Karyawan, Menyiapkan Dana Pensiun, Menabung, dan Investasi saja Tidak Cukup! Mulai Buat Perencanaan Dana Hari Tua]

 

#7 Pengguna Narkoba atau Alkohol

Para pengguna obat-obatan terlarang seperti narkoba dan mereka yang menyalahgunakan konsumsi alkohol juga rentan terhadap depresi.

 

#8 Efek Samping Obat-Obatan

Meski tidak semua obat-obatan dan tidak semua orang mengalaminya, namun ini pun pernah terjadi dimana konsumsi terhadap obat-obatan tertentu dapat menimbulkan efek samping depresi.

Oleh sebab itu penting sekali untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengkonsumsi obat-obatan tertentu dan berikan informasi lengkap tentang riwayat kesehatan apabila menggunakan jasa dokter yang baru.

 

#9 Pernah Mengalami Masalah Psikologis Sebelumnya

Pernah mengalami gangguan kesehatan mental, kayak gangguan kecemasan, gangguan makan, atau Post Traumatic Stress Disorder (PTSD), juga berisiko menyebabkan depresi.

Dilansir dari Hellosehat.com, PTSD atau Post Traumatic Stress Disorder adalah gangguan kesehatan mental yang terjadi setelah seseorang mengalami trauma yang berat.

Trauma ini biasanya disebabkan oleh kejadian yang mengancam keselamatan dirinya seperti bencana alam, kejadian yang menakutkan, bahkan suatu memori yang tidak ingin diingat-ingat oleh si penderita.

 

Ketahui Cara Mengatasi Depresi

Stress yang tidak ditangani dengan seharusnya memang bisa berpotensi menjadi depresi.

Oleh sebab itu, jika seseorang merasa stress, ada baiknya untuk mengalihkan rasa stress tersebut dengan berbagai hal yang positif seperti mencari hiburan seperti berjalan-jalan, melakukan piknik, bercengkerama dengan orang-orang atau komunitas yang positif untuk menjaga selera humor, bersosialisasi, berolahraga atau melakukan meditasi.

Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mencegah sekaligus cara mengatasi depresi seperti yang dilansir dari Psikologihore.com di antaranya sebagai berikut:

 

#1 Kendalikan Tekanan

Cara pertama untuk mencegah sekaligus cara mengatasi depresi adalah dengan menguatkan diri dan meningkatkan kepercayaan diri. Ini adalah salah satu cara untuk mengendalikan tekanan dan beban pikiran yang mengganggu.

 

#2 Cerita dengan Keluarga, Teman atau Sahabat

Teman, sahabat atau orang-orang di sekitar seperti keluarga adalah orang-orang yang dipercaya akan sangat menolong agar tekanan stress tidak berangsur lama dan berubah menjadi depresi.

Hindari orang-orang yang malah menghakimi atau jika Anda menjadi teman bicara dari seorang yang sedang stress, alangkah lebih baik jadi pendengar yang baik daripada menghakimi apa yang mereka lakukan.

Berikan penguatan dan dorongan motivasi positif untuk membuatnya semakin kuat dan mau bangkit dari keterpurukan.

Jangan Dipertahankan Jika Tipe Teman Kamu Seperti Ini 02 - Finansialku

[Baca Juga: Gaya Kepemimpinan Servant Leadership Ala Presiden Jokowi, Yang Harusnya Dimiliki Setiap Pemimpin Perusahaan]

 

#3 Perbaiki Pola & Kualitas Makanan

Makanan sehat, bergizi dan seimbang dapat sangat menolong untuk menjaga kesehatan tetap terjaga dan menurunkan tingkat stress serta kualitas hidup.

Berikan nutrisi yang baik pada tubuh yang sesuai dengan kebutuhan tubuh Anda.

 

#4 Miliki Rasa Humor

Hiburan dari rasa humor akan sangat menolong.

Tonton video atau tayangan yang lucu, atau setidaknya membaca buku-buku yang bisa memunculkan rasa humor yang akan menekan tingkat stress.

Hal ini merupakan salah satu tips paling mudah sebagai cara mengatasi depresi.

 

#5 Perbaiki Jadwal Tidur

Jadwal tidur dan waktu istirahat sangat penting untuk dijaga agar tubuh tetap sehat dan pikiran pun semakin tenang.

Stress berkepanjangan bisa jadi karena pengaruh kurangnya tidur yang membuat pikiran semakin pusing apalagi ditambah dengan berbagai masalah yang terus menerus dipikirkan.

Dapatkan jam tidur yang sehat yaitu sekitar 7 hingga 8 jam sehari.

Jam tidur yang sehat akan membuat otak bisa berfungsi maksimal, ditambah lagi pikiran dapat memutuskan keputusan yang lebih baik.

Memperbaiki jadwal tidur pula sering menjadi saran yang diberikan sebagai cara mengatasi depresi bagi yang mengalaminya.

 

#6 Lakukan Sesuatu yang Baru atau Menantang

Jika Anda suka tantangan ini akan sangat membantu Anda. Apabila tidak, coba sesuatu yang baru yang bisa Anda lakukan untuk mengalihkan stress Anda sejenak, setidaknya mengurangi pikiran yang membuat Anda penat.

Lakukan hobi yang menurut Anda menyenangkan seperti memelihara ikan, berkebun atau memasak.

Mungkin Anda memiliki hobi saat kecil yang ingin dilakukan kembali saat ini? Coba lakukan kembali yang bisa saja menjadi cara mengatasi depresi.

Tips Hemat Hobi Mendaki Gunung 04 - Finansialku

[Baca Juga: Ramuan David Ogilvy: 10 Hal yang Perlu Ditemukan Dalam Gaya Kepemimpinan Anda]

 

#7 Meditasi

Meditasi menjadi salah satu terapi yang diberikan sebagai cara mengatasi depresi bagi yang mengalaminya.

Redakan pikiran yang kusut dengan meditasi atau yoga. Ini dipercaya sangat membantu pikiran semakin tenang.

 

#8 Berbuat Baik Kepada Orang Lain

Melakukan kebaikan adalah salah satu kegiatan positif yang tidak hanya berdampak baik bagi orang lain, tetapi bagi diri sendiri dimana Anda sedang menggerakkan energi positif dalam diri Anda. Ingat kalimat ini:

Apa yang kamu tanam, itulah yang kamu tuai. Jika kita menanam kebaikan, kita akan menuai kebaikan.

 

#9 Mendekat Kepada Sang Pencipta

Kita adalah manusia yang diciptakan oleh Sesuatu yang Maha Kuasa yang sudah kita kenal sebagai Pencipta.

Layaknya sebuah barang yang rusak, misalnya handphone yang perlu di-service, tentu kita perlu membawa barang itu kepada bengkel yang menciptakan handphone tersebut bukan?

Jika kita memiliki handphone Samsung yang rusak, tentu kita tidak akan membawanya kepada bengkel service merek Oppo, bukan?

Jadi, kita perlu kembali lebih dekat kepada Sang Pencipta untuk memperbaiki diri kita yang rusak agar kembali pulih.

Ini bukanlah pilihan terakhir hanya karena poin ini diletakkan di poin paling terakhir. Apakah menurut Anda saran no. 9 ini bisa menjadi pilihan pertama dari semua pilihan yang ada?

Namun yang pasti hal ini paling banyak dipercaya sebagai cara mengatasi depresi bagi yang mengalaminya.

 

Stress Berkelanjutan Bisa Jadi Depresi – Hubungi Dokter

Apabila stress itu dirasa masih saja mengganggu, berkonsultasi dengan dokter bisa jadi pilihan terbaik untuk mengecek kesehatan.

Biasanya, jika beban yang ditanggung berkurang, stress pun akan berangsur menurun.

Melakukan pijat refleksi dengan aroma terapi sambil mendengarkan musik yang tenang juga akan mengurangi beban pikiran saat Anda mengalami stress dan membuat pikiran tertekan.

Perlu diketahui bahwa pengidap depresi tidak dapat sembuh hanya dengan liburan dan hiburan karena otaknya mengalami perubahan yang membuatnya kehilangan minat terhadap hal-hal tersebut.

Oleh sebab itu, pengobatan dan terapi dari profesional seperti terapis, psikiater, atau psikolog profesional akan sangat diperlukan untuk membantu menyeimbangkan fungsi tubuh seperti semula.

Hati-hati dalam memvonis seseorang mengidap depresi, alangkah lebih baik jika diperiksakan terlebih dahulu ke dokter atau berkonsultasi dengan terapis.

Jangan lupa untuk menerapkan tips untuk mencegah dan juga cara untuk mengatasi depresi.

Sakit Mental 02 - Finansialku

[Baca Juga: Apakah Edukasi Keuangan di Tempat Kerja Dapat Meningkatkan Employee Engagement?]

 

Ingat ya, tidak hanya fokus dengan cara mengatasi depresi sebagai langkah untuk menjaga kondisi kesehatan Anda saja, kondisi keuangan Anda pun harus turut diperhatikan.

Ada baiknya untuk rutin melakukan cek kesehatan finansial Anda sebelum mengalokasikan dana Anda untuk memenuhi kebutuhan.

Jika ingin mudah, manfaatkan fitur Financial Health Check Up dari aplikasi Finansialku saja.

Untuk langkah-langkahnya jangan bingung, berikut ini video tutorial singkatnya yang telah dipersiapkan oleh Finansialku:

 

Bagaimana? Mudah bukan?

Manfaatkan pula fitur lainnya yang telah disediakan dalam aplikasi Finansialku. Segera download aplikasinya melalui Google Play Store atau lakukan registrasi melalui PC.

Dapatkan potongan harga berlangganan hingga Rp50.000 dengan kode promo: POTONG50RIBU untuk menjadi member Premium agar Anda bisa berkonsultasi tanpa batas dengan Konsultan Keuangan Bersertifikat dari Finansialku.

Nah, jika ingin jauh lebih memahami mengenai perencanaan keuangan, dapatkan pengetahuannya melalui buku yang telah ditulis oleh CEO sekaligus CFP ternama dari Finansialku.

Ingin memiliki bukunya? Jangan lupa klik di bawah ini ya!

Review Buku Make A Plan And Get Your Financial Dreams Come True 01 - Finansialku

Klik Di Sini!

 

Apakah Anda pernah mengalami stress dan hampir mendekati depresi? Apa yang Anda rasakan? Jika ini terjadi pada rekan Anda, apa yang akan Anda lakukan?

Berikan tanggapan Anda pada kolom yang tersedia di bawah ini! Jangan lupa untuk bagikan artikel ini ya!

 

Sumber Referensi:

  • Tania Savitri – Dokter Umum. Apa itu Depresi?. Hellosehat.com – https://bit.ly/2mvyHCR
  • Andreas Wilson Setiawan. Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya. Apa Bedanya Stres dan Depresi? Kenali Gejalanya. Hellosehat.com – https://bit.ly/2kZNjK1
  • Robi Maulana. 4 Februari 2019. Depresi Itu Apa Sih? Ini Dia Definisi Depresi Paling Tepat dan Ciri-cirinya. Psikologihore.com – https://bit.ly/2kWFBjV
  • Theresia Evelyn. 7 Fakta Penting Tentang PTSD, Post Traumatic Stress Disorder. Hellosehat.com – https://bit.ly/2mJV4o7

 

Sumber Gambar:

  • Cara Mengatasi Depresi 1 – http://bit.ly/2OWuwMr
  • Cara Mengatasi Depresi 2 – http://bit.ly/32umAG4
  • Cara Mengatasi Depresi 3 – http://bit.ly/32lsI3n