Pilihan investasi yang cocok, menguntungkan, dan aman untuk milenial under 30 kira-kira apa ya?

Yuk ketahui selengkapnya ragam investasi yang cocok untuk Anda. Simak dalam artikel Finansialku di bawah ini ya. Selamat membaca..

 

Investasi Aman Untuk Milenial

Berdasarkan hasil survey Legg-Mason (2017): “Global Investment Survei” menyatakan bahwa 48% generasi milenial ingin memiliki gaya hidup yang lebih baik di masa depan. 

Harapan terkadang tidak sesuai dengan kenyataan dimana nilai inflasi akan terus meningkat seiring waktu dan berbanding lurus dengan kebutuhan di masa depan, disamping bertambahnya usia dan tanggung jawab (anak dan keluarga). 

Oleh sebab itu, jalan-satu-satunya adalah dengan cara mempersiapkan masa depan finansial yang lebih baik di masa depan melalui investasi sejak dini.

 

Mengapa investasi? 

Karena investasi memang dipercaya bahkan oleh para taipan dunia sebagai kendaraan yang mampu memberikan banyak manfaat bagi para investor, diantaranya seperti: 

 

#1 Meningkatkan Aset

Misalnya Anda membeli tanah. Kemudian, beberapa tahun kemudian harga tanahnya naik. Jika Anda menjual tanah tersebut, Anda mendapatkan keuntungan dari capital gain.

 

#2 Memenuhi Kebutuhan Di Masa Depan

Investasi sekarang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan di masa depan. Misalnya Anda menggunakan investasi emas atau trading forex untuk tetap berpenghasilan saat sudah pensiun.

 

Tetapkan Tujuan Keuangan

Sudah tidak sabar untuk mengetahui jenis investasi apa saja yang cocok untuk kaum millennials under 30? 

Tapi, sebelumnya, sebagai investor pemula, Anda perlu mengetahui pentingnya menetapkan tujuan investasi agar setiap strategi dalam berinvestasi tetap terarah. 

Dalam perencanaan keuangan pribadi, Anda harus menetapkan tujuan-tujuan keuangan tertentu yang ingin dicapai.

Tujuan keuangan ini tentunya bersifat sangat personal, artinya tujuan setiap orang akan berbeda satu dengan lainnya.  Oleh sebab itu, cara untuk mencapainya pun akan berbeda-beda, tergantung pada proses orang tersebut untuk mencapainya.

Pusing menetapkan tujuan keuangan? Simak E-Book Gratis Panduan Perencanaan Keuangan di bawah ini ya!

 

Rekomendasi Investasi Under 30

Ada banyak pilihan instrumen investasi yang ditawarkan di luar sana, dengan penawaran risiko dari yang terkecil hingga yang paling besar dengan iming-iming hasil investasi yang besar pula. 

Belum lagi berbagai investasi bodong berseliweran yang bisa saja menjerumuskan para investor yang kurang lihai dalam berinvestasi karena tawaran high return diluar logika dan membuat gelap mata. 

Berikut ini beberapa instrumen investasi yang bisa direkomendasikan bagi para milenials under 30, diantaranya: 

 

#1 Reksa Dana

Reksa dana memiliki banyak pilihan jenis produk, yaitu reksa dana pasar uang, reksa dana pendapatan tetap, reksa dana campuran dan reksa dana saham. Produk tersebut bisa dipilih sesuai tujuan keuangan Anda.

Jika dibandingkan dengan aset konvensional, reksa dana bisa dikatakan lebih terjangkau dari segi harga. Bagi pemula pun tidak memerlukan modal yang banyak, cukup dengan Rp 100.000 (seratus ribu rupiah), Anda bisa mulai berinvestasi.

Reksa dana merupakan produk keuangan dengan likuiditas tinggi. Reksa dana dapat dicairkan atau dijual kapan saja dengan menggunakan harga NAB (nilai aktiva bersih) yang berlaku saat penjualan.

[Baca juga: Pengertian Reksa Dana dan Cara Membelinya]

Anda mungkin bisa memiliki kontrol atas jenis reksa dana mana yang akan Anda beli dan kapan akan menjualnya. Namun, Anda tidak memiliki kontrol atas bagaimana perusahaan mengisi portofolio dalam meningkatkan nilainya.

Harga reksa dana bisa naik dan turun drastis dan dipengaruhi oleh banyak faktor luar yang tidak bisa Anda kontrol.

Namun, kelemahan ini sebenarnya bisa diatasi, jika Anda benar memilih reksa dana sesuai dengan jangka waktu tujuan keuangan. Selain itu, dengan banyak belajar dan pengalaman, tentunya Anda akan semakin mahir dalam investasi reksa dana.

Ada banyak sumber belajar investasi Reksa Dana yang bisa Anda dapatkan, salah satunya melalui E-Book Panduan Berinvestasi Reksa Dana bagi Pemula dari Finansialku yang dapat Anda unduh secara gratis.

 

#2 Deposito

Secara umum, deposito merupakan produk penyimpanan uang yang disediakan oleh bank dengan sistem penyetoran yang dilakukan diawal.

Investasi ini memiliki ketentuan penarikan yang hanya bisa dilakukan sesuai dengan ketentuan penarikan yang hanya dapat dilakukan sesuai dengan jangka waktu tertentu yang telah disepakati oleh nasabah dan bank.

Walaupun dana yang disetorkan hanya dapat ditarik setelah jangka waktu tertentu, investasi ini memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan rekening tabungan. Suku bunga yang diberikan oleh bank untuk deposito lebih kompetitif daripada tabungan biasa.

Namun, jika Anda memutuskan untuk menarik dana yang telah didepositokan sebelum jangka waktu yang disepakati berakhir, Anda akan dikenakan sejumlah penalti atau potongan yang harus ditanggung.

Untuk memulai investasi ini seseorang harus membuat rekening baru dan menyetor sejumlah uang. Saat kita deposit awal ketika pembukaan rekening biasanya kita mengenal adanya setoran minimum.

[Baca juga: Apa Itu Deposito? Bagaimana Keuntungannya?]

Sebelum Anda mendepositkan uang di bank, Anda harurs mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis dari deposito itu sendiri, diantaranya Deposito Berjangka, Sertifikat Deposito dan Deposito On-Call. Jangka waktu uang yang bisa kamu depositkan biasanya berbeda-beda, bisa selama 3, 6, 9, 12 bulan. 

Selain itu, deposito dapat diperpanjang secara otomatis dengan sistem ARO (Automatic Roll Over). 

Ada banyak keunggulan dari investasi deposito, seperti bunga yang Anda dapatkan akan lebih besar dibandingkan dengan bunga tabungan saat kita menabung biasa di bank. Pihak bank akan menentukan bunga dari uang kita per triwulan atau pertahun tergantung lama kita deposit.

Ketika uang sudah disimpan di bank maka keamanan akan uang kita juga terjamin. Berbeda ketika kita menyimpan uang di rumah, karena kita tidak tahu kapan akan terjadi tindak kriminalitas.

Deposito memiliki risiko yang sangat kecil atau bisa jadi tidak ada risiko sama sekali.

Hasil bunga dari deposito dapat kita cairkan secara tunai dalam jangka waktu tertentu. Selain dicairkan secara tunai bunga bisa di transfer atau disetorkan ke rekening kita.

Investasi ini termasuk ke dalam pajak penghasilan (PPH), sehingga wajib membayar pajak setiap tahunnya. Biaya pajak PPh ini lumayan besar yaitu 20 persen. Sehingga kita yang mendapatkan bunga tidak begitu besar akan dipotong untuk membayar pajak juga.

Besar bunga dari deposito sekitar 5-6% saja. Meskipun suku bunga deposito terus menyusut, namun minat masyarakt untuk menyimpan di instrumen ini tidak berkurang.

 

#3 Emas

Salah satu alternatif investasi yang bisa dijadikan pilihan adalah emas. Jika Anda hanya menyimpan uang di tabungan, maka tanpa disadari, lama kelamaan nilai uang Anda akan turun. Hal itu disebabkan karena inflasi.

Salah satu cara untuk menghadapi inflasi adalah dengan investasi emas. Kenapa emas? Karena emas tahan terhadap inflasi dan memiliki sifat hedging (lindung nilai). Ketika nilai uang semakin turun, harga emas justru semakin tinggi.

Di era milenial ini, Anda bisa membeli emas dengan mudah karena ada banyak tempat yang bisa Anda pilih.

Untuk meminimalkan risiko kerugian, Anda bisa membeli emas di tempat yang sudah terpercaya, beberapa diantaranya seperti butik ANTAM, bank, lembaga pemerintah, ataupun tempat reseller resmi.

Selain itu, sekarang Anda juga bisa membeli emas secara online sehingga lebih mudah dijangkau.

Biasanya, jenis investasi emas logam mulia yang disarankan adalah emas yang memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh PT Aneka Tambang (ANTAM). Dengan begitu, investasi Anda sudah dijamin keamanannya karena memiliki sertifikat yang diakui oleh negara dan dunia.

[Baca juga: Cara Memulai Investasi Emas Agar Untung Maksimal]

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi harga emas. Beberapa diantaranya adalah nilai tukar Dollar Amerika Serikat (USD), serta supply and demand.

Untuk hubungan harga emas dengan USD biasanya berbanding terbalik. Jadi, ketika USD menguat, maka harga emas akan cenderung turun. Begitu juga sebaliknya, ketika USD melemah, maka harga emas akan naik.

Harga emas juga dipengaruhi oleh supply and demand, dimana jika permintaan dari emas tinggi, maka dapat menyebabkan kenaikan harga emas. Setiap tahunnya, harga emas cenderung naik. Dengan begitu, investasi emas berpotensi memberikan keuntungan dalam jangka panjang.

Emas mudah dicairkan karena memiliki likuiditas yang tinggi. Anda bisa menjual emas untuk mendapatkan uang tunai dengan cepat.

Jika Anda berinvestasi pada emas batangan, Anda bisa menjualnya di banyak tempat. Jadi, kalau Anda tiba-tiba membutuhkan uang tunai saat darurat, Anda bisa menjual emas yang kamu miliki. Jika tidak ingin repot dengan penyimpanan emas fisik, Anda bisa melakukan trading emas.

Dari zaman dulu hingga era milenial saat ini, permintaan emas masih tinggi. Bahkan di beberapa negara, emas menjadi logam mulia yang selalu dibutuhkan.

Permintaan yang tinggi inilah yang membuat harga emas selalu naik dan cenderung stabil setiap tahunnya. Emas dapat Anda gunakan sebagai aset yang bisa memberikan keuntungan di masa depan.

Tertarik berinvestasi emas? dengarkan audiobook gratis dari Finansialku yang membahas lengkap investasi emas untuk pemula. Selamat mendengarkan

banner -investasi emas untuk pemula

 

#4 Tabungan Berjangka

Tabungan berjangka atau biasa disebut TAKA adalah produk tabungan yang memiliki ketentuan dimana Anda tidak bisa mengambil uang atau tarik tunai kapan saja.

Artinya, pada tabungan berjangka, nasabah harus menabung dengan teratur sampai waktu yang telah disepakati. Untuk nominal dan durasi tabungan akan ditentukan didepan antara kedua belah pihak. Jadi, Anda baru dapat menarik kembali simpanan dana setelah jatuh tempo.

Umumnya, periode TAKA adalah minimal 6 bulan, dan maksimal 300 bulan. Tentunya setiap bank menyediakan jangka waktu yang berbeda-beda. 

Anda bisa saja menarik dana sebelum jatuh temponya jika Anda sedang membutuhkan dana cepat, namun risikonya adalah, Anda akan dikenakan denda atau penalti sebagai akibatnya. 

TAKA ini membutuhkan kedisiplinan dalam menabung. Jadi, Anda diwajibkan menabung sesuai jangka waktu yang telah ditentukan dan tidak boleh mengambilnya kapan saja.

[Baca juga: 5 Manfaat Tabungan Berjangka]

Demi membantu nasabah disiplin dalam menabung, TAKA kebanyakan dilengkapi dengan fitur autodebet. Fitur ini akan memindahkan dana dari tabungan utama ke tabungan berjangka, sesuai dengan nominal yang telah disepakati setiap bulannya.

Jadi tidak ada lagi istilah lupa menabung atau dana keburu habis sebelum ditabung. 

Tabungan berjangka menawarkan suku bunga yang kompetitif jika dibandingkan dengan produk tabungan lainnya. Pasalnya, TAKA bisa memberikan tiga kali dari suku bunga dibanding dengan suku bunga tabungan.

Tabungan berjangka juga menjamin dana/simpanan Anda untuk memberikan rasa aman dan tenang bagi nasabahnya.

Pasalnya, dalam TAKA LPS atau Lembaga Penjamin Simpanan akan menjamin setiap dana tabungan di bawah Rp 2 miliar dengan suku bunga tertinggi.

Selain itu, meski banyak dianggap sebagai instrumen investasi, TAKA ini minim risiko. Jadi meski imbal hasilnya tidak terlalu besar jika dibandingkan instrumen investasi lain (seperti saham, reksadana), namun keamanan dana Anda lebih terjamin.

Tabungan berjangka juga memiliki banyak fitur yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan Anda. Sebagai contoh, beberapa bank menyediakan fasilitas tabungan dengan pilihan mata uang negara lain atau mata uang asing, seperti Pound Sterling, Dollar, Euro, Ringgit, Baht, dan lainnya. Jadi, Anda tidak harus menabung dalam bentuk Rupiah saja, namun bisa dalam bentuk mata uang asing.

Meski dana tabungan akan sulit diakses dalam TAKA ini, namun bukan berarti bunganya tidak dapat diakses sama sekali. 

Beberapa bank akan memberikan kesempatan kepada nasabah untuk mengambil bunga tabungan berjangka, yang nantinya akan ditransfer ke rekening yang sudah disepakati. 

Salah satu manfaat jelas dari TAKA yaitu adanya asuransi. Dengan adanya asuransi ini, bank akan meneruskan setoran bulanan kita hingga jatuh tempo, apabila nasabah tertimpa kecelakaan yang menyebabkan cacat tetap, maupun meninggal dunia.

Kemudian, pada saat jatuh tempo baik uang maupun bunganya dapat diambil oleh ahli waris. Perlindungan asuransi ini membuat TAKA cocok bagi mereka yang sudah memiliki anak.

 

#5 P2P Lending

P2P Lending adalah pertemuan antara orang yang membutuhkan pinjaman dengan orang lain yang bersedia memberikan pinjaman. Disebut P2P atau Peer to Peer karena tidak ada perantara lagi, pertemuan tersebut bersifat langsung, antara penerima pinjaman dan pemberi pinjaman.

Menurut Peraturan OJK 77/2016, P2P adalah Layanan pinjam meminjam uang secara langsung antara Kreditur/Lender (Pemberi Pinjaman) dan Debitur/Borrower (Penerima Pinjaman) berbasis teknologi informasi. OJK menyebut Layanan Pinjam Meminjam Uang Berbasis Teknologi Informasi (LPMUBTI) yang merupakan P2P Lending.

Sesuai definisi tersebut, proses Fintech Peer to Peer Lending Indonesia harus memiliki 4 langkah yaitu:

  • Registrasi Keanggotaan. Pengguna (Pemberi/Penerima pinjaman) melakukan registrasi secara online melalui komputer atau smartphone.
  • Pengajuan Pinjaman. Penerima pinjaman mengajukan pinjaman. Pemberi pinjaman memilih Penerima pinjaman yang akan didanai.
  • Pelaksanaan Pinjaman. Pemberi dan Penerima pinjaman menandatangani perjanjian pinjam meminjam. Pemberi pinjaman mengirimkan dana yang dipinjamkan. Penerima pinjaman menerima dana.
  • Pembayaran Pinjaman. Penerima pinjaman membayar pinjamannya kepada Pemberi pinjaman.

 

Satu hal yang membedakan P2P dengan Bank adalah di P2P terjadi pertemuan antara penerima pinjaman (borrower) dan pemberi pinjaman (lender). Pertemuan tersebut harus terjadi di platform teknologi informasi penyelenggara P2P antara borrower dan lender.

Sementara, perbedaan di bank, pihak yang menabung tidak tahu kepada siapa dana yang mereka tabung tersebut disalurkan sebagai pinjaman oleh bank. Tidak ada pertemuan antara borrower dan lender di bank. 

Itu sebabnya dalam situs penyelenggara peer-to-peer Lending OJK mewajibkan adanya halaman lender di samping halaman borrower.

[Baca juga: Investasi P2P Lending Riba atau Tidak?]

Dengan adanya pertemuan lender dan borrower, maka perusahaan P2P tidak melakukan penghimpunan dana.

Bahkan OJK mengeluarkan peraturan bahwa dana lender yang di rekening bank escrow milik penyelenggara P2P hanya boleh mengendap paling lama 2 hari.

Bicara soal modal investasi, P2P Lending termasuk instrumen investasi dengan modal investasi yang cukup minim. Bahkan ada platform yang menawarkan modal investasi sebesar Rp 100.000.

Dari uang Seratus Ribu Rupiah bisa berkembang bisa jutaan Rupiah dengan memanfaatkan bunga dari hasil keuntungan yang diinvestasikan lagi.  

Meski sedikit, lama-lama bisa jadi bukit, ternyata peribahasa itu benar-benar nyata dalam investasi P2P Lending, lho! Inilah alasan menarik investasi P2P Lending, dimana return atau keuntungan yang ditawarkan berkisar antara 10% hingga 20% per tahunnya, besar kan?

Sebagai salah satu instrumen investasi yang populer di kalangan milenial, P2P Lending bisa jadi tempat untuk melakukan diversifikasi investasi agar risiko semakin diminimalkan.

Mengapa demikian? Karena tidak selamanya semua investasi itu akan mengalami keuntungan, bahkan terkadang ada yang mengalami penurunan atau stagnan. Oleh sebab itu, P2P Lending bisa jadi pilihan untuk mengamankan dan mengembangkan uang kita.

Tidak seperti deposito yang harus mengendap selama 1 hingga 2 tahun, investasi P2P Lending menawarkan hasil keuntungan yang dapat diterima dengan kurun waktu yang lebih cepat.

Rata-rata pengembalian modal pinjaman ditambah dengan bunga keuntungan dapat diterima oleh pemberi pinjaman dalam waktu sekitar 1 hingga 6 bulan tergantung dengan besaran bunga dan juga perjanjian dalam prospektus. Dengan demikian, keuntungan dan modal investasi bisa diinvestasikan kembali untuk mendapatkan hasil yang lebih menguntungkan.

Inilah salah satu dari sekian banyak keuntungan yang diterima oleh investor P2P Lending. Pengembalian yang cepat akan membuat para investor semakin bergairah untuk berinvestasi kembali dan mengembangkan uang mereka.

Investasi untuk Milenial Under 30 yang Aman dan Menguntungkan - Finansialku 02

Ilustrasi milenial bingung saat berinvestasi. Sumber: Pexels.com – https://bit.ly/36zPDf2

 

Jenis Investasi Berdasarkan Tujuan Keuangan

Jika Anda sudah menjabarkan berbagai tujuan keuangan yang ingin dicapai, tentunya dengan cara yang SMART, Anda perlu mengelompokkan tujuan investasi tersebut berdasarkan jangka waktu pencapaiannya berikut dengan rekomendasi investasi yang cocok untuk dijalankan. 

 

#1 Tujuan Jangka Pendek

Tujuan investasi berdasarkan jangka waktunya dibagi menjadi 3, yang pertama adalah tujuan investasi jangka pendek. Tujuan investasi jangka pendek biasanya dilakukan untuk mendapatkan keuntungan demi memenuhi kebutuhan keuangan dalam jangka pendek sekitar kurun waktu di bawah 1 tahun

Beberapa rekomendasi instrument investasi yang aman bagi para investor under 30 diantaranya seperti: Deposito, Reksa Dana dan P2P Lending. 

 

#2 Tujuan Jangka Menengah

Tujuan investasi jangka menengah biasanya dilakukan untuk memperoleh keuntungan dalam periode menengah, seperti 3-5 tahun. Salah satu instrument investasi yang cocok untuk memenuhi tujuan jangka menengah adalah Reksa Dana Pendapatan Tetap. 

Investasi ini bisa dilakukan dalam jangka menengah, setidaknya 2-3 tahun. Secara historis, reksadana jenis ini pernah ada yang tumbuh hingga 10 persen dalam waktu 1 tahun dan 30 persen dalam waktu 3 tahun.

 

#3 Tujuan Jangka Panjang

Tujuan investasi jangka panjang biasanya dilakukan untuk memperoleh keuntungan di masa depan (biasanya di atas 5 tahun). Investasi yang direkomendasikan adalah saham dan juga Reksadana Saham.

Reksa Dana Saham (RDS) merupakan jenis reksa dana yang menginvestasikan minimal 80% – 100% dari total nilai aktiva bersihnya pada instrumen saham, dan 0% – 20% pada Obligasi dan Pasar Uang. 

Komposisi investasinya adalah minimal 80% pada instrument saham, dan sisanya pada Obligasi dan Pasar Uang.

Berinvestasi disini umumnya lebih sesuai untuk investasi jangka panjang (5 tahun atau lebih), karena hampir seluruh portofolio investasinya dalam bentuk saham. Jadi, nilai pergerakannya akan mengikuti harga saham yang sangat fluktuatif dan akan berpotensi tumbuh lebih tinggi dalam jangka waktu panjang. 

Dengan demikian, Reksa dana saham umumnya digunakan untuk kebutuhan dana pendidikan anak, dana pensiun atau kebutuhan jangka panjang lainnya.

Reksa dana saham memiliki potensi keuntungan tertinggi dibandingkan reksa dana jenis lainnya,

Meski imbal hasilnya besar, jenis reksa dana yang satu ini juga memiliki tingkat risiko terbesar dan paling agresif jika dibandingkan dengan reksa dana lainnya.

Reksa dana saham memiliki Manajer Investasi (MI) yang akan membantu Anda dalam mengelola dana, sementara saat berinvestasi saham langsung Anda akan berhubungan dengan perantara (broker) secara langsung.

Di samping itu, ada banyak perbedaan reksa dana saham dan investasi saham dilihat dari dana minimumnya, karakteristik keuntungannya, risiko likuiditasnya, serta pajak yang dikenakannya.

Berbeda dengan investasi saham yang dikenakan pajak senilai 0,1% atas nilai penjualan saham yang sudah termasuk dalam biaya penjualan, reksa dana saham tidak dikenakan pajak.

Investasi untuk Milenial Under 30 yang Aman dan Menguntungkan - Finansialku 03

Ilustrasi milenial berinvestasi. Sumber: Pexels.com – https://bit.ly/3raYBJ6

 

Dana Darurat VS Investasi – Siapkan Saja Dengan Proporsi

Untuk menjawab pertanyaan: “Investasi dulu atau Dana Darurat terlebih dahulu?” ini tergantung dengan kondisi keuangan Anda dan kebutuhan Anda.

Dalam perencanaan keuangan dana darurat merupakan sebuah pondasi. Sehingga, dana darurat merupakan hal yang sangat dasar (basic) dalam perencanaan keuangan.

Jadi dana darurat memiliki peranan yang sangat penting apalagi jika Anda sudah berkeluarga.

Terdapat 2 fungsi utama dari dana darurat yaitu, sebagai dana cadangan (cash reserve) dan untuk pengeluaran tak terduga (unexpected expense).

[Baca juga: Definisi Dana Darurat dan Cara Mempersiapkannya]

Contohnya, ketika Anda kehilangan pekerjaan, perubahan jabatan, dan sebagainya berarti dana darurat berfungsi sebagai dana cadangan. Sedangkan, jika tiba-tiba kendaraan Anda rusak dan harus diperbaiki, genteng rumah Anda bocor, anggota keluarga ada yang sakit, dan sebagainya berarti dana darurat di sini berfungsi untuk pengeluaran tak terduga.

Dana darurat biasanya disimpan di produk-produk keuangan yang likuid, mudah di akses, dan aman. Anda dapat menyimpan dana darurat di tabungan, deposito, ataupun reksa dana pasar uang.

Namun, apakah bisa menyiapkan dana darurat dan investasi secara bersamaan? 

Jawabannya adalah BISA!

Cara menyiapkan dana darurat dan investasi secara bersamaan adalah dengan membagi proporsinya sesuai dengan kondisi keuangan Anda.

Tidak ada persentase yang tetap (fix) untuk menentukan berapa besaran yang harus disiapkan untuk dana darurat dan seberapa besar yang untuk investasi.

Sebagai contoh, misalnya Anda memiliki income (pendapatan) sebesar Rp10 juta per bulan. Lalu, persentase dari income Anda untuk ditabung adalah 20% yaitu sebesar Rp2 juta.

Maka, Anda dapat membaginya sebagian untuk menyiapkan dana darurat dan sebagian untuk investasi.

 

Ciri Investasi Aman 

Ada banyak jenis investasi yang berseliweran dewasa ini. Agar tidak terjerumus pada investasi bodong yang pada akhirnya hanya tipuan belaka dengan imin-iming return selangit, ada baiknya kita mengetahui ciri investasi yang aman agar terhindari dari kerugian.

 

#1 Adanya Izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dibentuk dengan tujuan agar keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan:

  • Terselenggara secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel,
  • Mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil, dan
  • Mampu melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempunyai fungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan.

Dalam melakukan fungsinya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mempunyai tugas melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap kegiatan jasa keuangan di sektor Perbankan, sektor Pasar Modal, dan sektor IKNB.

Setiap perusahaan pengelola investasi yang sudah bersertifikat OJK sudah dijamin keamanannya. Oleh sebab itu, jangan mau berinvestasi di sebuah perusahaan yang belum memiliki izin dari OJK karena bisa saja itu adalah penipuan.

 

#2 Semua Investasi Selalu Ada Risiko

Semua investasi tentu akan ada risikonya. Biasanya, perusahaan investasi akan memberikan gambaran dari risiko yang akan menyertai setiap investasi yang ditawarkan. 

Informasi mengenai risiko ini diberikan agar investor memperoleh gambaran tentang investasi yang akan mereka ambil sebagai langkah persiapan. 

 

#3 Keuntungan yang Wajar

Sebagai investor yang cerdas, kita perlu berpikir secara rasional apalagi berbicara tentang investasi. Semua investasi itu harus diukur dengan logika dan penalaran bahwa investasi menghasilkan keuntungan yang wajar

Jika Anda mendapatkan penawaran investasi dengan keuntungan yang tidak wajar, Anda perlu berhati-hati akan hal ini!

 

Risk & Return

Mungkin Anda pernah mendengar istilah:

High Risk High Return

Low Risk Low Return

 

Menurut Anda apakah mungkin ada produk investasi yang:

Low Risk High Return

High Risk Low Return

 

Berdasarkan ilmu portofolio asumsi High Risk High Return dan Low Risk Low Return adalah benar.

Tahukah Anda bahwa ilmu menyusun portofolio menggunakan konsep memaksimalkan keuntungan dan meminimalkan risiko. Jadi hasil portofolio yang terbentuk adalah high risk high return dan low risk low return.

Dalam kondisi real, seringkali terjadi realita yang terbalik. Pernahkah Anda mendengar saudara, kerabat atau teman Anda mendapatkan keuntungan besar ketika berinvestasi saham? atau malah kebalikannya:

Pernahkah Anda mendengar saudara, kerabat atau teman Anda mendapatkan kerugian besar ketika berinvestasi saham?

Pada dasarnya setiap produk memiliki potensi risiko dan potensi pengembalian. Akan tetapi hal tersebut masih potensi belum realisasi. Keputusan investasi Anda yang dapat mengubah potensi tersebut menjadi realisasi.

Kuncinya adalah Anda dapat mengendalikan investasi Anda.

Bagaimana cara dapat mengendalikannya? Anda harus menguasi produk investasi tersebut.

 

 

Sobat Finansialku, mulailah untuk berinvestasi. Tentunya diikuti dengan informasi yang mencukupi untuk kita bisa mulai berinvestasi.

Tidak perlu takut, mulailah dengan modal yang minim terlebih dahulu sambil kita terus belajar berbagai jenis investasi, karena hanya Anda sendiri yang akan menentukan kenyamanan hidup Anda di masa mendatang

 

Editor: Nurdevi Noviana

Sumber Referensi:

  • Boby. 18 Mei 2021. Investasi Terbaik 2021: Terpercaya dengan Return Tinggi. lifepal.co.id – https://bit.ly/3wk5fh1
  • Bareksa. 2 Oktober 2019. Apa Tujuan Investasi Kamu? Pilih Jangka Waktu yang Sesuai. bareksa.com – https://bit.ly/3hm45xr
  • Virtina Thionita, BB. 31 Januari 2020. Siapin Dana Darurat atau Investasi Dulu? Ini Jawabannya. finansialku.com – https://bit.ly/2SSd2Fn
  • Admin Bibit. 9 Februari 2021. Inilah Risk And Return Manajemen Keuangan Yang Perlu Kamu Tahu. artikel.bibit.id – https://bit.ly/3xsOtOs
  • Hariyanto. 26 Juli 2020. Ciri-Ciri & Produk Investasi yang Aman untuk Kamu Pilih. ajaib.co.id – https://bit.ly/36gYMJh

 

Sumber Gambar:

  • Cover – https://bit.ly/3c8d7eN